Dendam Alexa

Dendam Alexa
Bertemu CEO Hotel Illuminati


__ADS_3

" Maaf jika sambutan dari GM kami kurang berkenan" ucapnya lagi. "Baiklah kita mulai saja, silahkan anda menunjukkan proposal anda untuk kami pertimbangkan mengingat sudah ada beberapa penawaran dari pihak lain" lanjutnya


Sekertaris Yumna kemudian membagikan proposal penawaran kepada mereka, "Ini adalah penawaran terbaik dari kami untuk hotel ini, Mengingat hutang beserta bunganya di AG Bank yang mencapai 1,5 triliun yang akan kami bayarkan. Dari pada hotel anda disita pihak bank karena waktu jatuh temponya" ucap Annisa menjelaskan.


"Bagaimana anda bisa tau dengan detail jumlah utang kami dibank?" tanya Direktur Andreas.


"Sangat mudah bagi saya selaku pemilik saham di Agra Bank. Walaupun saham minoritas dan hanya 5% tapi tetap berpengaruh dan segala informasi bisa kami dapatkan dengan mudah" jawab Annisa. "Bagaimana penawarannya? Saya rasa tidak ada yang menawarkan harga lebih tinggi mengingat bobroknya manajemen hotel ini"


"Hei anda tau apa hingga langsung mengatakan kalau manajemen kami bobrok? sahut GM


"Dilihat dari pendapatan serta angka tamu hotel sangat berbanding terbalik, harusnya tahun ini hotel bisa mendapatkan keuntungan bukan malah defisit anggaran" ucap Annisa sembari mengangkat tangannya memberi kode kepada sekertarisnya untuk menyerahkan data yang sudah disiapkan Lukman kepada CEO Suryadi.


"Data ini tidak benar, mengingat kondisi saat ini. Jumlah tamu dihotel turun dibandingkan dengan jumlah tamu tahun lalu" ucap Direktur Andreas.


"Silahkan saja jika anda tidak percaya dengan data yang kami kirimkan. Jadi bagaimana pak Surya, apa anda berminat dengan penawarannya?" tanyanya kemudian.


"Ada yang mengganjal dihati dan ingin saya tanyakan, Apa alasannya sehingga ingin membeli hotel Illuminati dan sepertinya anda dari Keluarga kaya tapi tidak pernah mendengar tentang anda sebelumnya?" tanya CEO Suryadi.


"Alasannya sangat simpel, saya hanya ingin menyelamatkan hotel Illuminati dari kebangkrutan dan belajar membangun perusahaan sendiri. dan untuk pertanyaan kedua, Saya hanya dari keluarga biasa yang ingin menggapai mimpi" jawab Annisa dengan santai.


"Tapi tanpa ada dukungan dari pengusaha besar kami masih ragu dengan penjualan hotel ini"


"Betul jangan sampai anda hanya mendapatkan pinjaman modal untuk membeli saham dan kepemilikan hotel ini"


"Jangan lupa jika saya pemilik saham AG Bank, walau hanya 5% tapi jika dibandingkan dengan nilai aset hotel Illuminati tidak akan sebanding, hanya nilai keuntungan pertahun saja sudah mampu membeli hotel ini"


"Nilai aset kami hampir 3 triliun, dan anda hanya akan membayar 1 triliun. Apa menurut anda sudah sesuai? sahut direktur Andreas.


"Jika dihitung memang tidak sesuai tapi mesti anda menghitung kembali jika pihak kami jadi membeli maka kami akan membayar utang dibank serta gaji karyawan yang belum dibayar serta menambah anggaran operasional hotel yang telah anda pakai untuk membayar bunga utang dibank jadi saya rasa itu nilai bersih yang anda dapatkan jika jadi melepas hotel ini ketangan saya" ucap Annisa tegas. "Baiklah jika belum bisa memutuskan, Lebih baik kalian mencari penawaran terbaik dan kami juga membeli hotel lain" ucapnya lalu berdiri diikuti oleh sekertaris Yumna dan Alice.


"Tunggu, baiklah kami terima penawaran anda nona. Secepatnya kami akan menghubungi jika kontrak jual beli telah selesai" ucap CEO Suryadi.

__ADS_1


"Baiklah kami tunggu info selanjutnya. Jika sudah siap hubungi saja sekertaris Yumna nanti dia yang akan membuat janji temu dengan saya" ucapnya lalu berjalan mendekati mereka dan menjabat tangan CEO Suryadi kemudian beralih ke ibu GM "Saya harap anda sudah pergi dari hotel ini jika nantinya saya datang lagi" bisik Annisa ditelinga GM. Ibu GM hanya menatap tajam kepada Annisa seolah mencoba mengintimidasi tapi Annisa hanya tersenyum melihatnya.


