
Jam sudah menunjukkan pukul 22;00. saat ini Alexa sudah berada 200 meter dari gerbang masuk kampung hitam. Mereka berada di tanah lapang yang sedikit menjorok ke dalam sehingga membuat mereka tidak terlihat dari gerbang.
Alexa bersiap untuk menyerang markas Black Cobra. Dengan memakai baju ketat berwarna hitam dan celana panjang hitam. Sebuah katana tergantung di pinggang kanannya. tak lupa menyelipkan Glock 17 di kedua pahanya. Dia kemudian mendekati mobil yang terparkir tak jauh dari tempatnya.
"Kamu pantau terus pergerakan mereka" perintah Alexa kepada Lukman.
"baik" ucap Lukman yang sedang duduk di depan beberapa laptop yang menampilkan tangkapan kamera drone dan CCTV area kampung hitam.
Alexa kemudian beralik kemudian berjalan mendekati anggotanya.
"Semua siap?"
"Siap bos"
"Kamu dan kamu tetap disini, yang lain ikut saya"
Alexa kemudian berjalan didepan, dibelakangnya ada Andika dan Randi yang berjalan mengikutinya. Tampak 2 orang pria berbadan besar berjaga di gerbang. melihat kedatangan Alexa dan anggotanya merek berdua berdiri menghadang.
"Hei siapa gadis cantik ini? sepertinya mengantarkan tubuhnya untuk dinikmati" ucap salah satu penjaga yang di ikuti tertawaan temannya.
Tanpa berkata-kata Alexa mengeluarkan katana dari sarungnya lalu dengan gerakan cepat. Syutt.. Syutt.. kepala kedua penjaga itu terpisah dari badannya. dengan santai dia menenteng kepala penjaga lalu berjalan memasuki kampung hitam.
Mereka terus berjalan menuju markas Black Cobra tanpa ada yang berani menghentikan. Di tangan kanan Alexa masih membawa Katana sementara ditangan kirinya menenteng kepala penjaga gerbang.
Andika dan yang lainnya juga membawa Katana yang terhunus ditangannya masing-masing. mereka sudah siap melawan jika ada yang menyerang.
Alexa mengentikan langkahnya. Didepannya berdiri ratusan orang memblokir jalannya menuju markas mereka. dengan santai Alexa melemparkan kepala penjaga kehadapan mereka.
"Saya tidak akan membunuh kalian jika kalian membiarkan kami menemui bos kalian" sahut Alexa datar
"Kalian siapa sebenarnya?" teriak salah satu dari mereka.
"The Hunters"
Mendengar nama the Hunters disebutkan membuat mereka langsung mundur selangkah karena kaget.
"Bagaimana? masih mau menghalangi atau membiarkan kami lewat?"
"Maumu apa sebenarnya? Kami tidak pernah bermasalah dengan the Hunters"
"Mengganggu Rumah Sakit Gautama berarti mengganggu The Hunters dan tujuanku untuk menyingkirkan bos kalian yang bodoh itu"
"Kami tidak akan menyingkir jika kalian ingin membunuh bos kami"
"Andika, Clear the Area" Perintah Alexa kepada anggotanya. dengan segera mereka maju menyerang para penjahat.
Biar mereka hanya 8 orang melawan ratusan orang tapi mereka bukan lawan yang seimbang. sudah banyak penjahat yang terkapar dijalanan. Alexa berjalan dengan santai menghindari mayat yang tergeletak dijalanan, sementara anggotanya terus memukul mundur anggota black cobra.
Anggota mereka tersisa sedikit yang bertahan memilih menyerah melihat teman-teman mereka sudah banyak yang mati. Andika membuka pintu markas Black Cobra.
__ADS_1
Dengan langkah yang santai Alexa berjalan mendekati pimpinan Black Cobra yang dikelilingi pengawal terbaiknya.
"Selamat datang Nona"
"Hei Markus. Tidak usah basa basi, saya kesini untuk menuntut kerugian Rumah Sakit sebesar 2 miliar akibat ulah anggotamu" Seru Alexa.
"Saya tidak mengenal Nona sebelumnya, siapa nona sebenarnya?"
"Saya Alexa Gautama pemilik Rumah Sakit Gautama" Jawab Alexa.
"Saya melakukannya karena dokter tidak mau bertanggung jawab atas kematian anggotaku. dan sekarang kamu juga bertanggungjawab atas penyerangan ini"
"Baik saya akan bertanggung jawab setelah menghabisimu" seru Alexa dengan tegas.
"Hahahaha, Kamu mengancam ku? apa kamu tidak lihat sekelilingmu yang siap menebas batang lehermu"
Alexa melihat sekelilingnya kemudian memasukkan Katana kedalam sarungnya, anggotanya mengikuti apa yang dilakukan oleh Alexa.
"Hahahaha kalian menyerah?"
"Tidak ada kata menyerah dalam kamusku. Habisi" teriak Alexa lalu mengambil 2 pistol di pahanya.
