
Alexa bersama Mike dan anggotanya dalam perjalanan menuju kota J. Mereka memacu kendaraan masing-masing dengan kecepatan tinggi membelah jalanan.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 3 jam Alexa sampai didepan pintu gerbang kediamannya dikawal oleh Mike dan anggotanya.
"Kak Mike langsung kemarkas saja untuk istirahat, Jangan lupa perintahkan Lukman untuk mempublikasikan segala bukti kejahatan anggota dewan itu" perintah Alexa.
"Baik Nona, Kami permisi" ucap Mike meninggalkan halaman kediaman Alexa.
Alexa masuk kedalam rumah dan disambut oleh Annisa yang sejak tadi menunggunya dengan gelisah. Ketika melihat Alexa dia langsung berlari memeluknya dengan erat.
"Kakak kenapa lama sekali" ucap Annisa.
"Kamu kenapa? Kakak kan sudah bilang akan pulang hari ini" sahut Alexa membalas pelukan Annisa.
"Kakak lama sekali, takut nanti terjadi apa-apa sama kakak" ucap Annisa.
"Sudah-sudah. Kakak kan sudah datang" ujar Alexa melepas pelukannya.
"Kakak gak balas pesan yang kukirim"
"Maaf kakak kan sibuk ngurusin proyek disana. Kakak Istirahat dulu, nanti kita ngobrol lagi"
"Ya sudah kakak istirahat dulu nanti makan malam aku antar ke kamar" ucap Annisa. Alexa kemudian berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.
Annisa kembali duduk di sofa ruang keluarga sambil menonton film yang disiarkan di televisi. Alice yang baru datang dari dapur membawa dua gelas minuman dingin di tangannya. Dia kemudian menyodorkan minuman dingin kepada Annisa.
"Serius amat nonton tv nya? tegur Alice yang melihat Annisa serius menonton TV sampai tidak menyadari bahwa sedari tadi menyodorkan minuman ditangannya.
"Eh, maaf" ucap Annisa seraya meraih minuman ditangan Alice. "Gue lagi mikir tentang masalah yang dihapi oleh kak Alexa"
"Permasalahan orang dewasa gak perlu kita ikut terlibat, Permasalahan kita saja belum tentu kita mampu untuk menyelesaikannya apalagi permasalahan mereka. Kita hanya perlu belajar yang giat untuk menunjukkan bahwa kita mampu berprestasi" ucap Alice menasihati.
"Tapi kasian kak Alexa"
"Makanya jangan tambah beban pikirannya dengan kamu melibatkan diri dalam permasalahan yang sedang dihadapinya"
"Baiklah, Tolong minta mbak Yuni siapkan makan malam nanti gue anterin ke kamarnya kak Alexa." sahut Annisa.
Dia kemudian melanjutkan menonton film di TV sementara Alice berjalan menuju dapur untuk meminta mbak Yuni menyiapkan makan malam Alexa.
__ADS_1
Pagi hari dikediaman Alexa seperti biasa diwarnai dengan suara teriakan Annisa yang menyapa Alexa.
"Pagi kakak" Teriaknya.
"Pagi, sarapan sana jangan sampai terlambat ke sekolah" ucap Alexa.
"Kakak gak ngantor? Tanya Annisa yang melihat Alexa masih menggunakan baju tidurnya.
"Nanti siang baru kekantor, Pagi ini mau kerumah paman Hendro. Mau lihat bagaimana keadaannya" jawab Alexa.
Setelah menghabiskan sarapan paginya Annisa dan Alice pamit untuk pergi ke sekolah sementara Alexa pergi ke kamarnya untuk bersiap-siap berangkat ke rumah pak Hendro.
Kini dia sudah berada di atas motor sportnya yang melaju menuju kediaman keluarga Pak Hendro. Rumah keluarga pak Hendro tidak terlalu jauh hanya butuh waktu 15 menit berkendara dari rumah Alexa. Setelah tiba disana dia disambut oleh penjaga yang langsung membukakan pintu pagar.
"Pagi bos" sapa penjaga yang membukakan pintu pagar.
Alexa hanya mengangguk lalu melajukan motornya ke depan teras rumah tersebut. Setelah turun dari motor dia berjalan menuju pintu rumah, pelayan langsung membuka pintu setelah mendengar suara Bell berbunyi.
"Paman Hendro dimana?" tanya Alexa.
"Mereka ada diruang keluarga nona" jawab Pelayan itu.
"Antar saya kesana" ucapnya.
