Dendam Cinta Sang Police

Dendam Cinta Sang Police
11. Tuan Muda Iglesias Minta Maaf?


__ADS_3

Malfin terus menerus memukuli para anak buah Brian, para anggota polisi yang berada dari divisi lain pun berlarian ke ruang introgasi, semua tampak terhelak saat melihat kemarahan Malfin dari sorot mata nya yang begitu tajam dan dingin. "Kapten Zhang, apa yang harus kita lakukan saat ini? kita tidak mungkin membiar kan Kapten Malfin menghajar mereka dengan membabi buta." ucap seorang polisi dengan cemas nya.


"Malfin pasti memiliki alasan di balik apa yang dia lakukan saat ini! kita tunggu Inspektur Gaftan saja, siapa tahu Kapten Malfin mau mendengar kan perkataan nya!" balas Kapten Zhang dengan pasrah.


"Kalian lebih baik berkata jujur kepada ku sebelum aku mematah kan tangan kalian!" pekik Malfin dengan tatapan membunuh nya.


"In-inspektur kami benar-benar tidak tahu!" ucap pria tersebut dengan tergagap.


Buuukkk


Malfin meninju wajah pria tersebut ber ulang kali hingga mengeluar kan darah segar di wajah pria itu. Beberapa detik kemudian, Gaftan dan Ray yang sudah tiba di sana segera berlari masuk, mereka tampak tertegun ketika melihat kerumunan rekan polisi berada di ruang introgasi, Gaftan pun segera berlari menerobos masuk di antara kerumunan tersebut, ia begitu kaget melihat Malfin yang terus menerus memukul beberapa pria yang mereka tangkap beberapa jam lalu.


"Fin, hentikan! aku tahu kamu marah, jangan lakukan itu, buka pintu nya Fin!" pekik Gaftan dengan kencang nya dan mencoba mendobrak pintu ruangan itu namun usaha nya sia-sia saja karena pintu ruangan itu berlapis kan terali besi yang sangat kokoh.


"Apa yang harus kita lakukan? " tanya Ray seketika.


"Aku tahu Malfin tidak akan sampai membunuh mereka, pasti ada sesuatu yang sedang ia coba gali dari para anak buah Brian!" seru Gaftan dengan yakin karena yang ia ketahui jika tujuan Malfin adalah Muldof Jock Ayah dari Denada? wanita yang pernah di cintai nya.


"Jangan membuat aku mengulangi perkataan ku! kata kan di mana Brian saat ini?" teriak Malfin dengan satu tangan nya menyeret seorang pria layak nya seperti binatang.


"Sa-saya tidak tahu, saya baru saja bekerja dengan Bos!" dengan suara terbata pria itu menjawab, tubuh nya bergetar hebat ketika melihat raut wajah Malfin yang seperti ingin membunuh nya.

__ADS_1


"Kalian masih ingin bungkam! kalian lihat apa yang akan aku lakukan terhadap nya!" pekik Malfin dengan mengedar kan pandangan nya kepada beberapa pria yang sedang meringsut di pojok ruangan itu.


Malfin pun berjalan menuju sebuah meja yang tidak jauh dari beberapa pria, ia dengan cepat nya mencopot sebuah kabel yang tersambung di sebuah laptop, setelah nya ia berjalan kembali menuju pria tadi dan mengikat kabel tersebut di leher pria itu.


Semua rekan polisi termasuk Kapten Zhang dan juga Gaftan pun terkejut dengan apa yang di lakukan Malfin, mereka pun memukul keras kaca berukuran besar di depan mereka.


"Fin, jangan lakukan itu! kamu akan dalam masalah besar jika satu dari mereka meninggaldi tangan mu." teriak Kapten Zhang dengan cemas nya.


Malfin tidak mengindah kan perkataan Kapten Zhang. "Maaf kan aku Kapten Zhang, aku tidak mungkin membunuh mereka, karena mereka bukan lah tujuan ku sebenar nya, hanya dengan cara ini mereka bisa mengatakan segala nya." membatin Malfin seraya menatap samar Kapten Zhang yang terlihat begitu khawatir.


"Jika pada hitungan ketiga, tidak ada yang mengatakan kebenaran nya, aku pasti kan pria ini akan mati saat itu juga." pekik nya kembali dengan tatapan yang begitu dingin.


