
Rits Cafe sejak pagi tidak dibuka untuk umum. beberapa orang suruhan Putri datang untuk mempersiapkan acara perpisahan Agham Gaishan sebagai karyawan diperusahaan AG Group.
Jam menunjukkan pukul 19:00. tampak beberapa karyawan AG Group yang diundang sudah berdatangan. Tampak manager HRD dan Stafnya, Manager Ivan sahabatnya, rekan-rekan seperjuangan di divisi keuangan dan karyawan lain yang diundang untuk hadir dalam acara perpisahan tersebut.
Tampak Annisa bersama ibunya dan Alice duduk di kursi yang sudah disiapkan untuk mereka. Alexa dan Putri tidak hadir dalam acara tersebut dan hanya diwakili oleh kepala sekertaris Ibu Desi beserta kedua stafnya karena Yumna pindah ke Hotel Illuminat ikut dengan Annisa.
Tampak pula Direktur pelaksanaan AG properti pak Antoni sebagai mantan manajer yang pernah menjadi pimpinan Agham di perusahaan.
Tampak Rudi berdiri di panggung kecil yang biasa digunakan untuk live music. "Selamat malam semua. terima kasih sudah hadir di acara perpisahan rekan kerja sahabat serta teman kita Agham Gaishan. Banyak rumor yang beredar jika Agham mengundurkan diri karena berselisih dengan CEO dan itu tidak benar, semua hoax. Sebenarnya Agham mendapatkan tawaran pekerjaan yang lebih baik jadi kita doakan semoga dia Sukses dan berhasil menggapai mimpinya. Sebelum kita dengarkan kata perpisahan dari saudara Agham mungkin kita dengar dulu keluhan atau kata kerennya di roasting oleh rekan kerja. kita mulai dari mantan manajer yang sekarang jadi direktur bapak Antoni" Rudi mempersilahkan pak Toni maju kedepan.
.
"Selamat malam semua. Malam ibu Rani, Agham, Nisa. Berbicara tentang Agham. mungkin dia satu satunya orang yang paling ingin kusingkirkan dari divisi keuangan. kenapa? Dia tiap hari bikin darah tinggi. ada saja kelakuannya, Rambut saya yang menipis ini ya karena dia" Tawa mulai pecah ketika pak Toni bercerita "Tapi berhubung karena dia pintar makanya dia aman dan tidak dipecat. untuk Agham semoga ditempat barumu kamu lebih berwibawa. terima kasih" tepuk tangan terdengar setelah pak Toni selesai bercerita.
Kini giliran Ivan sebagai manajer keuangan. "Selamat malam semua. Sebagai manajer dan sahabatnya mungkin kalian berfikir lebih mudah menangani Agham dibandingkan dengan pak Toni. Tapi sebaliknya, dia makin menjadi-jadi. Laporan akan dikerjakan setelah suara kita habis untuk marah. untungnya hanya sebentar menangani dia, Andai dia bertahan setahun lagi mungkin aku juga bakalan botak seperti pak Toni. Agham Semoga sukses dengan pekerjaan barunya"
Hahahaha.. tawa dan tepuk tangan terdengar setelah Ivan menyelesaikan ceritanya.
"Selamat malam, Saya Anya mewakili seluruh staf keuangan. Sebagai salah satu gadis cantik dari divisi keuangan, maaf narsis. Pasti banyak karyawati dari divisi lain yang mengira jika kami senang karena cowok paling tampan ada di divisi keuangan. yang mau saya katakan kami menderita dekat dengan dia. kenapa? setiap pagi dan sore kami harus mendengarkan teriakan tidak berfaedah dari mulutnya. dia tidak pernah mau menemani kami lembur dan yang paling parahnya, dia cowok paling rese, suka kentut sembarangan dan jorok yang pernah saya kenal. Tapi dibalik itu semua dia adalah sahabat terbaik kami, selamat atas pekerjaan barunya semoga sukses dan nanti traktir kami lagi" Anya menyelesaikan ceritanya.
