
Hari yang di tunggu-tunggu pun tiba, tepat hari ini prosesi pernikahan Malfin dan Dena pun berlangsung, tampak sosok Jesica sudah sangat sibuk menjamu para tamu undangan, begitu pun dengan para pria yang sedang sibuk berbincang dengan beberapa rekan bisnis mereka masing-masing.
Di salah satu ruangan, Dena dengan balutan dress pengantin tampak begitu cantik dan elegan, gaun pengantin yang di kenakan Dena adalah gaun pengantin yang di pilih oleh Jesica, gaun pengantin tersebut di rancang khusus oleh desainer ternama dari GK yang pasti nya harga sebuah gaun mencapai milliaran dollar, Jesica ingin memberi kan pernikahan termewah kepada anak semata wayang nya beserta menantu nya.
Nania yang baru saja masuk terpukau kala melihat sang sahabat dengan balutan dress pengantin.
"De, kau sangat cantik, sumpah siapa pun yang melihat mu pasti akan terpukau melihat kecantikan mu." seru Nania sembari memutar tubuh Dena se enak jidat nya.
"Na, hentikan." kesal Gaftan kala ingin memanggil Dena.
"Yang di putar aja gak marah, kok loh yang sewot sih." balas Nania tak terima.
"Ya ampun, di bilang malah nyolot nih bocah, lama-lama gue cium baru tau rasa loh." ancam Gaftan dan berhasil membuat pipi Nania merona.
"Dasar mesum." seru Nania dan berlalu keluar dari ruangan tersebut.
__ADS_1
Denada tersenyum melihat tingkah kedua sahabat nya itu, ia tau jika Gaftan sudah menaruh hati terhadap Nania sejak lama, namun Gaftan memilih memendam perasaan nya, begitu pun dengan Nania yang sering curhat mengenai perasaan nya terhadap Gaftan namun ia gengsi untuk menunjuk kan ketertarikan nya kepada Gaftan.
"De, kamu sudah di tunggu di bawah. Sumpah demi apa pun kamu sangat cantik, andai kan aku bisa memiliki seorang yang aku cinta, akan ku buat ia bahagia seperti Malfin yang sangat mencintai mu." puja Gaftan dengan kecanti kan Denada dengan balutan gaun pengantin.
"Makasih Gaf, berkat kalian juga aku bisa bersama Malfin lagi." balas Denada dengan tulus mengingat semua kebaikan Gaftan dan lain nya di ikuti butiran bening yang mulai berjatuhan.
"Gak ada ucapan terima kasih untuk seorang sahabat, kebahagian kalian adalah kebahagian kami juga. Jadi berbahagia lah hapus air mata mu, bisa-bisa aku di gebukin sama Frizy dan lain nya di kira aku ngapa ngapain kamu. Ya sudah ayo." tegur Gaftan tak terima melihat Denada menitih kan air mata di hari bahagia nya, setelah melepas dekapan nya dari tubuh Denada, Gaftan pun melangkah membuka kan pintu namun langkah nya terhenti kala mendengar ucapan menohok dari Denada.
"Gaf, aku tau kamu mencintai Nania. Kenapa kamu gak mau jujur sih ke dia. Kejar Nania sebelum dia menjadi milik orang lain." ucap Denada yang yakin jika ini adalah saat yang tepat untuk membicara kan perasaan Gaftan.
Gaftan mematung, ia tidak tau harus menjawab apa dengan sederet pertanyaan yang di layang kan Denada.
"Sekuat apa pun kamu mencoba menutupi perasaan mu, aku tau semua itu. Yang perlu kau ketahui, Nania akan di jodoh kan dengan anak rekan bisnis Paman. Pertunangan mereka kurang dari dua bulan lagi." seru Denada lagi dan berjalan mendahului Gaftan yang diam terpaku di ambang pintu.
