Dendam Alexa

Dendam Alexa
Agham dan Alexa berbicara berdua


__ADS_3

Setelah duduk dikursi masing-masing, mereka pun dengan tenang menikmati filmnya. Agham yang duduk di kursi samping Alexa merasa tidak nyaman. Entah bagaimana perasaannya sangat sulit untuk digambarkan.


Walaupun dia sangat merindukan bercengkrama dan bercanda dengan teman kecilnya tapi sekarang posisinya sebagai karyawan diperusahaan yang dimiliki oleh Alexa membuatnya tidak nyaman.


Alexa menyadari jika Agham tidak nyaman duduk di sampingnya, dia melirik sekilas lalu menatap kedepan. "Jika tidak nyaman duduk di sampingku, tukaran tempat saja sama Annisa" sahut Alexa seraya mencondongkan kepalanya ke samping.


"Tidak apa-apa, aku hanya sedang serius nonton film" elak Agham yang tidak ingin Alexa mengetahui tentang ketidak nyamanannya.


Alexa kemudian memberi kode supaya Agham mengikutinya keluar dari bioskop itu. Agham kemudian mengikuti langkah Alexa, Annisa dan Putri yang melihatnya hanya tersenyum. Sementara Ridwan ingin mengikuti temannya ditahan oleh Annisa. "Biarkan mereka menyelesaikan urusan pribadi masing-masing"


Kini Alexa bersama Agham duduk berdua di salah satu gerai cafe di Mall itu. Alexa sengaja mengajak Agham untuk berbicara berdua agar bisa lebih terbuka dan lebih nyaman.


"Kakak sebenarnya kenapa tidak nyaman duduk di sampingku tadi? Apa karena aku bos dikantor atau karena aku teman masa kecil kakak?" Alexa memulai pembicaraan.


"Maaf jika aku membuat kamu jadi tidak nyaman juga, Sebenarnya mungkin aku tidak nyaman duduk di sampingmu karena keduanya. Hubungan pertemanan masa kecil dan hubungan antara karyawan dan bos. Sebagai seorang yang merindukan pertemuan dengan teman kecilnya, aku sangat bahagia bisa bertemu lagi. Akan tetapi jika melihat posisimu yang tak lain adalah salah satu orang terkaya di negeri ini dan mungkin juga di Asia, membuat aku merasa kecil dan seperti butiran debu yang menempel di sepatumu" Agham Mulai berbicara tentang apa yang dirasakan.


Alexa memperbaiki posisi duduknya dan meletakkan kedua tangannya dimeja. "Semua manusia entah kaya atau miskin, berpendidikan tinggi atau tidak posisinya sama. Mungkin kakak juga pernah mendengar ucapan Ustad jika kita semua sama didepan Tuhan hanya amal ibadah kita yang membedakan. Bersikaplah seperti biasa jika bertemu diluar."Ucap Alexa.


"Tapi tanggapan orang yang melihatnya pasti berbeda-beda. Mereka akan menilaiku memanfaatkan posisimu dan itu juga tidak baik untuk citramu Dimata publik" sahut Agham.


"Mereka tidak akan tau jika kakak sedang bersama pimpinan perusahaan AG Group. Mereka juga tidak tau jika kakak bersama dengan orang kaya. Pernahkah kakak melihat aku berpenampilan gelamour atau menampilkan kekayaan didepan semua orang? tidak kak, aku sama seperti Echa teman masa kecilmu. Lebih suka tampil apa adanya dan sederhana. Mungkin benar posisi kita berbeda di perusahaan tapi jika diluar perusahaan kita sama. Hanya anak muda biasa yang mencari jati diri dan arah tujuan hidup" Alexa menjelaskan panjang lebar. "Bersikaplah seperti biasa kak jika kita bertemu diluar seperti Annisa memperlakukan aku" lanjutnya.


"Bagaimana caranya aku bersikap seperti itu?"


"Bersikaplah seperti kakak memperlakukan aku sewaktu kita berdua masih kecil lagian tidak ada salahnya. Maaf jika selama ini aku cuek dengan kakak. Aku hanya tidak ingin orang yang dekat dengan aku mendapatkan bahaya. Kakak tau sendiri jika musuhku sampai saat ini masih mengincar orang-orang dekat denganku. Pak Hendro contohnya, dia jadi korban dari musuhku yang ingin menghancurkan kerja kerasku" lanjutnya.


"Aku mengerti tentang itu. Makanya waktu Annisa ikut denganmu aku sedikit takut tapi melihat perlindungan yang kamu berikan membuatku sedikit lebih tenang" sahut Agham.

__ADS_1


Tak lama muncullah Putri bersama yang lain menghampiri mereka berdua. "Bisa kami ikut bergabung dengan kalian?" tanyanya kemudian.


"Silahkan duduk, Eh Ridwan kamu gabungkan saja mejanya biar kita duduk sama-sama" sahut Agham.


"Bagaimana filmnya? Seru?" tanya Alexa.


"Seru kak, lucu dan keren pokoknya" jawab Annisa dengan antusias.


"Ya sudah, pesanlah minuman dan makanan yang kalian inginkan. Oh iya, Anda pemilik Rits Cafe?" tanya Alexa kepada Ridwan.


