
Setelah kejadian itu, Malfin yang hendak kembali ke hotel tiba-tiba mendapatkan telpon dari Kepala Zhang untuk bertemu. Malfin dengan cepat nya menelpon Gaftan dan menyuruh nya pergi ke kantor polisi.
"Kumpul kan semua nya dan kalian segera lah menuju ke kantor polisi, kita akan bertemu di sana." ucap nya dengan dingin dan segera memutuskan sambungan telpon tersebut tanpa mendengar balasan dari Gaftan karena saat ini Malfin sangat kesal dengan sikap Gaftan beberapa saat lalu.
Beberapa menit kemudian Malfin pun tiba di kantor polisi dan segera masuk dengan kepala Zhang yang baru saja tiba. Selang beberapa saat Gaftan dan beberapa rekan tim nya juga tiba.
Kini di ruangan forum yang terdapat banyak kursi dan sebuah meja besar yang cukup panjang sudah di penuhi beberapa pria dengan kharisma bebeda beda, seperti sedang melakukan meeting.
"Shanghai adalah tempat penyaluran terpenting bagi Muldof Jock. Ini adalah kaki tangan Muldof Jock, ia pun merupakan orang kepercayaan Muldof Jock, segala sesuatu di lakukan nya dengan cepat, akurat dan kejam. Banyak transaksi penting Muldof di serahkan kepada nya." ucap kepala Zhang sebagai pemimpin forum.
"Silahkan liat dokument yang saya bagikan kepada kalian. Itu adalah dokument yang di berikan oleh Interpol kepada kita, dan di dalam nya terdapat biodata tokoh utama mereka." ucap kepala Zhang kembali.
"Jika obat terlarang ini di distribusi kan di Shanghai , Shanghai pasti menjadi tombak besar dalam kasus Narkotika." ucap Gaftan.
"Benar! seperti kondisi saat ini, kita hanya bisa menyelidiki dari sumber terdekat Muldof Jock untuk mendapat kan informasi yang lebih akurat." timpal Malfin dengan memainkan pulpen di jemari nya.
"Apakah saat ini kalian mendapat kan informasi.?" tanya kepala Zhang.
"Dalam waktu dekat ini kami menemukan satu orang dalam dari Muldof Jock, dia bisa memberikan informasi dari Thianjin, dia bilang bahwa dalam waktu dekat ini Muldof Jock akan mengutus orang kepercayaan nya untuk melakukan transaksi bersama Bay Ly di sini." jelas Malfin.
"Seperti yang kita ketahui, jika saat ini Muldof tidak lagi berada di Shanghai sejak acara pembukaan perusahan putri nya." timpal Malfin dengan menyungging kan senyum di ujung bibir nya.
"Karena Kapten Malfin telah mendapat kan informasi, kasus ini menjadi tanggung jawab dari Kapten Malfin dan semua keputusan ada di tangan nya." jelas Kepala Zhang kepada beberapa rekan polisi di ruangan itu.
"Terima kasih Kepala Zhang, saya akan memberikan hasil yang maksimal dalam kasus ini." balas Malfin seraya berjabat tangan dengan para rekan nya.
"Di mana Inspektur Frizy, mengapa tidak ikut dalam pembahasan ini?" tanya kepala Zhang.
__ADS_1
"Saat ini ia menjadi tawanan Brian! tapi anda yang khawatir segera kami akan menemukan tempat persembunyian mereka dan membawa Frizy kembali." ucap Malfin dengan yakin namun kobaran api merasuk di selah-selah mata nya.
"Baik lah, segera jemput Inspektur Frizy kembali, karena aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada nya atau pun kalian selama berada di Shanghai." balas Kepala Zhang dan segera berpamitan.
Malfin pun selaku kepala tim segera mengarah kan rekan tim nya menuju tempat yang di kata kan Ray.
"Siap kan semua nya dan temui aku di Kota Yua!" ucap nya datar.
"Baik, Pak!" balas para rekan tim nya bersamaan.
Malfin segera keluar dari ruang tersebut dan berjalan ke arah mobil yang di berikan Kepala Zhang kepada nya, selama menjalan kan misi di Shanghai, ia pun melajukan mobil nya menuju Kota Tua.
Hampir seperkian detik akhir nya ia tiba di Kota Tua. Kota yang begitu sepih dan tampak kumuh. Malfin pun menepih kan mobil nya dan mulai berpikir untuk menemukan tempat penyekapan Frizy.
