Dendam Cinta Sang Police

Dendam Cinta Sang Police
25. Kekesalan Denada


__ADS_3

Hampir semalam Malfin terjaga dari tidur nya, ia mencoba mencari cara untuk menghindari pertemuan dengan sang Mamah, di karena kan ia tidak cukup berani menolak permintaan konyol Jesica.


"Aahhrgg... lama-lama aku bisa gila, jika terus memikir kan permintaan Mamah." gerutu nya dengan frustasi sambil mengacak acak rambut nya.


Denada kini sedang di sibuk kan dengan beberapa tender besar, yang mengharus kan ia turun ke lapangan untuk menemui beberapa clien penting.


"Lira, agenda aku hari ini apa?" tanya nya dengan datar kepada sang sekertaris tanpa mengalihkan pandangan nya dari berkas di depan nya.


"Bu, pukul 11 anda ada pertemuan dengan Lite Corp untuk penanda tangannan kontrak kerja sama, pukul 15.00 menghadiri rapat dengan para direksi, dan pukul 19.00 malam nanti, ada jamuan makan malam dengan salah satu relasi kita, di salah satu restoran ternama bersama Istri nya." jelas Lira dengan jelas nya.


"Kita pergi sekarang! siap kan mobil sekarang juga." balas nya sembari menutup dokument di depan nya.


"Baik Bu!" balas Lira dan segera pergi meninggal kan ruangan tersebut.


15 menit kemudian, Denada sudah berada tepat di salah satu cafe yang akan menjadi tempat pertemuan nya bersama clien. Setelah sibuk mencari kesepekataan bersama, dan menemukan kesepakatan, Denada pun kembali ke kantor, karena satu jam mendatang ia akan segera menghadiri rapat bersama para dewan di reksi.


Berkutat dengan beberapa dokument adalah pilihan yang di ambil Denada, untuk menghilang pikiran nya dari sosok yang sempat di lihat nya di cafe yang menjadi tempat meating nya tadi. Tanpa terasa waktu berjalan dengan cepat nya, ia yang terus sibuk dengan dokument di depan nya, tidak sadar akan ke datangan Lira sang sekertaris yang entah sejak kapan sudah masuk ke ruangan nya.


"Bu, ini dokument terakhir yang perlu ada tanda tangani, tapi sebelum itu-." ucap Lira sembari membuka lembaran dokument tersebut dengan gugup ketika tidak mendapat kan respon apapun dari sang bos.


"Hhmm.." sahut nya tanpa ekspresi dan terus fokus dengan dokument sebelum nya.


"Bu, maaf jika saya lancang, tapi pertemuan ibu dengan MDI Corp akan berlangsung satu jam dari sekarang." ucap Lira kembali dengan degub jantung yang tak karuan di kala melihat ekspresi datar dari wanita di depan nya.


Ya, Denada cukup di takuti dan di hormati oleh para staf nya, karena sikap dan tutur kata yang ia utarakan sangat berbeda jauh dari sifat asli jika di Mansion nya, ia yang biasa nya ramah dan baik, tapi tidak dengan para staf perusahan nya, ia terkenal jutek dan dingin namun semua itu ia lakukan untuk menjaga wibawah nya selaku CEO perusahan, karena ia hanya ingin profesional untuk tidak mencampurkan urusan pribadi dengan kantor.


"Oke, kita akan berangkat sekarang, namun aku ingin mengganti pakaian ku terlebih dulu sebelum kita kesana." balas nya dengan datar dan segera berjalan meninggal kan Lira di belakang nya.

__ADS_1


Franco dan Jesica kini sedang duduk di ruang keluarga, sejak satu jam yang lalu. Kedua suami istri itu sedang menanti kan kedatangan anak mereka.


"Mah, apa Mamah yakin!" ucap Franco dengan lembut nya.


Mendengar itu Jesica melepas kan sendok nya dan menatap suami dengan tatapan yang tidak dapat di artikan.


"Papah meragukan Mamah?" tanya dengan tajam.


"Tidak seperti itu, tapi Mamah kan tahu jika Malfin sangat tidak suka dengan pesta jamuan makan malam, terlebih lagi jika ia tahu jika Mamah sudah mengatur rencana untuk mempertemu kan mereka." jelas Franco dengan hati-hati karena ia tidak ingin memancing kemarahan wanita di depan nya.


Jesica tetap diam, dan terus fokus dengan makanan nya. Dengan cepat ia meraih benda pipih di samping nya.


Setelah beberapa kali menelpon dan tidak mendapat kan jawaban, ia pun mencoba kembali dan pada detik berikut nya sambungan telpon tersebut tersambung.


"Thon, bawa Malfin ke restoran milik saya, katakan kepada nya untuk mengantikan kami dalam jamuan makan malam bersama salah satu relasi kami." ucap nya dengan datar kepada seseorang di seberang sana.


