Dendam Alexa

Dendam Alexa
Menyerang Markas Gangster part 2


__ADS_3

Anggota black panther yang tengah frustasi karena sebagian anggotanya disandera dilokasi proyek terkejut dengan kedatangan tamu tak diundang dengan senjata lengkap.


"Hei. Siapa kalian yang berani cari mati dengan mendatangi markas kami" pekik anggota black panther.


"Menyerahkan sebelum kami yang memaksa kalian menyerah" teriakan Mike menggelegar didalam markas black panther.


"Tidak ada kata menyerah dalam kamus kami" jawab salah satu anggota black panther. "Serang mereka" perintahnya kemudian.


Anggota The Hunters yang sudah siap langsung memberondong mereka dengan tembakan yang diarahkan ke kaki mereka semua.


"Bagaimana masih belum mau menyerah" sahut Alexa tegas.


"Hahaha. Beraninya dengan senjata, lawan saya dengan tangan kosong"


"Kak Mike, orang ini bagianku. Jangan ada yang maju." sahut Alexa memerintahkan mereka tetap ditempatnya masing-masing.


Alexa maju kedepan pria tersebut. Pria itu langsung menyerang dengan pukulan bertubi-tubi. Alexa hanya menangkis serangan sambil menunggu lawannya kelelahan. Setelah melihat lawannya mulai kewalahan dia melancarkan beberapa pukulan dan tendangan yang membuat pria itu jatuh menghantam lantai.


Alexa langsung mengunci pergerakan pria Itu "Dimana Lingga berada?


"Hei cewek brengsek. lepasin gue"


"Jawab Dimana Lingga berada? teriak Alexa sambari mengeratkan kunciannya yang membuat Pria itu memekik kesakitan.


"Akhhh. Di-dia berada di rumahnya" jawab pria itu.


"Antarkan saya kesana sekarang" perintahnya lalu melepaskan kunciannya.


"Ikat mereka semua, Team 2 dan team 3 tetap disini menunggu team cadangan datang. serahkan mereka ke polisi. Kak Mike beserta Team 1 dan team 4 ikut saya. Bawa dia untuk menunjukkan jalan kerumah bosnya"


Mereka kemudian bergerak menuju rumah pimpinan gangster Black panther. Rumah pimpinan mereka dijaga dengan ketat oleh anggotanya. Team 4 langsung mengambil posisi tembak. Dengan keahlian khusus yang mereka miliki, tidak butuh waktu lama untuk melumpuhkan seluruh penjaga rumah itu.


Alexa dan Mike diikuti beberapa anggotanya langsung bergerak memasuki rumah yang lumayan besar itu.


Setelah sampai di depan pintu Mike langsung membuka pintu lalu bergegas masuk kedalam rumah membuat penghuni rumah ketakutan karena kedatangan mereka dengan senjata lengkap.


Alexa langsung duduk di sofa ruang tamu "Seret lingga kehadapanku sekarang" perintahnya. Mike dan anggotanya menyisir seluruh ruangan dirumah itu. Tak lama muncullah Mike dengan membawa lingga yang sudah babak belur beserta istri dan anak-anaknya.

__ADS_1


"Lingga Raksa. Kamu punya nyali juga ya mengganggu proyekku" ucap Alexa dingin.


"Siapa kau? Apa maumu? Kenapa menyerang rumahku? tanya lingga.


"Perkenalkan Saya Alexa Gautama CEO AG Group serta pimpinan The Hunters." ucap Alexa datar dan tatapan dingin.


"Saya tidak pernah mengganggu AG Group" elak Lingga.


"Terus siapa lagi kalau bukan kamu yang menyandera pekerja di proyek Royal Garden Apartemen?" bentak Alexa.


"Saya hanya dibayar untuk menyandera mereka"


"Siapa yang membayarmu?" tanya Alexa lagi.


"Saya tidak tahu, kami hanya diperintahkan oleh Pak Imawan untuk mengehentikan proyek pembangunan apartemen itu. Katanya kami sudah dibayar mahal untuk itu." jawab Lingga.


"Nona Ampunilah suami saya. Jangan bunuh dia, kasian anak-anak kami masih kecil" pinta istri Lingga sambil berlutut.


"Bangunlah nyonya, Saya tidak akan membunuhnya, hanya saja dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di depan hukum karena ini negara hukum" jawab Alexa.


"Tobat lah kau. Jalan yang kau ambil sangat meresahkan bagi rakyat kecil. Bawa dia dan anggotanya kekantor polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya" perintah Alexa.


"Maaf nyonya, dia harus bertanggung jawab atas segala kerugian yang saya alami. Masih beruntung saya tidak mengirimnya untuk diasingkan" sahut Alexa dingin.


