Dendam Cinta Sang Police

Dendam Cinta Sang Police
30. Berita Pertunangan.


__ADS_3

Obrolan mereka pun terhenti saat Malfin tak segaja melihat siluit yang ia kenali.


"Zy, apa kamu yang mengundang Nada kesini?" tanya Malfin datar.


"Mana mungkin gue sih, loh kan tau jika gue benci banget sama tu cewek." balas Frizy jujur meski ia tau siapa yang mengundang Nada sejak awal. Namun ia bahagia ketika Nada mau datang untuk memperbaiki hubungan nya dengan sang sahabat.


Malfin pun mengedar kan pandangan nya ke arah Gaftan, Ray dan juga Leon.


"Apaan sih Fin, mana mungkin kami berani mengundang Nada kesini." ucap ketiga nya serempak.


Denada pun berjalan menghampiri Nania. "Maaf ya gue telat, habis nya gue kejebak macet." ucap Nada sembari berpelukan dengan Nania.


"Gak apa-apa! loh dateng aja gue udah seneng banget." balas Nania dan mempersilah kan Nada duduk.


Malfin dan lain nya tampak melongo melihat siapa dalang di balik kehadiran Denada malam ini. "Ciih.. Nania sungguh gadis lugu yang sangat licik!" gumam Gaftan dan mendapat plototan tajam dari ke empat pria di depan nya.


Nania beserta Nada pun menyesap beberapa gelas Vodca yang telah di pesan Frizy tadi, ia beserta sang adik berniat membuat Nada mabuk, karena hanya itu cara yang dapat menarik perhatian Malfin.

__ADS_1


Nada tampak sudah mabuk setelah menghabis kan beberapa gelas vodca. "Nia, setelah ini mungkin gue gak bakalan sebebas ini lagi, pasal nya persiapan pertunangan gue sama Brian udah sangat rangkum. Tapi gue harap kamu dan Frizy mau datang di pesta pertunangan gue." gumam Nada dengan suara serak nya.


"Loh ngomong apa sih!" kesal Nia. "Loh, gak boleh lanjutin pertunangan itu, loh harus dapetin hati Kak Malfin lagi, gue tau kalian saling mencintai dan gue yakin kalian pasti akan bersatu kembali." ucap Nia menenangkan sang sahabat.


Dan obrolan kedua nya tak luput dari pendengaran Malfin yang diam-diam mendengar kan pembicaraan kedua nya, ia tampak menegang saat mendengar wanita yang di cintai akan segera bertunangan.


Frizy yang menyadari perubahan pada raut wajah Malfin, pun diam-diam menyunggingkan seutas senyum, ia pun segera mengirim beberapa pesan kepada Nania untuk memulai rencana mereka.


"Bawa Nada ke dance floor." isi pesan yang di kirim kan Frizy kepada sang adik.


Nania pun segera membawa Nada menuju dance floor. "Nia, aku belum mau pulang!" racau Nada tidak jelas.


"Oh Lord. Zy adik loh kayak nya udah sinting deh, lihat sana!" pekik Gaftan saat mendapati Nania beserta Nada yang sedang menari bersama beberapa pria. Semua pun dengan kompak menatap ke arah yang di tunjung Gaftan. Seketika Malfin pun meradang, tampak ia mengeraskan rahang nya, ia pun menatap tajam Denada yang dengan asik nya menari bersama beberapa pria.


"Fin, ada apa?" tanya Frizy tanpa dosa.


Malfin tak menjawab dan berlalu pergi menuju dance floor di mana Denada yang sedang asik menari. Ia menarik paksa lengan Denada dan itu membuat semua tampak terkejut.

__ADS_1


"Apaan sih Loh! lepasin tangan gue." teriak Denada saat mendapati Malfin yang menarik lengan nya.


Malfin tak menggubris perkataan Nada, ia dengan marah nya mengerat kan cengkraman tangan nya di lengan Denada dan membuat sang empuh merintih kesakitan. "Lepasin gue! sakit brengsek!" teriak Denada kembali di ikuti isakan tangis. "Kau selalu saja berlaku dingin terhadap aku. Apa kau tau Tuan, aku tidak berniat meninggal kan kamu, tapi hanya itu cara yang bisa aku lakukan demi kebahagian kamu. 8 tahun aku mencoba bertahan dan bangkit dari keterpurukan, semua itu hanya untuk bersatu kembali dengan kamu, Fin." teriak Denada histeris.


Malfin yang mendengar pun menyergit kan alis nya, ia tampak tertegun mendengar penuturan wanita di depan nya, namun ia masih memasang wajah datar nya.


"Oh ya, kamu mengira aku akan percaya begitu saja dengan segala yang kau katakan. Tidak akan pernah!" balas Malfin datar dengan sorot mata tajam.


"Yakini apa yang ingin kamu yakini, karena aku tidak akan memaksa kamu untuk percaya dengan apa yang aku katakan. Karena aku pun sudah lelah mengharap kan cinta yang tak berbalas kan selama ini." gerutu Nada sembari menunjuk nunjuk wajah Malfin dengan jemari nya. "Awal nya gue kesini buat menangin hati loh kembali, tapi melihat reaksi dingin kamu, alangkah baik nya gue lanjutin pertunangan gue sama Brian esok hari. Lepasin gue sekarang!" pekik Denada sembari mendorong Malfin menjauh dari nya.


"Kau hanya milikku, dan jangan coba-coba melanjut kan pertunangan itu!" bisik Malfin tepat di telinga Nada dan itu berhasil membuat Nada bergidik ngeri.


"Haha.. Malfin kau masih saja egois, kita sudah tidak ada hubungan lagi, dan jika kamu lupa, aku akan mengingat kan segala perkataan kamu beberapa bulan lalu." balas Nada dengan berani, ia pun menarik Malfin mendekat. "Kau wanita murahan dan aku menyesal pernah mencintai wanita pelacur seperti kamu." bisik Denada dengan suara bergetar dan perlahan lahan berjalan menjauh dari Malfin.


Malfin tau jika apa yang ia ucap kan waktu itu sudah sangat keterlaluan, dan ia pun menyesali segala perkataan nya. Ia pun tau jika ia sudah dengan segaja menyakiti gadis yang sangat ia cintai. Melihat Denada yang berjalan menjauhi nya, Malfin pun menarik pergelangan tangan Denada, dan membawa gadis tersebut ke arah toilet tanpa memperdulikan penolakan gadis tersebut.


Frizy dan Nania pun saling bertos ria ketika melihat adegan demi adegan yang terjadi, Gaftan, Ray dan juga Leon menatap horor ke arah kedua kakak beradik itu. Menyadari tatapan horor dari ketiga pria di depan mereka. Kedua kakak beradik itu pun menapik kan senyum kepada mereka.

__ADS_1


"Jadi, apakah ada yang bisa jelas kan perihal apa yang sedang terjadi?" tanya Ray dengan alis yang saling bertautan.


"Seperti yang Kakak-Kakak liat, itu lah yang harus terjadi." balas Nania tanpa dosa sembari mengedih kan bahu nya.


__ADS_2