"De, berjanji lah demi persahabatan kita. Kamu gak akan katakan ini kepada siapa pun terlebih kepada Nania maupun Frizy. Aku gak mau hubungan persahabatan kita renggang karena hadir nya cinta terlarang ini. Kamu mau kan berjanji kepada ku." Gaftan menarik pergelangan tangan Denada dan meletak kan tangan Denada di kepala nya sebagai tanda jika ia harus berjanji untuk tidak berbicara mengenai perasaan nya.
__ADS_1
"Gaf apa yang kau lakukan? aku gak mau, aku ingin kalian bersatu, aku gak mau kalian menyesali segala nya di kemudian hari. Jangan buat aku berjanji kepada mu, karena aku gak ingin apa yang pernah aku dan Malfin rasain kalian juga merasa kan nya, itu sangat sakit Gaf. Nania juga mencintai mu. Kejar dia, buat hati nya luluh dengan cinta tulus mu." tolak Denada sembari menarik tangan nya dari kepala Gaftan.
"Frizy gak mau aku dekat sama Nania, biarlah cinta ini ku pendam hingga cinta ini memudar dengan sendiri nya. Aku gak mau kehilangan seorang sahabat hanya karena kebodohan ku mencintai adik dari sahabat ku sendiri." balas Gaftan frustasi, ia tidak tau lagi harus memohon dengan cara apa kepada Denada agar tidak mengatakan kebenaran nya.
"Jika itu keputusan mu, aku bisa apa." seru Denada kecewa dengan pemikiran Gaftan yang menyerah untuk memperjuang kan cinta nya.
Tanpa kedua nya sadari, Nania mendengar dengan jelas segala pembicaraan mereka, begitu pun dengan Frizy yang berada di bilik toilet samping ruang ganti Denada. Frizy mematung mendengar penuturan Gaftan sahabat nya, yang diam-diam mencintai adik nya. Ia menyesal pernah bercanda dengan mengata kan larangan untuk para sahabat nya mencintai adik nya, ia sungguh tidak bermaksud mengatakan itu jika saja Gaftan mau jujur dengan perasaan nya terhadap Nania adik nya.
'Maafin aku Gaf, aku sungguh bodoh, aku begitu egois memisah kan kalian berdua yang saling mencintai.' marah Frizy dengan sikap nya yang membatasi para sahabat nya untuk dekat dengan Nania.
Mendengar jika Gaftan pun mencintai diri nya, membuat Nania bahagia namun belum juga merasa kan kebahagian, ia harus menelan kebahagian itu dengan ucapan Gaftan yang meminta Denada untuk diam, dan Gaftan pun akan perlahan melupakan cinta nya.
Denada terkejut mendapati Nania yang berada di atas tangga, ia tau jika Nania pasti sudah mendengar segala ucapan Gaftan barusan dan itu pasti akan membuat nya sedih. Denada tau Nania mencoba menyembunyi kan tangisan nya, terlihat jelas kedua manik mata nya memerah dan berembun, begitu pun dengan Gaftan yang mematung di belakang Denada, ia meruntuki diri nya karena telah mengata kan itu di tempat yang tidak seharus nya.
Nania menatap nanar ke arah Gaftan, manik kedua nya pun saling beradu, tak berselang lama Nania pun mengedar kan pandangan nya ke arah Denada.
__ADS_1
"De, kamu sudah di tunggu sama aunty Jes dan lain nya. Kamu udah siap kan jadi Ratu sehari untuk suami mu yang dingin itu." Nania mengalih kan kecanggungan di antara mereka, sembari membuang pandangan nya, setetes air mata pun jatuh dan dengan cepat nya ia menghapus air mata nya, namun sayang Denada maupun Gaftan dapat melihat itu, begitu pun dengan Frizy yang berada di balik pintu kamar mandi. Ia merasa sesak kala melihat air mata jatuh di pipi adik nya untuk pertama kali nya.
'Maafin kakak dek, kakak gak tau jika kamu pun menaruh hati kepada Gaftan. Namun semua nya sudah terlambat, sebentar lagi kamu akan melangsung kan pertunangan mu bersama Serkan. Tapi kakak janji bakalan bicara kan ini bersama Mommy dan Deddy. Karena senyum mu adalah kebahagian kami.' ucap Frizy pelan.