
Setelah acara selesai, kini Yu Jie sedang berada dalam mobil milik Hao Yu. Mereka menuju ke Laboratorium milik Perusahaan Ayah Yu Jie, ingin memeriksa obat yang akan dilepaskan pada buyer.
Di dalam mobil Hao Yu melihat Yu Jie menggigil kedinginan, ia melepas jas malam nya. "Pakai jas ku, kenapa kamu tidak membawa mantel? Meskipun bukan musim dingin tapi cuaca akan tetap dingin di malam hari." Ia menyodorkan jas hitam nya.
"Aku lupa, terima kasih Tuan Lee." Yu Jie mengambil jas yang disodorkan Hao Yu lalu melampirkan di pundaknya.
"Jika kita sedang berdua, bisakah jangan terlalu formal? Panggil saja namaku," pinta Hao Yu.
"Baik, Hao Yu." Yu Jie juga ingin akrab dengan orang yang sebentar lagi akan menjadi rekan nya.
Akhirnya Hao Yu tersenyum lebar, "Aku tau kamu menikah dengan Tuan Ang Cheng, maaf saat pernikahan mu aku sedang di luar negeri. Aku tadi sempat lupa kamu sudah menikah dan selalu memanggil mu Nona Zhu. Apa aku harus mulai memanggil mu Nyonya Lim?"
"Hahaha..." Yu Jie akhirnya tertawa, mendengar dirinya dipanggil Nyonya Lim dan itu terdengar menggelikan. Ia menggeleng masih sambil tertawa, "Tidak usah, sebenarnya aku akan segera bercerai dengan Ang Cheng. Aku sudah memanggil mu dengan nama mu, kamu juga bisa memanggilku Yu Jie."
Kening Hao Yu sedikit mengernyit, setahunya pernikahan Yu Jie dan Ang Cheng belum lama. Namun ia menelan rasa keingintahuan nya, jika memang Yu Jie ingin bercerita masalah pribadi dia akan mendengarkan bukan lebih dulu bertanya.
"Kamu sendiri, apa sudah menikah?" tanya Yu Jie hanya ingin mengobrol sebelum sampai di laboratorium.
__ADS_1
"Belum, masih ingin sendiri." Jawab Hao Yu.
"Hm, aku juga berpikiran sama sekarang. Hanya ingin mengurus Perusahaan Papa."
Juga membalaskan dendam ku pada keluarga Chu, semua keluarga dari Ibu tiriku. Bukan hanya satu dua orang, tapi seluruh keluarga itu, mereka yang membunuhku! Batin Yu Jie.
"Hm, aku akan membantu mu mengurus masalah obat-obatan di laboratorium juga membantu tentang Perusahaan. Pengalaman ku cukup lumayan untuk membantumu, meskipun tak terlalu yakin." Ujar Hao Yu.
"Aku sebenarnya tak enak merepotkan mu, tapi Papa sepertinya sangat percaya padamu," timpal Yu Jie.
"Tak masalah, aku merasa terhormat Tuan Huang masih mengingatku dan percaya padaku."
Tak lama mobil sampai di gerbang laboratorium, penjaga gerbang mengetuk kaca mobil. Kaca mobil belakang terbuka, Yu Jie memberikan ID card miliknya.
Penjaga memberi hormat lalu membuka gerbang, mobil masuk ke dalam. Sebuah halaman yang luas dengan banyak tanaman - tanaman hijau di sekeliling gedung laboratorium. Laboratorium yang sama dimana Yu Jie dijadikan objek selama 3 bulan dan mati.
Gedung berwarna putih setinggi kurang lebih 45 meter menjulang tinggi ke atas, saat membuka pintu luar berganda besar bau obat-obatan dan bau bahan kimia menguar ke penciuman Yu Jie dan Hao Yu. Laboratorium itu mendapat pencahayaan pada tingkat 80-100 intensitas foot candle kecuali metode ujinya memang memerlukan pencahayaan yang lebih dari itu. Atau memang jika diperlukan pencahayaan khusus di area tertentu berupa pencahayaan matahari secara langsung karena perlu diperhatikan pengaruh cahaya matahari yang dapat menyebabkan rusaknya sampel, reagen dan media atau dapat mempengaruhi peralatan analisa.
__ADS_1
Saat laporan masuk dari penjaga gerbang ke telinga Manajer pengurus operasional laboratorium, sang Manajer bergegas datang menemui Yu Jie putri dari pemilik laboratorium serta salah satu pewaris Perusahaan karena atasan mereka mempunyai dua putri.
"Salam, Nyonya Lim." Manajer menundukkan kepala memberi hormat.
"Panggil aku dengan marga Papaku atau Yu Jie, jangan memanggilku dengan marga suamiku," ucap Yu Jie.
"Baik, Nona Yu Jie." Meskipun aneh tapi si Manajer mengangguk.
"Apa Tuan Dun Ming ada disini atau obat yang baru dibeli buyer sudah keluar?" tanya Yu Jie langsung.
"Buyer belum mengambilnya, dan Tuan Dun Ming sudah datang di siang hari hanya untuk mengecek obat itu." Jawab Manajer.
"Hm, kalau begitu bawa aku ke tempat penyimpanan obat itu. Aku ingin memeriksanya," ujar Yu Jie.
"Baik, Nona. Lewat sini, Anda harus memakai alat pelindung diri (APD)." Ujar Manajer, alat pelindung diri berupa jas praktikum, kacamata jika diperlukan juga sarung tangan yang sesuai ukuran serta sepatu tertutup dan masker.
"Baik."
__ADS_1
Yu Jie dan Hao Yu mengikuti langkah Manajer menuju ruangan tempat APD berada sebelum melanjutkan untuk memeriksa obat.