Dendam Cinta Sang Police

Dendam Cinta Sang Police
1. Ajarkan cara berbicara yang baik.


__ADS_3

Malfin Iglesias pria berkuasa di Kota Thianjin. Malfin merupakan sosok pria idaman setiap wanita, dengan ketampanan bak seorang aktor Internasional. Namun di balik wajahnya yang rupawan ia memiliki sifat cuek dan begitu dingin dengan statusnya yang lahir dari keluarga kaya raya dan juga berprofesi sebagai Kepala Divisi Narkotika di Kota Thianjin.


"Rekan-rekan semua, apakah kalian sudah siap? Aku harap kalian berjaga dengan ketat, jangan pernah melepaskan satu pun pengedar narkoba." ucap Malfin melalui earpiece dengan raut wajah yang cukup serius.


"Siap di laksanakan!" balas para rekan tim nya.


"Bergerak!" ucapnya kembali saat melihat sekelompok orang yang sedang memakai narkoba dari kejauhan melalui teropong.


Malfin adalah kepala divisi narkotika yang cukup efisien dalam mengambil keputusan. Malfin pun mendapatkan penghargaan polisi terbaik di Kota Thianjin. Setiap misi yang di berikan kepada tim Investigasi narkotika di bawah naungannya selalu membawakan hasil yang baik, oleh karena itu ia di juluki sebagai elang hitam.


Beberapa rekan kerjanya menyamar sebagai seorang weiters di Jells club, di mana club tersebut sepenuhnya adalah tempat para pengedar narkoba melakukan transaksi jual beli.


Frizy adalah rekan tim Malfin, ia pun saat ini sedang mengantar pesanan minuman di salah satu ruangan, di mana ruangan tersebut terdapat beberapa pria dan wanita yang sedang memakai narkoba. namun dengan tenangnya ia masuk dan memperlambat gerakannya untuk menaruh pesanan di meja tersebut. Di karena ia ingin mendengar percakapan dua orang pria yang menurutnya sedang melakukan penawaran.


"Kak Fan. Aku dan Lius juga mau hisap." ucap seorang pria kepada pengedar narkoba.


"Ada uang ada barang. Mau berapa banyak, ada berapa banyak uang mu!" balas sang pengedar narkoba.


pria tersebut pun melemparkan sejumlah uang dollar kepada pengedar narkoba dan berkata. "Jika tidak cukup, Kak Fan katakan kepada ku! bagi ku uang tidak ada artinya." ucap sang pria.


Setelah mendapatkan informasi dan mendengarkan percakapan kedua pria tersebut Frizy pun segera keluar namun saat dia hendak berjalan menuju pintu keluar, tiba-tiba pengedar narkoba itu pun berdiri dan berjalan keluar dari ruangan tersebut bersamaan dengan nya setelah menerima sejumlah uang.


Melihat itu Frizy pun memberitahukan Malfin mengenai kepergian pengedar narkoba yang hendak berjalan menuju pintu keluar club.


"Elang hitam, target menuju pintu keluar club." ucap Frizy melalui Earpiece.

__ADS_1


"Target terlihat!" balas Gaftan dari seberang jalan.


Pria tersebut pun memberikan sejumlah uang kepada salah seorang pria yang sedang menunggunya di luar club. Setelah memastikan kedua pria tersebut sedang melakukan transaksi, Malfin pun menyuruh Gaftan dan beberapa rekannya untuk menangkap basah kedua pria tersebut.


"Tangkap keduanya, jangan biarkan mereka lepas begitu saja. Karena mereka bisa membantu kita dalam misi ini." ucap Malfin dengan tegasnya.


Gaftan dan beberapa rekan nya pun segera mendekati kedua pria tersebut. Namun salah seorang target berhasil melarikan diri.


"Elang Hitam, target melarikan diri menuju timur menggunakan sebuah mobil." ucap Gaftan.


Mendengar itu, Malfin pun segera mengejar target menggunakan motor besar miliknya. Aksi kejar-kejaran pun terjadi. Hampir dua jam lama nya, akhir nya Malfin berhasil menjebak target di suatu tempat yang tidak ada jalan keluarnya.


"Kamu tidak perlu membuang buang waktu ku lagi, karena ini adalah jalan buntu!." ucap Malfin dengan raut wajah kesalnya karena sedari tadi di buat kewalahan oleh target.


