Dendam Alexa

Dendam Alexa
Rencana Akuisisi Hotel


__ADS_3

"Alice, bagaikan dengan latihannya?


"Untuk saat ini dia sudah bisa mengontrol tenaga agar tidak cepat lelah. Latihan sekarang difokuskan ke taekwondo yang menurut saya lebih cocok untuk dia" jawab Alice.


"Atur saja, Jika haus ambillah minuman di kulkas yang dipojok sana. Kalau mau istirahat disana ada kamar" ucap Alexa


"Selamat siang" pekik Putri yang tiba-tiba muncul dari balik pintu ruangan.


"Kakak bikin kaget saja" seru Annisa


"Disini kantor bukan hutan ngapain teriak-teriak segala" Protes Alexa.


"Kalian bukannya nyambut dengan pelukan atau senyuman malah dapat Omelan" ucap Putri lalu duduk disamping Annisa.


"Kakak kok gak pernah datang nemuin Annisa sih?"


"Biasa sibuk karena Bu bos lagi keluar kota terus nanti peralihan dari gue ke asisten pengganti jadi gak ada waktu buat nemenin elo" ucap Putri.


"Artinya Minggu besok harus menemani aku seharian sebagai gantinya"


"Baiklah, emang kamu mau ditemani kemana?"


"Gimana kalo kita nonton film aja kak, Sekalian mau ngajakin sahabatku disekolah" pinta Annisa


"Baiklah kita nonton di bioskop besok siang" ucap Putri disambut pelukan bahagia oleh Annisa. "Loe sibuk apa lexa?"


"Ini ada beberapa laporan dari Lukman. Angotaku yang ada di kepolisian kesusahan mengungkap kasus untuk menangkap polisi yang terlibat dalam kecelakaan ayahku" Jawab Alexa.


"Jadi langkah apa yang akan loe ambil?"


"Langkah terakhir dan sedikit kasar, PENCULIKAN" ucap Alexa penuh penekanan.


"Loe udah gila mau nyulik mantan petinggi polisi?"


"Ketika hukum di negara ini tidak bisa mengadili perkara yang sudah jelas memberatkan maka akan kuciptakan pengadilan ku sendiri untuk mengadilinya" jawab Alexa tegas.

__ADS_1


"Terus bagaimana dengan pengacara itu?


"Semua yang terlibat akan aku jatuhi hukuman di pengadilan ku" jawab Alexa


"Loe mau nyulik juga setelah dia terbebas dari tuduhan yang menjeratnya? Pengadilan menyatakan dia tidak terbukti melakukan pencucian uang" ucap Putri.


"Dia bisa mengelak dari tuduhan dipengadilan tapi tidak bisa mengelak dari hukumanku" sahut Alexa.


"Sudah berhenti bahas itu, Sekarang kita bahas pekerjaan saja"


"Saya berencana mengakuisisi Hotel Illuminati melihat hotel tersebut sedang berada dalam kondisi keuangan yang kurang baik, menurutmu bagaimana?" Alexa mulai mengeluarkan ide-idenya.


"Sebenarnya tidak ada masalah dengan pengelolaan keuangan hanya saja saya dengar Pemilik Hotel Illuminati sedang dililit utang yang besar sehingga menggunakan dana operasional hotel untuk menutupi sebagian hutang-hutangnya" sahut Putri yang selalu memantau perkembangan dunia bisnis, dia juga jadi mata dan telinga bagi Alexa. "Jika ingin mengakuisisi Hotel Illuminati tidak usah menunggu lagi langsung saja ambil alih kepemilikan saham dan ganti direktur utama"


"Gue udah memerintahkan kepada pak Iskandar untuk mulai bergerak memantau kondisi hotel tersebut"


"Apa pemiliknya mau melepas hotel tersebut? tanya Putri.


"Lo tau berapa besar utangnya? Dan lo tau dimana dia berutang?" Putri menggelengkan kepalanya karena tidak tau jawabnya.


"Kapan mereka berhutang sebesar itu?


"5 tahun yang lalu, Suryadi Husain CEO Husain Company langsung menemui ku di London guna meminta bantuan dana setelah ditipu oleh koleganya. Sementara mereka butuh dana besar untuk melanjutkan pembangunan Hotel Illuminati di 5 kota besar. Gue akhirnya memberikan pinjaman dana sebesar Rp 1 trilliun melalui AG Bank dengan perjanjian 5 tahun jangka waktu pelunasan Tapi setahun terakhir mereka tidak pernah membayar angsuran pokok dan bunganya. dan tahun ini adalah tahun jatuh temponya." jawab Alexa.


