Dendam Alexa

Dendam Alexa
Bertemu dengan teman kecilnya


__ADS_3

"Baiklah, silahkan lanjutkan ngobrolnya saya pamit dulu" Ucap Ridwan lalu meninggalkan mereka berlima untuk melanjutkan pembicaraan mereka.


"Kak. kenalin ini Alice sahabat aku yang ngajarin aku beladiri" ucap Annisa memperkenalkan Alice kepada kakaknya.


"Hai Alice. Makasih ya sudah menjadi sahabat adik saya" ujar Agham sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


Alice menyambut uluran tangan dari Agham "Sudah tugas saya untuk menjaga Annisa" ucapnya kaku.


"Huh sama kayak bosnya dingin kayak kulkas" gumah dalam hati. "Kapan kamu pulang dan tinggal dirumah lagi?" tanya Agham kepada adiknya.


"Setelah selesai pelatihan dan pelajarannya baru dia boleh kembali ke rumahnya" Bukan Annisa yang menjawab tapi Alexa yang masih dengan ekspresi dinginnya.


"Lo gak usah dingin begitu sama dia" protes Putri.


"Iya nih. Kakak gak usah jual mahal gitu" ledek Annisa.


"Ngaku saja deh, gak usah nutup-nutupin lagi" sahut Putri.


"Iya kak, lagian kan udah lama gak saling berkabar. Lagian kakak udah janji kan untuk saling berhubungan kembali" ucap Annisa


"Maksudnya apa ya?"Tanya Agham yang tidak mengerti maksud dari obrolan adiknya dan asisten bosnya itu.


"Tanya sendiri tuh sama CEOmu" jawab Putri sambil menunjuk ke Alexa.


Agham diam saja "mana berani gue nanya langsung" gumahnya dalam hati.


"Hahahaha kakak gak berani nanya langsung ya"ledek Annisa.


Agham cuma garuk-garuk tengkuknya yang tidak gatal. Hanya dia yang bersikap tegang dan kaku didepan Alexa sementara yang lain santai saja.


"Siapa nih yang mau jelasin? Gue, lo atau Annisa nih yang ngomong" desak Putri yang melihat Alexa hanya diam saja tanpa berbicara dan hanya sibuk menatap iPad membalas email yang masuk.


Alexa kemudian mengangkat kepalanya lalu melihat semua menatap kearahnya "Lo semua kenapa menatap gue seperti itu?" Tanya Alexa dengan ekspresi heran.


"Emang tadi lo gak dengar gue ngomong apa? tanya putri.


Alexa cuma geleng-geleng kepala "Enggak. Gue lagi sibuk balas email yang dikirim dari cabang perusahaan." Jawabnya santai. "Emangnya lo ngomong apaan?" tanyanya lagi.


"Huh dasar. mulut gue sama Annisa sampe berbusa tapi loe gak denger."Gerutu Putri "Gue tadi nanya sama lo kalo gue Nisa atau elo yang ngomong ke kakaknya Nisa" sahut Putri lagi.

__ADS_1


"Mau ngomong apaan emang?"


"Tentang siapa lo sebenarnya lah, masa lo masih ngerahasiain terus" jawab Putri.


Alexa hanya diam saja. Dia juga bingung mau ngomong apa sama Agham, bukan mau merahasiakan identitasnya sebagai teman kecilnya tapi menurutnya bukan waktu yang tepat.


"Ah Kakak lambat. Kak Agham masih ingat dengan kak Echa teman kecil kakak?" tanya Annisa yang memecah lamunan Alexa.


"Ingat dong. Mana mungkin kakak lupa sama dia" jawab Agham "Dia kan sudah nelpon kakak katanya dia masih sibuk" lanjutnya.


"Coba telpon deh, siapa tau dia udah gak sibuk" sahut Annisa. Mendengar ucapan Annisa, Alexa langsung gugup takut nanti Agham menelpon kenomernya.


"Ngapain sih bahas itu disini, nanti aja saya telpon takut mengganggu" elak Agham yang merasa tidak enak harus menelpon dan didengar oleh mereka. Alexa bernafas lega mendengar penolakan Agham.


"Udah nelpon saja, kami gak apa-apa kok" sahut Putri.


"Ini ada apa sih sebenarnya? Kenapa kamu maksa kakak untuk nelpon Echa? Tanya Agham kepada adiknya yang masih ngotot memaksanya untuk menelpon.


"Maaf bukan bermaksud untuk memaksa kakak.


"Tapi lihat tempat dong, kakak lagi bersama bos besar tapi kamu malah maksain untuk menelpon" potong Raihan.


"Huh gak seru."Ucap Annisa yang ingin melihat kedua kakaknya itu menjalin hubungan.


