Dendam Cinta Sang Police

Dendam Cinta Sang Police
35. Rathan Zhack Nhat


__ADS_3

Dena maupun Malfin turun dari mobil, kedua nya saling memberi kekuatan satu sama lain. Ya, seperti yang Dena ketahui jika sang Ayah pasti akan murka ketika tahu jika ia ingin membatal kan pertunangan.


Namun beda hal nya dengan Malfin, ia terlihat begitu santai, menurut Malfin pertemuan dengan Ayah dari gadis yang di cintai nya sama hal nya dengan ia sedang menyelesai kan suatu misi.


Tampak Rathan atau sering di sapa dengan Muldof Jock sedang menyantap sarapan di ruang makan. Dena tampak takut, ia begitu gugup dan kali ini tubuh nya bergetar hebat, namun Malfin selalu memberi nya dorongan untuk tetap tenang.


"Tenang lah, aku tidak akan membiar kan apapun terjadi kepada kamu." bisik nya untuk menenang kan sang pujaan hati.


Rathan yang menyadari kedatangan sang anak pun tampak biasa-biasa saja, ia tau jika ketidak hadiran Denada semalam saat jamuan makan malam bersama orang tua Brian, di karena kan ia menginap di keluarga Franco yang tak lain adalah sahabat mendiang sang Istri.


Bukan hanya sampai di situ, namun Rathan menyuruh seseorang untuk menyelidiki hubungan antara sang anak dengan Malfin, yang tak lain pernah merajut kasih semasa duduk di bangku sekolah. Rathan pun tak marah melain kan ia ikut bahagia ketika mengetahui sang anak telah menemukan kebahagian nya kembali.


"Dari mana saja kamu! apa kamu lupa semalam ada jamuan makan malam bersama orang tua Brian?" tanya Rathan dengan dingin nya.


"A-ayah maafin Dena. Dena gak mau tunangan dengan Brian. Dena gak cinta sama Brian." balas nya dengan tergagap.


"Masuk!" desis Rathan.


"T-tapi,--" seru Dena yang tak melanjut kan ucapan nya ketika sang Ayah menatap nya dengan tajam.


"Gak ada tapi-tapian, masuk sekarang." ucap Rathan kembali.


Dena pun mencoba melepas kan genggaman tangan Malfin, namun Malfin tak tinggal diam.


"Maaf Paman jika saya lancang, tapi anda tidak berhak memutus kan kebahagian Dena. Seharus nya anda menanya kan apa yang di ingin kan Dena, bukan sebalik nya." seru Malfin tak tanggung-tanggung.


Mendengar perkataan Malfin, para pengawal yang berdiri tak jauh dari Rathan pun hendak maju namun Rathan mengibas kan tangan nya.


"Tinggal kan kami!" ucap Rathan datar.


"Baik Tuan." balas mereka serempak dan berlalu keluar mengikuti perintah sang majikan.

__ADS_1


Seperti tau dengan situasi di depan nya, Malfin pun meminta Dena untuk ke kamar.


"Kembali lah ke kamar kamu, ada hal yang ingin aku bicarakan dengan Paman." ucap Malfin dengan mengusap lembut pipi Dena.


"Aku takut, Ayah pasti akan melakukan sesuatu kepada kamu." balas nya khawatir.


"Tenang lah, Paman tidak mungkin menyakiti aku." ucap Malfin sembari mengecup puncak kepala Dena dan ia pun berlalu menghampiri Rathan.


Rathan terenyuh saat melihat perlakuan Malfin yang mengecup sang anak dengan tulus nya, ia pun tersenyum bahagia, namun dengan cepat ia memasang wajah datar nya saat Malfin hendak menghampiri nya.


"Paman, ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan dengan Paman, apa Paman memiliki waktu luang?" tanya Malfin dengan sopan.


"Baik, kita bicara kan itu di ruang kerja saya saja." balas Rathan dan berjalan menuju ruang kerja nya, di ikuti Malfin yang berjalan di belakang nya.


Rathan pun duduk di kursi kerja nya. "Duduk lah!" titah nya.


Malfin pun duduk di depan Rathan.


Malfin yang mendengar kalimat terakhir yang di ucap kan pria di depan nya hanya menyungging kan senyum nya.


