Dendam Cinta Sang Police

Dendam Cinta Sang Police
3. Mangapa Harus Dia? Tidak mungkin Dia kan!


__ADS_3

Malfin dan beberapa rekan timnya saat ini sedang dalam perjalanan menuju Shanghai menggunakan helikopter. Sesampainya di Shanghai, Malfin mengarahkan timnya menuju hotel yang telah mereka pesan untuk tempat menginap mereka selama di Shanghai.


Setelah selesai menaruh barang bawaan, mereka pun segera mencari beberapa informasi dengan pihak ke polisian Shanghai. Mereka pun di sambut dengan begitu ramahnya oleh kepala kepolisian Shanghai.


"Kapten Malfin. Selamat datang di Shanghai! Semoga dengan kedatangan anda dan juga rekan sekalian dapat membantu kami memberantas gembong-gembong narkoba yang sudah sangat meraja rela saat ini di Shanghai." sapa kepala kepolisian Shanghai kepada Malfin dan juga rekannya.


"Terima kasih untuk jamuan pada hari ini, kita pasti bisa menangkap Muldof Jock hari ini juga." balas Malfin dengan kepercayaan dirinya.


"Saat ini di distrik Shanghai sudah di padati dengan sekelompok orang-orang dari berbagai Kota dan Negara lain nya, untuk menyambut kedatangan Anak semata wayang Muldof Jock. Dan sebaiknya kita atur stategi untuk dapat masuk ke sana, tanpa harus membongkar penyamaran kita." ucap Kepala Kepolisian Shanghai.


Hampir satu jam berkutat dalam pertukaran pikiran satu sama lain, akhirnya mereka sepakat untuk menjadi tamu dari acara penyambutan tersebut.


Malfin sungguh tidak tau, jika orang penting yang mereka tunggu sebenarnya adalah wanita di masa lalu nya. Perbincangan di pelataran perusahan tiba-tiba sunyi senyap ketika sebuah mobil Ferari berhenti di depan kerumunan orang. Semua pandangan para tamu undangan tertuju pada mobil tersebut, begitu pun dengan Gaftan dan lainnya.


Terlihat Muldof yang berjalan ke arah mobil tersebut dengan melebarkan senyumnya menyambut kedatangan orang tersebut.


Seketika semuanya merasa takjup ketika seorang wanita yang memiliki postur tubuh bak seperti gitar spanyol turun dari mobil tersebut. Sungguh wanita yang begitu cantik, dan sangat berkarisma hingga terlihat begitu sempurna. Busana yang di kenakan wanita tersebut adalah model little black dres yang pastinya sebuah dres yang memperlihatkan punggung belakang yang begitu putih bersih.


Muldof pun menyambut wanita tersebut dengan pelukan kasih sayang, wanita tersebut adalah Denada Nhat. Anak semata wayang nya, yang 8 tahun lamanya tidak bertemu karena melanjutkan study nya di Eropa dan kini kembali dengan kesuksesannya.

__ADS_1


"Ayah sangat merindukanmu, Nak." sapa Muldof dengan mengeratkan pelukan kerinduannya pada Anak semata wayang nya.


"Dena juga sangat merindukan Ayah." balas Denada dan membalas pelukan Muldof.


Malfin yang sejak awal belum menyadari kedatangan wanita tersebut akhirnya memalingkan pandangannya karena mendengar suara yang sangat ia kenali. Begitu ia berbalik, Malfin begitu terkejut mendapati wanita dari masa lalu nya adalah saksi kunci dari misi mereka kali ini.


"Mengapa harus Dia! Pasti aku salah mengenalinya." membathin Malfin dengan keterkejutan nya.


Denada yang awal nya begitu bahagia setelah pertemuan nya dengan sang Ayah, kini berubah menjadi kesedihan ketika ia mendapati Malfin di pojok kanan yang sedang menatapnya dengan sorot mata kebencian.


