
Seperti malam-malam sebelumnya, kegiatan setelah makan malam bersama, mereka akan berkumpul di ruang keluarga sembari menikmati acara yang ditayangkan di televisi. Annisa dan Alice duduk menghadap ke laptop yang ada didepannya, mereka sedang mencoba meretas CCTV rumah Alexa.
Alexa hanya tersenyum tipis memperhatikan keduanya yang sejak tadi belum bisa menjebol keamanan server CCTV. Ibu Rani yang sedang duduk bersama mereka sesekali memandang anaknya yang sibuk dengan laptopnya itu.
"Aku nyerah" ucap Alice yang sedari tadi tidak bisa meretas CCTV rumah Alexa. Dia menyerah karena program keamanannya terlalu sulit untuk ditembus.
Alexa kemudian memberikan kode website kepada Alice untuk mencoba meretasnya. Alice kemudian kembali mencoba meretas website yang diberikan oleh Alexa.
"Berhasil" teriak Annisa yang membuat Alexa langsung menengok ke arah Annisa. Dia kemudian memeriksa hasil retasan yang dilakukan oleh Annisa.
"Hemm.. kamu dapat celahnya. lanjut" ucap Alexa lalu memberikan website untuk diretas juga oleh Annisa.
"Sepertinya aku harus memperbaiki kembali sistem keamanan server CCTV rumah ini" Ucap Alexa dalam hati, program keamanan yang dipasang ternyata bisa ditembus oleh Annisa.
"Mereka berdua sedang apa? dari tadi sibuk dengan laptopnya" tanya ibu Rani.
"Mereka sedang latihan Bu" jawab Alexa singkat. Dia tidak menjelaskan secara detail karena takut nanti ibu Rani salah paham.
Terdengar suara langkah kaki mendekat kearah mereka. Alexa mengetahui siapa yang datang dari suara langkah yang familiar. Lukman berjalan mendekati ruang keluarga.
"Selamat malam bos, selamat Bu dan selamat malam nona-nona" sapa Lukman bergantian.
"Duduk. Bu perkenalkan dia Lukman yang mengajarkan Nisa komputer" ucap Alexa.
"Malam Bu saya Lukman, salam kenal" Ucapnya sambil menjabat tangan ibu Rani.
"Saya ibunya Annisa. terima kasih sudah mengajari anak ibu" ucap Ibu Rani sembari tersenyum melihat pemuda itu mungkin seumuran dengan anaknya tapi sudah mengajari anaknya komputer.
"Hehehe sudah tugas saya Bu" jawab Lukman santai "Bisa digorok gue sama bos kalo nolak perintahnya" ucap Lukman dalam hati
"Jangan mengumpat, Mana laporanmu" ucap Alexa datar.
"Sabar bos, ini baru sampai sudah minta laporan. Makan dulu kek atau tawarkan minum dulu" ocehan Lukman meluncur bebas dari bibirnya.
"Mau minum bikin sendiri, mana laporanmu cepat" ucap Alexa tegas.
"Kamu mau minum apa nanti ibu buatkan?" ucap ibu Rani menawarkan untuk membuatkan minuman..
__ADS_1
"Gak usah repot-repot Bu nanti bik Siti yang buat" sahut Alexa.
"Gak papa, kopi mau?" tanya Ibu Rani
"Boleh Bu, kopi hitam manis" Ucap Lukman sambil tersenyum.
Lukman kemudian mengambil iPad yang ada didalam tasnya. dia kemudian menunjukkan laporan yang diperintahkan oleh Mike tadi pagi. Laporan tersebut berupa foto Dan data-data penting tentang penguntit tersebut
"Kamu tahu siapa pemilik motor itu?" tanya Alexa serius.
"Motor itu motor sewaan yang dicuri sebulan yang lalu menurut pemiliknya. Kami belum bisa memastikan siapa yang mengendarai motor itu." jawab Lukman.
"Berarti firasat Randi betul bahwa ada yang mengikuti" ucap Alexa "Bik Yani" teriak Alexa.
"Iya nona. Anda memangil Saya? ucap Yani terbata-bata
"Dimana Randi? tanya Alexa
"Di kamarnya sedang beristirahat nona" jawab Yani.
Bik Yani langsung bergegas menuju rumah yang ada dibelakang, rumah yang dijadikan tempat tinggal untuk tukang taman, penjaga, sopir dan pengawal pribadi laki-laki sementara untuk pelayan perempuan dikamar belakang yang terhubung dengan rumah utama. Alexa sengaja memisahkan agar laki-laki tidak bebas memasuki rumah utama.
