
Sesampainya di ruangan tampak semua temannya menatap tajam kearahnya, Dengan langkah gontai dia mengacuhkan semua tatapan itu dan mendekati meja kerjanya.
"Gam Lo kenapa? Lo dipecat?" tanya Anya.
"Sepertinya dia ada masalah lagi dengan CEO, makannya jadi cowok jangan kecakepan. sok mendekati CEO gini kan jadinya" omel Ayu yang sejak tadi ikut memperhatikan.
"Agham, kamu keruanganku sekarang" panggil manager Ivan.
Agham kemudian beranjak dari tempat duduknya menuju ruangan manager Ivan.
"Duduk" ucap Ivan. Agham kemudian duduk dikursi depan meja kerja manager Ivan.
"Lo ada masalah apa lagi? Dalam sebulan lo sudah 2 kali dipanggil ke lantai 30. lo tau, lo adalah staff yang memecahkan rekor dipanggil menghadap 2 kali dalam sebulan" sahut Ivan.
"Gue diminta oleh CEO untuk mengundurkan diri dari perusahaan" Ucap Agham.
"Maksudnya?" tanya Ivan heran.
"Gue minta pendapat Lo sebagai sahabat gue, menurut Lo apa gue tetap disini atau mengundurkan diri dari perusahaan ini? Gue ditawarkan menjadi GM Hotel untuk merombak total management serta mengangkat kembali hotel dari keterpurukan. menurut Lo gue mampu gak? tanya Agham kepada Ivan.
"Gham Jujur nih, Lo punya kualitas untuk menjadi lebih baik, andaikata waktu pengangkatan gue jadi manager itu dipilih oleh staf gue pilih elo karena Lo lebih pintar dari gue. hanya saja Lo terlalu terpaku pada zona nyaman Lo di bagian staff. menurut gue, ambil kesempatan ini, buktikan kalau Lo bukan cowok pecicilan yang hanya modal tampang doang" saran dari Ivan.
"Tapi gue minta Lo rahasiakan dari teman-teman. kalau gue udah yakin dan menyerahkan surat pengunduran diri lo bilang aja Agham disuruh milih dipecat atau mengundurkan diri kalau ada yang nanya. Biarkan mereka mengira gue sukses diluar bukan karena Alexa. Gue percaya sama lo" ucap Agham.
"Tenang saja, Alexa ingin kamu bisa berdiri disampingnya tanpa cibiran dari orang lain" ucap Ivan. Ivan memang mengetahui tentang kedekatan antara Agham dan Alexa karena hanya Ivan yang selalu jadi teman curhat Agham dari dulu.
"Gue keluar dulu, masih banyak yang harus gue selesaikan" ucap Agham pamit. Ivan hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya itu.
Agham kembali ke mejanya dan melanjutkan pekerjaannya. Tampak Rudi mendekatinya, sebagai asisten manager dia ingin tahu masalah yang dihadapi oleh stafnya itu.
"Gham Lo kenapa?" tanya Rudi.
"Gak apa-apa, nanti kalian juga bakalan tau. Direksi belum memutuskan untuk hukuman apa tapi berharap yang terbaik saja" ucapnya.
__ADS_1
"Sabar bro, kami akan bantu sebisanya. Bagaimana dengan manager apa dia mau bantu?" tanya Rudi.
"Dia akan bantu sebisanya" ucap Agham
"Maaf kawan, gue terpaksa gak jujur sama kalian, demi masa depan gue" ucapnya dalam hati.
Agham memarkirkan motornya dihalaman rumah, tampak sebuah mobil sedan mewah terparkir di sana. Setelah memperhatikan mobil tersebut dia melangkahkan kakinya memasuki rumah. setelah membuka pintu, terdengar suara adiknya yang sedang berbincang dengan ibunya diruang makan.
Setelah mengucapkan salam dia duduk dikursi ruang tamu sambil membuka sepatunya. Muncul ibu dan adiknya ditemani oleh Alice dari arah ruang makan.
"Kakak udah pulang" sapa Annisa lalu mencium tangan kakaknya itu.
"Kamu kenapa kok lesu begitu? Banyak kerjaan dikantor?" tanya ibunya yang melihat anaknya seperti sedang mengalami masalah.
"Bu, Nisa duduk dulu aku mau bicara" ucapnya. Annisa dan ibunya kemudian duduk dikursi kosong sementara Alice memilih masuk kedalam kamar Annisa.