"Lexa, masuk sini" sahut Tante Rini yang melihat Alexa. "Bagaimana kabar? Kenapa baru datang?" mereka saling berpelukan.
"Alexa kan sibuk ma apalagi papa tidak bisa kekantor lagi" bela pak Hendro.
Alexa kemudian duduk di samping Tante Rini "Bagaimana kabar om? Udah baikan?
"Udah mendingan, menurut pemeriksaan dokter tulangnya sudah mulai menyatu cuma belum bisa dipakai untuk berjalan" jawab Pak Hendro. "Bagaimana permasalahan di kota B?" tanyanya kemudian.
"Sudah beres, proyek sudah berjalan normal kembali" jawab Alexa.
"Baguslah jika sudah normal kembali, Paman minta maaf jika belum bisa membantu meringankan pekerjaanmu"
"Sudahlah paman. Paman manfaatkan waktu istirahatnya dengan berkumpul bersama keluarga, selama ini paman telah bekerja keras" ucap Alexa.
"Putri kesayangan paman kemana?
"Dia jam segini sudah berada di kampusnya. Anak itu lebih banyak waktunya diluar dari pada dirumah" keluh Tante Rini.
__ADS_1
"Namanya juga calon dokter Tante, Biarkan saja dia sibuk dengan urusan kuliahnya. Kapan dia lulus Tante?"
"katanya sih semester depan sudah wisuda, Setelah itu dia mau Coas di Rumah sakit" jawab Tante Rini.
"Sudah dipastikan penempatan di mana Tante?
"Katanya sih di Gautama hospital tapi keputusan belum final"
"Ma siapin minum dong, masa tamu dianggurin begitu" tegur pak Hendro.
"Gak usah repot-repot Tante, nanti kalau haus aku ambil sendiri" sahut Alexa
"Maaf Tante lupa saking senangnya kamu datang" ucap Tante Rini kemudian berjalan menuju dapur.
"Bagaimana penyelidikan tentang Richard Welton. Apa betul masalah di kota B itu ada hubungannya dengan Richard?
"Sampai saat ini keberadaan Richard masih kabur dan permasalahan di kota B memang ada hubungannya dengan Richard. Dan info yang sudah aku dapat ternyata Richard masih ada hubungan keluarga dengan kakekku" jawab Alexa.
"Tunggu sepertinya sepertinya saya ingat sesuatu. Ayahmu pernah membicarakan tentang saudara tiri kakekmu yang menghilang karena tidak diakui sebab ibunya hanya seorang pelayan bar"
"Paman kenapa tidak pernah cerita soal ini?"
"Paman lupa karena sudah lama mendengarnya dari ayahmu dan waktu itu juga kamu belum lahir" jawab pak Hendro.
"Kalian lagi bahas apa sih? sepertinya serius sekali." tanya Tante Rini yang baru datang sambil membawa minuman dan makanan ringan.
"Masalah perusahaan, Alexa mengakusisi perusahaan besar Angkasa Group" jawab pak Hendro.
"Jadi yang menyelamatkan perusahaan itu dari kebangkrutan kamu toh? Pintar betul jika menyangkut bisnis" puji Tante Rini.
"Rencananya Putri yang akan diangkat menjadi CEO Angkasa Group menggantikan CEO lama yang tidak becus mengurus perusahaan" sahut Alexa.
"Terus siapa yang bantu kamu nanti diperusahaan jika Putri kamu angkat menjadi CEO?" tanya Pak Hendro.
"Saya sudah mengangkat asisten pribadi dan menambah sekertaris baru 3 orang untuk membantu mbak Desi yang mulai kewalahan" jawab Alexa.
"Siapa?
"Anggota the Hunters, kemarin sudah mulai bertugas di perusahaan bersama ketiga sekertaris baru. Paman sekarang fokus pada pemulihan saja jangan memikirkan perusahaan lagi. Apapun masalahnya akan saya selesaikan dengan cepat" jawab Alexa.
"Betul kata Alexa, papa itu fokus saja pada kesehatan agar bisa kembali bekerja, jangan ngeyel kalau diingatkan. Tante sampai pusing mengingatkan terus" keluh Tante Rini.
__ADS_1
Obrolan terus berlanjut, Alexa sangat dekat dengan keluarga pak Hendro karena sejak kecil sudah dianggap anak oleh Tante Rini apalagi anak gadisnya hanya lebih tua 2 tahun dari Alexa sehingga mereka sering bermain bersama.
To Be Continued