Dendam Cinta Sang Police

Dendam Cinta Sang Police
12. Konspirasi


__ADS_3

Tepat pukul 04.00 dini hari Malfin sudah berada pada posisi yang tidak jauh dari pelabuhan Yangshan, setiba nya di sana ia segera menyembunyi kan mobil nya di antara container-conteiner yang sudah tidak terpakai.


Dengan kejelihan nya ia menaiki container dan dengan bantuan sebuah binokular, Malfin pun mulai melihat lihat keberadaan para tentara bayaran Muldof Jock, ya dengan bantuan itu ia pun dapat melihat para tentara bayaran yang sedang berjaga jaga di berbagai tempat.


Segera pun ia mengambil sebuah kertas dan juga pulpen dari saku belakang nya, ia mulai membuat skema gambar di mana tentara bayaran itu berjaga, agar saat mereka mengepung tempat tersebut tidak satu pun dari mereka bisa kabur, terutama kedua saksi kunci yakni Alexix dan Bay Ly.


Hampir dua jam lama nya ia duduk di atas container tua itu, pandangan nya kali ini teralih kan ke seberang jalan yang di mana terdapat banyak rombongan yang berdatangan dengan mobil-mobil yang cukup mewah. Ia pun meraih binokular dan melihat dari arah yang begitu dekat, tampak sosok pria tidak terlalu tua dengan setelan jas berwarna biru, dengan gagah berani nya ia turun dari sebuah mobil Rolls-Royce Phantoms. Malfin pun segera menyadari saat itu juga, jika pria yang baru saja turun adalah Alesix Hummer.


Setelah memperhati kan gerak gerik Alesix, Malfin pun mulai mengedar kan pandangan nya ke arah pantai, tampak beberapa jet sky sedang mengawal sebuah kapal pesiar yang cukup mewah, ia pun berpikir jika itu pasti rombongan Bay Ly.


"Transaksi akan segera di mulai!" ucap nya datar melalui ponsel nya.


"Kami sudah tiba sejak beberapa menit yang lalu, dan saat ini kami sudah mengepung seluruh area pelabuhan." jelas Gaftan dengan cepat.


"Aku sudah melihat kalian, arah kan semua polisi menuju container-container yang berada tidak jauh dari tempat kamu dan Ray, kurang lebih 8 tentara berjaga di container ke empat dari container kalian, arah selatan. 4 tentara arah barat dan kurang lebih 3 di sisi kanan kamu, Bay Ly dan Alesix akan menjadi incaran ku." jelas Malfin sedetail mungkin.


"Baik, Pak! siap di laksana kan." balas Gaftan dan segera mengarah kan para rekan polisi nya ke arah yang di kata kan oleh Malfin.


Malfin pun mengisi penuh peluru di pistol nya, setelah nya ia turun mengena kan kaca mata dan berjalan menuju arah pertemuan. "Lumpuh kan para tentara bayaran sekarang juga." pekik Malfin melalui earpiece.


"Maju!" pekik nya kembali saat menyadari transaksi sudah di mulai.


Keadaan di tempat itu sangat lah kacau di mana semua nya saling menembak, suasa yang begitu ekstrim dan pasti nya akan ada pertumpahan darah di sana. Suara tembakan terus menerus terdengar. Malfin pun mulai meroboh kan beberapa tentara bayaran yang hendak menghadang nya masuk ke area tersebut, hingga pada akhir nya ia berhasil melumpuh kan Bay Ly dengan satu tembakan mengenai kaki kiri nya. Namun sangat di sayang kan jika Alesix Hummer berhasil kabur mengguna kan sebuah jet sky.

__ADS_1


"Sial!" pekik nya dengan marah.


"Pak, kita kehilangan mereka lagi!" ucap Gaftan dengan frustasi.


"Tidak masalah, kalian sudah bekerja keras. Bersih kan seluruh area dan jangan serah kan barang bukti kepada Interpol, karena aku merasa ada yang cukup aneh saat ini!" seru nya kembali.


"Baik, Pak!" balas Gaftan dan segera mundur selangkah.


