Dendam Alexa

Dendam Alexa
Pindah Rumah


__ADS_3

Keesokan harinya mereka bersiap-siap untuk pindah rumah. Sebuah mobil boks telah berada di depan rumah siap mengangkut barang-barang yang akan dipindahkan.


Dibantu beberapa orang suruhan Alexa, mereka memasukkan barang-barang kedalam mobil boks. Setelah selesai Ibu Rani ikut dengan Annisa menaiki mobil yang dikemudikan oleh pak Udin sementara Agham mengendarai motor kesayangannya menuju rumah dinas yang diberikan oleh Alexa.


Setelah beberapa menit mereka sampai dirumah yang akan ditempati oleh Agham bersama ibunya. sebuah rumah mewah dua lantai. mereka disambut oleh para maid dan pekerjaan dirumah itu. Mereka kemudian berjalan memasuki rumah yang sudah dilengkapi dengan furnitur dan perabot lainnya.


"Kak, rumahnya besar dan nyaman" ucap Annisa sembari melangkah memasuki rumah.


"Iya rumahnya nyaman. apa ini betul rumah dinas" sahut ibu Rani.


"Selamat datang Tuan, Nyonya dan Nona. Perkenalkan saya Minah dan ini Yanti pembantu rumah tangga itu pak Maman sopir. pak Agus tukang kebun dan pak Asep penjaga rumah ini" Minah memperkenalkan mereka semua.


"Saya Rani dan ini kedua anak saya Agham dan Annisa. kalau itu Alice teman anak saya. kalian tidak usah panggil nyonya. panggil saya ibu Rani saja" Ucap ibu Rani.


"Baik Bu Rani." ucap mbak Minah lalu mereka ikut membantu memasukkan barang-barang bawaan mereka.


Alice berada di dapur sedang ngobrol dengan bik Yanti. mereka pernah bertemu dimarkas The Hunters.


"Ternyata kamu ikut nona Annisa?" tanya Yanti.


"saya ditugaskan khusus untuk menjaganya, itu mbak Minah anggota juga? kalau yang lain pernah ketemu tapi dia belum pernah" Tanya Alice.


"Dia baru ditarik dari tugasnya dan ditempatkan di sini. Dia termasuk angkatan pertama the Hunters." Jawab Yanti.


"Kalian membicarakan aku?" tanya Minah yang tiba-tiba muncul di dapur.


"Maaf senior tidak bermaksud untuk membicarakan tentang anda" ucap Alice tegas.


"Hahaha. santai, kita satu naungan organisasi. Panggil mbak Minah saja nanti mereka curiga kalau mendengar kamu manggil saya senior" ucap Minah kepada Alice.


"Sudah berapa lama ditugaskan di sini? tanya Alice..


"Kami sudah seminggu disini. kami diperintahkan untuk melayani Vip 4" jawab Yanti.


"Alice, Lo ternyata disini. Dari tadi gue nyariin" ucap Annisa yang muncul dari arah ruang makan "Kalian saling kenal?" tanyanya kemudian.


"Mereka anggota The Hunters" ucap Alice.


"Alice, kenapa kamu membocorkannya" tegur Minah.


"Dia adik angkat Bos, Wajar jika dia harus tahu senior" ucap Alice.


"Maaf nona, saya tidak mengenal anda dengan baik. Saya baru kembali dari misi khusus jadi belum sempat mengenal anda"


"Tidak apa-apa, santai saja. Kalian hanya perlu menjaga ibu dan kakakku saja karena aku tidak bisa menjaganya setiap saat" ucap Annisa sembari tersenyum. "Alice ayo kita pergi, kita harus menyiapkan pakaian kerja" ajaknya.


Setelah berpamitan dengan ibu dan kakaknya, Annisa dan Alice berangkat menuju mall diantar oleh pak Udin untuk berbelanja pakaian yang akan dipakai nanti.


****


"Halo" Alexa menjawab panggilan dari anggotanya.

__ADS_1


"Kami mendapatkan informasi dari anggota dinegara L. Richard Welton berada disana"


"Minta anggota untuk menyelidiki kegiatan dia disana? Beberapa hari yang lalu seorang pria bernama Richard Townsend mencoba untuk menawarkan investasi. dia berasal dari negara L. Cari tahu apa mereka berhubungan"


"Apa perlu kita menangkap dia sekarang?"


"Jangan gegabah, dia pasti dalam perlindungan sehingga berani muncul terang-terangan. kerjakan saja apa yang aku perintahkan. Dia sedang berada di luar wilayah kendali kita. dengan menangkapnya sekarang bisa mempengaruhi hubungan dengan negara L"


"Baik bos"


Alexa menerima laporan dari anggotanya yang ditempatkan untuk memata-matai keberadaan Richard Welton. Dengan munculnya dia dinegara tersebut memudahkan Alexa mengawasi pergerakan Richard Welton.


Alexa sengaja menyebar mata-matanya untuk mencari keberadaan Richard Welton. Sekar dia perlu memikirkan bagaimana cara agar Richard bisa kembali ke negara I agar memudahkan dia menangkapnya.


Alexa kemudian beranjak dari ruang kerjanya menuju ruang keluarga, dia kemudian menonton acara berita di Televisi.


Suasana sepi sangat terasa ketika kedua gadis kecilnya tidak ada dirumah. Inilah alasan mengapa dia tidak membiarkan Annisa kembali tinggal bersama Agham karena sudah terbiasa dengan kebisingan yang dibuat oleh kedua gadis itu.


