Dendam Alexa

Dendam Alexa
Agham mulai menjabat GM


__ADS_3

Pagi ini Agham sudah rapi dengan mengenakan kemeja biru langit dan celana hitam dipadukan dengan jas hitam serta dasi yang senada. dia tampak gagah dan berwibawa berpakaian seperti itu.


Semalam Agham dikagetkan dengan kedatangan orang suruhan Alexa yang membawa pakaian untuknya.


Dia melangkahkan kakinya menuruni tangga menuju ruang makan yang ada dilantai 1. Ibu Rani yang sedang mengatur meja makan tampak kaget melihat penampilan anaknya yang sangat tampan.


"Wah anak ibu tampan sekali" puji ibu Rani sambil merapikan pakaian anaknya.


"Siapa dulu dong ibunya" ucap Agham sambil tersenyum.


"Sarapan dulu biar semangat kerjanya" ucap ibu Rani.


Agham kemudian duduk, ibu Rani menyodorkan piring yang berisi nasi goreng buatannya. Agham mulai menikmati sarapan pagi bersama ibunya.


"mbak Minah sama mbak Yanti dimana?" tanya Agham kepada ibunya.


"Didapur" ucap Ibu Rani.


"Mbak Minah, Mbak Yanti" Agham memanggil kedua pembantu dirumahnya itu.


"Iya tuan" Sahut Yanti. Mereka berdua berdiri di menghadap Agham.


"Sini sarapan sama-sama" ajak Agham.


"Saya dibelakang saja tuan sarapannya"


"Duduklah, lebih enak kalau sarapan bersama. Mulai hari ini sarapannya disini saja. Sekalian panggil yang lain" ucap Agham.


"Yang lain sudah sarapan lebih dulu tuan" jawab Minah.


"Kalau begitu kalian saja yang sarapan disini."


"Baik tuan" Minah dan Yanti merasa terharu melihat perlakuan tuannya yang begitu baik. Apalagi ibu Rani memperlakukan mereka seperti keluarga dirumah itu.


Setelah sarapan Agham pamit kepada ibunya lalu berangkat menuju Hotel Illuminati menggunakan mobil yang dikemudikan oleh pak Maman supirnya.


Setelah sampai di depan lobby hotel, mobil berhenti. Setelah pak Maman membukakan pintu mobil, Agham turun dan berjalan memasuki lobby hotel. Dia disambut oleh Sekertaris Yumna yang akan memperkenalkan dia kepada karyawan hotel yang sudah menunggu di ballroom hotel.


Sementara di ballroom hotel tampak sudah ramai dengan karyawan yang menunggu kedatangan GM baru. Banyak diantara mereka yang penasaran dengan sosok GM yang ditunjuk oleh CEO.


Pintu terbuka dan masuklah sekertaris Yumna yang langsung berjalan menuju panggung yang telah disiapkan.


"Selamat pagi semua, Bagi yang belum mengenal saya, perkenalkan Saya Yumna Kenzie Sekertaris pribadi CEO. Hari ini akan saya perkenalkan GM baru Hotel Illuminati. Silahkan masuk Kepada GM Hotel Illuminati bapak Agham Gaishan."

__ADS_1


Agham memasuki ballroom, dengan langkah tegas dan gagah dia berjalan menuju tempat Yumna berdiri. Tatapan kagum para karyawan wanita tak lepas dari GM baru. Terdengar bisik-bisik diantara karyawan.


"Selamat Pagi, perkenalkan saya Agham Gaishan yang akan menjabat sebagai General Manager Hotel Illuminati mulai hari ini. Saya harap kerja sama dari kalian semua untuk memajukan Hotel ini. Selamat pagi dan selamat bekerja." Agham mengakhiri perkenalannya. Dia dan Sekertaris Yumna segera keluar dari Ballroom menuju ruangannya dilantai paling atas.


Setelah sampai di Ruangannya, tampak seorang wanita berpakaian seksi masuk kedalam ruangan itu.


"Selamat pagi pak, saya Diah Anggraeni Sekertaris bapak GM" Ucapnya memperkenalkan diri..


"Selamat pagi, Saya harap mulai besok anda berpakaian sopan jika masih ingin menjadi sekertarisku. Kalau bisa atasannya pakai blazer dan bawahnya pakai celana panjang jangan pakai rok mini begitu membuat mata sakit"


Diah yang awalnya tersenyum menggoda langsung diam tanpa ekspresi mendengar ucapan Agham yang memintanya merubah penampilan.


"Kamu mengerti apa yang saya ucapkan?" tanya Agham tegas.


"Iya pak"


"Contoh cara berpakaian Sekertaris CEO. Lebih elegan dan sopan" ucap Agham. Sementara sekertaris Yumna hanya tersenyum menatap ekspresi wajah Diah.


"Baiklah infokan kepada Semua divisi dan subdivisi untuk rapat setelah makan siang. Saya minta laporan keuangan dari 3 bulan lalu" perintahnya kepada sekertarisnya itu.


"Baik pak" ucap Sekretaris Diah lalu pamit meninggalkan ruangan itu. Dia tidak tahan lagi berada di dalam ruangan itu.