Malfin tidak segaja melihat kepala Interpol bertatapan wajah dengan Alesix, seperti mengisyarat kan sesuatu. Ia pun mulai curiga dengan kepala Interpol, seperti sedang bermain trik dengan mereka. Pemikiran nya saat ini buyar ketika ponsel nya berulang kali berdering, ia pun melihat id penelpon dan mengangkat nya.


"Hallo Carol, ada apa?" tanya Malfin segera.


"Fin, pesta ku akan berlangsung sebentar nanti, tapi pesta nya berlansung di club milik keluarga Iglesias di Rome Night Club, aku berharap kamu bisa hadir." ujar Carol dengan harapan.


"Terima kasih, Fin! aku akan menunggu kedatangan kalian. Ya sudah, aku tidak akan mengganggu mu lagi, sampai ketemu ntar malam." balas Carol bersemangat.


Setelah seluruh area di bersih kan Malfin pun segera kembali ke kantor polisi. Dengan kecepatan normal akhirnya ia tiba di sana terlebih dulu, ia pun segera menghampiri Zhang selaku kepala Divisi Narkotika Shanghai.


"Kerja bagus, Fin! di bawah arahan mu kalian berhasil menangkap Bay Ly." seru Kapten Zhang saat mendapati Malfin di depan ruangan nya.


"Ada beberapa hal yang ingin aku bicara kan dengan mu, sebelum aku kembali ke Thianjin." jelas Malfin dengan wajah yang begitu serius.


"Masuk lah Fin!" balas Kapten Zhang.

__ADS_1


"Aku merasa kalian harus berhati hati dengan kepala Interpol, karena aku merasa seperti mereka yang membocor kan keberadaan kita kepada Alesix." jelas Malfin dengan raut wajah tidak dapat di arti kan.


"Apa maksud mu, Fin?" tanya Kepala Zhang.


"Lihat lah ini!" ucap Malfin sembari menyodor kan tablet nya ke arah Zhang. Zhng tampak percaya dengan apa yang di lihat nya, karena dari CCTV pemantau terlihat jelas jika Asthon kepala Interpol seperti mengisyarat kan sesuatu kepada Alesix.


"Baiklah, kamu sudah mengetahui nya sekarang! aku akan membawa tim ku kembali ke Thianjin, sisa nya akan menjadi tanggung jawab mu!" ucap Malfin seraya berjabat tangan dengan Zhang.


"Fin, terima kasih atas bantuan mu selama hampir seminggu lebih. Senang bisa menjadi rekan mu." seru Zhang dan membalas jabatan tangan Malfin.


"Kali ini kita berhasil, tapi kedepan nya akan banyak rintangan di depan kita, jika kamu memerlukan sesuatu jangan sungkan untuk mengatakan nya kepada ku." balas Malfin dan berjalan keluar ruangan.


"Baiklah! sampai bertemu di lain waktu." teriak Zhang saat Malfin hendak menghilang dari pandangan nya.


Hari pun sudah menjelang siang di mana Malfin dan tim nya akan kembali ke Thianjin dan di bebas tugas kan selama seminggu lebih.


"Yes, akhir nya kita bisa kembali, berkat kolaborasi bersama tim Kapten Zhang dan akhir nya kita mendapat kan kebebasan penuh selama seminggu." seru Ray bersemangat.


"Setelah ini tidak ada yang bebas, kita tetap akan menjalan kan misi kedua kita, di Rome Night Club sebentar malam nanti." pekik Malfin dengan datar.


"What? bro bukan nya kita di bebas tugas kan selama seminggu!" tanya Ray dengan ternganga.


"Malam ini ada acara penyambutan di Rome Night Club, dan di sana akan ada Brian Scott! apa kalian masih tidak ingin pergi?" seru Malfin segera ketika melihat rekan tim nya lemas saat ia mengata kan akan ada misi kedua namun setelah ia mengatakan keberadaan Brian seluruh anggota tim tampak menyalah.

__ADS_1


"Baiklah, kami akan menyelesai kan misi kedua kita!" pekik Ray bersamaan dengan lain nya dengan bersemangat.


__ADS_2