"Iya, Saya Ridwan pemilik cafe sekaligus sahabat Agham" jawabnya.


"Salam kenal" jawabnya singkat.


Selepas dari cafe itu, Agham dan Ridwan memisahkan diri, mereka lebih memilih untuk pulang ke rumahnya masing-masing sedangkan Alexa dengan yang lain melanjutkan jalan-jalannya.


Pagi hari di kediaman Alexa sudah disibukkan dengan kedatangan Lukman membawa proposal penawaran pembelian hotel Illuminati.


Annisa segera mempelajari proposal itu. Dengan kecerdasan yang dimiliki oleh Annisa, dengan cepat dia menangkap dan mengerti isi proposal yang diajukan oleh Lukman.


"Kak. Saya rasa ini belum cukup untuk pemilik hotel tertarik menjual hotelnya. Disini hanya penawaran beserta perhitungan kerugian jika mereka tidak mau menjual tapi tidak ada perhitungan keuntungan bagi mereka jika mau menjualnya" tanya Annisa.


"Disinilah kami ingin kamu memaparkan kepada mereka keuntungan jika mau menjualnya, dengan begitu mereka akan mau secara langsung menjualnya. Kakak yakin jika mereka akan meremehkan kamu jika bertemu nanti" ucap Alexa.


Mereka kemudian berangkat menuju tujuan masing-masing, Alexa berangkat menuju perusahaan sedangkan Annisa bersama Alice menuju sekolah.


Setelah sampai di sekolah, mereka bergegas menuju ruang kelasnya karena sebentar lagi akan ada ujian tengah semester untuk mata pelajaran kimia.

__ADS_1


Setelah menyelesaikan ujiannya, Annisa bersama Alice meninggalkan ruangan kelasnya menuju ruang kepala sekolah untuk memintanya menemui wali kelas agar di ijinkan meninggalkan sekolah karena perintah Alexa.


Sekertaris Yumna datang menjemput mereka diruang kepala sekolah seperti yang diperintahkan oleh Alexa. "Selamat pagi Nona, Perkenalkan Saya sekertaris Yumna yang ditugaskan untuk menemani anda. Silahkan ikut saya menuju hotel Illuminati untuk bertemu dengan pemilik hotel." Ucap sekertaris Yumna datar.


"Salam kenal sekertaris Yumna, Ayo kita berangkat" Annisa menyambar tasnya lalu beranjak meninggalkan ruangan kepala sekolah diikuti oleh Alice dan Sekertaris Yumna.


"Maaf apa nona ini akan ikut kita? tanya sekertaris Yumna sambil menyejajarkan langkahnya disamping Annisa.


"Namanya Alice asisten sekaligus pengawal pribadiku jadi dia akan ikut kemana saya pergi" jawab Annisa tegas. Yumna merasa jika aura pemimpin ada pada diri Annisa "Dinginnya Sam dengan bos dikantor" ucapnya dalam hati.


Mereka kemudian berangkat menuju hotel Illuminati. Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit, mereka sampai di depan lobby hotel. Alice turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Annisa. Sekertaris Yumna juga ikut turun dari mobil dipintu sebelah sopir.


Sekertaris Yumna berjalan menuju resepsionis untuk memberitahu kedatangan mereka. "Saya sudah janji dengan direktur dan GM-nya"


"Kalau boleh tau dengan siapa?


"Katakan nona Annisa sudah tiba" sahutnya. Resepsionis kemudian menginformasikan kepada sekertaris GM jika nona Annisa sudah tiba. Setelah diijinkan, resepsionis mengantar mereka menuju ruang rapat dilantai 10 hotel itu. Setelah sampai, mereka keluar dari lift, sang resepsionis masih terus memandu mereka keruangan rapat.


Direktur sekaligus pemilik hotel Illuminati ditemani oleh GM sudah berada diruang Rapat menunggu kedatangan mereka. Pintu dibuka dari luar dan mereka dipersilahkan untuk masuk kedalam. Yumna lebih dulu masuk diikuti oleh Annisa dan Alice yang berjalan di belakangnya. Yumna kemudian menarik kursi dan mempersilahkan Annisa duduk sementara mereka berdua duduk disamping Annisa.


"Apa-apaan ini, kenapa yang datang anak sekolah dengan pakaian sekolah lagi" Sahut GM dengan nada meremehkan.


"Hei tenang dulu, Selamat datang, perkenalkan saya Suryadi Husain CEO hotel Illuminati, Ini bapak Andreas Herlambang direktur pelaksana dan ini ibu Cristin GM hotel Illuminati" sahutnya memperkenalkan diri.


"Selamat pagi, terima kasih atas sambutan yang tidak menyenangkan dari ibu GM. Perkenalkan saya Annisa ini sekertaris Yumna dan Alicia asisten pribadi saya" ucapnya memperkenalkan diri


"Maaf jika sambutan dari GM kami kurang berkenan" ucapnya lagi. "Baiklah kita mulai saja, silahkan anda menunjukkan proposal anda untuk kami pertimbangkan mengingat sudah ada beberapa penawaran dari pihak lain" lanjutnya

__ADS_1


To Be Continued


__ADS_2