"Selamat malam, saya ucapkan terima kasih sudah hadir. Terima kasih buat ibu dan adik saya yang selalu mendukung. terima kasih buat manager HRD beserta stafnya. Terima kasih buat manager Ivan beserta rekan kerja di divisi keuangan, terima kasih kepada semua karyawan yang pernah membantu saya. Terima kasih buat Direktur pelaksanaan AG properti bapak Antoni yang selalu membimbing saya. maafkan jika saya pernah berbuat salah atau ada kata yang tidak enak dihati mohon dimaafkan. Terima kasih juga buat seluruh Karyawan Rits Cafe. Kemarin kita masih dalam satu naungan, besok kita berbeda tapi satu hal yang mesti kita ingat. Kita tetap keluarga. Terima kasih atas doanya. Silahkan menikmati hidangan yang disajikan. Saya akan membawakan sebuah lagu untuk kalian semua" Agham kemudian mengambil gitar lalu duduk di kursi yang biasa digunakan untuk bernyanyi.
Sahabat sejati dari Sheila on 7
Sahabat sejatiku
Hilangkah dari ingatanmu
Di hari kita saling berbagi
Dengan kotak sejuta mimpi
Aku datang menghampirimu
Kuperlihat semua hartaku
Kita slalu berpendapat
Kita ini yang terhebat
Kesombongan di masa muda yang Indah
__ADS_1
Aku raja kaupun raja
Aku hitam kaupun hitam
Arti teman lebih dari sekedar materi
Ayo semua ikut bernyanyi...
Pegang pundakku jangan pernah lepaskan
Bila ku mulai lelah
Lelah dan tak bersinar
Remas sayapku jangan pernah Lepaskan
Bila ku ingin terbang
Terbang meninggalkanmu hu ho ho ho
Ku slalu membanggakanmu
Aku dan kamu darah abadi
Demi bermain bersama
Kita duakan segalanya
Merdeka kita kita merdeka
Pegang pundakku jangan pernah Lepaskan
Bila ku mulai lelah
Lelah dan tak bersinar
Remas sayapku jangan pernah Lepaskan
Bila ku ingin terbang
Terbang meninggalkanmu ho ho ho ho ha ho
__ADS_1
Tak pernah kita pikirkan
Ujung perjalanan ini
Tak usah kita pikirkan
Ujung perjalanan ini ho ho ho ho
"Terima kasih" Agham kemudian turun dari panggung menghampiri semua rekan kerjanya dan menjabat tangan mereka semua sebagai tanda perpisahan.
***
Acara telah selesai Agham bersama adik dan ibunya telah kembali ke rumah. Alice pun ikut dengan Annisa kerumahnya.
mereka bertiga sedang berkumpul di ruang tamu karena Agham ingin membicarakan tentang apa yang dibicarakan sebelumnya dengan Alexa.
"Bu, Besok kita pindah. Aku akan menempati rumah dinas yang diberikan untuk GM. Alexa minta ibu memilih, mau ikut aku atau ikut Nisa?" Agham mulai membicarakan tentang keinginan Alexa.
"Maksudnya bagaimana? kenapa gak tinggal sama-sama?" tanya ibu Rani.
"Nisa akan tetap tinggal di rumah Alexa karena Alexa kesepian jika sendiri dirumahnya.? sekarang pilihan ada di tangan ibu, mau ikut saya atau ikut Nisa"
"Kalau ibu ikut Nisa nanti kamu sendirian?"
"Ibu tidak usah khawatir, dirumah ada pembantu sopir dan satpam. nah nantinya juga aku akan sibuk dengan pekerjaan, karena Nisa tidak setiap hari datang kekantor otomatis semua pekerjaannya aku yang tangani"
"Kalau ibu mau ikut aku boleh atau ikut kakak juga boleh. Atau seminggu sama kakak seminggu sama aku gimana?" ucap Annisa.
"Ibu ikut kakakmu saja, sesekali pasti akan kerumahnya Alexa untuk bermalam. terus rumah ini bagaimana? kalau tidak ditempati nanti rusak" tanya ibu Rani.
"Ada sahabatku Arini yang tinggal rumah gubuk. kalau ibu mengijinkan biar mereka yang menjaga rumah ini" ucap Nisa
"Oh iya ibu kenal dengan orang tuanya, gak apa-apa mereka orang baik." ucap ibu Rani.
"Ya udah, Siapkan barang-barang penting yang mau ibu bawa, yang lainnya simpan saja soalnya dirumah itu sudah lengkap semua kita tinggal masuk saja" ucap Agham
"Tupperware ibu bagaimana?"
"Bawa aja Bu. kalau gak dibawa nanti ibu kredit lagi" sahut Annisa meledek ibunya yang hobby kredit Tupperware.
to Be Continued
__ADS_1