Dendam Alexa

Dendam Alexa
Menculik


__ADS_3

Alexa berjalan keluar dari lift menuju pintu utama perusahaan. Sepanjang lobby dia selalu jadi perhatian dengan penampilan yang tidak lebih dari seorang gadis remaja tomboi.


Setiap karyawan yang berpapasan dengannya akan menunduk hormat. Alexa hanya cuek saja berjalan dengan wajah dingin.


Motor sportnya telah menunggu di depan pintu lobby perusahaan. Setelah menggunakan helmnya dia menaiki motornya dan mulai memacu dengan kecepatan sedang meninggalkan persahaan menuju markas the Hunters.


Dengan kecepatan tinggi dia membelah jalanan ibukota yang sudah mulai padat dengan kendaraan. Pengawal pribadi senantiasa terus mengikuti kemana pergerakan dari Alexa. Dika yang juga memakai motor sport terus mengikuti sementara pengawal yang lain tertinggal karena menggunakan mobil.


Alexa kini telah tiba didepan Salah satu gudang, pintu terbuka dan Alexa masuk kedalam gudang tersebut. Dia disambut oleh beberapa penjaga "Selamat sore bos" sapa mereka.


"Sore, Minta Lukman untuk segera keruangan ketua" ucap Alexa lalu berjalan menuju ruangan ketua The Hunters.


"Sore kak Mike" sapa Alexa setelah masuk ke dalam ruangan itu.


"Sore juga" balas Mike "langsung dari kantor kamu?" tanyanya kemudian.


"Iya, Kak minta buatkan minuman dingin" ucap Alexa. Mike lalu menghubungi bagian dapur supaya menyiapkan minuman untuk bos sekalian dengan cemilannya.


Tak lama muncullah Lukman bersama Bagas memasuki ruangan ketua the Hunters. "Sore Bos" sapa mereka berdua.


"Saya hanya minta Lukman kemari kenapa kamu ikut juga?"


"Sebagai asisten pribadi, kemana bosnya pergi maka dia akan selalu ada menemani" ucap Bagas.


"Duduklah" ucap Mike sambil tersenyum. Mereka berdua duduk dihadapan Alexa sementara Mike duduk dikursi tengah.


"Kak Mike pasti sudah mendengar hasil persidangan kedua orang tersebut. Rencananya besok kita akan menculik mereka ketika mereka sedang lengah dan memenjarakan mereka bersama temannya dipenjara bawah tanah milik kita" ucap Alexa.


"Baiklah, kami siap kapanpun melaksanakan perintah" ucap Bagas.


"Kamu gak usah ikut campur urusan the Hunters, cukup bantu aku dikantor saja. Biarkan ini menjadi urusan kak Mike dan Lukman"


"Baik bos" jawabnya dengan lesu.


"Kenapa jadi lesu begitu? tanya Mike.

__ADS_1


"Hanya merindukan bertugas kembali bersamamu ketua" jawab Bagas.


"Bukan saatnya bermain, kini tanggung jawab kamu lebih besar dari pada kami disini. Lakukan saja tugasmu dengan baik" ucap Mike tegas.


"Jangan sampai gagal menculik kedua orang itu. Kerjakan sebaik mungkin, jangan sampai ada yang tahu walaupun itu istrinya. Dia mungkin bisa lolos dari hukum tapi tidak dengan hukuman dari Alexa" ucap Alexa


"Baik Nona, Team terbaik akan diturunkan untuk operasi ini" ucap Mike.


"Lukman, paparkan kegiatan mereka sehari-hari" perintah Alexa.


"Karena weekend, jam 6 pagi Kompol Sanjaya akan berolahraga disekitar kompleks perumahan tempat tinggalnya. jam 10 dia akan berada di Prince Cafe. setelah berada di rumah dia tidak keluar lagi." jawab Lukman.


"Kalau pengacara itu"


"Besok jam 7 dia akan berolahraga ditaman jalan Y lalu jam 10 dia ada janji dengan seorang kliennya di Galaxi resto " jawab Lukman.


"Besok Ikuti kakek tua itu dan culik saat dia akan menuju cafe. Karena hanya itu waktu yang pas untuk menculiknya tanpa diketahui oleh keluarganya. Sedangkan untuk pengacara itu culik dia saat berangkat ke restoran. Buat jebakan agar tidak terlalu kelihatan lebih penculikan" Alexa memberikan pendapatnya.


