Dendam Alexa

Dendam Alexa
Agham Bertemu Alexa


__ADS_3

Alexa sedang memacu motor sportnya dengan kecepatan sedang. Dia kemudian berhenti disalah satu taman kota dan memarkirkan motornya lalu bejalan memasuki taman kota tersebut. Pemandangan dimalam hari sungguh indah dengan banyaknya lampu-lampu ditaman itu.


Dia kemudian duduk dibangku taman yang kosong seraya menikmati udara malam yang sejuk, sesaat dia mulai menerawang jauh ke masa kecilnya bersama kedua orangtuanya. Kehidupan yang menurutnya indah bersama


kedua orangtuanya harus terenggut paksa  dengan kepergian mereka karena keserakahan seseorang.


“Hai cantik, sendirian aja nih” suara seseorang menghentikan lamunannya. Alexa membuka matanya dan melihat 3 orang pria sedang berdiri didepannya dengan senyuman seperti ingin menggodanya.


“Menjauhlah jika tidak ingin terluka” sahut Alexa dengan tatapan dingin.


Ketiganya tertawa mengejek “Gadis cantik, kami temani saja disini dari pada kamu duduk sendirian” ucap salah satu pria itu dan mulai duduk disamping Alexa.


“Jangan salahkan gue jika kalian terluka nantinya” ancaman keluar dari mulut Alexa, dengan tatapan ingin membunuh dia menatap ketiganya.


“Wow, santai dong kami kan Cuma ingin menemani dari pada lo sendirian disini” sahutnya lagi.


“Gue gak ingin diganggu. Pergilah karena ini peringatan terakhir dari gue” sarkas Alexa.


“Hahahaha. Lo kira gue takut sama gadis kecil, gimana kalo lo temani kita untuk bersenang-senang..


Bugh.. Akhh.. belum selesai dia berbicara sebuah pukulan menghantam wajahnya dengan keras. “Maaf nona” sahut dika yang tiba-tiba muncul dari belakang.


“Hei lo siapa ganggu kesenangan gue” teriak orang yang dipukul Andika.


“Dika. Lo mundur, gue ingin berolahraga sedikit untuk meregangkan ototku yang kaku” ucap Alexa lalu berdiri dari tempat duduknya. “Gue udah peringatkan kalian semua untuk tidak menggangguku” ucap Alexa kemudian maju selangkah. Dia langsung mengarahkan tendangannya kewajah salah satu dari mereka dan brukk. Orang itu langsung terkapar “Bawa teman lo pergi sebelum bawahan gue mengantar lo kekantor polisi” Ancamnya membuat salah satu dari mereka yang sejak tadi diam saja langsung memapah temannya pergi.


“Dika menjauhlah gue pengen sendiri” perintahnya lalu Andika langsung menjauh dari tempat itu. Seseorang dari jauh memperhatikan apa yang dilakukan Alexa tadi, awalnya ingin membantu tapi lebih dulu pengawalnya datang


sehingga dia hanya memperhatikan dari jauh. Dia melihat Alexa kembali duduk dibangku taman, dengan segala pertimbangan dia mendekati Alexa.


“Maaf mengganggu kesendirianmu” ucapnya kemudian. Alexa yang kesal karena ada lagi yang datang lengsung menengok dengan tajam dan ternyata Agham berdiri didepannya. Dia melirik kesamping dan melihat Andika berjalan mendekat. Dia memberi kode kepada Andika agar tetap ditempatnya, Andika mengerti dan langsung kembali ketempatnya mengawasi. Agham pun melirik kearah pandangan Alexa dan melihat pengawal Alexa beridiri di mengawasi.

__ADS_1


“Saya bukan berniat macam-macam Nona, maaf jika anda terganggu dengan kedatanganku” ucap Agham.


“Duduklah, Ada yang ingin kamu bicarakan dengan saya” ucapnya dingin. Agham kemudian duduk disampingnya.


“Saya kebetulan melihat anda disini jadi saya memberankan diri untuk datang kamari” sahutnya kemudian “ Saya ingin minta maaf atas kejadian dikantor tempo hari”


“Saya sudah memaafkan, saya juga minta maaf atas perlakuan Putri, besok kamu bisa masuk kerja kembali” jawab Alexa.


“Saya juga ingin mengetahui keadaan adik saya Annisa. Dia sudah beberapa hari tidak pulang, ibu merindukannya” ucap Agham mencoba mencari topik pembicaraan.


“Adikmu baik-baik saja, ibu sudah bertemu dengannya. Pak Udin menjemput ibu dan membawanya kerumah untuk menemui adikmu, mereka bersama sampai sore karena ibu tidak mau menginap dirumahku” jawabnya lagi. “Saya harap kejadian kemarin tidak terulang lagi. Saya bersikap baik karena adikmu menyayangiku dan menganggap saya sebagai kakak, jadi wajar jika seorang kakak ingin membahagiakan adiknya” lanjutnya.


“Maaf, saya hanya terbawa emosi dan tidak ingin dia memanfaatkan kebaikan anda saja” elak Agham.