"Kenapa loe berani memberikan pinjaman sebesar itu?"


"Jaminannya hotel Illuminati di 5 kota akan jatuh ke tanganku jika mereka tidak menunggak pembayaran" jawab Alexa.


"Tapi melihat nilai hotel Illuminati di 5 kota yang diperkirakan hampir 3 triliun, apa mereka mau melepasnya?" tanya Putri.


"Bayar aja kekurangannya, pasti mereka mau. Utang lunas dapat uang untuk pengembangan usaha yang lain" Bukan Alexa yang menjawab tapi Annisa yang menyela pembicaraan mereka.


"Betul kata Annisa, jika pak Surya menolak, tawarkan dana 1 trilliun pasti dia bersedia. Secara tidak langsung kita membeli Hotel Illuminati senilai 2,5 triliun" Alexa menimpali.


"Pintar juga loe bocah"

__ADS_1


"Kak, dari tadi tuh aku menyimak pembicaraan kalian. Sambil menyimak juga memikirkan solusi tepat untuk kakak berdua" jawab Annisa.


"Itu baru adek gue. Loe harus belajar lebih giat lagi karena jika akuisisi ini berhasil maka kamu akan aku siapkan untuk memimpin ditemani oleh orang profesional di bidangnya." ucap Alexa.


"Aku gak mau, sekarang tugasku hanya belajar dan belajar bukan cari uang" ucap Annisa.


"Terus siapa lagi, Gue udah dipindahkan ke Angkasa Group gak mungkin dong gue mimpin Hotel Illuminati juga" ucap Putri.


"Tapi kak aku masih 16 tahun nanti bulan depan 17 tahun." protes Annisa.


"Terus gimana dengan gue yang mulai bangun perusahaan ini di umur 11 tahun? Dan hanya dibantu oleh Paman Hendro dan Putri" ucap Alexa. " loe tenang saja, akan banyak yang akan bantu kamu nanti" ucapnya lagi.


"Kenapa bukan kak Agham saja sih?"


"Kakakmu gak boleh dulu diberi jabatan, perlahan dia akan merangkak naik agar tidak dia merasa jika dia naik jabatan karena kinerja bukan karena gue" jawab Alexa.


"Terus apa bedanya dengan Aku kak?


"Beda dong, Kan nantinya loe mimpin Hotel Illuminati sambil belajar mengelola. Kakak hanya memberikan jabatan kepada orang lain jika itu langsung berhubungan dengan AG Group tapi Hotel Illuminati dan Angkasa Group akan berjalan sendiri tanpa nama AG Group dibelakangnya walaupun kenyataannya masih milik AG Group" jawab Alexa. "Nantinya seluruh hotel akan berada dibawah naungan Hotel Illuminati. Tapi ini rencana jangka panjang saat kamu sudah betul-betul siap" lanjutnya.


"Loe juga akan dibantu ole Alice. Dia akan selalu ada di sampingmu" ucap Putri.


"Nanti aku pikirkan lagi, sekarang aku mau pulang. Sudah waktunya latihan lagi" ucap Annisa sambil memeluk kedua kakak angkatnya itu. Dia kemudian meninggalkan ruangan bersama Alice.


Didalam lift Annisa masih diam memikirkan kata-kata Alexa "Al, apa gue tolak aja penawaran kakak?" tanyanya.


"Kamu terima saja, lagian aku yakin kak Alexa tau kemampuanmu sehingga meminta kamu untuk bertanggung jawab atas hotel itu" jawab Alice. "Lagian gak harus setiap hari ngantor kayak kak Alexa, palingan datang jika ada hal penting yang harus menunggu persetujuanmu sebagai CEO" lanjut Alice menjelaskan.


"Gitu ya?"


"Kak Alexa hanya butuh orang yang dia percaya untuk membantu mengelola hotel itu karena dia tidak mampu jika mengelola sendiri" Jawab Alice. "Loe tau kan AG Group membawahi banyak perusahaan, Rumah sakit, sekolah dan belum lagi yang diluar negeri. Makanya dia minta kamu bantu dia" Alice mencoba menjelaskan. Pintu lift terbuka, mereka berdua berjalan menuju pintu utama. Pak Udin sudah menunggu di depan lobby untuk mengantarkan mereka pulang kerumah.


Annisa masih terus diam diatas mobil yang membawanya menuju kediaman Alexa. Dikepalanya masih terngiang kata-kata Alexa, ada ketakutan dalam hati mengingat usianya yang masih labil dan belum mampu mengambil keputusan.


To Be Continued

__ADS_1


__ADS_2