Malfin pun segera mengeluar kan borgol dari saku belakang nya dan kembali berucap. "Kamu tidak bisa lari lagi! Sini! Pakai sendiri!!" ucap Malfin yang terdengar seperti ejekan.


"Tenang!" balas Malfin dengan mengangkat tangan nya.


"Polisi busuk, jika kamu kemari aku akan bunuh kamu di sini." teriak target kembali.


Kali ini Malfin belum juga menunjuk kan kekejaman nya, dan mencoba membujuk target tersebut dengan kata-kata nya yang terdengar seperti sedang bercanda.


"Sini, cepat! Jangan bercanda lagi! Sini! Aku tidak akan melukaimu, jika kamu memakai borgol ini sendiri." ucap Malfin kembali dengan menyodor kan borgol tersebut kepada target.


Merasa seperti sedang di ejek, pria itu pun segera menyerang Malfin menggunakan balok. Malfin pun dengan gesitnya dapat menahan balok yang hampir mengenai kepalanya dan menendang perut pria itu hingga pria itu terpental cukup jauh dan terperosok di tempat sampah.

__ADS_1


Malfin pun berjalan maju, dan terlihat jelas jika ia sangat emosi. Sesampai nya di depan pria itu Malfin pun melayang kan tinjunya ke wajah pria tersebut hingga mengeluarkan darah. Setelah merasa cukup, ia pun segera menyeret pria tersebut menuju mobil Frizy yang sudah menunggunya di depan jalan.


"Bawa brengsek ini! dan ajarkan ia cara berbicara dengan baik terhadap orang.!" ucap Malfin dan segera melempar pria tersebut ke dalam mobil Frizy.


Frizy yang tau dengan sifat sahabat nya hanya bisa menggeleng kepala nya dan tertawa tanpa harus berucap. Frizy pun melajukan mobil nya dan menuju kantor polisi. Beda halnya dengan Malfin, Malfin pun teringat sesuatu saat ia berada di tempat itu.


Malfin berjalan menuju tempat yang di mana tempat tersebut adalah tempat ia dan Denada sering datangi saat mereka berpacaran kala itu.


Kini Frizy dan Gaftan sudah berada di ruang interogasi dan mulai melayangkan beberapa pertanya kepada pria tersebut.


"Sekarang kamu tidak perlu mengatakan nya! Tapi, apapun yang kamu katakan. Aku akan mencatatnya di catatan kami. Dan akan aku jadikan bukti di pengadilan nanti. Mengerti tidak?" ucap Frizy dengan lembutnya walau dalam hatinya sangat emosi melihat tingkah pria tersebut yang cuek saat ia bertanya.


" Inspektur. Kalian lantai 10 sangat santai kah? Aku hanya prajurit kecil, dan mungkin orang yang tidak berarti. Tidak perlu orang sebanyak ini untuk menangkapku!" balas nya dengan di selingi tawa seperti sedang mengejek Gaftan dan juga Frizy.


Kali ini ucapan nya di tanggapi oleh Gaftan. "Fanly. Aku tahu kamu ada saudara di Shanghai, yang bekerja dengan Muldof Jock, Raja Narkotika itu. Kalau kamu memberikan informasi itu kepada kami, saya akan memohon kepada Kapten kami untuk bisa bantu kamu memohon ke Jaksa Agung." ucap Gaftan dengan serius.


"Inspektur. Kamu ingin aku cepat mati ya? Aku bisa hidup sampai tua nanti, jika aku tetap diam dan tidak melewati batasan ku!" balasnya sembari meneguk secangkir air putih.


Kali ini ucapan pria itu membuat emosi Gaftan dan juga Frizy terpancing.


"Kamu menolak? kalau menolak, kami akan menggugat kamu." ucap Gaftan sembari menatap ke arah kaca yang di mata terdapat Malfin di dalam nya yang sedang melihat ke arah mereka.


"Gugat saja! sampai kapan pun, aku tidak akan buka mulut kepada kalian!" teriak sang pria kepada Gaftan.


"Baiklah! Masukkan ia kedalam sel sekarang." ucap Malfin dari balik kaca menggunakan earpiece.

__ADS_1


*Jang**an lupa like dan vote ya 🙏😘


Karena dukungan kalian adalah motivasi untuk saya belajar*.


__ADS_2