“Adikmu tidak memanfaatkanku, saya yang memanfaatkannya”


“Maksud anda?” tanya Agham heran dengan maksud Alexa.


minggu depan, minta ibu menghubungi pak Udin untuk mengantarmu kerumahku. Selain hari itu dia akan sibuk dan tidak ada waktu untuk menemuimu” lanjutnya.


“Anda ingin Annisa mengikuti anda begitu? Tanya Agham lagi.


“Annisa menjadi tanggungjawabku, mulai dari kebutuhan, pendidikan serta keamanannya akan berada dalam pengawasanku dan dia sudah menyetujuinya. Kamu hanya bisa mendukungnya dan tidak bisa ikut campur mengenai masa depannya”


“Saya kakaknya, saudara kandungnya jadi menurut saya dia harus mengikuti segala hal yang sudah saya rencanakan untuk masa depannya” tolak Agham yang merasa disepelehkan.


“Ibu juga sudah setuju jadi kamu tidak bisa menolaknya.” Sahut Alexa.


“Tidak bisa begitu, mereka harusnya membicarakannya denganku” tolak agham


“Dengan sikap kamu yang seperti kemarin membuat adik dan ibumu kecewa jadi sebelum saya melarang Annisa bertemu denganmu mendingan kamu ikuti keinginanku saja.” Sarkas Alexa. Agham diam menelaah segala ucapan Alexa, dia juga ingin adiknya bisa sukses dengan mengikuti segala yang sudah dia rencanakan. “Pikirkan baik-baik, apa yang saya lakukan semua untuk kebaikan adikmu dimasa depan. Kamu hanya perlu mendukungnya saja.” Sahutnya lagi.

__ADS_1


“Baiklah jika itu untuk kebaikannya. Tapi saya minta jangan sampai dia tidak menikmati masa mudanya dengan belajar terus menerus”


“Kamu tidak usah khawatir dengan itu” ucap Alexa lalu berdiri meninggalkan Agham yang masih duduk diam dibangku taman.


Alexa melajukan motornya menuju rumahnya karena malam telah larut. Sementara Agham masih duduk dibangku taman, pikirannya masih berkelana dan mencoba memahami setiap perkataan Alexa. “Ah, ibu sama Annisa berkomplot mengasingkan aku” gumahnya lalu beranjak dari tempat itu. Dia berjalan menuju motornya, dilihatnya pengawal Alexa berdiri didekat motornya.


“Maaf saya mau mengambil motor saya” ucap Agham.


“Percayakan semua pada nona Alexa, jika dia sudah memutuskan sesuatu hal yang sangat penting maka itulah jalan terbaik untuk adik anda” Ucap Andika lalu meninggalkan Agham yang masih terpaku dengan kata-kata Andika.


“Sepertinya memang aku harus mengikuti keinginannya” gumahnya kemudian menaiki motornya lalu pergi dari tempat itu.


Sesampainya dirumah dia langsung masuk kedalam dan mendapati ibunya duduk diruang tamu menunggunya. “Ibu belum tidur?” tanya Agham yang heran karena biasanya ibunya sudah tidur jika dia pulang larut.


“Duduklah dulu” ucap ibunya. Agham duduk dikursi dekat ibunya “Ibu sudah bertemu Annisa, ibu juga sempat melihat adikmu berlatih beladiri bersama teman sebayanya. Adikmu sangat serius dan nampak raut wajah


bahagia yang ibu tidak pernah lihat sebelumnya” ibu Rani mulai bercerita.


“Tadi Nona Alexa sudah memberitahu, kami sempat bertemu ditaman” sahut Agham.


“Biarkan nak Alexa membimbing adikmu, ibu sudah menyetujuinya. Ibu hanya ingin melihat dia bahagia karena dari kecil adikmu belum sempat merasakannya” ucap ibu Rani. “Sekarang kamu hanya perlu memikirkan masa depanmu dan kebahagiaanmu, mencari kekasih dan menikah biar ibu jadi tenang” lanjutnya.


 “Saya masih menunggu Eca bu, dia sudah menghubungiku dan berjanji akan bertemu jika waktunya sudah  tepat” jawab Agham.


“Kamu masih mengharapkannya? Ibu takut dia sudah punya kekasih” sahut ibunya.


“Biarkan aku menemuinya dulu, jika memang dia sudah punya kekasih maka aku akan ikhlas melepasnya dan mencari penggantinya” jawab Agham.


“Kalau itu keinginanmu ibu hanya bisa mendoakanmu, ibu takut kamu akan sakit hati nantinya. Ibu istirahat dulu, kamu juga istirahat” ucap ibunya lalu beranjak menuju kamarnya.


Agham belum pernah lagi menghubunginya karena Eca sudah berjanji akan menghubunginya jika waktunya sudah luang. Dia berajak masuk kedalam kamarnya dengan langkah gontai lalu merebahkan tubuhnya dikasur empuknya sambil menerawang jauh kemasa dulu waktu sekolah dasar.

__ADS_1


To be contibued


__ADS_2