Dendam Alexa

Dendam Alexa
Latihan beladiri


__ADS_3

Sudah masuk hari ketiga Annisa tinggal dirumah Alexa, jadwalnya yang sudah diatur oleh Alexa membuat dirinya tidak ada kesempatan untuk menengok ibunya. Pulang sekolah dia akan latihan bela diri bersama Alice dan malamnya dia belajar ilmu programing kepada Lukman. Pada hari pertama dan kedua dia merasa tersiksa dengan jadwal ketat dari Alexa, akan tetapi memasuki hari ketiga dia sudah merasa bersemangat untuk belajar.


Karena weekend sehingga dari pagi sudah berada didalam ruang olahraga bersama Alice belajar dasar seni beladiri taekwondo. Beberapa jurus sudah dikuasai dengan cepat, dia juga sudah bisa menangkis beberapa pukulan Alice walau belum sempurna. Terlihat Alexa memasuki ruangan olahraga dan memperhatikan perkembangan latihan Annisa.


Alexa mengambil boxing pad punch dan body protector lalu dipakainya “Annisa. coba serang” teriaknya. Annisa berbalik dan melihat boxing pad terpasang ditangan Alexa. Dia maju lau memukul beberapa kali. “Pakai tenaga


jangan lembek” bentaknya. Annisa memukul dan menendang dengan sekuat tenaga dan Alexa hanya menahannya. “Lebih keras lagi” teriaknya, membuat Annisa makin berusaha memberikan pukulan dan tendangan keras.


Annisa yang terus menyerang kahibsan tenaga, semua tenaganya terkuras karena berusaha meukul dengan keras. “Istirahat 30 menit, Kau tambah latihannya dengan latihan fisik selama 1 jam tiap hari. Push up, pull up, sit


up dan lari setelah sholat subuh” perintah Alexa kepada Alice lalu melepas boxin punch dan  body protector lalu melangkah keluar dari ruangan itu. Dia berjalan menuju runag kerjanya


 Annisa tertunduk lemas mendengar tambahan latihan yang diberikan Dia sudah memikirkan alasan kenapa diberikannya latihan itu karena melihat stamina Annisa yang cepat habis setelah menyerang 15 menit. Dia kemudian duduk disamping Annisa yang berbaring mengatur nafasnya .


 Annisa yang masih ngos-ngosan melirik annisa “kenapa kakak ngasih latihan tambahan?” keluh Annisa yang merasa latihannya sudah padat masih ditambah lagi tapi dia tidak berani mengeluh.


Alice menghela nafas dan menatap Annisa “Nafasmu pendek, pukulanmu tidak bertenaga sehingga kak Alexa memberi latihan tambahan” jelas Alice “ Pukulan dan tendanganmu belum bisa membuat lawanmu jatuh atau terluka, dan kamu terlalu memporsir tenaga sehingga cepat capek” Tambah Alice.


Setelah setengah jam beristirahat, Annisa kembali latihan dan kini dimulai dengan latihan fisik seperti yang diperintahkan Alexa. Sementara Alexa sedang berada diruang kerjanya sambil melihat laporan yang diserahkan oleh Putri. Semenjak dia terjatuh, belum sekalipun dia kekantor untuk bekerja. Putri selalu melarangnya dengan berbagai alasan sehingga dia mengalah dan bekerja dirumah.


“Nona, ada tamu didepan, tadi dijemput pak Udin” lapor Yuni.


“Suruh langsung keruang keluarga yun.” Perintah Alexa karena sudah tau siapa yang dijemput pak Udin supir Annisa. Alexa berjalan menuju ruang keluarga. Tak lama masuklah Yuni bersama ibunya Annisa, Alexa berdiri

__ADS_1


menyambut kedatangan ibu Rani. “Mari bu, silahkan duduk. Bagaimana kabar bu?” sambutnya.


Ibu Rani menatap Alexa “Alhamdulillah baik, Nak Alexa sudah sehat?” tanya ibu Rani yang melihat Alexa sudah seperti biasa. “Maafkan anak ibu yang menabrakmu, dia tidak sengaja” lanjutnya


“Alhamdulillah sudah sehat bu, saya sudah memaafkannya. Saya juga sudah memerintahkan untuk menghilangkan hukumannya tapi Putri hanya bisa mengurangi 1 minggu” jawab Alexa. Ibu Rani melihat kedalam seperti mencari seseorang. “Annisa sedang  berada dibelakang lagi latihan dengan temannya, mari saya antar ibu menemui Annisa.” sahut Alexa yang mengerti apa yang dicari bu Rani. Dia kemudian berjalan bersama ibu Rani yang mengikuti langkahnya menuju ruang olahraga.


