
Melewati ruangan - ruangan besar di kediaman Guan Lin akhirnya sampai di depan pintu ruang kerja sang Ayah, bertepatan dengan datangnya Dokter keluarga.
"Salam, Paman Liu."
"Ya."
Penjaga membuka pintu, Guan Lin masuk di ikuti Paman Liu. Tatapan Guan Lin langsung tertuju pada sosok Yu Jie yang memakai baju Shanghai modern berwarna merah, kerah baju menutupi leher serta model potongan kain menyilang yang terdapat pada bagian dada dengan motif naga di baju tradisional mix modern itu.
Guan Lin sendiri sedang memakai Changshan atau cheongsam pria berwarna senada dengan Yu Jie, ada sedikit perasaan aneh menggelitik dalam hatinya merasa dia dan Yu Jie sepertinya akan terlihat cocok jika disandingkan bersama.
"Selamat malam, Tuan Guan." Sapa Yu Jie berdiri dari duduk nya tak jauh dari meja kerja Tuan Wan Xue.
"Malam, apa kamu terluka?" tanya Guan Lin datar tanpa ekspresi apapun di wajah sebisa mungkin bersikap seperti dirinya tak ingin terlihat senang karena bertemu kembali dengan Yu Jie.
"Sedikit, Tuan Wan Xue sudah memanggil Dokter." Yu Jie tersenyum hanya sekedar bersikap ramah.
"Saya Dokter, baik saya akan periksa lukanya." Paman Liu duduk di kursi di samping Yu Jie yang sudah duduk kembali.
__ADS_1
Kini pandangan Guan Lin tertuju pada Ayah nya, ia menatap tajam pada sang Ayah lalu maju mendekat ke meja kerja Tuan Wan Xue.
"Apa yang terjadi, Ayah? Kenapa seorang wanita bisa terluka? Apa kebiasaan mu menyakiti wanita kembali lagi, jadi Ayah menyerang Nona Zhu?" seperti biasa Guan Lin tak bicara segan-segan meskipun dengan Ayah nya sendiri.
"Jangan ikut campur, ini urusan ku. Pergilah," usir Tuan Wan Xue, dia sudah tau tabiat putra tertuanya apalagi mulut pedas anaknya itu.
Guan Lin terdiam, akhirnya dia membalikkan tubuh mendekat ke arah Yu Jie dan Paman Liu kemudian ikut duduk di sana.
"Jika ini perbuatan Ayah ku, aku minta maaf Nona Zhu," kedua kalinya Guan Lin meminta maaf, sekarang giliran Tuan Wan Xue dan Paman Liu yang terperangah sewaktu Guan Lin meminta maaf dengan begitu enteng nya.
Sejak Guan Lin mengeraskan hatinya, tak pernah sekali pun Guan Lin meminta maaf pada pihak lain. Sejak Guan Lin ditinggalkan Ibu nya yang pergi menikah kembali dengan lelaki lain dan memilih untuk pergi meninggalkan anak-anaknya di asuhan sang Ayah. Guan Lin selalu memberontak sejak kecil dan membenci serta menyalahkan sang Ayah karena selalu main tangan pada sang Ibu, akhirnya membuat Ibu kandung nya tak kuat lagi. Guan Lin dan kedua adiknya menjadi korban dari perpisahan kedua orang tua mereka.
"Luka nya tidak dalam dan tidak parah, saya sebentar lagi selesai." Ujar Paman Liu masih membersihkan luka lalu meneteskan obat setelah steril.
"Sebenarnya saya bisa mengobati luka ini, tadi saya meminta kotak obat pada Tuan Wan Xue tapi ternyata Beliau malah memanggil Dokter." Jelas Yu Jie.
"Selesai," Paman Liu membereskan peralatan medis nya lalu berdiri. "Saya pergi, Tuan besar."
__ADS_1
"Hm." Tuan Wan Xue hanya bergumam sedikit mengangguk.
Saat Paman Liu keluar, Jia Chan datang lalu masuk. Dia melihat dahi Yu Jie yang sudah di obati, ternyata memang tak terlalu parah mungkin tadi terlihat parah karena darah dan kini setelah bersih terlihat baik-baik saja.
"Kamu tak apa-apa, Kak Yu Jie?" menargetkan Yu Jie jadi kakak iparnya, Jia Chan akan mulai dari penghormatan dengan memanggil Yu Jie kakak.
"Kak Yu Jie? Bukan Nona Zhu? Haha..." Yu Jie tertawa lepas tanpa menahan nya, dan itu sungguh pemandangan cantik yang dilihat Guan Lin seperti saat Yu Jie tertawa di ruang acara tempo hari. Ya, Guan Lin sekali lagi terkesima.
"Hehe, aku ingin akrab saja," Jia Chan maju mendekat seraya menggaruk leher belakang nya yang tak gatal.
"Kalian saling mengenal?" akhirnya Tuan Wan Xue angkat bicara.
"Kami bertemu di acara MOULE. Tuan Wan Xue, bisakah kita berbicara tentang bisnis sekarang? Saya tak bisa lama, ini sudah malam dan saya meninggalkan Papa sendiri di rumah. Beliau akan menunggu saya pulang," ujar Yu Jie penuh kelembutan saat bicara tentang Ayah nya.
Guan Lin sekali lagi terpesona, jika benar apa yang tertulis dari data Yu Jie seharusnya Yu Jie lebih kasihan darinya yang bahkan sejak kecil tak merasakan kasih sayang kedua orang tua. Ibu Yu Jie meninggal dan Ayah nya menikah kembali, Yu Jie dikirim ke desa untuk diurus Kakek - Neneknya. Sepertinya Yu Jie tumbuh menjadi wanita yang kuat serta tegar bahkan sampai sekarang, meskipun sudah dikhianati pria dan keluarga nya sendiri.
"Kalian berdua keluar lah, aku akan bicara berdua dengan Nona Zhu!" perintah Tuan Wan Xue pada kedua anaknya dengan nada tak ingin dibantah.
__ADS_1
Dengan tak rela Guan Lin dan Jia Chan beranjak dari duduknya dan berjalan keluar dan hanya bisa menunggu. Jika sudah menyangkut tentang urusan bisnis bagi Ayah mereka itu adalah paling utama, jadi mereka tau jika mengganggu urusan bisnis sang Ayah itu akan memancing amarah sang Ayah.