Randi datang dengan tergesa-gesa karena panggilan mendadak dari Alexa bersamaan dengan datangnya ibu Rani membawa kopi buat Lukman.
"Ada apa bos?" sahut Randi setelah berdiri disamping kursi yang diduduki oleh Lukman.
"Kamu lihat foto yang saya kirim, besok kamu pastikan orang itu. jika masih mengikuti, tangkap dia" ucap Alexa
"Baik bos, ada lagi?" tanya Randi.
"Kembali ke tempatmu" ucap Alexa datar. Randi menunduk hormat lalu berjalan meninggalkan mereka. "Ada lagi yang mau kamu laporkan?" tanya Alexa kemudian meletakkan iPad milik Lukman.
Lukman kemudian meraih iPad tersebut "Ini laporan tentang rumah sakit di kota M yang diminta oleh Bagas" ucap Lukman kembali menyerahkan iPad ketangan Alexa.
"Bos, sepertinya ini berkaitan erat dengan kematian anggota gangster Black cobra. Karena setelah kematian anggotanya, gangster selalu datang mengacau sehingga membuat banyak pasien yang memilih pindah rumah sakit" ucap Lukman.
"Hmm. Sepertinya saya harus menundukkan mereka" Alexa tersenyum smirk membaca data-data tentang gangster Black cobra."Eh tunggu, Kenapa bukan Bagas yang melaporkan ini?"
__ADS_1
"Biasa bos, dia lagi sibuk dengan pacar barunya. Katanya dia mau ajak nonton dulu" jawab Lukman.
"Pacar baru? kamu kenal?" tanya Alexa melotot karena kaget mendengar Bagas berpacaran padahal selama ini Bagas dikenal sebagai pria yang tidak mau berpacaran setelah sakit hati ditinggalkan kekasihnya.
"Kenal lah, bos juga kenal dengannya." jawaban Lukman makin membuat Alexa penasaran dengan sosok yang saat ini dibicarakan oleh Lukman.
"Siapa?" bentak Alexa
"Sekertaris baru dikantor, Karina Rahim" jawab Lukman.
"Wow, Asistenku ada affair dengan sekertarisku.. hmm.." ucap Alexa dengan wajah kaget karena dia tidak mengetahui tentang Bagas dan Karina berpacaran.
"Wajarlah kak, kak Bagas ganteng kak Karina cantik jadi cocok jika mereka berdua pacaran" sahut Annisa ikut berbicara tapi matanya terus menatap layar laptopnya.
"Wajar sih, hanya saja Karina lebih tua 2 tahun dibandingkan dengan Bagas" ucap Lukman.
"Umur tidak masalah selagi bisa membuat hati nyaman dan bahagia" Seru Annisa "Kenapa kak Lukman hanya manggil kak Bagas dengan nama? bukannya tidak sopan" tanya Annisa.
"Didalam organisasi The Hunters, kak Lukman lebih senior dan jabatannya lebih tinggi dibandingkan dengan kak Bagas yang hanya anggota biasa. Kak Lukman kan satu tingkat dibawah ketua karena dia adalah mata The Hunters" ucap Alice menjelaskan.
"Bisa begitu ya, padahal jabatan kak Bagas tinggi loh diperusahaan. orang kedua setelah CEO" sahut Annisa.
"Setinggi apapun jabatan diluar organisasi akan lebih rendah dari jabatan dalam organisasi" jawab Lukman.
"Oh begitu, aku mengerti. Kak ini saya sudah meretas website yang kakak berikan" ucap Annisa sembari menunjukkan laptopnya.
"Man, dia berhasil meretas website yang kamu buat" Lukman langsung beranjak dari tempat duduknya lalu duduk di samping Annisa sambil memperhatikan layar laptop. Lukman memang membuat beberapa website yang biasa digunakan untuk latihan peretasan anggota baru the Hunters.
"Aku juga sudah berhasil meretas websitenya"
"Kalian sudah hebat bisa meretas website ini yang tingkat kesulitannya lumayan tinggi" seru Lukman bangga dengan kemampuan kedua anak didiknya.
"Man, perbaiki program keamanan CCTV rumah ini, Annisa berhasil tembus" ucap Alexa dingin.
"Hebat juga kamu. memang kalau muridnya Lukman tidak mengecewakan" ucapnya jumawa.
To Be Continued
__ADS_1