"Tapi nona, Apa tidak ada jalan lain selain membawanya kekantor polisi?


"Ada. Dia harus mengganti kerugian 5 milliar atas berhentinya proyek pembangunan apartemen" jawab Alexa membuat mereka terdiam, dari mana mereka bisa mendapatkan uang sebanyak itu. "Tidak bisa kan? Ngapain kalian diam saja bawa dia kekantor polisi. Kak Mike dan Team 4 kita lanjut ke Rumah Imawan" perintahnya kemudian.


Team 1 langsung menyeret Lingga keluar dari rumahnya. istri dan anaknya hanya menangis melihat Lingga diseret.


Alexa kemudian berjalan meninggalkan istri dan anak lingga yang masih menangis diruang tamu.


Mereka bergerak menuju kediaman Imawan Hadinata anggota dewan politik kota B. Setelah tiba disana mereka langsung bergerak memasuki rumah yang dijaga polisi dan tentara.


Polisi dan tentara yang melihat Alexa bersama anggotanya dengan senjata lengkap langsung bersiap dan mengacung senjata api yang mereka bawa.


Salah seorang tentara yang melihat Mike langsung maju dan memberi Hormat. Polisi dan tentara yang lain heran dengan sikap temannya itu.

__ADS_1


"Ada apa yang membuat jenderal berkunjung kemari?" tanya tentara itu.


"Suruh temanmu menurunkan senjatanya sebelum saya yang menurunkan pangkatnya" bentak Mike.


"Hei Turunkan senjata kalian, berani sekali kalian mengacungkan senjata didepan Jendral Michael" perintah tentara itu kepada teman-temannya.


"Panggilkan Imawan kemari sekarang" perintah Mike yang membuat tentara itu langsung bergegas memanggil Imawan Hadinata anggota dewan politik.


Beberapa saat kemudian tentara itu keluar bersama seorang pria paruh baya dengan memakai pakaian Formal.


Baru akan bertanya sebuah tamparan keras langsung mendarat dipipinya yang membuat sudut bibirnya berdarah.


"Siapa kau sebenarnya? Berani sekali menamparku." pekik Imawan sembari memegang pipinya yang perih karena tamparan keras itu.


"Perkenalkan nama saya Jenderal purnawirawan Michael Kaimana Raihau." jawab Mike yang membuat Imawan Hadinata langsung gemetaran karena Mike sangat terkenal akan sepak terjangnya.


"Maaf tuan Mike, Atas sambutan yang kurang menyenangkan. Mari silahkan masuk" ucap Imawan Hadinata.


"Tidak perlu, Kakiku terlalu bersih untuk menginjak rumah dari hasil korupsi"


"Maaf sebelumnya, apa yang membuat anda sampai berkunjung ke rumah saya"


"Dimana Richard Welton berada?" tanya Alexa datar.


"Hei gadis kecil, Siapa kamu berani bertanya begitu? bentak Imawan. Mike kembali melayangkan pukulan diwajah Imawan yang membuatnya jatuh tersungkur di tanah.


"Berani sekali kamu membentak Bos Alexa" Ucap Mike yang disusul dengan tendangan keras yang kembali mendarat diperutnya. Imawan memuntahkan darah segar setelah mendapat tendangan keras dari Mike.


"Kak Mike. Sudah nanti dia bisa mati" ucap Alexa datar. Alexa berjongkok di samping Imawan lalu menarik dagunya "Dimana Richard Welton berada? tanya Alexa dengan penuh penekanan dan terdengar menakutkan.


"Saya tidak tau, dia hanya menghubungi saya dengan memakai nomer private" jawab Imawan Hadinata.


Alexa melayangkan pukulan diwajah Imawan Hadinata yang membuatnya langsung pingsan. Dia kemudian berbalik kearah Mike "Dia tidak berguna lagi, perintahkan Lukman mempublikasikan bukti korupsi dan kejahatan Imawan. Biar dia langsung ditangani oleh pihak kepolisian. Hei kau bawa tuanku kerumah sakit sebelum dia meninggal" Perintah Alexa dengan tegas membuat penjaga langsung bergegas mengangkat tubuh Imawan Hadinata yang masih belum sadarkan diri.


"Ayo kita kembali ke Hotel. Perintahkan Anggota untuk kembali ke hotel jika telah melaksanakan tugasnya serta perintahkan anggota cadangan untuk menjaga proyek" perintah Alexa kepada Mike.


"Siap melaksanakan perintah Nona" jawab Mike.

__ADS_1


Mereka kemudian berangkat menuju hotel untuk beristirahat. Karena Sore hari akan kembali ke kota J.


To Be Continued


__ADS_2