
Mobil meninggalkan rumah Alexa, kali ini Randi tidak mengawal seperti biasanya. melihat mobil tersebut tanpa pengawalan, pemuda tersebut mengikuti mobil yang ditumpangi oleh Annisa dan Alice dari jauh. Dia tidak menyadari jika Randi bersama anggotanya mengawasi pergerakannya.
Dia terus mengikuti sampai mobil tersebut masuk kedalam kompleks Gautama Internasional High School. Dia kemudian melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.
Tanpa dia sadari, sejak tadi Randi terus mengikutinya hingga masuk kedalam sebuah rumah kontrakan di daerah kumuh..
"Bos, dia masuk kerumahnya didaerah kumuh wilayah barat" lapor Randi kepada Alexa.
"Tangkap dan bawa kemarkas" Alexa memberikan perintah lalu mematikan sambungan teleponnya.
Randi dan anggotanya segera mendekati rumah tersebut. Dia kemudian mengetuk pintu terlebih dahulu, terdengar suara langkah kaki didalam rumah mendekati pintu.
Kriieett...
"Siapa, ada keperluan apa?" Tanya seorang wanita dewasa kepada Randi.
"Apa pemilik motor itu anak ibu?"
"Iya betul, dia baru membelinya"
"Bisa kami bertemu dengan anak ibu"
"Kalian siapa?" tampak seorang pemuda yang muncul dari dalam rumah.
Randi memberi kode kepada anak buahnya untuk menangkap pemuda itu. Dengan segera mereka menangkapnya membuat wanita itu histeris dan berusaha membantu anaknya melepaskan diri..
"Lepaskan, kalian siapa?" teriak pemuda itu.
"Lepaskan anak saya!!!" teriak wanita itu.
"Motor yang dikendarai oleh anak ibu adalah motor curian, anak ibu akan kami bawa untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya"
"Saya tidak mencurinya, motor itu pemberian teman saya x
"Nanti saja bicaranya kalau sudah sampai di kantor, Kamu bawa dia ke mobil dan kamu bawa motor itu. kita kembali" ucap Randi tegas.
"Lepaskan anak saya dia tidak bersalah" ucap wanita itu sambil menangis dan memeluk kaki Randi.
"Kalau anak ibu terbukti tidak bersalah akan kami lepaskan" ucap Randi kemudian melepaskan tangan wanita yang terus menahan langkahnya. Dia kemudian ikut masuk kedalam mobil sementara pemuda itu sudah tertidur setelah disuntik obat bius oleh anggotanya.
Mereka segera meninggalkan tempat itu menuju markas The Hunters untuk mengintrogasi pemuda tersebut.
Alexa yang masih berada di rumahnya segera berangkat menuju markas The Hunters setelah mendapat laporan dari Randi.
Alexa kini berada di dalam ruangan memperhatikan pemuda yang terbaring di lantai dan masih belum sadarkan diri karena pengaruh obat bius. Randi bersama anggotanya telah kembali ke Sekolah untuk mengawasi Annisa.
"Bangunkan" perintahnya kepada Andika yang berdiri di belakangnya.
Byurr...
Uhuk.. Uhukk..
Pemuda itu terbatuk-batuk karena disiram dengan air seember. Dia kemudian berusaha untuk bangkit dan melihat sekelilingnya.
"Enak tidurnya"
__ADS_1
"Siapa kau?" bentaknya.
Plaakk.. Plaakk..
Dua kali tamparan keras mendarat di wajahnya dari Andika karena berani membentak Alexa.
"Tidak perlu tau siapa saya. Sekarang jawab, Kenapa mengikuti mobil itu?" Tanya Alexa sembari mengupas Apel ditangannya menggunakan pisau lipat.
"Kau siapa? Apa urusanmu jika saya mengikuti mobil itu?"
Dengan santai Alexa mengunyah apel lalu melirik ke arah pemuda itu."Jawab pertanyaanku" Ucapnya santai.
"Hehehehe, kalau aku tidak mau menjawab bagaimana?"
Syutt.. Aakhh....!!! Pemuda itu mengerang kesakitan setelah pisau yang ada ditangan Alexa meluncur dan menancap di bahunya. Dengan santai Alexa berjalan mendekati pemuda itu lalu mencabut pisaunya kembali.
'Akhh..!! Bajingan kau"
Alexa kembali ketempat duduknya lalu Andika memberikan Sapu tangan kepada Alexa untuk membersihkan darah yang ada di pisaunya.
"Jawab pertanyaan yang tadi" sahutnya dengan santai.
"Hahaha, kenapa hah? Gadis itu telah membuat saya miskin dan bosku dipenjara. Saya ingin dia mati.. Aakhh....,!!! Perempuan sialaann" Pisau kembali menancap di pahanya setelah Alexa melempar dengan cepat.
"Biasanya saya hanya menggunakan pukulan untuk menyiksa tapi ini tidak berlaku bagi orang yang berniat mencelakai adik kesayangku. Dika, bawa pisau itu kemari. Saya malas melangkah kesana" ucap Alexa. Andika lalu mencabut pisaunya dengan kasar, terdengar suara erangan dan umpatan keluar dari mulut pemuda itu.