"Ini kartu kredit untuk bapak dan ini daftar rotasi kepala divisi dan nama karyawan yang diangkat mengisi kekosongan kepala divisi yang sudah dipecat sesuai dengan perintah CEO" ucap Sekertaris Yumna sembari menyerahkan berkas itu.


"Nona tidak punya jadwal kegiatan dikantor hari ini. nanti saya hubungi bapak jika Nona datang" ucap Sekertaris Yumna.


"Baiklah, hubungi jika dia datang" ucap Agham. Sekertaris Yumna kemudian meninggalkan ruangan itu menuju ruang kerja sekertaris pribadi.


*****


Sementara itu di Perusahaan Angkasa Group setelah perkenalan dengan CEO dia langsung mengadakan rapat darurat dengan manajer dan kepala divisi.


"Selamat pagi, Perlu saya sampaikan kepada beberapa manajer bahwa hari ini akan menjadi hari terakhir berada di perusahaan ini. Berdasarkan hasil penyelidikan team audit internal 3 diantara kalian terlibat dalam penggelapan dana perusahaan. Sebagai CEO baru saya tidak ingin kalian menghancurkan perusahaan yang sudah saya ambil alih" Putri membuka Rapat darurat.


"Maaf sebelumnya, kapan penyelidikan internal dilakukan? kenapa kami sebagai pejabat perusahaan tidak mengetahuinya?"


"Penyelidikan dilakukan sejak perusahaan ini saya ambil alih. Sebagai CEO saya berhak mengadakan penyelidikan tanpa sepengetahuan kalian semua" ucap Putri tegas "Saya paling benci yang namanya penghianatan. Jika ada diantara kalian yang mengkhianati kepercayaan saya sebagai CEO maka tidak hanya pemecatan yang didapat olehnya tapi menyita semua asetnya sesuai dengan apa yang diambil dari perusahaan dan memenjarakannya" lanjutnya.


Mereka langsung tegang mendengar ucapan CEO Putri. Mereka pernah mendengar rumor tentang Putri yang terkenal tegas dan hari ini mereka mengetahui jika bukan hanya tegas tapi juga sadis.


Pintu Ruangan dibuka dari luar, Mike beserta beberapa anggota kepolisian masuk kedalam ruangan.


"Selamat pagi Nona" Sapa Mike.

__ADS_1


"Selamat pagi, silahkan laksanakan tugas anda, seret mereka yang terlibat beserta antek-anteknya" sahut Putri.


"Bawa mereka" ucap Mike. Anggota kepolisian yang telah diberi informasi tentang orang yang terlibat penggelapan langsung menangkap Direktur keuangan, Manajer HRD dan Direktur Teknik.


"Saya tidak bersalah, ini fitnah" Teriak Direktur Keuangan.


"Buktikan jika kalian tidak bersalah di kantor polisi" ucap Putri dengan nada dingin.


Setelah menangkap mereka Mike dan anggota kepolisian keluar dari ruang rapat.


"Untuk Jabatan direktur yang kosong akan diumumkan penggantinya Minggu depan melalui website perusahaan. Diantara kalian akan dipromosikan mengisi posisi tersebut. Saya tidak berpatokan pada latarbelakang pendidikan tapi berdasarkan kinerja, kualitas dan kemampuan kalian. Silahkan kembali bekerja dan terima kasih" ucap Putri lalu berjalan meninggalkan ruangan itu menuju ruangan CEO.


Sementara di bagian keuangan tampak anggota The Hunters menangkap 2 orang staf keuangan membuat staff lain bertanya-tanya kenapa mereka diseret keluar dari ruangan.


Tak beda jauh di beberapa lantai tampak mereka menyeret karyawan yang terlibat dalam kasus penggelapan keluar dari ruangan mereka.


Hari ini betul-betul dimanfaatkan oleh Putri untuk membersihkan benalu yang ada diperusahaan.


Sampai di ruangannya tampak seorang pria dewasa menunggunya.


"Selamat pagi Ibu CEO"


"Selamat pagi pak Suyono, Sudah tau maksudnya kenapa bapak dipanggil untuk menghadap saya?"


"Belum Bu" jawabnya singkat.


"Panggil Nona saja. Begini, anda telah mengundurkan diri sebagai asisten pribadi bapak Angkasa. Apa anda berminat untuk menjadi asisten pribadi saya?" tanya Putri.


"Begini Nona, Atas dasar apa anda memanggil saya kembali?"


"Saya hanya menawarkan saja jika anda berminat, Kesempatan ini hanya berlaku satu kali" ucap Putri.


"Baik Nona" ucap Suyono.


"Untuk tugas anda pasti sudah mengerti tapi untuk urusan diluar pekerjaan akan di tangani orang lain. bapak hanya mengurusi urusan perusahaan." ucap Putri.


"Baik Nona. Kapan saya mulai bekerja?"


"Besok bapak bisa mulai dan tugas pertama bapak saya minta laporan kinerja karyawan dan lusa harus sudah ada di meja saya"


"Baik Nona, kalau begitu saya permisi" ucap Pak Suyono dan dibalas dengan anggukan kepala oleh Putri.


Putri kemudian beranjak ke meja kerjanya lalu memeriksa laporan yang telah disiapkan oleh sekertarisnya.

__ADS_1


__ADS_2