Ibu Rani melihat Annisa serius latihan beladiri bersama seorang gadis sebayanya. “Itu pengawalnya namanya Alice, dia saya perintahkan menemani Annisa kemanapun dia pergi. Dia juga sekelas dengan Annisa” sahut Alexa.


Ibu Rani takjub dengan Annisa yang serius menjalani latihannya. “Nisa, ada yang mencarimu” suara Alexa menghentikan kegiatan Annisa lalu berbalik kearah suara itu dan melihat ibunya berdiri disana bersama Alexa.


Dia kemudian berlari dan ingin memeluk ibunya tapi ditahan oleh Alexa “Mandi dulu, badanmu penuh keringat dan bau begitu mau main peluk saja” ucap Alexa.


“Bu, Nisa mandi dulu ya.” Ucapnya lalu berlari masuk ke luar ruangan dan menuju kamarnya untuk mandi dan ganti pakaian.


Alice melangkah kekamar yang sama dengan Annisa untuk ganti pakaian latihannya. Sedangkan  Alexa mengajak Ibu Rani kembali keruang keluarga. Sampai diruang keluarga mereka duduk disana sambil menunggu Annisa.


“Apa Annisa tidak merepotkan” tanya ibu Rani.


“Annisa anak baik, malah lebih sering bersama Alice dari pada saya karena disibukkan dengan belajar dan latihan. Kalau malam ada guru khusus mengajari menggunakan komputer biar dia mengerti teknologi” Alexa menjelaskan kegiatan Annisa agar ibu  Rani tidak khawatir dan tahu apa yang dilakukan anaknya dirumah itu..


Ibu Rani tersenyum mendengar penjelasan Alexa “Ibu senang jika dia tidak merepotkan” sahut Ibu Annisa.


“Ibu nginap saja disini, nanti besok diantar pulang” Pinta Alexa.

__ADS_1


“Lain kali saja, kakaknya Annisa tidak ada yang menemani dirumah. Dia juga tidak ada dirumah waktu saya berangkat kesini” tolak ibu Rani. Mereka terus mengobrol sampai Annisa datang dan memeluk ibunya.


Ibunya membalas pelukannya “Kamu kenapa?” tanya ibunya. “Nisa kangen bu, rencananya besok singgah dirumah eh ibu yang datang. Bagaimana ibu bisa tau alamat disini? Tanya Annisa heran.


“Kan kamu pernah ngasih nomernya pak Udin jadi tadi ibu minta diantar kesini, ternyata jauh juga ya rumahnya” sahut ibunya tersenyum.


“Kakak tau ibu kesini?” tanya Annisa lagi.


Ibunya menghela nafas karena pasti anaknya masih marah dengan kakaknya “Tidak, kakakmu pergi tadi jadi ibu kesini. Kamu masih marah dengan kakakmu?” tanya ibunya sambil menatap anaknya yang mulai cemberut.


“Masih, sakit hati Nisa dibentak seperti itu, dituduh sembarangan lagi” jawab Annisa cemberut. Alexa hanya tersenyum melihat interaksi ibu dan anak itu.


“Yuni. Mana minumannya?” teriak Alexa yang melihat yuni berjalan masuk kedalam dapur.


“Maaf nona tadi saya bawa masuk lagi, tunggu sebentar saya buatkan yang baru” Jawabnya.


“Mbak, tolong jus jeruk ya? Haus” ucap Annisa yang mendapat tatapan ibunya karena ikut berteriak. “Maaf bu” sahutnya lagi.


 Tak lama datang Yuni membawa minuman dan makanan ringan. “Minta bik Siti menyiapkan makan siang” ucap Alexa yang melihat Yuni akan kembali kedalam.


Mereka terus menobrol dengan gembira, Annisa menceritakan segala kesehariannya kepada ibunya, dia juga merasa senang tinggal disana karena selalu diperhatikan kegiatannya oleh Alexa. Saking asyiknya bercerita


mereka lupa jika sudah jam makan siang. Yuni datang memanggil mereka untuk makan siang bersama “Yun panggil Alice makan” perintahnya lalu kembali berjalan menuju ruang makan.

__ADS_1


To Be Continue


__ADS_2