
Malfin dengan kasar nya mendorong Denada masuk ke dalam mobil. Denada tampak merintih kesakitan saat pinggang nya mengenai pintu mobil.
"Aauu, sakit!" pekik Denada dengan memegang pinggang nya. Terlihat jelas raut wajah Malfin seperti tidak ada belas kasihan.
"Jangan buang waktu mu untuk mendekati ku lagi! antara kita sudah selesai untuk selama nya." ucap Malfin dengan tajam nya tanpa melihat Denada yang sedang merintih kesatikan.
"Fin dengar kan penjelasan ku! aku tahu, aku salah! karena meninggalkan mu pada waktu itu. Namun aku tidak memiliki muka lagi untuk bertemu dengan mu!" jelas Denada sembari menarik lengan Malfin agar Malfin melihat ke arah nya. Namun Malfin dengan kemarahan nya menghempaskan tangan Denada dengan kasar nya.
"Hentikan semua sandiwara mu!" pekik Malfin dan menatap tajam Denada sembari mencengkram leher Denada.
"Bunuh aku, Fin! jika itu semua bisa membuat mu memaaf kan semua kesalahan Aku di masala lalu!" ucap Denada dengan mata yang sudah berkaca kaca.
Malfin menatap Denada dengan tajam nya. "Sampai Kau mati pun Aku tidak akan pernah memaafkan mu!" ucap Malfin dengan dingin nya dan melepaskan cengkraman di leher Denada dengan kasar nya.
"Turun!" teriak Malfin. Namun Denada dengan keteguhan hati nya tidak mendengar kan perkataan Malfin dan terus menerus menjelaskan.
__ADS_1
"Fin! tatap Aku dan kata kan jika Kamu sudah tidak mencintai Aku lagi!" ucap Denada dengan berani nya tanpa memperdulikan kemarahan Malfin kepada nya.
"Cinta! Kau bilang cinta! tidak ada lagi cinta di antara kita, karena bagiku Kau dan cinta ku sudah menjadi kebencian yang sangat mendarah daging di hati ku!" pekik Malfin dengan tajam nya.
"Kau egois, Fin! Kamu bukan Malfin yang Aku kenal Delapan tahun lalu." ucap Denada dengan sedih.
"Egois kata mu! Kamu yang egois, dua tahun lama nya Aku menunggu kabar dari mu tapi apa yang Aku dapat kan. Kau kembali kesini setelah meninggalkan luka yang teramat dalam di hati ku, selama delapan tahun. Dan Kau kembali dan menanya kan cinta kepada ku setelah luka yang Kau tabur di hati ku dan Kau bilang Aku egois!" Pekik Malfin di ikuti dengan tawa.
"Turun Dena!" teriak Malfin kembali. Melihat Denada yang enggan untuk turun Malfin pun turun dan berjalan mengitari depan mobil nya dan membuka pintu penumpang dan menarik paksa Denada turun.
Mobil itu pun melesat dengan cepat nya seperti angin dan meninggalkan Denada yang masih tidak percaya dengan apa yang terjadi antara diri nya dan juga Malfin.
Malfin yang sedang mengemudi pun tiba-tiba menepihkan mobil nya. "Apa yang aku lakukan kepada nya! Apa kebencian ini akan terus membara di hatiku? namun kenapa hati ku merasa perih saat melihat nya merintih kesakitan atas apa yang aku lakukan kepada nya." monolog Malfin dengan memukul mukul stir mobil nya.
"Aku harus melupakan nya! Aku tidak akan melembut untuk nya lagi!" monolog Malfin kembali dan menyunggingkan senyum di sudut bibir nya.
__ADS_1
Jerry yang baru saja selesai makan malam bersama beberapa teman nya tampak terkejut mendapati Denada yang sedang duduk di sebuah halte bus sendirian. Ia pun memainkan lampu mobil nya untuk memberikan tanda kepada Denada namun Denada yang sedang melamun belum menyadari sosok Jerry di sana.
Melihat itu Jerry pun menepih kan mobil nya dan turun menghampiri Denada. "Mengapa kamu di sini! dan-." seru Jerry namun perkataan nya di gantung karena melihat Denada yang sedang menangis.
"Dena, apa yang terjadi? mengapa kau menangis!" tanya Jerry dengan cemas.
"Aku baik-baik saja Jer. Kamu kembali lah lebih dulu, aku ingin sendiri saat ini! " balas Denada tanpa melihat ke arah Jerry yang berada di samping nya.
"Mana mungkin Aku meninggalkan mu sendirian di sini! ikut lah bersama ku, Aku akan membawa mu ke suatu tempat yang pasti nya akan membuat perasaan mu lebih baik." jelas Jerry dan segera menarik pergelangan tangan Denada dengan lembut nya.
"Kamu mau bawa Aku kemana, Jer?" tanya Denada dengan pasrah.
"Kamu akan tahu saat kita tiba di sana dan pasti nya kamu tidak akan menyesal ikut bersama Aku kesana." ucap Jerry dan segera membuka pintu penumpang, Denada pun masuk setelah nya Jerry menutup pintu tersebut dan kembali berjalan ke samping dan duduk di bangku kemudi.
Malfin yang awal nya akan kembali ke hotel tanpa segaja melihat Denada bersama pria yang ia jumpai beberapa hari yang lalu di restoran Carol. "Terima kasih Tuhan, kamu telah membuka kedok wanita licik itu saat ini!" ucap Malfin dengan marah. "Kau akan merasa kan sakit yang tidak bisa kau lupakan." monolog Malfin saat melewati mobil yang di naiki Denada.
__ADS_1