Terdengar langkah kaki memasuki rumah mendekati ruang keluarga. Alexa menengok dan melihat Putri berjalan kearahnya.


"Lex, Lo sendirian saja? kemana dua gadis itu?" tanya Putri setelah duduk disampingnya.


"Membantu keluarganya pindah rumah." jawabnya datar tanpa mengalihkan pandangan dari televisi.


"Lo kenapa?" tanya Putri.


"Gue ngerasa sepi aja gak ada mereka."


"Bentar lagi mereka juga pulang. mereka gak selamanya tinggal disana" seru Putri.. "Kenapa Lo nolak investasi yang ditawarkan oleh Richard Townsend?" tanya Putri.


"Oh begitu. Annisa sekarang lagi diMall. Ayo kita susul kesana sekalian me time, gak pernahkan kita bersenang-senang" Ajak Putri.


Mereka kemudian berangkat menuju PI Mall mengendarai mobil sport milik Putri. Sesampainya di PI Mall, Putri memarkirkan mobilnya lalu mereka berjalan memasuki PI Mall. Dari informasi anggotanya Alexa dengan mudah menemukan keberadaan Annisa.


Dari kejauhan tampak Annisa sedang memilih pakaian formal bersama Alice. Alexa dan Putri mendekati mereka berdua yang belum menyadari kedatangannya.


"Pilih pakaian yang menurutmu nyaman. itu lebih penting dari pada mementingkan penampilan tapi tidak nyaman dibadan" ucap Alexa. Annisa dan Alice langsung berbalik mendengar suara Alexa. Melihat Alexa yang berdiri di belakangnya, Annisa langsung memeluk tubuh Alexa.


"Kakak kenapa gak bilang mau kemari? tanya Annisa.


"Kejutan dong." ucapnya.


Putri kemudian membantu mereka berdua memilih pakaian yang cocok untuk mereka. Annisa dan Alice beberapa kali keluar masuk ruang ganti mencoba beberapa potong pakaian.


Setelah berbelanja pakaian mereka melanjutkan kegiatan dengan menonton film di bioskop. Setelah selesai menonton film mereka melanjutkan dengan makan siang di salah satu restoran yang ada di PI Mall.


Karena sudah lelah berkeliling Mall, mereka memilih pulang ke rumah. Diperjalanan menuju kediaman Alexa, mereka berhenti di lampu merah.


Tok tok tok. seorang anak kecil mengetuk kaca mobil. Putri kemudian membuka kaca mobilnya.


"Kak beilah satu" ucap anak itu menawarkan jualannya.

__ADS_1


"Ini ambil" ucap Alexa menyerahkan selembar uang kertas berwarna merah.


"Saya tidak mau uang, kalau mau memberi, berikanlah kami makanan." ucap anak itu.


"Kamu tidak sekolah"


"Saya tidak perlu sekolah" jawab anak itu.


"Kalau mau sekolah saya bisa membantumu" seru Putri yang kasihan melihat anak itu.


"jangan tinggal mengobrol nanti bos lihat. maaf kak jangan ajak bicara adik saya nanti kami dipukul bos" ucap seorang anak perempuan.


"Oey ngapain ko di situ? teriak salah seorang pria yang berpenampilan seperti preman mendekati mereka


Plaakk..


Preman itu menampar wajah anak itu "pergi sana, Hei gadis cantik. Kalau mau memberi berikan saja jangan ajak ngobrol. Pergilah jangan sampai wajah cantikmu terluka" Ucap Preman itu. Putri melajukan mobilnya karena terdengar bunyi klakson mobil bersahutan dibelakangnya.


Setelah berjalan 100 meter "Hentikan mobilnya" ucap Alexa.


Putri menghentikan mobilnya di pinggir jalan "Kamu mau ngapain? Aku takut"


"Takut gue kenapa-napa?


"Takut preman itu mati. hahaha" ucap Putri sambil tertawa. Alexa keluar dari mobil kemudian berjalan mendekati preman yang sedang duduk bersama empat temannya.


"Ada apa cantik?"


"Serahkan anak itu, biar gue rawat dia"


"Jangan jadi sok pahlawan. atau kamu jadi gadisku saja temani kami disini" sahut teman preman itu..


"Pergilah sebelum kami me...


Bak. bug.. Alexa mendaratkan pukulannya kewajah dan perut preman itu hingga membuatnya terkapar.


"Hei....


Tampa banyak bicara Alexa menghajar mereka semua tanpa ampun. Kini mereka hanya berbaring sambil meringis menahan sakit.


Alexa kemudian berjongkok di depan mereka "Bagaimana? masih mau menolak?"


"Ampuni kami, silahkan ambil mereka" ucap preman itu memohon.


Plaakk..


"Banyak bicara"


"Dika" teriak Alexa. Andika dan beberapa orang datang mendekat. "Bawa mereka kekantor polisi dan Antarkan semua anak-anak ke panti asuhan" Ucap Alexa.


Tanpa banyak bicara Andika membawa preman itu kekantor polisi, sementara beberapa orang lainnya mengantar anak-anak jalanan ke panti asuhan milik Alexa.

__ADS_1


Alexa kemudian berjalan menuju tempat dimana Putri menunggunya. mereka kemudian melanjutkan perjalanan menuju kediaman Alexa.


to Be Continued


__ADS_2