Dendam Cinta Sang Police

Dendam Cinta Sang Police
18. Kekaguman Carol


__ADS_3

Mereka pun berjalan masuk ke Frajes Hotel, para staf hotel yang mengetahui kedatangan sang pemilik pun sontak berdiri di area pintu masuk hotel, menyambut sang pemilik dengan antusias nya dan keramah tamahan, membawa kesan jika seorang Malfin adalah seorang yang sangat penting.


"Selamat datang kembali, Tuan Muda!" sapa GM Frances Hotel dengan sopan nya.


"Thanks you, tolong siap kan Tripel Room untuk teman-teman saya, jamu mereka dengan sopan." ucap Malfin dengan sopan nya.


"Baik Tuan Muda, dan untuk President Suite telah kami siap kan untuk anda." balas GM dengan sopan.


"Baiklah, kalian ikut lah bersama mereka, aku akan ke kamar ku dulu, jika kalian ingin menemuiku, datang lah ke kamar ku lantai 25." seru Malfin sembari memberikan kartu akses ke lantai 25.


Gaftan dan lain nya pun menganguk dan berjalan meninggal kan Malfin. Malfin segera menuju lift khusus milik nya. Sesampai nya di kamar, bayang-bayang di mana ia mencumbui Denada terlintas di pikiran nya, fantasi-fantasi liar nya kini memenuhi isi pikiran nya, seketika ia sangat bergairah dan ingin mencari pelampiasan untuk menuntas kan gairah nya.


Ia teringat akan Carol, wanita yang selalu mengajak nya untuk bercinta, ia pun berpikir untuk mengirim pesan kepada Carol dan mengajak nya untuk menemui nya.


Honey, jika kamu tidak sibuk, datang lah ke Frajes Hotel sekarang! aku menunggumu di lantai 25. Malfin


Pesan yang di kirim kan Malfin untuk Carol.


Carol baru saja selesai meeting, dan ia pun berpikir untuk segera kembali ke Hotel di mana tempat penginapan nya.


"Wel, agenda saya hari ini sudah selesai kan!" tanya nya pada Welly sang asisten.


"Masih ada satu lagi Bu! tapi jika anda ingin menunda nya, saya bisa menghubungi pihak kedua untuk mengganti jadwal pertemuan kita." balas Welly dengan sopan ketika melihat wajah letih bos nya.


"Baiklah, tolong batal kan pertemuan malam ini, aku akan menemui mereka pada sore hari besok." jelas Carol dengan senyum.


Mereka pun berjalan keluar dari restoran dan menuju area parkir di mana mobil mereka di parkir. "Bu, apa kita kembali ke Hotel sekarang?" tanya Welly kembali untuk memasti kan.


"Iya Wel, saya capek banget ingin segera rebahan, langsung ke Hotel saja." balas Carol dengan wajah letih nya.

__ADS_1


15 menit menempuh perjalan yang cukup padat dan macet, akhir nya mereka tiba di depan hotel tempat mereka menginap selama 3 pekan lama nya.


Hendak turun dari mobil, tiba-tiba ia mendapat kan notifikasi dari ponsel nya, ia pun mengambil ponsel tersebut dari dalam tas, sungguh bahagia nya ia ketika melihat pesan yang di kirim kan Malfin, capek nya seperti hilang ketika melihat isi pesan yang di kirim Malfin, ia pun dengan cepat nya membalas pesan tersebut.


Baiklah Honey, kirim kan aku lokasi nya. Carol


"Wel, apa kamu tahu hotel ini? tolong antar kan saya ke sana!" ucap nya sembari memperlihat kan lokasi yang di kirim kan Malfin.


"Baik Bu!" balas Welly dengan anggukan.


10 menit berlalu, Carol pun tiba di depan Hotel yang Malfin minta.


"Wel kamu kembali lah dulu, mungkin malam ini saya akan menginap di sini. Kamu jemput saya pukul 9 saja besok." jelas nya dan segera berjalan masuk ke lobby Hotel.


