Dendam Cinta Sang Police

Dendam Cinta Sang Police
29. Kecewa


__ADS_3

"Hallo Nania"


"........"


"Gue lagi di mall, ketemuan yuk di cafe biasa."


"......."


"Di tunggu ya Nania sayang."


"......."


Nada mematikan sambungan telpon nya, ia pun segera membayar beberapa barang yang tadi di beli nya. Nada pun turun ke lantai dasar di mana cafe yang akan menjadi tempat pertemuan nya dengan sang sahabat. Sesampai nya di cafe ia pun memesan beberapa cemilan untuk menjanggal perut nya sembari menunggu kedatangan sang sahabat. Tidak membutuh kan waktu lama, Nania pun datang dan itu berhasil membuat Nada terkejut, pasal nya Nania tidak datang sendiri melain kan dengan Frizy sang kakak.


"Kak, ayo duduk." panggil Nania saat mendapati sang kakak yang enggan duduk bersama mereka. Frizy pun tidak ingin berdebat dan memilih mengikuti keinginan sang adik.


"Na, ada hal yang ingin gue bicarain sama kamu, tapi gue harap kamu gak bakal marah ya." Nada membuka obrolan setelah hening beberapa saat.


"Tergantung." balas Nania di ikuti senyum mengembang.


Nada pun mengambil sesuatu dari dalam tas, setelah nya ia pun menyodor kan sebuah kertas berwarna perak tersebut kepada sang sahabat. "Gue harap kamu dateng ya, besok pertunangan gue sama Brian." pintah Nada dengan wajah tertunduk.


Frizy tampak terkejut, namun sebisa mungkin ia menahan keterkejutan nya. "Udah nyerah loh!" seru Frizy dengan tajam nya.


"Zy, maafin gue, gue gak maksud buat nyerah. Tapi, segala cara telah gue coba tapi Malfin makin menjauhi gue. Maaf!" jelas Nada dengan mata yang sudah berkaca kaca.


"Harus nya loh lebih berusaha, bukan menyerah dan memilih menikah dengan pria lain. Gue kecewa sama loh, De." balas Frizy dan berlalu dengan kemarahan meninggal kan Nada dan juga Nania.


"De, jangan bilang jika Brian hanya sebagai pelarian loh saja. Mungkin setelah ini, Kak Malfin akan sangat membenci kamu. Semoga kamu tidak akan pernah menyesali keputusan kamu kali ini." seru Nania dan hendak beranjak meninggal kan Nada. "Oh iya, malam nanti akan di adakan party ulang tahun Kak Malfin, jika kamu punya waktu datanglah ke Rome Night Club pukul delapan malam. Mungkin dengan kehadiran kamu, hubungan kalian akan membaik dengan sendiri nya." seru Nania kembali setelah nya ia berlari menyusul Frizy yang sudah berjalan duluan.


Dena terdiam ketika melihat kepergian kedua sahabat nya, ia tidak menyangka jika pertemuan mereka kali ini, akan membuat jarak di antara pertemanan mereka.


"Jer, jemput gue sekarang! gue tunggu di depan mall samping perusahan." isi pesan yang di kirim kan Denada kepada Jerry.

__ADS_1


Frizy begitu marah dengan keputusan yang Denada ambil, ia tidak menyangka jika Denada akan cepat berpaling dari Malfin.


"Shiit!" pekik Frizy dan meremas kaleng soda di genggaman nya hingga remuk.


"Kak, kok ninggalin Nania sih!" gerutu Nania saat sudah berada di samping sang kakak.


"Kak, Nia tau kakak pasti kecewa dengan keputusan Nada. Tapi, kakak pun tau sendiri perjuangan Nada beberapa bulan ini untuk minta maaf kepada Kak Malfin, dan kita semua tau itu tidak mudah." Nania mencoba menenang kan Frizy yang tampak kesal dan marah.


"Gak gitu juga, Na. Seharus nya Nada lebih berusaha untuk menarik perhatian Malfin, bukan sebalik nya." balas Frizy dengan emosi yang tidak dapat di bendung lagi.


"Nia, ngundang Nada ke party Kak Malfin. Dan Nia harap Kakak mau bantu Nia buat menyatukan mereka kembali." potong Nia saat Frizy melempar asal kaleng dari genggaman nya.


"Nia, kenapa kamu ngundang Nada ke party Malfin! di sana pasti ada Carol dan kau tau bukan, Malfin akan membuat jarak di antara mereka dengan kehadiran Carol." kesal Frizy kepada sang adik.


"Semua juga tau kok kak, jika antara Malfin dan Carol tidak ada hubungan yang spesial, di tambah Aunty Jes juga gak setuju perihal kedekatan Kak Malfin dan Carol." balas Nania dengan bangga ketika mengetahui orang tua Malfin menentang hubungan Malfin dan juga Carol.