Pintu ruangan terbuka dan Lukman memasuki ruangan sembari membawa beberapa lembar kertas dan memberikan kepada Alexa.
"Hmm.. Agus Susanto, asisten pribadi direktur pelaksana hotel Illuminati. Dia mengikuti Andreas sejak pertama kali bekerja di hotel. wow.. kamu juga yang membantu Andreas menggelapkan uang perusahaan. pantas Nisa memecat dan memiskinkan kamu" Alexa membaca data-data yang diberikan oleh Lukman. "Sayangnya ibumu yang sangat kamu sayangi sekarang harus hidup sendiri tanpa anak tunggalnya" lanjut Alexa.
Bughh.. Bughh.. Bughh..
Agus terkapar sambil mengerang kesakitan setelah Andika memberikan pukulan diwajah dan perutnya.
"Andika, kamu itu harus sabar jangan mudah emosi. karena kalau emosi pukulanmu tidak bertenaga"
"Maaf Bos, saya sepertinya kurang olahraga" jawab Andika.
"Sepertinya Andreas hidup tenang dipenjara sampai dia mau mengganggu ketenanganku. Lukman, sampaikan kepada kak Mike agar menyuruh preman-preman yang dipenjara mengganggu ketenangan Andreas. Oh iya, selidiki Markas gangster Black Cobra dan segera bawa keruangan kak Mike" ucap Alexa.
"Baik Bos" jawab Lukman kemudian meninggalkan ruangan itu.
"Perempuan Sialan, Aku akan membalas semua perbuatanmu."
"Silahkan, balas saja sekarang, Ayo bangkitlah. karena belum tentu bisa bertemu dengan saya lagi dikemudian hari"
Agus berusaha menahan rasa sakit ditubuhnya akibat tusukan pisau dan pukulan yang diberikan Andika. Dia berusaha untuk berdiri sambil memegang pundaknya yang terus mengeluarkan darah.
Andika bersiap maju tapi ditahan oleh Alexa yang berjalan mendekati Agus.
"Majulah, balaskan rasa sakitmu"
Agus langsung menerjang Alexa tapi sebelum pukulannya mengenai tubuh Alexa sebuah tendangan keras mendarat di kepalanya membuatnya langsung terkapar.
"Ahh.. laki-laki lemah seperti kamu tidak akan bisa menyentuhku."
__ADS_1
Agus hanya bisa terbaring menahan sakit dikepalanya. Dia mengepalkan tangannya menahan emosinya.
"Andika, patahkan kedua tangannya lalu buang dia didepan rumahnya. Kasian jika ibunya harus tinggal sendirian. Biarkan Wanita itu merawat anaknya" perintah Alexa kepada Andika lalu meninggalkan ruangan itu menuju ruangan ketua The Hunters.
Teriakan keras terdengar dari dalam ruangan setelah Alexa meninggalkan ruangan itu. Andika kemudian menyeret tubuh Agus keluar lalu memerintahkan kepada anggotanya untuk mengembalikan kerumahnya.
Alexa yang sedang duduk santai di ruangan ketua The Hunters mendapat tatapan mata dari Mike.
"Kenapa kamu melepaskan dia? bisa saja kedepannya dia kembali membalas perbuatanmu" tanya Mike yang sedikit emosi mendengar Alexa melepas Agus..
"Tenang, dia tidak akan bisa menyentuhku. Dengan keadaannya sekarang dia tidak akan bisa normal kembali"
"Tapi dia masih bisa menyuruh orang mencelakai kamu dan Annisa"
"Sudahlah kak. ada kakak yang akan melindungi aku. Lupakan persoalan ini kita bahas tentang Gangster Black Cobra"
"Menurut kamu bagaimana?"
"Saya berencana untuk menyerang mereka karena telah mengganggu Rumah Sakitku"
"Apa rencanamu?"
"Saya akan membawa beberapa anggota The Hunters. Kak Mike tetap disini, mengawasi semuanya karena mungkin saya akan membawa Lukman dan beberapa anggotanya"
"Kamu harus berhati-hati, mereka dilindungi oleh pejabat militer"
"Biarkan saja, aku akan menambahkan pangkat purnawirawan didepan namanya jika berani mengganggu"
"Hahaha, kenapa tidak Alm? kan langsung dapat 2 pangkat Alm dan Purnawirawan"
"Hmm.. Nanti dilihat"
Tok.. Tok.. Tok..
"Masuk" sahut Mike. Tampak seorang anggota datang dengan tergesa-gesa. "Ada apa?"
"Tahanan kita bunuh diri"
"Siapa?" tanya Alexa santai.
"Kompol Sunandar" jawab Anggotanya.
"Pulangkan kepada keluarganya, katakan kepada mereka jika kalian menemukan mayatnya di pinggir jalan" ucap Alexa tegas. Dia kemudian menyesap latte kesukaannya.
"Siap bos" jawab Anggotanya lalu meninggalkan ruangan itu.
Alexa dan Mike kemudian menunggu kedatangan Lukman membawa laporan penyelidikan markas gangster Black Cobra.
To Be Continued.
*Hai readers..
Bagaimana dengan puasanya? semoga masih belum ada yang bolong.
Untuk mendukung author dalam menulis novel jangan lupa Vote, like'dan Komentar ya.
__ADS_1
Terima kasih dan selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan*.