"Satu."


"Ti-."


"Tuan Brian saat ini menuju Thianjin bersama Nona Besar!" teriak seorang pria dengan pasrah saat hitungan ketiga yang akan segera Malfin ucap kan.


Malfin pun tersenyum getir, ia tampak puas ketika mendengar keberadaan Brian saat ini. "Tepat nya?" seru Malfin kembali dan berjalan menuju pria tersebut untuk memastikan lokasi Brian.


"Dan jelas kan siapa Nona Besar dan apa tujuan Brian pergi dengan nya saat ini?" tanya Malfin kembali saat sudah berjongkok di depan pria itu.

__ADS_1


"No-nona Denada, ia anak dari Bos Besar, Tuan Brian menjadi orang kepercayaan Bos Besar untuk acara penyambutan kedua Nona Besar, dan pesta itu di adakan di Binhai tepat nya Rome Night Club pada besok malam!" jelas pria tersebut.


"Baik lah, karena kamu telah mengata kan semua nya, aku akan pasti kan kalian akan bebas setelah aku memastikan segala perkataan mu! namun jika sebalik nya, kalian akan merasa kan akibat nya karena mempermain kan ku!" seru nya kembali untuk memasti kan kebenaran dari perkataan pria tersebut sebelum ia keluar dari ruangan itu.


Malfin pun berjalan menuju pintu, ia tampak tersenyum ke arah kaca besar yang di yakini nya, banyak rekan nya yang sedang melihat aksi nya kali ini.


"Fin! apa kau sudah gila! bisa-bisa nya kau melakukan itu kepada mereka! bagaimana jika salah satu dari mereka mati! kamu pasti akan terkena masalah besar." pekik Gaftan dengan marah nya saat Malfin keluar dari ruangan itu.


Sungguh kali ini Malfin tak ingin berdebat dengan siapapun karena pikiran nya saat ini tertuju pada Denada. Tanpa membalas perkataan Gaftan, Malfin pun berjalan keluar dengan cuek nya dan terus menerus diam, melihat reaksi Malfin yang tidak menanggapi perkataan nya, Gaftan pun berjalan di belakang Malfin bersama Kapten Zhang dan juga Ray.


"Fin! yang di kata kan Gaftan ada benar nya! kami tahu jika saat ini kamu marah atas kejadian yang menimpa Frizy, namun yang kau lakukan barusan sudah sangat kelewatan." timpal Kapten Zhang setelah Gaftan berbicara.


Malfin menghenti kan langkah nya dan membalik kan tubuh nya melihat ketiga pria di belakang nya yang terus menerus mengerutu kepada nya. "Aku tahu jika yang aku lakukan sudah sangat kelewatan, maka dari itu aku minta maaf kepada saudari-saudari ku!" seru nya dengan datar.


"Oh..apa aku baru saja bermimpi! sejak kapan Tuan Muda Iglesias tahu cara meminta maaf kepada orang lain." cibir Gaftan di selingi tawa oleh Ray dan juga Kapten Zhang.


Malfin tidak merasa keberatan dengan cibiran Gaftan, ia pun tampak berpikir keras, jika ini adalah kali pertama nya ia mengucap kan empat kata tersebut. "Bodoh amat!" balas Malfin dan ikut tertawa bersama mereka.


"Apa yang akan kamu lakukan setelah ini?" tanya Kapten Zhang kembali pada topik yang lebih serius.


"Aku akan menunggu kalian di Pelabuhan Tua, kalian bersiap siap lah, karena aku akan pergi terlebih dulu untuk memastikan lokasi nya, karena setelah ini aku harus segera kembali ke Thianjin sebelum sore hari." jelas Malfin dengan serius sembari mengepal kan tangan nya.

__ADS_1


"Ingat lah misi ini akan berlangsung hanya selama 8 jam! dan minta bantuan Interpol untuk turut serta dalam penggrebekan ini." jelas nya kembali sebelum meninggal kan ketiga nya.


Kapten Zhang hanya mengangguk seraya berjalan kembali memasuki kantor polisi bersama Gaftan dan Ray. Malfin pun segera berjalan menuju mobil nya, namun sebelum ia benar-benar masuk ke dalam mobil, ia pun menelpon seseorang.


__ADS_2