Dendam Alexa

Dendam Alexa
Aksi dikota M part 1


__ADS_3

Jam masih menunjukkan angka 6 tapi terlihat 12 buah motor dan 1 mobil sedang membelah jalanan kota J. Alexa sedang menuju bandara internasional kota J menggunakan motor sport kesayangannya diikuti oleh Lukman dan team elit The Hunters. Sampai di bandara mereka langsung menuju landasan lewat jalur kargo dimana pesawat Boeing 737-800 yang dimodifikasi menjadi pesawat pribadi yang bisa mengangkut kendaraan sedang menunggu kedatangan mereka.


Setelah mereka sampai, Alexa, Lukman dan 10 anggota team elit The Hunters menaiki pesawat pribadi tersebut sementara motor dan mobil mereka dinaikkan lewat pintu kargo di bagian belakang pesawat.


Pesawat ini sering digunakan untuk mengirim kendaraan yang akan digunakan oleh Putri atau pak Hendro jika sedang dinas diluar kota. Sementara Alexa lebih sering menggunakan Gulfstream G650 untuk melakukan perjalanan jauh ketika masih kuliah di luar negeri. ini termasuk kali pertama menggunakan pesawat ini.


Setelah semua kendaraan sudah masuk kedalam pesawat, mereka kemudian take off menuju kota M dengan estimasi jarak tempuh dari kota J 2 jam dan berada diketinggian 10.000 kaki.


Didalam pesawat pribadi berlogo AG Group itu tampak Alexa sedang duduk tenang menikmati pelayanan dari kru pesawat.


"Lukman, apa kamu sudah bisa mendapatkan detail markas Black Cobra?" tanya Alexa yang sedang menyesap latte kesukaannya.


"Mereka tinggal di daerah kumuh dan CCTV hanya berada di depan dan belakang markas mereka" jawab Lukman.


"Hmm.. Sepertinya kita harus mengirimkan mata-mata untuk mengenal karakteristik lokasi gangster Black Cobra. Bagaimana menurutmu Dika?" Seru Alexa.


"Kalau menurut saya kita pantau lebih dulu, cari informasi tentang keberadaan pemimpinnya baru menyerang"


"Oke kita ikuti rencanamu. Tidak salah jika Mike menunjuk kamu jadi pemimpin team elit" sahut Alexa..


"Lukman, kamu cari tahu semua informasi mengenai Gangster itu saya akan mengunjungi rumah sakit untuk melihat keadaan disana"


Setelah berkata seperti itu, dia berjalan menuju kamar tidur yang ada didalam pesawat pribadinya untuk beristirahat. Setelah terbang selama dua jam, mereka akhirnya mendarat di bandara udara kota M pada pukul 9:30 karena perbedaan waktu 1 jam antara kota J dan kota M.. Kedatangan salah satu pesawat pribadi milik perusahaan AG Group membuat pihak bandara memberikan pengawalan disekitar area kargo tempat pesawat terparkir.


Setelah semua kendaraan sudah turun, Alexa kemudian beranjak dari tempat duduknya dan melangkah meninggalkan pesawat.


Dia memimpin rombongan menyusuri jalan kota M menuju Agra Hotel. Setibanya di Hotel, tampak beberapa pegawai menyambut kedatangan orang Nomer satu di AG Group.


"Selamat datang Nona" Ucap GM Agra Hotel menyambut kedatangan Alexa.


"Perintahkan keamanan untuk mengosongkan dan menutup akses ke Basemen 2. jangan biarkan seorangpun mendekati basemen kecuali mereka" ucap Alexa sambil menunjuk kepada anggotanya yang ikut dengannya.


"Baik Nona"


"Antarkan saya kekamar"


'Mari" GM Agra Hotel mengantar Alexa kekamar presiden suite sementara yang lain ditempatkan di kamar Superior dilantai yang lain.


Jam menunjukkan pukul 10 pagi, Alexa meninggalkan kamar yang ditempati olehnya. Setelah sampai dilobby hotel tampak Andika dan seorang anggotanya menunggu kedatangannya.


"Dika, Aku mau kerumah sakit" Ucapnya lalu mengenakan helm full face dikepalanya.


Alexa kemudian menggeber motornya dengan kecepatan tinggi menuju Gautama Hospital. Sampai di rumah sakit dia memarkirkan motornya lalu berjalan memasuki rumah sakit.


Tampak dari kejauhan terlihat seorang ibu-ibu menangis didepan loket pembayaran, dengan santai Alexa berjalan mendekati ibu itu kemudian duduk disampingnya.

__ADS_1


"Ada apa Bu? Kenapa menangis disini?" tanya Alexa.


"Anak saya dirujuk kerumah sakit ini tapi ditolak oleh pihak rumah sakit karena kami hanya memakai kartu jaminan sosial dan disini hanya menerima pasien umum" ucap ibu tersebut.


Alexa mengepalkan tangannya menahan emosinya "Saya akan membantu ibu" Ucapnya kemudian mengajak ibu tersebut ke meja administrasi untuk membayar biaya pengobatan anaknya. "Berikan pelayanan VIP kepada anak ibu ini" perintahnya kepada Staf administrasi sembari memberikan black card miliknya.


