Dendam Cinta Sang Police

Dendam Cinta Sang Police
21. Kekaguman Jesica


__ADS_3

"Nona, apa anda mau saya temani ke supermarket?" tanya Bella dengan hati-hati.


"Baiklah, ikutlah bersama aku, toh aku juga bosan, kemana-mana sendiri gak ada teman nya, selain para penjaga yang wajah nya tidak pernah bersahabat, itu tuh." balas Denada di ikuti tawa ketika mengingat wajah para penjaga nya yang selalu di tekuk.


"Nona bisa aja, toh semuanya Tuan lakukan untuk kebaikan Nona." balas Bella dengan senyum.


Setelah perbincangan singkat mereka pun segera berjalan memasuki mobil. Hampir 30 menit akhir nya mereka tiba di supermarket.


"Paman Leik, tolong katakan kepada mereka untuk tidak mengikuti kami masuk kedalam, aku hanya tidak ingin menjadi pusat perhatian di dalam nanti nya." ucap nya dengan lembut kepada kepala keamanan yang duduk di samping supir sebelum keluar dari mobil.


"Baik Nona." balas pria tersebut dengan anggukan.


Denada dan Bella pun turun dan berjalan masuk ke supermarket. Sesampai nya di sana Denada mulai mengambil barang-barang yang di perlukan.


"Bella, kamu ambillah beberapa keperluan yang kamu butuh kan, setelah nya kita bertemu di kasir." ucap Denada yang sedang tadi melihat ke arah Bella yang tidak mengambil apapun sejak tadi.


"Mana bisa begitu Nona, saya tidak berani, apalagi nanti ketahuan Ibu, entar saya di marahi." balas Bella dengan jujur sembari menunduk.


"Masalah Bibi, jangan khawatir. Aku akan menjelaskan kepada Bibi, jika itu aku belikan untuk mu karena sudah menemaniku jalan-jalan. Pergilah, ambil apapun yang kamu ingin kan." jelas nya dengan tersenyum ke arah Bella sembari mendorong pelan pundak Bella agar segera mengambil barang keperluan nya.


Perbincangan kedua nya, tidak sengaja menarik perhatian seorang wanita paruh baya bermata coklat yang berdiri tidak jauh dari tempat mereka. Wanita yang mengenakan dress berwarna merah itu tampak tersenyum, hati nya tersentu saat melihat kemurahan hati sosok wanita cantik di depan nya.

__ADS_1


"Seandainya ia bisa menjadi menantuku mungkin saat ini aku tidak kesepian." membatin nya dengan lirih tanpa mengedarkan pandangan nya dari sosok di depan nya.


"Nyonya, ada apa?" tanya sang asisten yang sejak tadi melihat bos nya hanya berdiam diri di samping rak bersusun.


"Tidak apa-apa, hanya saja saya kangen sama Malfin, toh sudah hampir 9 bulan lama nya ia tidak mengunjungi saya lagi." ucap nya dengan sedih mengingat Malfin yang tidak pernah menemui nya.


"Nyonya belum tahu ya, Tuan muda akan tiba di sini pada besok malam." balas nya dengan kikuk karena ia lupa memberitahukan bos nya atas kepulangan Malfin.


"Oh ya, saya kok gak tahu." ucap nya dengan kecewa karena tidak tahu kepulangan anak semata wayang nya.


"Kemarin Tuan menelpon saya, dan meminta saya untuk menyiap kan pesta kecil-kecil untuk menyambut kedatangan Tuan muda." jelas nya dengan rasa bersalah.


"Ya sudah, beli apa saja untuk acara penyambutan besok dan ya, jangan lupa pesan kan cheess cake kesukaan Malfin sebagai hidangan penutup." ucapnya dengan raut kebahagian.


Denada yang sedang mengambil shampo tidak segaja melihat seorang pria mengenakan topi mencuri dompet seorang wanita paru baya dan hendak berjalan keluar dari supermarket, Ia pun tanpa rasa takut berjalan ke arah pria itu dan melewati wanita tersebut.


"Hey, berhenti!" teriak nya kepada pria tersebut, dan sontak membuat semua orang menatap ke arah nya termasuk wanita paru baya tersebut.


Pria tersebut pun menghenti kan langkah nya, ia seperti mengenal suara tersebut, awal nya ia ingin membuat sang Mamah terkejut dengan kedatangan nya yang menjadi seorang pahlawan di siang hari namun semua berantakan dengan kehadiran seseorang yang melihat ia mengambil dompet dari dalam tas sang Mamah.


"Sial! apa dia melihat ku mengambil dompet Mamah." umpat nya dalam hati dengan kesal.

__ADS_1


"Kembali kan dompet yang baru saja kau ambil, itu bukan hak mu, jika kamu kekurangan uang coba lah mencari pekerjaan dengan baik, jangan seperti ini." ucap Denada dengan lembut nya.


Namun pria tersebut tidak sedikit pun berbalik untuk melihat ke arah nya dan tetap berdiri membelakangi nya, dan dengan terpaksa ia mengulurkan tangan nya kebelakang sembari menyodor kan dompet tersebut dan segera berlari keluar dari supermarket.


Denada pun menerima dompet tersebut dan berjalan ke arah wanita paru baya yang usia nya berkisar 40 namun masih terlihat begitu cantik dan terkesan glamor.


"Tante, ini saya kembali kan dompet Tante yang di curi barusan." ucap nya dengan lemah lembut.


"Terima kasih cantik, untung ada kamu, oh iya, seharusnya tadi kamu gak ngelakuin itu, bagaimana jika pencopet itu membawa pisau, mungkin kamu akan terluka." balas nya dengan khawatir karena ia berpikir jika kehilangan dompet tidak masalah baginya namun keselamatan wanita di depan nya di pertaruhkan.


"Nona, apa anda baik-baik saja, maaf saya lalai menjaga anda." ucap Bella yang entah sejak kapan sudah berada di samping nya dengan raut wajah yang begitu khawatir.


"Bella, aku baik-baik saja, kamu tidak perlu mengkhawatir kan ku. Apa kamu sudah selesai mengambil barang keperluan mu?" balas nya dan segera bertanya kepada Bella.


"Iya, saya mengambil beberapa cemilan dan sedikit keperluan sehari hari saya, Nona." jelas nya dengan malu-malu.


"Ya sudah, ayo kita kembali!" balasnya dan segera berpamitan kepada wanita di depan nya.


"Tante, lain kali lebih hati-hati ya. Saya pamit dulu." ucap nya dan segera berjalan menuju kasir bersama Bella setelah mendapat kan anggukan dari wanita paru baya tersebut.


Jesica masih berdiri mematung di tempat nya, ia tidak menyangka jika gadis yang baru saja menolong nya adalah sosok menantu idaman bagi diri nya karena ini kali pertama nya ia bertemu dengan seorang gadis yang begitu sopan, tidak memandang status dan terlebih tidak terlihat begitu centil seperti kebanyakan gadis-gadis remaja yang sering ia jumpai termasuk Carollina yang nota bene nya tidak ia sukai karena selalu saja bertingkah kekanak kanakan saat melihat Malfin.

__ADS_1


"Jihan, bantu saya cari tahu informasi mengenai gadis barusan, saya yakin dia bukan gadis sembarangan, lihat saja banyak pengawal yang sedang menunggu nya di depan sana." ucap nya dengan serius sembari menatap ke arah gadis tersebut.


"Baik Nyonya, anda akan menerima informasi siang nanti." balas Jihan dengan sopan.


__ADS_2