Dendam Alexa

Dendam Alexa
Tawaran menggiurkan


__ADS_3

Pagi ini semua kembali beraktivitas seperti biasa, Alexa mulai disibukkan dengan urusan kantor pusat karena Putri akan memegang jabatan CEO di Angkasa Group, Annisa kembali bersekolah bersama Alice.


Mereka sedang duduk menikmati sarapan pagi bersama, "Kak apa hari ini aku ikut ke hotel?" tanya Annisa.


"Tidak perlu, biar Yumna dan pak Iskandar yang kesana. kamu sekolah saja. Berangkat sana nanti kalian berdua terlambat" ucap Alexa.


"Kami pergi dulu kakak" Pamit Annisa lalu mencium pipi Alexa kemudian berangkat ke sekolah. Alexa hanya tersenyum melihat tingkah laku Annisa.


Alexa kemudian beranjak dari tempat duduknya, dia bersiap-siap untuk berangkat ke kantor. sampai di depan rumah tampak Andika tengah memanaskan mesin motornya.


"Selamat pagi Andika. Semua aman?" tanya Alexa


"Selamat pagi Nona. Sepertinya tadi ada yang mengikuti mobil yang ditumpangi oleh anggotaku tapi mereka hanya sekedar mengikuti saja" jawab Andika.


"Tetap pantau, Siapkan anggota, periksa sekitar kantor, jika ada yang mencurigakan tangkap langsung. Minta anggota untuk menambah CCTV disekitar rumah ini. mobil yang ditumpangi oleh Annisa aman?" seru Alexa.


"Aman nona, Pengawal masih memantau dari jarak aman" lapor Andika.


"Ayo berangkat" ucap Alexa.


Andika kemudian berjalan menuju motornya sementara 2 anggotanya menggunakan mobil. Alexa kemudian memasang earphone yang digunakan untuk berkomunikasi dengan pengawal lalu memakai helm full face dikepalanya lalu naik keatas motor sport kesayangannya.


Terdengar suara deru mesin motor ketika mereka meninggalkan mansion itu. Alexa memacu motornya diikuti oleh Andika dibelakangnya.


Kedua motor sport itu saling beradu kecepatan di jalanan yang mulai padat menuju perusahaan. Setelah sampai diperusahaan, Alexa langsung menuju basemen untuk memarkir motornya diikuti oleh Andika.


"Dik, Lo coba cek CCTV disekitar perusahaan sekarang" ucap Alexa setelah membuka helmnya.


"Siap laksanakan nona" ucap Andika kemudian berjalan menuju lift khusus CEO lalu memencet tombol, setelah pintu terbuka Alexa kemudian masuk kedalam lift diikuti oleh Andika. dia kemudian memencet tombol lantai 3 tempat ruang CCTV berada.


"Laporkan segera" ucap Alexa


"Siap nona" ucapnya lalu keluar dari lift setelah pintu terbuka karena telah sampai ke lantai 3.


Sementara itu seorang pemuda sedang berada di dalam ruangan perawatan ayahnya. Ayahnya adalah CEO Angkasa Group sebelum diambil alih oleh Alexa. Dia adalah Erwin Angkasa anak dari Aksa Angkasa.


Asisten pribadi ayahnya memasuki ruangan itu dan mendekati Erwin yang sedang duduk di sofa ruangan itu.


"Bagaimana Paman? sudah tahu siapa yang membuat perusahaan bangkrut dan langsung pindah tangan?" tanya Erwin.


"Sepertinya ini ada hubungannya dengan kecelakaan yang menimpa Hendrawan direktur pelaksana AG Group" jawab asisten itu.


"Maksud paman?"


"Sebelum Ayahmu pingsan dia sempat menerima telepon dari orang tidak dikenal dan dia berkata bahwa semua yang terjadi karena telah mengganggu keluarganya dan itu adalah balasan kepada Ayahmu" jawab asistennya.


"Sekarang siapa yang memimpin perusahaan itu?" tanya Erwin.


"Namanya Alexa Gautama, gadis 20 tahun yang baru pulang dari luar negeri" ucap Asisten.


"Paman masih menyuruh orang kita untuk mengikutinya?"


