Dendam Alexa

Dendam Alexa
Seleksi Sekertaris


__ADS_3

"Selamat pagi kakak cantik" teriakan Annisa menggema di ruang makan itu. Sudah menjadi korban baru, Alexa yang harus mendengar suara berisik tiap pagi. Sementara Alice hanya bisa menutup telinganya.


"Pagi. Selesaikan sarapanmu lalu berangkat sekolah" ucap Alexa sambil menikmati potongan sandwichnya.


Annisa dan Alice duduk di kursi masing-masing, seperti biasa Annisa akan sarapan dengan nasi goreng sedangkan Alice sama seperti Alexa yang lebih suka makan sanwich dipagi hari.


Alexa melirik mereka "Kamu kalau mau pulang ke rumah ibu silahkan saja tapi besok kembali lagi kerumah ini" ucap Alexa. Annisa langsung mengangkat kepalanya mendengar ucapan dari Alexa.


"Emang kenapa kak? tanya Annisa.


"Siang ini kakak akan keluar kota untuk meninjau proyek apartemen di kota B" jawab Alexa. "Alice kamu temani dia kerumah ibunya" lanjut Alexa.


"Baik kak" ucap Alice dengan tegas.


"Berapa lama kakak disana? tanya Annisa.


"Besok sore kakak sudah kembali, kamu baik-baik ya disini" ucap Alexa "Kalian lanjutkan makannya kakak berangkat dulu" ucap Alexa lalu beranjak meninggalkan meja makan.


"Kakak kenapa ya? Sepertinya kakak ada masalah deh karena tidak biasanya dingin begitu dipagi hari" Gumah Annisa pelan tapi masih didengar oleh telinga Alice.


"Sepertinya masalah perusahaan, kan katanya mau keluar kota meninjau proyek di kota B"Alice menimpali gumahan Annisa.


"Mungkin juga, nanti kita tanyakan ke kak Putri saja" ucap Annisa "Ayo berangkat, nanti terlambat" ucapnya lalu meminum susu yang sudah disiapkan untuknya. Mereka kemudian berangkat menuju sekolah.


Alexa memacu motor Ducati nya dengan kecepatan tinggi menuju perusahaannya. Diperempat dia melambatkan laju motornya karena didepannya terjadi kemacetan panjang. Dia berusaha menembus kemacetan panjang didepannya.


Setelah beberapa saat, lalu lintas kembali lancar setelah lampu berwarna hijau menyala. Alexa melanjutkan perjalanan menuju perusahaan dengan kecepatan sedang.


Dia kemudian memarkirkan motornya didepan pintu loby perusahaan dan memberikan kuncinya kepada sekuriti.


Beberapa karyawan yang melihatnya langsung menunduk hormat ketika Alexa melewatinya. Mereka kadang heran dengan CEO mereka yang lebih suka menggunakan motor ketimbang mobil mewah yang biasa digunakan sopirnya saja bersama pengawalnya.


Alexa yang terkenal dingin hanya berlalu tanpa menggubris sapaan dari karyawannya. Sesampainya dilantai 30 Alexa berjalan menuju meja sekertarisnya "Mbak, kita bicara didalam" ucapnya lalu berjalan memasuki ruangannya diikuti oleh Ibu Desi sekertarisnya.

__ADS_1


"Bagaimana dengan penerimaan sekertaris mbak? tanya Alexa setelah duduk di kursi kerjanya.


"Pagi ini akan diadakan test tulis dilanjutkan test wawancara pada jam 10 Nona. Untuk staf keuangan akan langsung ditangani oleh HRD, untuk team perencanaan sebagian akan diangkat dari anak perusahaan dan sebagian lagi rekrutmen baru. untuk permintaan magang sudah dikirim ke beberapa universitas di Jakarta tinggal menunggu balasan dari pihak rektorat."Jawab Bu Desi.


"Baiklah, Hubungi jika sudah test wawancara. nanti saya yang langsung mewawancarai mereka" perintah Alexa "Bagaimana dengan masalah dikota B? lanjutnya


"Team audit sudah dikirim kesana Nona."


"Kosongkan jadwalku nanti siang dan besok karena saya sendiri yang akan berangkat ke kota B. Sepertinya ini bukan masalah yang bisa dihadapi oleh team audit internal saja" ucap Alexa. "Hmm Mbak Desi. Besok pagi akan ada pengganti Putri yang mulai bekerja, Namanya Bagas Pradipta. dia yang akan menjadi asisten pribadiku. Minta dia untuk menghadap Putri untuk menjelaskan pekerjaannya"


"Memangnya Nona Putri akan dipindahkan kemana Nona? tanya Bi Desi.


"Dia akan diangkat menjadi CEO Angkasa Group. Tapi ini masih rahasia, karena menunggu hasil penyelidikan team yang saya kirim kesana" jawab Alexa.


"Masih ada Nona? kalau sudah tidak ada saya permisi dulu" ucap Bu Desi. Setelah ibu Desi meninggalkan ruangannya, Alexa lalu meraih berkas-berkas yang ada didepannya lalu memeriksanya.