"Orang suruhan Paman, sungguh bukan orang biasa, saya salut dengan kecepatan berita mengenai siapa saya sebenar nya. Saya tidak ingin berbasa basi lagi, maksud kedatangan saya kesini untuk meminta restu Paman. Saya ingin melamar Denada." jelas Malfin dengan serius.


"Wow... terima kasih untuk ketulusan hati Kapten Malfin, tapi sayang, saya tidak bisa membatal kan pertunangan Dena dan Brian mengingat undangan pertunangan mereka sudah tersebar." balas Rathan dengan tersenyum.


Kali ini Malfin tak tinggal diam, ia pun meraih sesuatu dari saku celana nya dan memberikan itu kepada Rathan.


"Paman, pasti ingin yang terbaik untuk kebahagian Dena, dan setelah ini, Paman pasti akan segera membatal kan pertunangan mereka." ucap Malfin dengan smirk jahat nya


Rathan menyergit kala mendengar perkataan anak muda di depan nya, ia pun meraih lembaran yang di berikan Malfin. Seketika Rathan membola ketika melihat lembaran foto tersebut.


"Kapan ini terjadi? dan setelah Dena meminum minuman itu, apa yang terjadi?" Rathan mengeras kan rahang nya, ia begitu marah ketika mengetahui apa yang tidak di ketahui nya selama ini.

__ADS_1


"Saya membawa Dena ke salah satu kamar president suit." jelas Malfin dengan jujur.


"Apa ini?" tanya Rathan kembali ketika Malfin memberikan sebuah flastdisk.


"Bukalah. Paman akan mengetahui setelah melihat dan mendengar kan isi dari rekaman itu." jelas Malfin santai sembari menerima vidio call dari sang kekasih.


Malfin pun tersenyum ke arah layar sembari memberi kode untuk Dena tetap diam.


Rathan begitu murka kala melihat rekaman yang di berikan Malfin. Tanpa babibu Rathan pun menelpon seseorang.


"Sekap Brian sekarang!" titah nya kepada seseorang di seberang sana.


Setelah berbicara panjang lebar dengan seseorang di telpon, Rathan pun mengakhiri panggilan itu dan kembali menatap Malfin yang sedang tersenyum menatap ke arah ponsel nya.


"Eehmm.. jadi sejak kapan kau berhubungan dengan Dena?" tanya Rathan kembali duduk setelah panggilan telpon barusan.


"Sejak duduk di bangku sekolah, dan kami merajut kasih kembali setelah ia kembali ke sini ." jelas Malfin mantap.


"Ada beberapa hal yang ingin saya bicara kan dengan kamu, tapi untuk itu matikan sambungan telpon itu terlebih dahulu." jelas Rathan tegas.


"Baik!" balas Malfin. "Sayang aku matiin dulu ya, ntar kita telponan lagi." ucap nya kepada Dena yang sedang menatap nya dengan khawatir.


Rathan pun mulai mencerita kan perjalanan hidup Dena, dan apa kesulitan yang Dena alami selama ia hidup jauh dari orang-orang yang di cintai nya. Hingga tiba, di mana Rathan menjelas kan profesi nya sebagai seorang bandar narkotika, yang kerap di kenali dengan Muldof Jock.


"Saya tau selama ini, kamu mengincar saya. Saya pun siap dengan segala konsekuensi yang harus saya terima. Namun sebelum semua kejahatan saya terbongkar, apakah kamu mau berjanji untuk mencintai Dena sepenuh hati, dan menjadi kan dia wanita yang paling beruntung di dunia ini?" ujar Rathan yang mengingat hari terpuruk Dena selama hidup terpisah dari nya dan juga pria di depan nya.


Malfin diam membisu, kala mendengar penuturan pria paru baya di depan nya. "Saya janji akan membahagia kan Dena, dan tidak akan membiar kan siapapun menyakiti nya." balas Malfin dengan mantap.


"Terima kasih, Nak. Kelak jika terjadi sesuatu kepada Paman, Paman harap, kamu tidak memberitahu Dena mengenai kejahatan Paman selama ini. Karena Dena tidak pernah tau mengenai bisnis Paman, apakah kau bisa menjanji kan itu untuk Paman." pintah Rathan dengan mata yang sudah berkaca kaca.


Malfin tak tau harus berkata apa lagi, ia pun mengangguk tanda ia setuju dengan permintaan pria di depan nya.

__ADS_1


__ADS_2