"Saya rasa waktu kakek tua dan pengacara itu berolahraga adalah waktu paling tepat. Besok pagi tim akan berolahraga disekitar mereka dan akan membiusnya. Kita buat seolah-olah kedua orang ini pingsan karena kelelahan berolahraga. Nanti tim akan mengatakan kepada warga jika akan mengantar mereka kerumah sakit" Mike mengeluarkan idenya.


"Baik bos. Ini Laporan penyelidikan Angkasa" ucap Lukman sambil menyerahkan flashdisk ketangan Alexa.


"Terimakasih" ucapnya lalu meninggalkan ruangan itu. Dengan kecepatan tinggi dia meninggalkan markas the Hunters menuju kediamannya.


 


Pagi-pagi buta tim yang bertugas menculik kedua orang itu sudah berada di tempat masing-masing.


Dikomplek perumahan dinas milik Kompol Sunandar beberapa anggota tim sedang berolahraga disekitar rumah kakek tua itu sambil mengawasi pergerakannya.


"Target meninggalkan rumahnya" lapor salah satu anggota yang memantau sekitar rumahnya.


"Yang lain ikuti dia, Kalian berlari didekatnya" ucap ketua Tim.


Mereka kemudian mengikuti Kompol Sunandar berolahraga disekitar kompleks perumahan dinas. Setelah berlari lebih dari 1 jam Kompol Sunandar beristirahat di pinggir jalan komplek. Seseorang mendekatinya dan menawarkan minuman.

__ADS_1


"Selamat pagi komandan, Masih ingat Saya?" Sapa pria itu.


"Maaf tapi saya sudah lupa."


"Saya Arkam dulu salah satu polisi yang bertugas di divisi Lakalantas polres metro" jawabnya


"Maaf saya tidak ingat. Kamu tinggal dikomplex ini?"


"Tidak komandan, Saya sekarang ditugaskan di Polda kota Y kebetulan ada urusan di mabes polri jadi nginap di kediaman teman diblok sebelah"


Kompol Sunandar meminum Air mineral yang diberikan oleh Arkam. Sambil beristirahat mereka bercerita tentang pengalaman bertugas. Tiba-tiba dia merasa pusing dan pandangan berputar.


"Komandan kenapa? tanya Arkam tapi tidak dijawab oleh Kompol Sunandar yang sudah tidak sadarkan diri. Arkam panik kemudian memanggil orang sekitar untuk membantunya. Beberapa pria mendekati dan membantu mengangkat ke mobil. "Saya antar dia kerumah sakit dulu jika ada yang kenal keluarganya tolong diinformasikan" ucap Arkam kemudian naik kemobil lalu meninggalkan tempat itu.


"Target sudah ditangan. Meluncur ke markas" lapor Arkam yang ternyata anggota the Hunters.


"Bagus. Semua kembali kemarkas" ucap ketua Tim.


Sementara itu tim lain sedang memantau Kevin yang sedang berolahraga ditaman. anggota tim sudah menyebar ditaman itu dengan penyamaran masing-masing. Setelah lelah berolahraga Kevin duduk dikursi taman. Seorang gadis kecil datang ke sampingnya dan duduk disana.


"Hai, kamu sendirian" tanya Kevin yang melihat gadis kecil itu.


"Saya sama teman om. Om sendirian?" tanyanya kembali sambil membuka sebungkus roti didalam tasnya. "Om mau? aku masih ada satu" ucapnya sambil mengambil sebungkus roti didalam tas kecilnya.


"Buat kamu saja" ucap Kevin.


"kata ibuku tidak baik menolak rejeki om" ucapnya sambil menjulurkan tangannya. Kevin akhirnya mengambil roti itu dan membukanya.


Mereka berdua makan bersama seraya menikmati udara pagi. Kevin melirik jam tangannya "Om pamit dulu ya" ucap Kevin lalu beranjak dari tempat duduknya. Baru beberapa langkah dia merasa pusing dan pandangan kabur. Akhirnya dia pingsan ditempat itu. Gadis kecil itu kemudian berteriak minta tolong kepada orang sekitar. Tim segera mendekati dan mengangkat kemobil diikuti oleh gadis kecil yang tak lain seorang anggota the Hunters.


"Target dua sudah ditangan" Lapor gadis kecil itu melalui panggilan radio.


"Kembali kemarkas" ucap ketua Tim. Mereka segera meluncur menuju markas the Hunters membawa tahanan tersebut.


To Be Continued

__ADS_1


__ADS_2