
Setelah pertengkaran nya dengan Carol kini Malfin kembali di sibuk kan dengan misi penangkapan.
"Kenapa kamu tahu jika ia memiliki bekas luka di bagian tengkuk nya?." tanya Gaftan.
"Sebelum keluar dari hotel, aku melihat profil nya di internet, dan mencari beberapa informasi mengenai kecelakaan yang terjadi beberapa tahun yang lalu, dan ya aku mendapat kan banyak sekali petunjuk mengenai dirinya." jelas Malfin tanpa melihat Gaftan dan terus menerus fokus mengemudi.
"Ohh..." balas Gaftan dengan beroriah.
Mereka pun tiba di HKPF Hanzi, Hongkong. Kedatangan mereka di sambut oleh kepala Narkotika Hongkong dengan antusias nya.
"Selamat bergabung dengan Divisi Narkotika Hongkong, semoga kolaborasi antara Hongkong dan juga China membuah kan hasil yang memuas kan untuk memberantas gembong Narkoba." ucap Park Haiying selaku kepala Divisi Narkotika Hongkong.
Malfin pun menerima uluran tangan dari Park. Setelah nya mereka mengikuti Park menuju ruang rapat. Di ruangan tersebut sudah duduk beberapa polisi, seperti sedang menunggu kedatangan mereka. Park pun memperkenal kan Malfin beserta tim nya kepada beberapa polisi tersebut. Setelah acara perkenalan diri, mereka pun duduk dan memulai rapat.
__ADS_1
"Surat perintah sudah di keluar kan. Sekarang seluruh Hongkong ada sekitar 500 personil polisi yang ikut membantu dalam pemberantasan narkoba. Sementara masih tidak ada informasi." jelas Park selaku pemimpin rapat.
"Aku juga menerima informasi, bahwa Polisi memberikan imbalan tinggi bagi yang punya informasi. Tapi untuk saat ini belum ada informasi." timpal Dong Baek.
"Inspektur Malfin. Mungkin anda memiliki arahan untuk penyelidikan kita." tanya Park pada Malfin.
"Mungkin kita harus memikirkan ini secara berlawanan, karena sebelum nya Zhay Han pernah bertemu dengan Alexis. Dan ada kemungkinan pertemuan kali ini Zhay Han ingin bekerjasama dengan Muldof kembali." balas Malfin dan menjeda beberapa saat sebelum menlanjut kan bicara.
"Jadi Zhay Han memanfaat kan kesempatan ini untuk membantu Alexis agar mendapat kan kesan baik, dan mendapat kan barang dari Bay Ly." jelas Malfin dengan satu tangan berada di dalam saku nya.
"Terkait kasus narkoba sebelum nya, melibatkan orang-orang Bay Ly, jadi arah penyelidikan tim kita adalah markas Bay Ly yang berada di sini. Dan yang harus kita selidiki bersama ialah kelompok Zhay Han." jelas Malfin dengan mimik wajah yang begitu serius.
"Kami sudah menyelidiki nya, daerah kekuasaan Zhay Han tidak di temukan sesuatu yang mencurigakan." timpal Dong Baek.
__ADS_1
"Saya menerima informasi mengenai Brian Scott yang sering berada di area club malam Causeway Bay tepat nya bukan club tersebut, melainkan gang kecil di belakang club yang nota bene nya adalah pemukiman kumuh." jelas Malfin kembali.
"Bukan nya Brian adalah warga asing. Dia pasti banyak mengenal warga situ, dan ada kemungkinan itu adalah salah satu markas mereka, karena penyelidikan yang saya lakukan, menyatakan jika warga sekitar tidak memiliki profesi apapun karena kebanyakan tidak bersekolah namun mereka memiliki kehidupan yang cukup." seru Frizy saat memasuki ruang rapat.
Mendengar itu sontak semua mengedar kan pandangan mereka ke arah pintu masuk. Malfin tahu jika Frizy pasti sudah menyelidiki tempat itu karena area tersebut tidak jauh dari area pembangunan club milik Mulfof.
"Maaf menyelah saat pembicaraan anda Inspektur, tapi beberapa saat lalu saya beserta Leon sudah bertemu dengan Muldof dan telah menyepakati kerja sama dalam pembangunan itu, tapi-." jelas Frizy dan menjeda kembali meminta persetujuan dari Malfin.
"Tapi apa? lanjutkan saja!" balas Malfin sembari mengangguk.
"Saat pertemuan tadi, ponsel Muldof berdering, dan ia berpamitan untuk menerima telpon, tapi ia masih menerima panggilan itu di ruangan kami, dan aku pun melihat ia seperti melambaikan tangan kepada seseorang dari balik kaca yang berada di lantai 18 tersebut, saya pun mencari alasan untuk berdiri agar melihat kemana arah Muldof melambai dan tepat nya adalah perkumuhan kumuh yang saya dengar barusahan." jelas Frizy sembari berjalan masuk ke ruang rapat tersebut.
"Jika kita memiliki pemikiran yang sama, pasti di tempat tersebut akan membuah kan hasil yang sempurna dari penyelidikan kita kali ini." balas Malfin dengan seringgai kemenangan karena ia menanti kan kehancuran Denada sebentar lagi.
__ADS_1
"Awasi Brian Scott selama 2×24 jam. Mangerti tidak?" seru Malfin kembali dengan serius.
"Baik, Inspektur." seru rekan tim nya beserta Park bersamaan.