"Dika" teriak Alexa dengan lantang dan mengagetkan orang-orang yang ada di tempat itu termasuk ibu yang ditolongnya.


"Siap Bos" ucap Andika setelah berdiri di depan Alexa.


"Seret direktur Rumah Sakit kemari"


"Siap laksanakan" Andika kemudian berlari menuju ruangan direktur rumah sakit yang berada di lantai 2. Setelah beberapa menit tampak Andika datang menyeret tubuh Direktur Rumah Sakit seperti menyeret karung.


Beberapa keamanan segera mendekati Andika tapi mereka berhenti setelah Alexa menahannya.


"Kalian jangan ikut campur jika masih ingin bekerja disini" teriak Alexa menahan rombongan keamanan.


"Siapa yang merubah aturan rumah sakit ini? kenapa hanya pasien umum yang diterima?" bentak Alexa.


"Kamu siapa? saya direktur jadi saya berhak merubah peraturan rumah sakit ini" ucap Direktur sembari berdiri dengan sombongnya.


Brughhh... Arghh... Tubuhnya langsung terhempas ke lantai setelah mendapat tendangan keras dari Alexa.


"Kamu mau tahu siapa saya? Saya Alexa Gautama pemilik Rumah Sakit ini Bajingan.." Teriakan Alexa menggelegar dilobby rumah sakit. mereka yang mendengarnya langsung kaget apalagi sang direktur yang langsung berlutut.


Bughh.. Bughh.. Bughh..


Tubuh Direktur tersebut tidak bergerak setelah mendapat beberapa kali pukulan


"Hei kamu, siram dia" tunjuknya kepada seorang keamanan. Emosinya memuncak mendengar ucapan ibu itu jika rumah sakitnya hanya menerima pasien umum padahal awalnya peraturan rumah sakit adalah menolong terlebih dahulu baru urusan administrasi, jika tidak mampu gratiskan.


Tampak pengawal menyiram kepala direktur rumah sakit. Uhuk.. uhuk..


"Sudah bangun kau? kau cepat sekali pingsannya, saya belum puas memukulmu"


"Ampun Nona, saya bersalah"


"Kamu tahu kesalahanmu apa?"


"Saya merubah peraturan rumah sakit"


"Bukan itu, kamu menghianati Alexa Gautama"


Tampak area lobby makin ramai dengan orang-orang yang menonton Alexa menghajar direktur rumah sakit. Andika terpaksa melarang mereka untuk merekam.

__ADS_1


Alexa meraih ponselnya kemudian menghubungi Lukman. "Periksa semua pegawai rumah sakit laporkan yang terlibat secepatnya dan perintahkan Randi datang kemari" ucap Alexa lalu menutup telponnya tanpa menunggu jawaban Lukman.


Dia kemudian duduk dikursi tunggu. Ibu yang tadi mendekatinya "Terima kasih Nona sudah membantu"


"Tidak usah berterima kasih, saya meminta maaf atas nama rumah sakit. Semoga anak ibu segera sembuh" ucap Alexa sambil menggenggam tangan ibu itu. ibu itu kemudian meninggalkan Alexa menuju ruang tindakan.


Setelah 30 menit tampak datang Randi bersama 3 orang anggotanya. dia langsung mendekati Alexa dengan membawa kertas ditangannya.


"Siapa kepala keamanan disini?"


Tampak seorang pria bertubuh tambun mendekat "Saya Nona" ucap Pria itu.


"Siapa namamu?"


"Martin Nona"


"Sekarang seret orang yang ada namanya didalam kertas ini" ucap Alexa sembari memberikan lembaran kertas kepada Martin. "Kalian ikuti dia"


beberapa menit kemudian datanglah mereka dengan menyeret 3 orang dokter sesuai dengan yang ada di daftar yang diberikan oleh Alexa.


"Jelaskan kenapa sampai Black Cobra mengganggu rumah sakit ini?"


"Maaf Nona anggotanya meninggal dimeja operasi" jawab salah seorang dokter.


"Penyakit apa? mana laporan medisnya".


"Penganiayaan dengan 5 tusukan termasuk tusukan di paru-parunya" lapor dokter itu.


Seorang perawat datang membawa laporan medis, dengan tangan gemetaran dia menyodorkan berkas itu.


"Hmm.. Andika ambil ini. dan kalian kenapa berkomplot dengan direktur untuk merubah peraturan rumah sakit?"


Mereka hanya diam saja tidak menjawab karena mereka salah


Dengan emosi Alexa menghajar mereka semua tanpa ampun sampai ketiganya pingsan.


"Ahh.. Lemah, baru dipukul beberapa kali sudah pingsan. bawa mereka ke ruang perawatan. Setelah merawat lukanya kurung di mereka dan awasi jangan sampai lolos. kalau sampai lolos kalian akan menggantikan" perintah Alexa kepada perawat dan keamanan yang ada disana.


To Be Continued.


*Hai readers..


Bagaimana dengan puasanya? semoga masih belum ada yang bolong.


Untuk mendukung author dalam menulis novel jangan lupa Vote, like'dan Komentar ya.

__ADS_1


Terima kasih dan selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan*.


__ADS_2