"Aku sudah tiba di Kota Tua! kal8an di mana sekarang?" tanya nya dengan datar ke Gaftan.
Malfin pun turun dari mobil nya dan mulai berjalan di pemukiman warga yang letak nya sangat lah kumuh. Ia pun terus menyusuri Kota Tua itu dengan berjalan kaki, hingga pada akhir nya ia berhenti di sebuah bangunan yang sudah lama terbengkalai.
Saat ia hendak menelpon Gaftan untuk menanya kan keberadaan mereka tiba-tiba Malfin mendengar langkah kaki beberapa orang. Malfin pun segera bersembunyi.
"Apa yang harus kita lakukan kepada pria itu?" tanya pria bertubuh besar kepada teman nya
"Kita tunggu saja perintah dari bos!" balas rekan pria itu.
Malfin pun mencoba mencerna pembicaraan antara kedua pria itu, setelah nya ia pun berjalan dengan pelan nya memasuki area gedung tua itu, "Shitt.! Brian Scot, berani nya kau melakukan itu kepada sahabat ku!" pekik Malfin saat mendapati Frizy yang sudah babak belur dan berlumuran darah.
"Kalian ikuti jalan yang sudah aku beri tanda, dan jangan lupa membawa pistol kalian, karena saat ini aku berada di sebuah gedung tua yang terdapat banyak anak buah Brian yang bersenjata." ucap Malfin dengan pelan nya.
__ADS_1
"Baik! kami segera kesana, Pak." balas Gaftan.
Setelah memastikan Gaftan dan lain nya sudah berjalan masuk ke area gedung tua itu, Malfin pun mulai menembak satu persatu anak buah Brian.
Menyadari telah terjadi baku tembak di dalam gedung tua tersebut Gaftan dan rekan tim nya pun segera menerobos masuk ke bangunan tua itu.
Brian bukan lah seorang yang dapat di remeh kan, mengetahui jika tempat persembunyian nya telah di kepung polisi Shanghai, ia pun segera mengisi barang bukti tersebut di sebuah tas besar dan secepat nya berlari meninggalkan gedung tersebut namun Malfin terlalu cerdik dan berhasil menemukan Brian di suatu ruangan tersembunyi.
"Malfin Iglesias, lama tak jumpa! jangan buang tenaga mu, Malfin. Kau tidak akan bisa menangkap ku!" teriak Brian Scott dari balik brankas.
"Mengapa kau keluar dari tim dan ikut bersama Muldof Jock, jika kamu sedang dalam kesulitan kita bisa bicara kan itu." balas Malfin karena menganggap Brian adalah teman nya.
"Aku tidak membutuh kan bantuan dari kalian! sekarang kita bukan lah seorang teman melain kan seorang musuh." pekik Brian kembali dan mulai menembak segala arah.
"Jangan gegabah Brian, itu akan membuat mu sulit untuk keluar dari Shanghai." balas Malfin.
"Malfin, pergi lah! sebelum aku benar-benar membunuh mu!" pekik Brian kembali.
"Jangan lupa dengan identitas mu Brian!" teriak Malfin kembali.
Merasa kesal dengan Malfin yang terus menerus menasehati nya, Brian pun keluar dan mulai menembak Malfin terus menerus. Kedua nya pun saling melempar kan tembakan, melihat Brian yang kehabisan peluruh, Malfin pun segera melompat ke arah meja samping brankas dan mulai memukul Brian tiada henti, Brian pun membalas segala pukulan yang Malfin berikan kepada nya.
Tampak bibir bawah Brian sudah mengeluarkan bercak darah, begitu pun dengan Malfin. Setelah merasa Malfin yang sudah agak jauh dari posisi nya, ia pun dengan segera melompat ke arah jendela, yang tepat nya ia sudah di tunggu oleh seseorang di bawah menggunakan sebuah mobil.
Malfin pun mengurung kan niat nya untuk mengejar Brian karena saat ini yang terpenting bagi nya adalah keselamatan Frizy. Malfin pun segera berlari menuju Frizy yang di sembunyi kan di ruang bawah tanah.
"Maaf kan aku! seharus nya aku tidak menyuruh kalian kesana!" ucap Malfin dengan rasa bersalah ketika melihat wajah Frizy yang sudah sangat bengkak karena ulah Brian.
__ADS_1
"Aku pasti menangkap nya hidup-hidup!" pekik Malfin dengan marah mengingat Brian yang tega melakukan itu kepada Frizy.