
Putri berjalan dengan anggun menuju ruangannya. Mischa yang melihat kedatangan CEO langsung berdiri menyapa.
"Selamat pagi Nona" Mischa menyapa sembari membungkuk.
"Ikut keruanganku" ucap Putri tanpa menoleh.
Mischa mengikuti langkah kaki putri memasuki ruangan CEO. Sejak kejadian kemarin siang di restoran, Putri meminta Mike menyelidiki latarbelakang Mischa. Mike memberikan informasi tentang Mischa mulai dari sekolah dasar sampai sekarang menjadi Sekertaris CEO.
"Duduk" ucap Putri, Mischa yang masih bertanya-tanya dalam hati penyebab dipanggilnya hari ini.
"Kamu tinggal di mana?" tanya Putri sambil menatap Mischa.
"Saya tinggal di kost di wilayah timur kota J Nona"
"Bukankah itu jauh dari kantor? kenapa tidak mencari kost daerah dekat kantor?" lanjut putri mengintrogasi Mischa.
"Diwilayah tengah harga kost mahal. tiga kali lipat dari harga kost wilayah timur" jawab Mischa dengan tenang.
"Tapi gajimu kan lumayan bisa menutupi harga kost dan biaya hidup sehari-hari"
"Saya mesti menyisihkan sebagian uang untuk dikirim ke panti asuhan tempat saya dibesarkan nona. Saya sudah berjanji akan membantu Ibu panti membiayai sekolah anak-anak panti" jawabnya.
"Begini, Asisten Yono tidak mungkin sepenuhnya melayani saya, jadi kamu sebagai sekertaris saya minta untuk tinggal di rumah saya untuk membantu menyediakan seluruh kebutuhanku. bagaimana kamu berminat?" Putri masih menunggu jawaban dari Mischa.
"Begini Mischa, Harusnya asisten pribadi sudah ada di rumah pagi-pagi untuk membaca jadwal kegiatan dan menyediakan kebutuhan yang menyangkut pekerjaan. tapi tidak mungkin pak Yono yang menyediakannya"
"Baik Nona saya bersedia"
"Tapi sebelum itu ambil ini, pergilah ke butik itu belilah beberapa potong pakaian setelah itu ambillah barang yang menurutmu penting dan bisa dibawa kerumah. Pergilah hari ini kamu libur, sekarang supir sudah menunggu di depan lobby, dia yang akan mengantarmu" ucap Putri sambil menyerahkan kartu kredit dan kartu nama sebuah butik. dia ingin merubah penampilan sekertarisnya agar bisa sedikit mengimbanginya.
"Baik Nona, terima kasih banyak" ucap Mischa kemudian meninggalkan ruangan itu.
Putri kemudian menghubungi supir untuk mengantarkan sekertarisnya ke butik baru ke kostnya untuk mengambil barang-barangnya lalu mengantarnya kerumahnya. setelah itu dia juga menghubungi butik langganannya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada sekertarisnya.
__ADS_1
Drtt.. Drttt..
"Halo"
"Kakak sudah nonton berita pagi ini?" suara nyaring Annisa terdengar di telinganya.
"Berita apa?"
"Makanya nonton berita nasional jangan nonton berita bisnis terus" protes Annisa.
"Berhenti bertele-tele, berita apa yang kamu maksud"
"Nyalain TV dong, lihat berita heboh di kota M" Sahut Annisa
Putri kemudian menutup telponnya lalu mengambil remote Televisi. Dia kemudian mencari siaran berita nasional. Tampak dilayar televisi berita terbaru tentang hangusnya kampung hitam serta kematian ketua dan anggota gangster Black Cobra yang sangat meresahkan masyarakat.
Drttt.. Drttt..
"Apalagi"
"Sudah, kakak sudah lihat beritanya"
"Itu kerjaan kak Alexa kan? Aku gak percaya kalau kampung yang menjadi sarang penjahat bisa hangus terbakar dalam semalam karena ledakan gas"
"Tanya saja kalau dia pulang. sudah jangan ganggu, kakak lagi sibuk" Ucap Putri
"Huh sejak jadi CEO jadi gak punya waktu sama aku. Pekerjaan kita sama tapi aku gak sesibuk kakak"
"Iya iya.. besok weekend kita jalan-jalan. berhenti protes nona CEO. Udah dulu sampai ketemu nanti weekend" bujuk Putri kemudian menutup telponnya kembali.
Sementara orang yang mereka bicarakan yang tak lain adalah Alexa sedang berjalan menuju ruangan Rapat Rumah Sakit Gautama diikuti oleh Andika dan Randi yang berjalan di belakangnya. Hari ini dia mengadakan rapat darurat tentang masalah rumah sakitnya.
Andika membuka pintu dan mempersilahkan Alexa memasuki ruangan itu diikuti oleh Andika dan Randi. Para peserta Rapat yang sudah hadir lebih dulu langsung berdiri menyambut kedatangan Alexa.