"Iya tapi dia hanya kekantor lalu kembali ke rumah. tidak pernah kemana mana selain itu" jawabnya.

__ADS_1


"Aku masih ingin merebut kembali perusahaan Angkasa"


"Bagaimana caranya tuan? semua aset telah dialihkan dan mereka hanya menyisakan rumah yang kalian tempati. Untungnya ada simpanan ayahmu dan hasil penjualan saham 40 % milik ayahmu untuk biaya rumah sakit. butuh biaya besar untuk mengambil alih perusahaan apalagi sekarang 60% saham milik Anugerah Putri dan 40% milik Alexa Gautama" sahut Asistennya.


"Pokoknya gue harus ambil kembali perusahaan bagaimana pun caranya" sahut Erwin ucapnya lalu berdiri menghadap ke jendela.


"Maaf tuan saya hanya memperingatkan, ayah anda juga begitu, dia menggunakan segala macam cara untuk mengalahkan AG Group tapi hasilnya dia yang jatuh. Jangan sampai obsesi anda sehingga membuat keadaan makin buruk. AG Group bukan perusahaan yang mudah dijatuhkan apalagi dibelakangnya ada The Hunters yang sangat disegani" Sahut asisten mengingatkan.


"Saya juga punya kenalan mafia black spider yang terkenal di negara A. dia akan membantuku mewujudkan keinginanku" ucapnya tegas.


"Maaf tuan saya tidak mau terlibat, saya masih punya keluarga yang harus saya jaga."


"Lebih baik paman pergi dan jangan datang lagi, Perusahaan juga sudah jatuh ketangan orang lain." ucap Erwin tanpa melihat asisten pribadi ayahnya.


Asisten ayahnya kemudian meletakkan tas kerja, ponsel, kartu ATM, kunci mobil dan kunci rumah tuannya keatas meja "Saya permisi semua saya sudah simpan di atas meja" ucapnya lalu meninggalkan ruangan rawat itu.


Erwin berbalik dan melihat barang-barang yang diletakkan asisten ayahnya diatas meja, pikirannya dipenuhi oleh dendam karena telah membuatnya jatuh miskin dan membuat ayahnya jatuh sakit.


***


Alexa sedang berada di dalam ruangan kerjanya sambil memeriksa semua berkas yang diberikan oleh sekertarisnya. Dia kemudian menekan tombol interkom untuk memanggil sekertarisnya.


"Selamat Pagi nona" ucap Bu Desi setelah berada di dalam ruangan.


"Panggilkan pak Agham staf keuangan untuk keruanganku sekarang" ucap Alexa


"Baik Nona" ucap Ibu Desi lalu beranjak meninggalkan ruangan itu.


"Bu Desi" ucapnya menghentikan langkah ibu Desi lalu berbalik "sekalian panggil Yumna juga" lanjutnya


sementara itu diruangan staf keuangan tampak mereka masih disibukkan dengan urusan berkas-berkas yang tidak ada habisnya.


Agham yang masih direpotkan dengan urusan memeriksa laporan perusahaan AG Investment sebelum diserahkan kepada Managernya membuat sangat sibuk. Dia kemudian dikagetkan dengan dering telepon di mejanya. dengan cepat dia mengangkat gagang telepon.


"Agham staf keuangan bisa dibantu" jawabnya seperti biasa.


"Saya Desi sekertaris CEO" jawab Bu Desi.


"Ada apa Bu Desi?" tanya Agham.


"Anda dipanggil keruangan CEO sekarang juga" jawab Bu Desi.


"Baik Bu sekarang saya ke atas" ucapnya lalu menutup telponnya.


"Kenapa Gham?"tanya Anya


"Gue diminta untuk menghadap CEO" jawab Agham


"Emang Lo bikin masalah apa lagi?" tanya Rudi kepo.


"Gak tahu gue, Uda ah gue keatas dulu entar kena omel lagi karena lama nunggu" ucapnya lalu berjalan meninggalkan ruangan itu.


Setelah sampai di lantai 30 pintu lift terbuka dan Agham dengan gugup berjalan menuju ruangan CEO. Bu Desi yang melihat kedatangan Agham langsung menyapa lalu mengantarnya menuju ruangan CEO.