"Selamat malam, Nyonya!" sapa sang reseption.


"Selamat malam, saya ingin bertemu dengan Tuan Iglesia." balas nya dengan sopan.


"Iya." balas nya sekedar.


Sang reseption pun segera menelpon kamar ekslusif sang pemilik hotel tersebut. Setelah mendapat kan persetujuan, ia menyapa Carol kembali.


"Nyonya, mari saya antar anda ke lift khusus president suite." jelas wanita itu dan berjalan menuju lift khusus tersebut.


"Nyonya saya hanya bisa mengantar anda sampai di sini! silahkan masuk." jelas nya dengan sopan.


"Terima kasih." balas Carol dengan lembut nya.


3 menit berlalu akhir nya Carol tiba di lantai 25 dengan pemandangan yang amat luar biasa memamer kan kemewahan ruangan bernuansa silver gold, furniture dan interior yang senada menampak kan kesan gemerlap nya ruangan president suite yang hanya dapat di jangkau oleh kalangan yang memiliki kekayaan tertinggi.

__ADS_1


Carol pun segera berjalan menghampiri pintu.


Toktok..


"Masuk!" sahut Malfin dari dalam.


Carol pun tidak ingin membuang buang waktu lagi dan segera meraih handel pintu, alangkah terkejut nya ia saat mendapati Malfin yang hanya bertelanjang dada, yang memperlihat kan otot-otot tubuh yang terbentuk nyaris sempurna di bawah pencahaya ruangan itu yang agak temaram.


Menyadari kedatangan Carol, Malfin pun mengalih kan pandangan nya dari kaca berukuran besar yang memperlihat kan gemerlap nya keindahan Hongkong yang dapat ia saksi kan dari kamar ekskusif milik nya, ia pun menatap ke arah Carol yang terdiam di ambang pintu.


"Come here, baby!" perintah Malfin.


Carol terbangun dari lamunan nya saat mendengar ajakan Malfin. Ia pun berjalan menghampiri Malfin yang masih berdiri di dinding kaca.


"Aku merindukan mu, sayang." pekik nya dengan bahagia sembari melingkar kan kedua lengan nya di leher Malfin dan mengecup bibir Malfin.


Malfin yang sejak tadi menahan gairah nya pun, membalas kecupan Carol dengan ciuman lembut nya dan memperdalam ciuman itu, hendak mendorong Carol ke ranjang tiba-tiba Carol menghenti kan langkah Malfin.


"Sayang, sekujur tubuh ku terasa lengket, bisakah aku mandi dulu?" tanya Carol dengan hati-hati.


"Baiklah, ingat jangan lewat dari 10 menit, jika tidak aku akan memandi kan mu seperti seorang baby di dalam bathtub." seringai Malfin dengan mengedipkan sebelah mata nya.


Carol tersenyum. "Dasar pria mesum!" pekik Carol dan mulai berjalan memasuki kamar mandi.


Malfin sungguh tidak bisa menahan gairah nya, bayang-bayang saat ia mencumbui Denada terlintas di pikiran nya kembali, melihat Carol yang tak kunjung keluar membuat Malfin segera masuk ke dalam kamar mandi.


Malfin sungguh tidak percaya dengan apa yang di lihat nya saat ini, tampak Carol yang sedang berdiri di bawah shower dengan guyuran air yang berjatuhan dengan tubuh polos nya tanpa sehelai benang pun.


"Honey, apa yang kau laku-" ucap Carol dan segera terhenti saat Malfin segera mencium dengan rakus bibir kecil berwarna pink milik nya.

__ADS_1


Carol tampak terhelak, ia tidak percaya jika pria di depan nya yang biasa nya bersifat acuh kepada nya dan terlihat begitu dingin kini akan bercinta dengan nya. Tak ingin melewati kesempatan emas ini, Carol pun membalas ciuman panas yang Malfin lakukan kepada nya.


__ADS_2