"Malfin, aku sangat merindukanmu. Maafkan aku, yang telah meninggalkan kamu beberapa tahun lalu. Hati ini ingin sekali memeluk mu tapi mungkin saat ini kamu membenciku." membatin Denada dengan memejamkan matanya sesaat karena tidak ingin terlihat menangis oleh Ayahnya dan juga para tamu undangan.


Tiba lah di mana acara pembukaan di mulai, Denada yang di dampingi Muldof maju untuk menggunting pita sebagai tanda perusahan itu akan segera beroperasi.


"Ayah, aku ingin jalan-jaln sebentar, agar kelak nanti aku terbiasa dengan tempat ini." ucap Denada dengan cepat.


"Ayah akan menyuruh Paman Alexis untuk menemanimu jalan-jalan." balas Muldof.


"Ayah, tidak perlu seperti itu. Aku tidak akan mungkin di culik kan!" ucap Denada dengan tawanya.

__ADS_1


Muldof pun tidak ingin berdebat dengan sang Anak di hari pertemuan mereka kembali setelah 8 tahun lamanya terpisah dan mengangguk tanda ia setuju dengan perkataan Anaknya.


Denada pun segera berjalan mengikuti arah di mana Malfin berjalan. Denada begitu mencintai Malfin hingga saat ini, ia tahu jika Malfin saat ini mungkin sangat membencinya tapi ia berpikir untuk menjelaskan semuanya kepada Malfin ketika mereka bertemu.


"Target menuju belakang perusahan." ucap Gaftan menggunakan earpiece.


Mengetahui jika Denada sedang mengikuti nya, secepat mungkin Malfin bersembunyi agar ia tidak berhubunga lagi dengan wanita yang telah menyakitinya.


Denada tau jika Malfin mencoba menghindari nya namun dengan keyakinannya Denada berkata.


"Malfin, aku tau kamu membenciku, rasa sakit yang aku berikan kepadamu mungkin tidak bisa di maafkan oleh kamu. Sejak berpisah denganmu, hidupku menjadi berantakan. Hari-hari selama aku berada di Eropa sangatlah rumit untuk aku lewati, hingga saat di mana aku menjadi seperti orang gila dan mengalami depresi berat. Maafkan aku, Malfin! Aku tahu jika kamu berusaha menghidariku dan aku tahu jika kamu pasti mendengarkan apa yang aku katakan saat ini. Cinta ku kepadamu tidak pernah berkurang sedikit pun hingga sekarang." teriak Denada dengan sedih, ketika mengingat saat pertama ia mengalami depresi karena meninggalkan orang yang sangat di cintai nya beberapa tahun lalu.


"Aku tidak marah jika kamu membenciku, tapi tolong dengarkan penjelasanku sekali saja. Aku akan menunggumu di Cafe Jamaica Blue pukul delapan nanti. Aku tidak akan pergi dari sana hingga kamu mau menemui ku dan berbicara dengan ku." ucap Denada kembali dan segera kembali ke pesta penyambutannya.


Gaftan dan Frizy tampak melonggo ketika mendapati Anak semata wayang Muldof adalah mantan kekasih Malfin sahabat mereka.


Setelah merasa Denada telah pergi, Malfin pun segera keluar dari tempat ia bersembunyi. "Apapun alasan nya, aku tidak akan memaafkanmu. Dan kali ini permainan ini akan aku menangkan. Aku akan membalaskan dendam ku melalui Ayahmu, yang sebentar lagi akan aku tangkap." teriak Malfin dengan marahnya saat melihat kepergian Denada.


Gaftan, Frizy dan beberapa rekan tim nya pun merasakan adanya kebencian yang tidak dapat di cairkan melalui sorot mata Malfin.

__ADS_1


"Kalian kembali lah, aku sudah memiliki rencana untuk menjebak Muldof.Kita akan bicarakan itu saat kalian sudah berada di hotel." ucap Malfin dengan senyum piciknya.


"Baik, Kapten!" balas rekan timnya melalui earpiece masing-masing.


__ADS_2