__ADS_1


"Nona, ini pak Agham sudah datang" lapor ibu Desi.


"Suruh masuk Bu" ucapnya singkat.


"Silahkan masuk" ucap Bu Desi mempersilahkan Agham masuk kedalam ruangan. Agham muncul dari balik pintu dan Bu Desi kembali kemejanya lagi.


"Silahkan duduk dulu, saya selesaikan urusan dulu dengan Yumna" ucap Alexa.


"Baik Nona" ucap Agham kemudian duduk di sofa tamu.


"Yumna, kamu sudah mengerti maksudku? jadi nanti kamu akan ditemani oleh pak Iskandar dan team kuasa hukum kita. berangkatlah team kuasa hukum sudah menunggu di lobby dan pak Iskandar langsung kesana dari kantornya" perintah Alexa.


"Baik Nona saya permisi" ucap sekertaris Yumna meninggalkan ruangan. Alexa kemudian berjalan menuju sofa tamu lalu duduk di depan Agham.


"Santai kak, kenapa gugup begitu?" tanya Alexa yang melihat Agham seperti seorang terdakwa.


"Ini pertama kali saya dipanggil keruangan CEO" ucap Agham.


"Kak, Boleh aku tanya sesuatu?" tanya Alexa.


"Silahkan Nona" jawab Agham.


"Kak, anggaplah saya ini Echa bukan CEO" ucap Alexa dan Agham hanya mengangguk "Kakak senang kerja di sini?" tanya Alexa.


"Saya senang kerja di sini, lumayan bisa bantu keluarga" ucap Agham.


"Tidak berminat kerja di tempat lain?" tanya Alexa kembali membuat Agham menatapnya heran.


"Maksudnya apa? saya senang disini" ucap Agham.


"Kalau aku minta kakak untuk mengundurkan diri dari perusahaan ini bagaimana? apa kakak bersedia?" tanya Alexa membuat Agham tambah kaget.


"Salahku apa Cha? aku sudah bekerja dengan baik disini kenapa kamu malah menyuruhku mengundurkan diri" tanya Agham dengan nada yang sedikit meninggi.


"Santai kak, kakak tidak membuat kesalahan. begini kak, aku baru membeli Hotel Illuminati dan akan menyerahkan kepada Annisa untuk mengelolanya dibantu oleh Alice dan Yumna perempuan yang baru keluar, hanya saja manajemen disana sangat buruk dan kalau hanya mereka bertiga saya rasa belum bisa mengatasinya. untuk itu kalau kakak berminat saya akan mengangkat kakak menjadi GM Hotel Illuminati dan bekerja di bawah Annisa. bagaimana berminat? tanya Alexa.


"Masih banyak orang lain yang lebih kompeten dari aku Cha. kenapa bukan mereka?" tanya Agham.


"Karena mereka bukan kakak, apa kakak akan selamanya duduk sebagai staf? apa kakak tidak punya ambisi? Apa kakak tidak ingin berdiri di sampingku dengan bangga?" tanya Alexa.


"Ada keinginan tapi jauh dari jangkauan"


"Makanya kejar dong, maaf bukannya aku malu dengan kakak tapi aku tidak ingin kakak menjadi rendah diri dimata publik. Aku ingin kakak punya sesuatu yang bisa dibanggakan. Kalau kakak berminat segera ajukan surat pengunduran diri kan proses sampai di setujui paling cepat 2 Minggu." ucap Alexa.


"Tapi masih ada yang mengganjal dihati, kenapa kamu melakukan ini semua? tanya Agham


"Suatu saat kakak akan mengerti maksudku" ucap Alexa..


"Baiklah saya bicarakan dulu dengan ibu, nanti akan saya hubungi jika sudah ambil keputusan." Ucap Agham.


"Baiklah, aku tunggu keputusan dari kakak tapi jangan lama-lama" ucap Alexa.


"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu" ucap Agham.

__ADS_1


"Silahkan Kak" ucap Alexa. Agham pun kembali ke ruangannya dengan kepala yang pusing memikirkan apa tetap disini atau mengikuti keinginan Alexa.


"To Be Continued


__ADS_2