Dendam Alexa

Dendam Alexa
Annisa berkunjung ke perusahaan


__ADS_3

Setelah makan siang di rumah pak Hendro Alexa berangkat menuju perusahaan. Dia melajukan motornya dengan kecepatan tinggi membelah jalanan ibukota.


Setelah melewati jalan yang lumayan padat dengan kendaraan bermotor, Alexa sampai dikantor dan langsung menghentikan motornya didepan lobby lalu berjalan masuk kedalam perusahaan.


Ketika melewati lobby pandangan tertuju pada 2 gadis berpakaian sekolah yang berdiri di depan meja resepsionis. Dia kemudian berbelok menuju meja tersebut.


"Ngapain kalian berdua kesini? Gak sekolah?" tanya Alexa ketika berdiri dibelakang Annisa dan Alice.


Annisa berbalik "Kakak" pekiknya lalu memeluk tubuh Alexa.


"Kamu kenapa lagi sampai kesini?


"Disekolah lagi ada Rapat guru jadi kami dipulangkan trus Aku mau lihat diperusahaan kakak jadi aku minta sopir nganter kesini"


"Terus kenapa tidak naik?


"Mereka tidak mengijinkan karena kakak tidak ada terus kak Putri lagi meeting katanya baru asisten kakak tidak mengenalku" jawab Annisa.


"Kamu, jika dia datang langsung antar keruanganku ada atau tidak ada saya dikantor. Mengerti"


"Mengerti Nona" jawab resepsionis.


"Kamu mau langsung keruanganku atau makan siang dulu?


"Kak aku makan siang dulu aja ya? Laper soalnya" ucap Annisa manja.


"Ayo kita kekantin" ajak Alexa sambil berjalan dengan merangkul tubuh Annisa. Mereka bertiga berjalan bersama menuju lift untuk naik ke lantai 2 untuk makan siang dikantin perusahaan.


Mereka bertiga berjalan memasuki kantin perusahaan. Para karyawan yang sedang makan siang memandang kearah mereka dengan heran karena Annisa yang masih mengenakan seragam sekolah berjalan bersama CEO AG Group yang terkenal dingin dan tegas.


Agham yang melihat adiknya berada di perusahaan bersama Alexa hanya melirik sebentar "Ngapain Annisa disini?" ucapnya dalam hati.


Sementara Alexa dan Annisa yang ditemani oleh Alice duduk dimeja kosong. Pelayan yang melihat CEO langsung mendekati mereka dan menanyakan pesanannya.


"Kopi aja satu. Kamu aja yang makan, kakak sudah makan tadi dirumah paman Hendro" ucap Alexa.


"Nasi goreng seafood aja kak, minumnya air putih saja. kalau kamu Al?


"Samain saja" jawabnya singkat.


"Baik tunggu sebentar pesanannya" ucap pelayan lalu meninggalkan meja itu.


Annisa merasa jika menjadi CEO sangat diutamakan, karyawan lain memesan dan mengambil sendiri makanannya sementara Alexa didatangi oleh pelayan.


Agham yang penasaran langsung mendekati mereka "Siang nona" ucap Agham menyapa.

__ADS_1


"Duduklah kak" sahut Alexa.


"Nisa Ngapain diperusahaan? Bukannya ini masih jam sekolah" tanya Agham.


"Jalan-jalan saja, sekalian lihat-lihat perusahaan kak Alexa." jawab Annisa. pelayan datang membawa pesanan mereka. Annisa langsung menyantap makanan itu karena sudah lapar.


"Nona, kapan tiba dari luar kota? Kata nona Putri anda berangkat ke kota B"


"Kemarin" jawabnya singkat dan dingin.


"Apa ini ada hubungannya dengan penyegelan proyek pembangunan apartemen di kota B?" tanya Agham


"Iya" jawab Alexa.


"Jadi bagaimana? Apa sudah beres permasalahan di sana? tanya Agham lagi.


"Sudah"


"Oh, baiklah kalian lanjutkan makannya saya kembali keruangan dulu karena waktu makan siang sudah hampir habis" pamit Agham lalu beranjak dari tempat duduknya.


Setelah Agham pergi Annisa melirik Alexa "Kenapa masih dingin sama kak Agham kak?" tanya Annisa.


"Kakak tidak ingin nantinya kakakmu digosipkan dekat denganku" jawab Alexa. "Kamu tau sendiri bagaimana nanti pandangan orang-orang terhadap kakakmu, walaupun kinerjanya bagus akan tetap dipandang sebelah mata. Ayo kita keruanganku, kita lanjutkan obrolan disana"


Setelah makan siang, Alexa mengajak mereka berdua kelantai 30. Setelah keluar dari lift mereka disambut oleh sekertaris Desi.


