
Alexa sedang berada di meja makan menunggu kedatangan Annisa dan Alice yang sedang membersihkan diri setelah berolahraga dengan berlari mengelilingi kediamannya.
Drtt. Drtt.
Terdengar suara dering di ponselnya.
"Halo kak Mike" jawab Alexa setelah mengangkat telponnya.
"Target telah berada dalam perjalanan menuju markas, Anggota sukses melaksanakan tugasnya" lapor Mike
"Bagus, beri mereka bonus sebagai hadiah kesuksesan tugas mereka" Sahut Alexa.
"Baiklah, kamu bosnya" ucap Mike lalu menutup telponnya.
"Tunggu sebentar lagi hukuman mu akan diputuskan pak tua" ucap Alexa dalam hati sambil tersenyum smirk. Annisa yang melihat kakaknya seperti itu menjadi takut.
"Al, kakak Kenapa itu?"Bisik Annisa
"Oww, seperti biasa, dia sedang merencanakan akan menghukum seseorang jika seperti itu" jawab Alice pelan.
"Kok kamu bisa tau?
"Kami diajarkan tentang macam-macam ekspresi wajah bos dan ekspresi paling aman adalah ketika dia melirik dengan wajah datar tanpa ekspresi." jawab Alice yang ikutan berbisik takut nanti didengar oleh Alexa
Mereka memasuki ruang makan dimana Alexa sedang menunggu kedatangan mereka. "Kenapa lama sekali?"
"Biasa kak, Annisa lama banget dikamar mandi gak tau ngapain dia" jawab Alice.
"Kakak akan kemarkas The Hunters, kalian dirumah saja jangan kemana-mana"
"Loh katanya janji mau ngajakin jalan hari ini"
"Kapan janjinya?
"Kemarin kak dikantor waktu sama kak putri. kalo..
"Tapi yang janji Putri bukan kakak"
"Ya udah aku ikut kakak kemarkas The Hunters. Eits tidak ada penolakan" ucap Annisa menyela Alexa yang mencoba untuk menolak permintaannya.
__ADS_1
"Baiklah kalian naik mobil diantar supir, nanti disana Alice akan menemanimu berkeliling. karena kakak akan mengintrogasi orang yang terlibat pembunuhan ayahku" ucap Alexa.
"Oke kak. Aku tidak akan mengganggu, biar nanti Alice yang mengantar berkeliling" sahut Annisa dengan semangat.
Annisa dan Alice diantar oleh pak Udin menuju markas the Hunters. Sementara Alexa masih berganti pakaian sebelum berangkat ke sana. Setelah selesai Alexa berjalan menuju motor sportnya. Kali ini dengan menggunakan Yamaha R1 M berwarna biru. Dengan kecepatan tinggi dia meluncur membelah jalanan ibukota menuju markas the Hunters.
Setelah berkendara selama 45 menit dia sampai di depan markas the Hunters. setelah pintu terbuka dia memasuki markas dengan motornya. Dia juga melihat Annisa bersama Alice tiba lebih dulu dan sementara mengobrol dengan Lukman.
"Selamat pagi bos" Sapa anggota the Hunters yang menjaga pintu masuk markas.
Dengan santai dia berjalan menuju tempat Annisa duduk bersama Alice dan Lukman "Alice, Antar Nisa berkeliling markas. tunjukkan juga tempat pelatihan dan asrama" ujar Alexa. "Lukman kamu ikut saya"
"Dimana kedua tawanan itu?" tanya Alexa setelah Alice dan Annisa pergi berkeliling.
"Masih belum sadarkan diri didalam ruangan introgasi"
"Kamu perintahkan kepada anggota untuk membawa Albert kedepan mereka" ucap Alexa lalu berjalan menuju ruang introgasi yang letaknya agak kebelakang gedung.
Alexa berjalan memasuki ruangan introgasi, dia kemudian duduk dikursi kosong yang ada didepan Kompol Sunandar dan pengacara Kevin.
Mike ikut masuk kedalam ruangan itu. Alexa meliriknya "Kalian terlalu banyak menggunakan obat bius"
Salah satu anggota datang membawa Air dingin dalam ember lalu menyiram mereka berdua yang masih tertidur dikursi.
Byurrr.
"Uhuk. uhuk." terdengar suara orang batuk dan mereka berdua mulai sadar dari pingsannya.
Menyadari kalau dirinya lagi terikat dengan kursi, Kevin langsung meronta mencoba melepaskan diri. Kompol Sunandar pun begitu, dia juga berusaha melepaskan diri tapi ikatan itu sangat kuat.
"Sudah selesai istirahatnya, sekarang waktunya bangun. Hari sudah siang" Bentak Mike.