Frizy memilih diam ketimbang adu mulut dengan sang adik, yang ia yakini pasti tau segala nya dan itu semua pasti ada Aunty Jes yang berada di belakang sang adik.


Sekembali nya Frizy dan Nania, tampak Jerry yang sedang menunggu Denada di depan mall. Tak berselang lama Denada pun menghampiri Jerry.


"Hey.. ada apa? kamu kok nangis?" tanya Jerry saat melihat wajah sembab sang sahabat.


"Gak pa pah." balas Denada dan segera duduk di kursi penumpang.


"Hey, Nad. Gue tau loh, loh gak mungkin nangis tanpa sebab. Ayo cerita, ada apa. Siapa tau gue bisa bantu." seru Jerry saat sudah duduk di bangku kemudi.


"Jer, apa gue batalin aja pertunangan gue sama Brian. Gue udah coba ngebuka hati gue untuk Brian tapi gue gak bisa, hati gue masih mengharap kan Malfin." Denada berucap dengan lirih dengan suara bergetar menahan isakan tangis nya kembali.


"Ikuti kata hati kamu, Nad. Jika kamu masih mencintai Malfin coba bicarakan dengan dia kembali, jika tidak bisa lagi, semua keputusan ada di kamu. Gue sebagai sahabat loh, hanya bisa memberi saran, selebih nya ada di diri kamu sendiri." Jerry memberikan beberapa masukan kepada sang sahabat.


Denada hanya diam, ia berpikir apa yang di kata kan Jerry ada benar nya juga, jika ia harus ekstra berusaha untuk merebut hati Malfin kembali.


"Makasih ya Jer, gue gak tau jika gak ada kamu, mungkin saat ini gue udah terikat dengan Brian. Gue bakalan rebut hati Malfin lagi." balas Denada dan Jerry pun tersenyum melihat sang sahabat yang kembali tenang.

__ADS_1


Rome Night Club.


Tampak Frizy, Leon dan Gaftan sudah duduk di salah satu sofa yang akan menjadi tempat perayaan ulang tahun Malfin. Beda hal nya dengan Malfin yang belum nampak di sana.


"Bro, kok yang punya party belum kelihatan sih!" tanya Ray yang baru saja tiba.


"Tadi sih udah gue telpon, mungkin sebentar lagi nyampe." balas Frizy sembari menyesap gelas Vodca di depan nya.


"Nania juga mana sih, ntuh anak lama-lama ngeselin deh." gerutu Frizy saat tidak mendapati keberadaan sang adik


"Gue di sini kak!" teriak Nania yang sudah duduk di belakang Frizy sejak tadi.


"Jangan minum terlalu banyak, ntar di omelin Mami baru tau rasa." ucap Frizy mengingat kan sang adik.


Nania yang mendengar hanya memutar bola mata nya dengan malas.


Tak berselang lama, Malfin akhir nya tiba, ia pun segera menghampiri para sahabat dan tamu undangan.


"Selamat ulang tahun, Bro!" ucap Frizy beserta yang lain saat Malfin sudah berada di depan mereka.


"Hhmmm." balas Malfin dengan deheman, dan ikut duduk bergabung bersama yang lain.


"Kak, selamat ulang tahun ya! semoga bahagia selalu." ucap Nania kepada Malfin.


"Makasih Nia sayang! kok tumben mau gabung bareng Abang-abang kamu ini." goda Malfin saat mendapati Nania yang datang di ulang tahun nya.


"Hii geer banget, Nia tuh lagi nungguin sahabat Nia di sini. Siapa juga yang mau bergabung bersama para pria jomblo lapuk kayak Kakak-Kakak sekalian." balas Nia dan memelet kan lidah nya ke arah Malfin dan para sahabat nya.


"Ciih anak bau kencur kayak loh, tau apa sama hubungan percintaan." seru Gaftan di ikuti gelak tawa oleh semua nya dan itu berhasil membuat Nania kesal sendiri.


"Orang cantik gini di bilang bau kencur! hellow.. bilang aja kalau situ-situ sekalian yang gak laku, gak usah kepedean deh. Bey-bey.." balas Nania dan kembali memelet kan lidah sembari berlarian menuju meja barthender.


"Gaf, loh kok mau di profokasi sama Nia, loh seharus nya gak ngeladenin tuh anak, dia itu kalau bicara gak pernah di saring, dan gue pastiin loh gak bakalan menang jika beradu mulut bersama Nia si tukang gosip." seru Leon di ikuti tawa oleh Malfin dan lain nya.

__ADS_1


__ADS_2