"Siang mbak, panggilkan Asisten dan ketiga sekertaris baru. Minta mereka berkumpul di ruanganku." perintah Alexa lalu berjalan memasuki ruangannya di ikuti oleh Annisa dan Alice.


"Duduklah disana, Kakak selesaikan pekerjaan dulu" ucap Alexa seraya menunjuk kearah sofa. Annisa dan Alice berjalan kesofa dan duduk di sana.


tok tok tok.


ibu Desi beserta Asisten dan ketiga sekertaris baru memasuki ruangan. "Siang Nona" sapa mereka bertiga.


"Siang Semua. Ada laporan apa yang kalian bawa?


"Hanya laporan keuangan dan perkembangan proyek. Serta perkembangan proses pembebasan lahan di daerah selatan kota J" ucap Bu Desi sambil menyerahkan berkas ditangannya.


"Belum ada laporan dari pak Iskandar tentang Akuisisi angkasa group?


"Laporan sudah ada dimeja nona Alexa" jawab sekertaris Karina.


"Untuk lahan di kota SS yang diperuntukkan bagi Apartemen sewa tinggal menunggu persetujuan mengenai harga dan lokasinya. Berkasnya sudah berada di meja anda" ucap sekertaris Nadia.


"Bagaimana dengan Yumna? ada yang mau dilaporkan? tanya Alexa.

__ADS_1


"Untuk saat ini semua lancar" ucap Sekertaris Yumna.


"Baiklah, Kalian bisa lanjutkan pekerjaan, Bagas kamu tinggal dulu" sahut Alexa.


"Bagaimana? betah kerja disini?" tanya Alexa.


"Mau bagaimana lagi bos, betah atau tidak kami hanya menjalankan perintah. Dimana pun kami ditempatkan akan berusaha sebaik mungkin" jawab asisten Bagas.


"Sudah ketemu dengan Putri?" tanya Alexa.


"Sudah, Kenapa dia mesti naik jabatan sementara saya turun jabatan? Dia awalnya Asisten Pribadi jadi CEO sedangkan saya Direktur cabang di Singapura jadi Asisten Pribadi. Ini gak adil bos" protes Asisten Bagas.


"Harusnya kamu senang dipindahkan ke kantor pusat sedangkan Putri dibuang ke perusahaan yang baru diselamatkan dari kebangkrutan. Perjuangan dia lebih berat dari pada jadi Asisten Pribadi" jawab Alexa


"Kayak anak kecil aja ngerengek sama ibunya" ucap Alice melihat kelakuan Bagas.


"Hei anak kecil, jangan ikut campur ya, Bukannya hormat sama senior malah meledek" bentak Bagas.


"Kak kita itu seangkatan cuma beda umur aja. kita kan sama pelatihan awalnya"


"Tetap saja saya lebih tua"


"Tua aja bangga" Gumah Annisa.


"Ini siapa lagi ikut-ikutan.


"Lo jangan macam-macam sama adek gue ya! gue patahin tangan lo kalo gak diturunkan" bentak Alexa yang melihat Bagas nunjuk Annisa.


"Sorry bos gak tau kalo dia adik bos" ucap Bagas pelan.


"Sudah, Kamu awasi kinerja semua pegawai yang ada disini dan minta Lukman melaporkan penyelidikan tentang petinggi Angkasa Group segera" perintah tengas Alexa


"Baik bos, saya pamit" ucapnya lalu menunjukkan ruangan yang sudah mulai menampakkan aura dinginnya.


"Nis, Sampai dimana pelajaran yang kamu terima dari Lukman" tanya Alexa tanpa mengalihkan perhatian dari berkas-berkas yang ada didepannya.


"Masih seputaran pembuatan coding program, ya sekarang bisa buat program sandart.


"Minta Lukman mulai pengenalan dunia hacking, saya ingin lihat kamu bakatnya di mana"


"Baik kak nanti akan aku sampaikan" ucap Annisa.


"Alice, bagaikan dengan latihannya?


"Untuk saat ini dia sudah bisa mengontrol tenaga agar tidak cepat lelah. Latihan sekarang difokuskan ke taekwondo yang menurut saya lebih cocok untuk dia" jawab Alice.

__ADS_1


"Atur saja, Jika haus ambillah minuman di kulkas yang dipojok sana. Kalau mau istirahat disana ada kamar" ucap Alexa


To Be Continued


__ADS_2