Dendam Alexa

Dendam Alexa
Alexa Kembali


__ADS_3

Malam baru menyapa ketika Pesawat pribadi yang ditumpangi oleh Alexa mendarat dengan selamat di bandara internasional kota J. Mereka disambut langsung oleh Mike dan anggota The Hunters.


Alexa turun dari pesawat diikuti oleh 8 orang anggotanya termasuk Lukman dan Andika. 4 orang anggotanya terpaksa harus tinggal di kota M untuk melatih keamanan rumah sakit. Alexa tidak mau kejadian sebelumnya kembali terjadi.


"Selamat datang kembali Bos" Sapa Mike dan anggotanya menyambut kedatangan Alexa.


"Baiklah, hari ini saya lelah sekali, langsung ke rumah saja kak" ucap Alexa sambil beranjak menuju mobil yang disiapkan untuk mengantarnya.


Mike mengikuti Alexa masuk kedalam mobil sementara Andika menunggu kendaraan mereka diturunkan dari pesawat.


"Kak, sepertinya kita harus segera bertindak, Bajingan itu mulai bergerak mengganggu ketenanganku"


"Jadi apa yang terjadi di rumah sakit ada hubungannya dengan pria itu?"


"Cara yang digunakan masih sama waktu kecelakaan orang tuaku. Membayar harga tinggi dan memberikan perintah lewat panggilan private number" jawab Alexa.


"Langkah apa yang selanjutnya kita ambil"


"Perintahkan Lukman untuk menggangu perusahaan RCD. buat sahamnya anjlok dan tahan diposisi terendah. Masukkan anggota kedalam perusahaan untuk mengacak acak dari dalam"


Mobil yang ditumpangi oleh Alexa memasuki pekarangan rumah milik Alexa. "Saya tunggu informasi selanjutnya" ucap Alexa kemudian turun dari mobil dan melangkah masuk kedalam rumah.


"Kakak" pekik Annisa melihat Alexa berjalan memasuki rumah. Dia kemudian berlari memeluk tubuh Alexa.


"Seperti anak kecil saja" ejek Alexa sambil membalas pelukan Annisa.


"Kakak seperti lupa dengan aku, beberapa hari disana tidak satukalipun menghubungi aku" Rengek Annisa sambil mengeratkan pelukannya.


"Biarkan kakakmu istirahat dulu, dia pasti lelah setelah perjalanan jauh" tegur ibu Rani yang melihat kelakuan anaknya.


Annisa kemudian melepaskan pelukannya. Alexa kemudian mencium tangan ibu Rani kemudian memeluknya. "Aku mandi dulu, nanti kita makan malam bersama" ucapnya lalu berjalan menuju kamarnya.


Setelah membersihkan tubuh dan berganti pakaian, Alexa keluar dari kamar dan berjalan menuju ruang makan. tampak disana sudah menunggu kedatangan Alexa.


Mereka makan dengan tenang, setelah makan mereka berkumpul di ruang keluarga. Annisa mulai menanyakan tentang pekerjaan Alexa dikota M dan hanya dijawab singkat. Dia tidak menceritakan tentang penyerangan markas Black Cobra, dia hanya menceritakan tentang kegiatan dirumah sakit.


Karena sudah larut malam akhirnya mereka beranjak menuju kamar masing-masing untuk beristirahat.


Pagi hari dikediaman Alexa masih seperti biasa, Annisa akan berlatih sampai jam 6 pagi bersama Alice sementara Alexa hanya berolahraga kecil di ruang olahraga miliknya. Setelah selesai membersihkan diri mereka berkumpul di ruang makan untuk sarapan pagi bersama.


"Kakak, aku duluan" ucap Annisa pamit untuk berangkat ke sekolah kemudian mencium pipi Alexa dan ibunya diikuti oleh Alice yang mencium tangan keduanya.

__ADS_1


Annisa kini telah sampai di sekolah. Dia dan Alice berjalan menuju ruang kelasnya, dikoridor dia bertemu dengan Arini. Mereka bertiga berjalan beriringan menuju kelasnya.


Sampai di kelas tampak berbeda dari biasanya. "Ada apa ramai-ramai?" tanya Annisa kepada teman kelasnya yang lain.


"Tadi ada siswa pindahan ganteng banget kayak artis Korea" ucap Temannya sambil tersenyum penuh arti.


"Ow kirain apa" Ucapnya lalu melangkah menuju tempat duduknya.


"Kamu gak penasaran Nis?" tanya Arini.


Annisa dan Alice menengok kearah Arini kemudian tertawa.