Dor... dor.. dor.. dor..
Alexa dan anggotanya terus menembaki anggota black cobra yang ingin menyerang mereka.
"Bagaimana Markus? mau ganti kerugiannya?" Ucap Alexa sambil mendekati Markus yang diam ditempat duduknya.
"Sa-saya tidak punya uang sebesar itu" Markus menolak karena memang dia tidak mempunyai uang sebesar itu. Gangster Black Cobra hanya mendapatkan bayaran puluhan juta setiap kejahatan yang mereka lakukan.
"Baiklah kamu akan membayar dengan tubuhmu" Ucapnya santai
"Maksudnya apa?
Dengan santai Alexa mengisi kembali Glock 17 miliknya dengan Amunisi yang diberikan oleh Andika. Ceklek... Alexa mengokang pistolnya
Alexa menempelkan ujung Glock 17 di paha Markus "Ini untuk 300jt" ucap Alexa lalu menembak paha kanan Markus. Markus mengerang kesakitan setelah peluru menembus pahanya.
"Sekarang beritahu siapa yang menyuruhmu mengganggu rumah sakitku?" tanya Alexa.
"Tidak ada yang menyuruhku" Teriaknya didepan wajah Alexa.
Dor..
"Aakhh.. Bajingan" dengan nafas yang tersengal-sengal Markus menahan rasa sakit dikedua pahanya yang terus mengeluarkan darah segar karena tertembus peluru dari pistol milik Alexa.
"Utangmu lunas 600 juta. Sekarang jawab pertanyaanku siapa yang menyuruhmu" ucap Alexa sambil menempelkan ujung Glock 17 miliknya di bahu kanan Markus.
"Saya tidak tahu, kami hanya diberikan uang 500 juta untuk menggangu rumah sakit" jawab Markus.
__ADS_1
dor.. Ahhkkk....
Peluru menembus bahu kanan Markus. darah segar mengucur deras membuat dia semakin melemah.
"Sa-saya hanya me-menerima telepon dari nomor pribadi" jawab Markus yang sudah tak mampu lagi menegakkan duduknya karena saking ditubuhnya.
"Baiklah sekarang utangmu harus kamu lunasi" ucapnya sambil menempelkan ujung Glock 17 miliknya di dada Markus.
"Ampuni aku, tolong jangan bunuh aku.." Dor.. Alexa menembak tepat di jantung Markus yang membuatnya meregang nyawa.
"Hancurkan tempat ini" ucap Alexa. Andika dan anggotanya kemudian memasang peledak yang sudah mereka bawa disetiap sudut markas dan kampung hitam. Tujuannya memang ingin menghabisi gangster paling ditakuti oleh masyarakat dan petugas kepolisian kota M.
Alexa dan anggotanya berjalan meninggalkan kampung hitam menuju tempat mereka memarkirkan kendaraannya.
Terdengar suara ledakan beruntung dikampung hitam dan menghancurkan bangunan yang ada. kobaran api yang besar juga ikut menghanguskan rumah yang ditempati oleh para penjahat. Mereka kemudian bergegas menuju hotel untuk beristirahat.
****
Keesokan paginya, Alexa yang sedang duduk menikmati sarapan pagi sambil menonton televisi. Tampak dilayar televisi menampilkan berita kebakaran yang melanda kampung hitam dan menghabiskan seluruh bangunan disana.
Tampak kepala polisi yang diwawancarai wartawan menyebutkan penyebab kebakaran dan kematian anggota gangster Black Cobra beserta ketuanya. Tapi dia tidak mengatakan jika diakibatkan oleh serangan The Hunters, dia hanya mengatakan jika diakibatkan oleh ledakan gas yang besar.
Drtt... Drtt..
Ponsel Alexa bergetar, dilayar tampak nama Mike muncul.
"Halo" jawab Alexa setelah menggeser icon hijau dilayar ponselnya.
"Saya telah memerintahkan kepala polisi untuk menutupi penyebab ledakan di kampung hitam. Mereka juga berterima kasih karena membantu memberantas gangster Black Cobra" ucap Mike.
"Terima kasih"
"Kepala polisi berniat mengundangmu makan malam dirumahnya" sahut Mike.
"Sampaikan terima kasih atas undangannya. tapi sepertinya saya tidak bisa datang kesana saya harus menyelesaikan permasalahan dirumah sakit"
"Baiklah, nanti saya akan sampaikan kepadanya " ucapnya Mike.
Alexa kemudian mematikan sambungan teleponnya lalu menelpon Lukman untuk datang ke kamarnya. Dia perlu membahas tentang masalah rumah sakit terlebih dahulu.
To Be Continued.
🎉Hai readers..🎉
Bagaimana dengan puasanya? semoga masih belum ada yang bolong.
Untuk mendukung author dalam menulis novel jangan lupa Vote, like'dan Komentar ya.
Terima kasih dan selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan*.
__ADS_1