Dia kemudian beralih ke direktur pelaksana "Senang bertemu dengan anda tapi lebih senang lagi jika anda meninggalkan jabatan ini" bisik ditelinga direktur. Direktur Andreas hanya terdiam mendengar bisikan dari Annisa.


Setelah itu mereka berjalan meninggalkan ruangan itu menuju lift. Setelah sampai di depan lobby hotel, Sopirnya sudah menunggu lalu membukakan pintu untuk Annisa.


"Langsung ke rumah saja pak Udin, kembali ke sekolah juga sudah telat" ucap Annisa.


"Siap nona. Kalau Sekertaris Yumna mau langsung diantar ke kantornya?" tanya pak Udin kembali.


"Nanti saja pak nganterin kak Yumna setelah makan siang. Sekalian ada yang mau saya bahas dengan kakak" Annisa yang menjawab pertanyaan pak Udin.


"Mau bahas tentang apa nona, mengenai pembelian hotel Illuminati juga baru kemarin dapat tugas dan baru tadi saya pelajari proposal penawarannya" sahut sekertaris Yumna.


"Menurut kakak ada yang salah dengan penawaran tadi? sepertinya mereka ragu untuk menjualnya"


"Penawarannya bagus hanya saja keserakahan kedua pimpinan hotel Illuminati. Sepertinya mereka juga ingin mendapatkan bagian dari penjualan tersebut"


Mereka kemudian sampai didepan rumah milik Alexa. Yumna yang baru pertama kali datang ke rumah itu hanya bisa melongo melihat kemewahan eksterior rumah milik CEO AG Group.


Sekertaris Yumna makin kagum dengan kemewahan interior ruangan tamu. Baru pertama kali melihat kemewahan interior ruangan sehingga membuat dia hanya diam menatap sekelilingnya.


"Nona ditunggu di ruang makan. Mari ikuti saya." sapa bik Yani.


Yumna mengikuti langkah kaki bik Yani yang berjalan di depannya. sesampainya di ruang makan dia melihat Alexa dan yang lain sudah menunggunya.


"Duduklah kita makan siang dulu, ada yang mau saya bicarakan dengan kamu setelah kita makan" sahut Alexa datar.


Sekertaris Yumna juga kaget karena tidak menyangka jika akan bertemu bosnya dirumah dan makan siang bersama. Hal yang membuatnya merasa canggung dan gugup.


"Kakak makanlah, santai saja gak usah gugup begitu" ucap Annisa yang melihat sekertaris Yumna tampak gugup dan hanya diam.

__ADS_1


"Jika kamu ingin makan yang lain bisa minta bibik untuk membuatkan" ucap Alexa datar.


"Tidak apa-apa Nona, ini sudah cukup" Sahut Yumna lalu mulai menikmati hidangan yang disajikan didepannya.


Setelah makan siang mereka menuju ruang keluarga, Annisa yang masih mengenakan seragam sekolah berjalan menuju kamarnya bersama dengan Alice untuk mengganti pakaiannya.


"Bagaimana hasil pertemuan dengan mereka?" tanya Alexa setelah duduk di sofa ruang keluarga.


Yumna menegakkan duduknya "Semua berjalan dengan lancar nona, mereka siap untuk menjualnya. Tinggal menunggu kontrak penjualan selesai dan mereka akan menghubungi saya" lapor sekertaris Yumna.


"Jangan menunggu mereka membuat kontraknya, segera hubungi team penasehat hukum dan legalitas untuk mengurus semuanya" perintah Alexa kepada sekertarisnya itu.


Sekertaris Yumna kemudian menghubungi pihak legalitas untuk mengurus kontrak pembelian hotel Illuminati agar pengalihan segera terlaksana.


"Kontrak pembelian hotel Illuminati akan siap besok nona beserta perjanjian pelunasan utang dibank" ucap Sekertaris Yumna.


"Bagus, kamu bekerja dengan baik. Menurut kamu bagaimana dengan direktur dan GM-nya?


"Saya akan singkirkan mereka kakak" Bukan Yumna yang menjawab tapi Annisa yang baru saja duduk di samping Alexa.


"Urus setelah kamu duduk sebagai CEO hotel Illuminati"


"Kak, bisa minta tolong gak?


"Mau minta tolong apa?"


"Aku minta sekertaris Yumna yang jadi sekertaris pribadiku nanti"


"Maaf Nona, saya baru beberapa hari di AG Group dan masih perlu belajar lebih banyak lagi. Mungkin yang lain bisa menggantikan"tolak Yumna.


"Nanti kita bicarakan kembali, tapi jika memang kamu ingin Yumna yang jadi sekertaris juga tidak masalah" sahut Alexa

__ADS_1


Mereka kemudian melanjutkan pembicaraan mengenai pekerjaan, sekaligus memberikan pengarahan kepada Annisa langkah apa yang harus diambil setelah pengalihan terlaksana.


To be continued


__ADS_2