"Begini, Alexa meminta aku untuk mengundurkan diri dari perusahaan" ucap Agham.
"Kamu buat salah apa lagi nak? ibu kan sudah bilang jangan macam-macam, kerja yang benar" potong ibunya yang kaget mendengar ucapan Agham.
"Sabar dong, aku belum selesai bicara. jangan dipotong dulu" protes Agham kepada ibunya dan adiknya yang langsung memotong pembicaraan.
"Ya sudah lanjut" sahut ibunya.
Agham menarik nafas dalam-dalam dan mengembuskannya. "Begini, Alexa meminta aku untuk mengundurkan diri dari perusahaan dan menyuruhku untuk menjabat GM Hotel Illuminati mendampingi Annisa yang akan diangkat menjadi CEO hotel itu. Nah menurut ibu dan Nisa bagaimana?" tanya Agham.
"Kalau menurutku sih bagus juga karena GM yang kutemui kemarin itu sepertinya orang yang serakah dan rencananya memang akan aku ganti jika sudah menjabat sebagai CEO" ucap Nisa.
"Kalau menurut ibu, Nona Alexa mungkin melihat potensi yang kamu miliki sehingga dia mampu percaya dan yakin kamu bisa memangku jabatan yang tinggi disana. Dan kamu juga bisa melindungi adikmu dan bisa membantunya karena gak mungkin adikmu setiap hari berada di hotel sementara dia masih sekolah" ucap ibunya panjang lebar.
"Jadi menurut kalian aku harus terima permintaan dari Alexa?" tanya Agham yang dibalas anggukan kepala oleh ibu dan adiknya.
"Kamu sendiri kenapa mau menjabat sebagai CEO hotel Illuminati? bukankah kamu itu sibuk dengan kegiatan sekolah" tanya Agham kepada Annisa...
__ADS_1
"Karena ingin menjadi seperti kak Alexa, masih muda sudah sukses membangun perusahaan sampai sebesar ini. Cabangnya ada dimana-mana sampai diluar negeri pun ada. Makanya ketika dia meminta aku menjadi CEO aku menyanggupi" jawab Annisa.
"Bagaimana dengan sekolahmu?" tanya Agham.
"Sekolah tetap jalan, Disana nanti ada sekertaris dan asisten yang akan mewakili aku jika tidak berada disana" ucap Annisa.
"Tapi tugasmu berat loh, Hotel Illuminati adalah hotel yang hampir bangkrut, dengan total utang triliunan rupiah, kakak tahu karena kakak yang memeriksa keuangan hotel itu sebelum dibeli oleh nona Alexa atas namamu" sahut Agham.
"Berat tidaknya harus dijalani. Kalau tidak mencoba kita tidak akan tau seperti apa nantinya. lagian tugas pertamaku bukan hanya mengangkat kembali hotel itu tapi merubah struktur pegawai yang ada didalam hotel termasuk yang ada di beberapa cabang" ucap Annisa.
"Baiklah kalau begitu besok saya akan menyerahkan surat pengunduran diri di perusahaan" ucap Agham.
Sementara itu di kediaman Alexa tampak dia sedang bersiap-siap untuk berangkat ke markas The Hunters karena mereka telah menangkap orang-orang yang mengikuti mobil yang ditumpangi oleh Anggota the Hunters yang menyamar menjadi Alexa..
Alexa memacu motornya dengan kecepatan tinggi diikuti oleh Andika dibelakangnya. setelah 45 menit mereka sampai di markas The Hunters.
"Selamat malam bos" sapa anggotanya.
"Selamat malam, dimana mereka?
"Diruang interogasi bos" Jawab anggota tersebut.
Alexa Langsung menuju ruangan tersebut, sampai disana dia melihat Mike masih menginterogasi mereka.
"Bagaimana kak? sudah ada info?" tanya Alexa.
"Mereka suruhan Erwin Angkasa" ucap Mike.
"Maksudnya? Kenapa dengan anak manja itu? apa tidak terima jika kita mengambil alih perusahaan orang tuanya?" seru Alexa.
"Sepertinya begitu, mereka hanya diperintahkan untuk mengawasi kegiatan kamu sehari-hari" ucap Mike.
"Baiklah, besok kita temui dia. Hubungi Asistennya katakan jika kita akan berkunjung" ucap Alexa.
__ADS_1
To Be Continued