Tak terasa waktu berlalu dengan cepat. Alexa melirik jam dinding yang ada diruangannya sudah menunjukkan pukul 9:40. Bu Desi datang membawa berkas lamaran yang lolos dalam seleksi tertulis.


Alexa kemudian memeriksa kembali berkas tersebut lalu menggugurkan beberapa nama. "Ini yang lolos ke tahap wawancara" ucap Alexa lalu memberikan beberapa lembar berkas pelamar untuk diwawancarai.


"Halo Nona. Siap menerima perintah" jawab Mike.


"Siapkan 15 anggota terbaik, Kita berangkat ke kota B Hari ini jam 2 siang. Naik motor saja, Ajak sekalian Lukman." perintahnya kepada Mike.


"Baiklah Nona"


"Kakak Mike sudah perintahkan kepada Bagas untuk mulai bekerja besok?" tanya Alexa kembali.


"Bagas sudah tiba dari Thailand pagi ini, besok sudah dipastikan akan mulai bekerja" jawab Mike.


"Baiklah. Sampai bertemu siang nanti" Sahut Alexa lalu mematikan sambungan teleponnya.


Tak lama datanglah Bu Desi mengajaknya menuju lantai 3 tempat wawancara digelar. Alexa yang belum mengganti pakaiannya berjalan dibelakang Bu Desi yang berpenampilan elegan dan berkelas.

__ADS_1


Karyawan yang melihat mereka berdua langsung menunduk hormat. Para pelamar yang melihat pemandangan itu mengira jika ibu Desi adalah CEO karena mereka menerima kabar jika CEO akan mewawancarai langsung.


Alexa melihat beberapa pelamar yang menunduk ketika ibu Desi lewat tapi ketika dia yang lewat mereka santai saja dan hanya beberapa orang yang menghormatinya. Dia hanya tersenyum smirk sambil berjalan menuju ruang interview.


Alexa kemudian duduk di kursi pewawancara yang telah disiapkan. Disana sudah ada Direktur HRD dan Bu Desi yang menemaninya.


Tiga orang peserta masuk dan duduk dikursi yang telah disediakan. Mereka memperkenalkan diri dan mulai menceritakan pengalaman tentang mereka. Alexa hanya diam memperhatikan, setelah selesai wawancara dia memberikan 3 nama yang lulus kepada Ibu Desi.


"Maaf sebelumnya Nona tapi nama yang Nona sodorkan dari kampus biasa" protes Direktur HRD bapak Satrio.


"Saya tidak melihat dari latar belakang pendidikan tapi dari otak dan wataknya" jawab Alexa singkat tapi mampu membungkam Direktur Satrio. "Mereka bertiga adalah penerima beasiswa, apa bapak masih ragu dengan keputusanku?" tanyanya lagi.


"Tidak Nona" jawab direktur Satrio.


"Umumkan sekarang dan minta mereka yang lolos untuk menemui saya diruanganku 20 menit lagi” Ucap Alexa lalu meninggalkan ruangan itu kembali keruangannya dilantai 30.


Diruangannya sudah ada Putri yang duduk santai menunggunya "Dari mana lo?, gue udah nungguin dari tadi juga" tanya Putri.


"Habis wawancara sekertaris. Kenapa lo nyariin gue?


"Lo mau keluar kota kok gak bilang-bilang? tanya Putri penasaran.


"Lo tau dari mana?


"Annisa tadi nanyain kenapa lo bersikap dingin sama dia waktu sarapan. Terus dia juga ngomong kalo lo mau ke kota B siang ini." jawab Putri.


"Gue sama kak Mike beserta beberapa anggota terbaik the Hunters akan berangkat siang ini. Gue gak ngajakin elo karena kita mau naik motor kesana" ucap Alexa.


"Baiklah. Yang penting lo hati-hati saja. Infokan saja jika tiba disana" Putri mulai berfikir keberangkatan sahabatnya kali ini bukan hal biasa karena membawa Mike dan anggota terbaik the Hunters, jika mereka yang bergerak berarti masalah besar sedang menanti.


"Kamu tetap disini dulu, tunggu sekertaris yang baru lolos" ucap Alexa lalu kembali ke meja kerjanya.


Tak lama Bu Desi masuk bersama dengan 3 gadis muda. Putri yang sedang duduk disofa tamu memanggil mereka untuk menghampiri.

__ADS_1


"Silahkan duduk, Mbak mana datanya? Putri mempersilahkan duduk ketiganya lalu meminta data mereka kepada bu Desi. Bu Desi langsung menyerahkan biodata mereka bertiga. "Salam kenal ya, Saya Anugerah Putri Asisten Pribadi CEO yang sebentar lagi akan dimutasi dan Yang duduk dikursi CEO AG Group adalah Alexa Gautama." Sontak mereka kaget mendengar jika gadis yang berpakaian biasa itu adalah CEO mereka.


__ADS_2