"Hei Mike, saya tidak pernah mengganggu segala kegiatan dan tindakanmu. Kenapa menahanku? protes Kompol Sunandar dengan keras.
"Saya tidak pernah menyuruhmu diam saat melihat tindakan yang mungkin melanggar hukum" ujar Mike. "Tapi sekarang kita kembali ke 10 tahun yang lalu dimana salah satu anggota kepolisian meningal karena mengusut kasus kecelakaan seorang pengusaha yang bernama Alex Gautama" lanjutnya.
"Bawa dia masuk" teriak Mike kepada anggotanya.
Dua orang anggota the Hunters membawa Albert Sanjaya yang kini seperti tidak terurus, wajah ditumbuhi bulu-bulu yang lebat dan badan yang kurus seperti kurang gizi.
__ADS_1
Albert bergabung dengan mereka berdua. "hei Sunandar dan kau Kevin. kalian ingat siapa yang ada disampingmu itu?" bentaknya lagi.
"Ah kak Mike, kamu tidak merawatnya dengan baik sehingga dia tidak dikenali oleh sahabatnya dalam kejahatan. lihat saja badannya kurus kering begitu." ucap Alexa datar.
"Saya takut dia nanti obesitas karena hanya makan tidur saja. Jadi jatah makan dikurangi" ucap Mike.
"Kak, Dia tidak mandi juga?
"Saya takut nanti pembayaran air membengkak jadi hanya 2 kali seminggu mandinya" jawab Mike.
"Jangan terlalu pelit lah, biarkan dia mandi 3x seminggu. Kalau makan terserah kakak saja" sahut Alexa. "Hei orang tua. Kalian ingat kasus Alex Gautama? Dan pembunuhan penyidik kepolisian yang menyelidiki kasus itu? " tanya Alexa dengan nada dingin. Kompol Sunandar dan pengacara Kevin hanya diam tidak berani menjawab pertanyaan itu. badannya terasa gemetar dan lumpuh karena takut.
"Baiklah mungkin kalian bertanya-tanya kenapa saya tau kasus itu dan apa hubungannya dengan saya" Alexa menjeda ucapannya "Perkenalkan saya Alexa Gautama putri tunggal Alex Gautama yang kalian bunuh 10 tahun yang lalu. Setelah menerima pembayaran kalian membeli saham salah satu perusahaan agar tidak terendus bukti kejahatannya. Tapi sampai dimana kalian akan bersembunyi, andaikan kalian legowo menerima vonis jaksa terkait kasus pencucian uang saya juga tidak akan melakukan hal seperti ini." Alexa kembali menjeda "Sebagai gantinya kalian akan dijatuhi vonis hukuman seumur hidup dan tidak mendapat izin untuk bertemu keluarga" lanjutnya.
"Ampuni saya, tolong jangan hukum seperti ini. kami akan menyerahkan diri ke kantor polisi dan mengaku"
"TERLAMBAT" teriak Alexa dengan keras "Hukuman sudah diputuskan dan tak dapat lagi diubah"
"Ah ada satu cara agar kalian bebas dari hukuman, dimana Richard Welton berada sekarang?" tanya Alexa.
"Kami tidak tau dimana sekarang tapi menurut informasi dia selalu keliling beberapa negara" jawab Kompol Sunandar.
"Kak Mike, Bawa mereka kepenjara bawah tanah. Biarkan mereka melihat matahari 1 kali dalam sebulan" sita semua kekayaannya dan miskinkan keluarganya" ucap Alexa lalu meninggalkan ruangan itu.
"Nona jangan miskinkan keluarga kami, ampuni kami" teriak keduanya.
Alexa berjalan keluar tanpa menghiraukan panggilan Kevin yang terus minta ampun.
"Tidak usah berteriak, terima nasib saja" ucap Albert Sanjaya. "Aku sudah bangkrut dan tambah dimiskinkan lagi" ucapnya kemudian.
Mereka kemudian melirik kearah Albert. "Kamu pasti yang buka mulut?"
"Tentu saja, masa aku disiksa sendiri sementara teman-teman hidup enak diluar tanpa mau membantu" jawab Albert.
"Hei sudah diskusinya, Kalian bawa mereka kepenjara. Pisahkan selnya nanti mereka berkelahi lagi" perintah Mike kepada anggotanya.
Mereka akhirnya diseret ke penjara bawah tanah yang memang disiapkan untuk pelaku pembunuh orangtuanya dan penghianat organisasi. Semua anggota the Hunters tau jika sudah masuk kedalam penjara bawah tanah maka jangan harap bisa keluar dari sana dalam keadaan baik-baik saja.
To Be Continued
__ADS_1