Dendam Cinta Sang Police

Dendam Cinta Sang Police
37. Kebahagian Seorang Franco


__ADS_3

Malfin dan Dena pun akhir nya tiba di parkiran bassement mall. Kedua nya berjalan bergandengan tangan, tampak begitu serasi. Raut kebahagian terpancar dari kedua nya. Jesica yang melihat kebahagian sang anak dan calon menantu nya pun ikut tersenyum.


'Dena jika saja Ibu kamu masih hidup, mungkin kami berdua adalah wanita yang paling beruntung. Memiliki anak yang tampan dan cantik seperti kalian. Rayna, aku merindukan kebersamaan kita, dan terima kasih telah menghadir kan gadis terbaik untuk anak ku.' membatin Jesica tanpa terasa setetes butiran bening pun jatuh. Jesica pun secepat mungkin membersih kan butiran bening itu, ia pun tersenyum bahagia kala kedua sejoli itu mendekat ke arah nya.


"Mom, maaf. Kami telat." ucap Dena lembut.


Jesica pun memeluk calon menantu nya dengan kasih sayang. "Mom juga baru nyampe kok. Ya sudah, waktu nya kita shopping." balas Jesica sembari melepas dekatapan tubuh nya dari Dena.


Ketiga nya pun menyusuri luas nya mall, sedang asik berbelanja tanpa segaja Malfin melihat sosok Carol yang sedang berbincang dengan beberapa teman nya, rasa bersalah pun mulai menyelimuti Malfin.


Carol beserta teman-teman sosialita nya pun berjalan masuk ke toko yang di mana Malfin dan kedua wanita yang di cintai nya berada.


"Carol, ada apa?" tanya salah teman nya.


"Gak pa-pah kok." balas Carol dan berjalan bersisihan dengan teman-teman nya.


Ya, Carol yang sedang asik memilih beberapa pasang baju, mendengar suara yang sangat di kenali nya sedang tertawa dengan seorang wanita yang di yakini Carol adalah cinta pertama Malfin.


Dena dan Jesica yang sudah selesai memilih pakaian pun menarik Malfin menuju kasir. Tampak Carol beserta teman-teman nya pun sedang mengantri di kasir. Seketika raut wajah Jesica berubah, ia sungguh meruntuki diri nya yang mengajak Dena ke mall.


Carol pun berjalan mendekati Jesica. "Tante Jes, apa kabar?" sapa Carol dengan melebar kan senyum nya.


"Baik!" balas Jesica singkat dan padat.


"Hey, Fin. Lama tak jumpa." sapa Carol mengalih kan pandangan nya kepada sosok pria yang di cintai nya.


"Hey, juga Carol. Sama siapa kesini nya?" balas Malfin berbasa basi.


Melihat kecanggungan di tempat itu, Jesica pun memperkenal kan Dena. "Carol, kenalin ini Dena, calon Istri Malfin." seru Jesica memperkenal kan.


Mendengar ucapan Jesica, Carol mematung, ia gemetar, tak menyangka jika Malfin bisa merajut kasih lagi dengan wanita yang pernah menoreh kan luka di hati nya. Namun sebisa mungkin Carol menahan sesak di dada nya, dan tersenyum ke arah Dena.

__ADS_1


"Hey, salam kenal ya. Aku Carol, sahabat masa kecil Malfin." sapa Carol sembari mengulur kan tangan nya ke arah Dena.


Dena pun menerima uluran tangan Carol seraya tersenyum tulus. "Dena, salam kenal juga." balas Dena dengan tulus.


"Ya sudah, have fun ya." ucap Carol dan berlalu pergi dengan teman-teman nya.


Malfin tau jika sang Mommy memang sengaja memperkenal kan Dena kepada Carol, Malfin pun tak dapat berkata kata kala melihat sorot mata tajam sang Mommy.


"Misal kan lain kali ketemu Carol, jaga jarak. Kamu denger kan apa kata Mommy!" seru Dena tajam dan menekan beberapa kata terakhir nya.


"Mom, c'mon. Antara Malfin dan Carol tidak ada hubungan apa pun. Mom pun tau itu." balas Malfin dengan pasrah.


"Bagus jika kamu menyadari itu." ketus Jesica dan menarik Dena sembari memberi kan beberapa paper bag belanjaan mereka ke tangan Malfin.


Malfin pun dengan pasrah menerima itu semua. Dari kejauhan tampak Franco tersenyum menang, kala melihat anak semata wayang nya menjadi bodiguard kedua wanita di depan nya.