"Maaf sebelumnya, Sekarang sebenarnya bukan waktu yang tepat untuk menceritakan rahasia yang sudah lama tersimpan tapi mungkin ada baiknya jika kak Agham tau yang sebenarnya" ucap Alexa kemudian meraih HP-nya lalu menelpon nomer Agham. Agham mendengar suara nada dering Hp nya langsung melihat id penelepon. Dilihat nama Echa dilayar HP-nya itu. ketika dia akan pamit untuk menerima telpon Alexa menunjukkan layar ponselnya kepada Agham lalu mematikannya. Dering di ponsel Agham juga mati.


Agham yang masih bingung langsung menatap wajah Alexa seakan meminta penjelasan. "Siapa kamu sebenarnya?" tanyanya dalam hati.


"Saya Echa yang selama ini kakak cari-cari" ucap Alexa masih tanpa ekspresi.


"Maksudnya apa nih? Saya masih bingung?


"Hai kak Isan, senang bertemu kembali. Masih ingatkan dengan gue Puput teman kecilmu? sahut Putri.


"Kamu Puput teman SDku dulu? jadi Nona Alexa ini Echa?


"Iya kakak. Mereka ini teman SD yang selama ini kakak cari-cari" sahut Annisa.


"Lo tau dari mana?

__ADS_1


"Aku tau lah, kan yang ngasih nomer HP kakak kan aku" jawab Annisa.


"Maaf jika kami selama ini merahasiakan, Sebenarnya saya sudah mengetahui sejak pertama kali saya datang ke cafe ini dan melihat kakak bernyanyi disini" ucap Alexa.


"Sejak pertama kali melihatku? bagaimana bisa? tanya Agham penasaran.


"Sejak lima tahun yang lalu saya meminta anggota the Hunters untuk mencari keberadaan kakak. Baru setelah kakak masuk ke perusahaan, Anggota the Hunters yang diperintahkan menyelidiki latar belakang karyawan baru melaporkan bahwa telah menemukan keberadaan kakak." jawab Alexa.


Agham hanya diam saja. Dia masih syok mendengar kenyataan bahwa orang yang selama ini dia cari ternyata bos besar yang pastinya akan sulit untuk dijangkau. Dalam hati dia bahagia karena bisa bertemu dengan cinta pertamanya tapi otaknya menolak perasaan bahagia itu karena merasa rendah diri dan tak sanggup menggapai Alexa.


"Apa kakak tidak senang bertemu dengan kami? tanya Putri yang melihat Agham dengan raut wajah muram.


"Tidak kok. Kakak senang bertemu kalian, Kakak juga bersyukur karena kalian berdua baik-baik saja" ucap Agham dengan senyuman yang dipaksakan.


"Hahahaha kakak kaku banget sih. ini bukan kantor yang mengharuskan kakak bersikap formal" Ejek Annisa yang melihat kakaknya yang kaku.


"Bersikaplah seperti biasa" ucap Alexa dingin.


"Lo nyuruh orang bersikap biasa tapi lo bersikap dingin. Dasar kulkas" ejek Putri.


"Hahahaha kakak dikatain kulkas. Kak putri salah, dia bukan kulkas tapi es balok yang dikasi nyawa. Hahahaha" Annisa ikut meledek Alexa.


"Nisa. Yang sopan kalau bicara" bentak kakaknya yang melihat adiknya meledek Alexa.


"Jangan membentak, dia sudah besar." sahut Alexa.


"Maaf bukan maksudku begitu hanya saja dia sudah tidak sopan tadi" elak Agham.


"Dalam hubungan adik kakak, saling meledek itu hal biasa, Biarkan saja tidak usah berlebihan" sahut Putri yang melihat muka dingin Alexa. Dia tau jika Alexa tidak suka ada yang memarahi Annisa. "Lagian mereka sudah biasa seperti itu" lanjutnya.


"Aku tidak suka jika ada yang membentak atau memarahi Annisa. Aku tidak perduli siapapun itu walau kakak adalah kakak kandungnya sekalipun" ucap Alexa dingin yang membuat Agham sedikit kaget. "Maaf kami pamit dulu, Sudah terlalu larut besok Annisa sekolah"


Alexa kemudian berdiri dari tempatnya. Refleks Agham menahannya "Maafkan atas sikapku tadi, aku tidak bermaksud memarahinya".


Alexa menatap kearah tangannya yang dipegang oleh Agham. Agham refleks melepaskan cekalan tangannya. "Jangan minta maaf padaku, minta maaf padanya karena kamu membentaknya" ucapnya dingin. "Put, Selesaikan billnya gue tunggu diparkiran. Ayo Nis kita pulang" lanjutnya lalu melangkah keluar.


"Maaf atas sikapnya, kakak harusnya mengingat akan peringatan yang pernah disampaikan pengawalnya dulu. kami pamit dulu" sahut Putri lalu melangkah menuju kasir.


Annisa menatap kakaknya "Dasar bodoh, tidak pernah belajar dari pengalaman" ucapnya lalu berjalan bersama Alice meninggalkan kakaknya yang berdiri mematung.

__ADS_1


"Agham, loe bodoh banget sih. Baru ketemu sudah buat dia marah" umpatnya dalam hati.


__ADS_2