"Baik, Bu!" balas pria tersebut, sebelum memutuskan sambungan telpon tersebut.


"Kau saja yang mewakili saya!" balas Malfin dengan santai dan terus fokus dengan laptop di depan nya.


"Tapi Nyonya berpesan, jika anda tidak hadir dalam jamuan ini-." jelas Anthony dengan gugup, ia pun menelan saliva nya dengan kasar sebelum melanjutkan berbicara. "Anda tidak di perboleh kan masuk ke Mansion utama terlebih bertemu dengan Nyonya besar." jelas Anthoni sembari menyeka peluh di dahi nya.


Mendengar itu Malfin tampak kesal, ia pun menatap Anthoni dengan tajam nya. "Ya sudah kita pergi sekarang, tapi sebelum itu, apa kontrak pranikah yang saya minta sudah kau siap kan? jika sudah bawa itu bersama kita karena saya tahu jika orang yang akan kita temui saat ini adalah bagian dari rencana orang tua ku." balas Malfin dengan menekan perkatan nya.


Anthoni hanya menganggukkan kepala nya.


Denada dengan balutan dress berwarna ungu ke emasan tampak sedang duduk di salah satu kursi di depan pantri bartender, ia memilih membiarkan rambut ikal kecoklatan nya terurai dengan indah. Sungguh ia menjadi pusat perhatian kali ini, mengapa tidak, ia terlihat bak seperti seorang model tanpa celah sedikit pun, dengan kulit eksotis nya ia tampak terlihat sangat seksi di kalah duduk membelakangi beberapa pengunjung club tersebut.

__ADS_1


Denada Iggrisa Nhat



"Lira, udah hampir 30 menit berlalu, aku tidak ingin menunggu lagi. Batal kan saja pertemuan malam ini, sungguh sangat membosan kan, aku sudah sangat capek, sejak tadi kau meminta ku datang ke restoran tapi tiba-tiba minta aku untuk datang kesini." ucap nya kesal kepada Lira yang menghampiri nya.


"Saya baru saja menerima telpon dari asisten Tuan Franco, ia meminta maaf kepada anda karena tidak dapat hadir malam ini, namun ia mengirim kan anak nya untuk menganti kan nya malam ini, dan mungkin sebentar lagi mereka akan tiba." jelas Lira dengan takut karena melihat raut kekesalan dari wanita di depan nya.


"Sudahlah, lain kali jangan lagi menerima jamuan atau pertemuan di malam hari. Antar saya pulang sekarang!" balas nya dengan kesal.


"Baik, Bu." ucap Lira dengan pasrah.


Denada pun berjalan menuju lift di ikuti Lira di belakang nya. Denada tampak fokus dengan ponsel nya, hingga tidak menyadari kehadiran seseorang dengan tatapan tajam di depan nya.


Malfin maupun Anthoni pun berjalan beriringan, Malfin pun tak mau ambil pusing dengan gadis di depan nya sekali pun ia tahu jika relasi yang di maksud Anthoni adalah wanita di masa lalu nya.


"Lira, jangan lupa kabari kepada pihak MDI untuk pembatalan pertemuan ini." ucap nya dengan datar dan tetap fokus pada ponsel nya.


Malfin yang mendengar itu tidak merespon, namun berbeda dengan Anthoni yang tampak tertegun mendengar percakapan dari orang yang baru saja mereka lewati beberapa langkah. Anthoni pun memberi kode kepada Malfin untuk meminta persetujuan nya, agar ia bisa menahan kedua gadis di belakang nya. Malfin yang menyadari kode dari Anthoni tidak merespon, dengan inisiatif nya sendiri Anthoni segera berjalan menuju kedua gadis yang hendak masuk ke dalam lift dan meninggal kan Malfin.


"Nyonya Iggrisa." teriak Anthoni tepat di belakang Lira dan Denada. Kedua gadis itu pun menghentikan langkah mereka, Lira yang menyadari itu pun segera membalik kan tubuh nya namun tidak dengan Denada, ia masih saja fokus dengan ponsel nya dan tidak menggubris seseorang yang memanggil nama nya.


"Ada apa ya?" tanya Lira lembut.


"Saya perwakilan MDI, maaf jika kami tidak on time." jelas nya sembari membungkuk tanda meminta maaf.


"Tidak masalah, tapi maaf pertemuan kali ini sudah saya batal kan atas permintaan CEO kami." jelas nya sembari berpamitan.

__ADS_1


"Hanya 30 menit kurang 8 detik saja anda sudah sangat marah. Bagaimana jika 8 tahun lama nya." pekik Malfin saat mendengar denting lift berbunyi di mana Denada yang hendak masuk kedalam kubikel besi tersebut.


Denada seperti di sambar petir di malam hari, bagaimana tidak, ia mendengar suara yang sangat di rindukan nya akhir-akhir ini, ia pun dengan segera membalik kan badan nya. Kini kedua nya saling bertatapan satu sama lain.


__ADS_2