"Dad, kok di sini sih?" selidik Jesica.


"Bukan nya Mom sama Dena belanja! belanjaan nya mana?" tanya Franco pura-pura meaki ia sudah melihat banyak nya paper bag di tangan sang anak.


"Dad, bantuin Malfin dong." pinta Malfin dengan wajah lesuh nya.


"Nih kunci mobil nya, kamu turun dan bawa paper bag itu ke mobil. Dad mau ngajakin Mom sama Dena belanja lagi." balas Franco tanpa dosa sembari memberikan kunci mobil ke tangan Malfin.


"Enak aja, Dad itu udah tua, gak boleh banyak jalan." seru Malfin dengan tersenyum mengejek.


"Aaiisst.. kalian berdua bisa diem gak. Dad sama Malfin bawa paper bag itu ke mobil. Mom sama Dena bakalan nungguin kalian di balleria cafe, okey!" potong Jesica telak dan menarik Dena menjauh daei kedua pria perusak mood nya.


"Haha... Malfin tambah cinta deh sama Mom." tawa Malfin mengejek ke arah sang Papah.


"Dad bawa punya Mom, Malfin bawa punya Dena, okey." seru Malfin dan menyerah kan tujuh paper bag besar ke tangan sang Papah.

__ADS_1


"Dasar anak tidak tau di untung." kesal Franco namun tetap membawa paper bag milik sang istri.


"Hahaha.. bawa aja Dad, jika tidak ingin tidur di luar. Hahaha" ejek Malfin sembari berlari menjauh dari sang Papah.


Setelah tiba di bassement, Malfin pun membuka pintu mobil nya dan menaruh paper bag milik Dena, begitu pun dengan Franco yang sedang menata paper bag sang Istri.


"Dad, udah belom." teriak Malfin.


"Emang kau kira Dad tuli! ngomong nya pelan-pelan, bisa-bisa kuping Dad pecah karena mendengar teriakan kamu itu." kesal Franco dengan sikap bar-bar Malfin.


"Dad, maafin sikap Malfin selama ini ya." gumam Malfin pelan, namun masih bisa di dengar pria di samping nya.


Franco tersenyum bahagia, ia tidak menyangka jika anak semata wayang nya bisa meminta maaf kepada orang lain, terlebih Franco tau sikap dingin dan cuek Malfin selama ini, namun ia bangga jika sang anak bisa mengucap kan kata keramat itu.


"Kamu ngomong apa barusan!" tanya Franco yang pura-pura tidak mendengar kan ucapan sang anak.


"Emang apa yang Dad denger?" tanya nya tanpa menjawab pertanyaan sang Papah.


"Lah, kamu ini aneh deh. Yang ngomong kamu, kok Dad yang di tanya." seru Franco dengan menahan tawa nya saat melihat wajah masam Malfin.


Malfin tak mengubris lagi ucapan sang Papah, ia memilih berjalan terlebih dahulu. Melihat kekesalan sang anak, Franco pun berucap.


"Dad, udah maafin kamu jauh sebelum kamu meminta maaf. Bagi Dad, kamu dan Mom adalah kebahagian Dad. Dad gak mungkin marah sama kamu." ucap Franco dengan serius sembari menatap punggung Malfin.


Langkah Malfin pun terhenti saat sang Papah mengutarakan isi hati nya, Malfin pun berbalik dan memeluk sang Papah dengan erat nya.


"Maafin Malfin, Dad. Malfin udah berlaku kurang ajar sama Dad dan Mom." ucap nya dengan mengerat lan pelukan sang Papah.


Jesica tampak menitih kan butiran bening kala melihat pemandangan yang tak jauh di depan nya. Ia tidak menyangka jika kehadiran Dena bisa membawa perdamaian antara anak dan suami nya. Dena pun ikut terenyuh saat melihat kedua pria yang sebentar lagi masuk ke kehidupan nya.


"Dena, makasih. Kau wanita yang membawa kebahagian di keluarga kami. Mom tidak sabar lagi menunggu kamu dan Malfin memberikan cucu untuk Mom, Dad dan Ayah kamu." ucap Jesica tulus dan mengusap lembut punggung tangan Dena.

__ADS_1


"Dena pun bahagia ketika melihat Malfin menjadi Malfin yang lembut dan penuh kasih sayang." balas Dena dengan perasaan campur aduk.


__ADS_2