"Arini, kami itu udah bosen dikelilingi cowok cakep. dirumah ada kak Agham yang ganteng" Sahut Annisa. "Lo belum ketemu sama temen temennya Alice, kak Lukman, kak Andika yang perutnya kayak roti sobek. Asisten kak Alexa yang super hot." Ucapnya sambil tersenyum-senyum.


"Kalian udah bosen nah gue belum pernah liat" ucap Arini cemberut.


"Gak usah pikirin cowok, sekarang yang perlu kita pikirkan adalah belajar dan belajar" ucap Annisa sembari menepuk pundak Arini.


Bel tanda pelajaran akan dimulai, wali kelas datang diikuti seorang cowok tampan dan berbadan atletis yang sepertinya siswa baru.


"Perhatian semua, hari ini kita kedatangan siswa pindahan dari kota A. Dia akan belajar bersama kalian mulai sekarang. silahkan perkenalkan diri"


"Salam kenal juga ganteng, saya ayu"


"Uuuuu......" Suara teman-temannya menyoraki.


"Sudah, sudah. Kamu duduk di kursi kosong yang ada di belakang" ucap wali kelasnya.


Para siswi melirik kearah Diaz yang berjalan menuju kursi kosong dibelakang, hanya 3 orang siswi yang tidak tertarik dengan kedatangan Diaz yaitu Annisa, Alice dan Arini.


Setelah wali kelas meninggalkan kelas, masuklah guru mata pelajaran dan memulai pelajaran. Mereka dengan serius mendengarkan penjelasan guru yang berdiri di depan kelas. Diaz mulai penasaran dengan sosok ketiga cewek yang biasa saja dan tidak seperti yang lain seperti terpesona dengan ketampanan yang dimilikinya.


Setelah mengikuti 2 mata pelajaran mereka bertiga berjalan menuju kantin sekolah karena sudah waktunya istirahat.


Diaz yang penasaran dengan ketiga teman sekelasnya itu bertanya kepada teman sebangkunya. temannya itu menceritakan siapa Annisa dan kedua sahabatnya itu.


Sementara ketiga sahabat itu sedang duduk menikmati hidangan makan siang dikantin. Sedang asyik mengobrol muncul Diaz mendekati mereka.


"Boleh duduk disini?"


"Disana masih ada kursi kosong" seru Alice yang menatap curiga kepada Diaz.

__ADS_1


"Tapi kan masih ada kursi kosong"


"Silahkan tapi ubah dulu jenis kelaminmu atau pakai rok biar bisa gabung bersama kami" kali ini Arini Nyamber dengan omongan pedes.


"Maaf mengganggu kalau begitu" Ucap Diaz kaki meninggalkan mereka bertiga.


"Al, coba cari tahu siapa dia" bisik Annisa kepada Alice yang duduk di sampingnya. Alice pun mengirimkan pesan kepada Lukman untuk mencari tau siapa sebenarnya Diaz dan kenapa seperti mau mendekati mereka.


Tak lama Lukman mengirimkan pesan lewat email tentang data dari Diaz. Alice hanya mengerutkan keningnya membaca data-data itu.


"Bagaimana?" tanya Annisa.


"Hanya siswa biasa dari keluarga menengah di kota A. mereka pindah karena Ayahnya dipindahkan ke kota J. Ayahnya Bekerja di bawah naungan Hotel Illuminati."


"Ow berarti dia anak manajer keuangan Reza Kurniawan yang baru dipindahkan? kenapa baru masuk sekolah padahal sudah 2 minggu ayahnya bertugas?"


"Ya pastinya karena mengurus kepindahan sekolah butuh waktu dibandingkan dengan ayahnya yang bisa langsung datang"


"Kalian lagi bicarakan apa sih? bisik-bisik gitu?" tanya Arini yang penasaran dengan kedua sahabatnya itu.


"Ah enggak, hanya masalah pekerjaan saja" jawab Annisa singkat. "Arini, gimana bokap Lo? dia diterima kerja di sana?" Annisa mengalihkan pembicaraan agar temannya itu tidak banyak bertanya.


"Iya, dia keterima kerja di sana, bokap gue seneng banget" Jawab Arini.


"Bagus lah, semoga bokap Lo betah kerja di sana."


"Gimana gak betah, gajinya lumayan dan dapat uang transportasi dari perusahaan. Makasih ya Nis, udah bantuin keluarga gue" jawab Arini.


"Santai, kita kan best friend jadi harus saling membantu" jawab Annisa.


Mereka bertiga kembali ke kelas karena sebentar lagi bel tanda masuk pelajaran berbunyi.


To Be Continued.


🎉Hai readers..🎉


Bagaimana dengan puasanya? semoga masih belum ada yang bolong.


Untuk mendukung author dalam menulis novel jangan lupa Vote, like'dan Komentar ya.


Terima kasih dan selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan

__ADS_1


__ADS_2