__ADS_1
"Selamat pagi, perkenalkan saya Alexa Gautama CEO AG Group. Tujuan saya mengumpulkan anda semua adalah untuk mencari solusi terbaik agar rumah sakit ini bisa kembali normal setelah tidak ada lagi pengganggu. langkah pertama yang harus diambil adalah menunjuk salah satu dari kalian untuk menjadi pejabat sementara direktur dan wakil direktur. Yang kedua adalah menunjuk pengganti manager keuangan dan yang ketiga fasilitas rumah sakit yang sudah ketinggalan jaman" Alexa membuka rapat tersebut lalu memberikan kode kepada Andika untuk membaca keputusannya.
"Selamat pagi, Atas nama CEO AG Group saya akan membacakan hasil keputusan tentang penunjukan pejabat sementara direktur dan wakil direktur. Untuk posisi Direktur akan diisi oleh Dr Miftahul Khoir dan untuk wakil direktur akan diisi oleh Dr Kayla Maharani. Untuk posisi manajer keuangan akan diisi oleh Dr Herianto Sudarman. Terima kasih" Andika selesai membaca surat keputusan CEO. dia kemudian membagikan SK pengangkatan kepada yang terpilih. Suara tepu tangan terdengar setelah Andika menyerahkan SK pengangkatan.
"Sekarang kita beralih ke fasilitas rumah sakit. Ada yang mempunyai keluhan?" tanya Alexa.
"Maaf nona, sebelumnya kami sudah mengajukan proposal pergantian dan penambahan alat rumah sakit tapi tidak pernah direspon, alasannya adalah peralatan yang masih bisa dipakai nanti saja diganti dan untuk yang baru belum diperlukan" Dokter Mifta
"Apa kalian sangat membutuhkan peralatan itu?
"Betul Nona, kami dari bagian pemeliharaan sudah mulai kewalahan memperbaiki peralatan yang sudah usang karena suku cadangnya semakin susah didapatkan" staff maintenance.
"Baiklah serahkan proposalnya nanti saya proses. Terus apa lagi?"
"Rumah Sakit kekurangan tenaga dokter spesialis Jantung, Saraf dan dokter spesialis kandungan. Saat ini dokter spesialis yang bertugas hanya 1 orang tiap departemen. kalau bisa kami minta penambahan lagi." dokter Kayla mengeluarkan pendapatnya.
"Silahkan buka lowongan, tapi tetap melalui seleksi ketat dan tanpa ada KKN. Buka lowongan untuk perawat dan tenaga kebersihan. sepertinya rumah sakit sedikit kotor. Terus apa lagi" tanya Alexa tapi mereka hanya diam saja. Mungkin karena takut terlalu banyak permintaan jadi lebih memilih untuk diam.
"Oke tidak ada lagi, Baiklah saya akan paparkan. Segera akan saya pesankan peralatan baru untuk rumah sakit dan silahkan untuk HRD membuka lowongan besar-besaran untuk tenaga ahli, tenaga perawat, staff dan tenaga kebersihan. Terus gedung perawatan lama akan segera direnovasi jadi saya minta untuk mengosongkan gedung itu paling lama 3 bulan harus sudah tidak terpakai dan terakhir saya minta kepada seluruh pegawai baik itu dokter maupun staff untuk menghormati peraturan rumah sakit, jangan merubah dan jangan membeda-bedakan kaya dan miskin. kalau ada pasien yang memang harus dirujuk ke kota J langsung di rujuk walau pasien itu tidak punya biaya. Jika ada kasus pasien miskin segera ajukan ke yayasan sosial Gautama untuk biaya perawatannya" Alexa menjelaskan panjang lebar tentang rencana kedepannya.
"Rumah Sakit kita ini sedang berada di level terendah dalam beberapa tahun terakhir. mari kita tingkatkan kualitas pelayanan. Ah iya saya hampir lupa. Kami akan mengadakan pelatihan kepada pihak keamanan, 4 orang anggotaku akan tinggal melatih selama 1 bulan jadi dr Mifta dimohon bantuannya" sambung Alexa
"Baik Nona, akan kami bantu sebaik mungkin"
"Sekian dulu rapat kali ini dan terima kasih atas waktunya. sampai jumpa lagi dilain kesempatan" ucap Alexa pamit.
Mereka bertiga kemudian meninggalkan ruangan itu. Sepanjang koridor yang dilewati oleh Alexa, tampak banyak yang memuji kecantikan dan kesederhanaannya. Apalagi kaum pria yang melihatnya semakin kagum tapi melihat aksinya dilobby membuat mereka berfikir untuk mendekatinya.
To Be Continued.
🎉Hai readers..🎉
Bagaimana dengan puasanya? semoga masih belum ada yang bolong.
__ADS_1
Untuk mendukung author dalam menulis novel jangan lupa Vote, like'dan Komentar ya.
Terima kasih dan selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan