
Mobil - mobil berhenti di luar bangunan kediaman perserikatan timur, Yu Jie mematikan mesin mobil lalu keluar. Yu Jie memperhatikan luar bangunan, itu adalah sebuah rumah tradisional yang bergaya Siheyuan atau sering disebut Chinese Dream House.
Pemimpin tadi mempersilahkan Yu Jie masuk dengan dia berada di depan Yu Jie, saat masuk Yu Jie memperhatikan struktur bangunan yang memiliki halaman yang dikelilingi oleh ruangan di keempat sisinya. Rumah tradisional yang memiliki sejarah lebih dari 2.000 tahun, berasal dari Dinasti Zhou Barat 1045–770 SM. Siheyuan juga menunjukkan karakteristik arsitektur Tiongkok yang luar biasa, jenis bangunan rumah segi empat ini secara historis telah menjadi template bagi sebagian besar arsitektur Tiongkok.
Di dalam Siheyuan, pelataran sebagai inti bangunannya dikelilingi oleh empat rumah - rumah utama yang sebagian besar menghadap ke selatan. Pembangunan Siheyuan menjelaskan ciri-ciri khas orang Tiongkok dan sistem hierarki yang ketat di zaman Tiongkok kuno yang menekankan dan menerapkan Fengsui.
Di atas pintu ganda masuk terdapat sebuah papan berukuran sedang dengan terukir simbol Naga Merah yang merupakan simbol kekuasaan karena sejak dulu sudah disamakan dengan kedudukan Kaisar. Selain kekuasaan, naga juga merupakan simbol kebaikan dan keberuntungan. Juga menjelaskan jika naga berwarna merah melambangkan api, sifat keras, sangar dan memiliki kekuatan yang kuat.
"Silahkan," pintu ganda sudah terbuka, si pemimpin mempersilahkan Yu Jie masuk.
Saat menginjakkan kaki masuk ke dalam kediaman, Yu Jie melihat di atas meja - meja terdapat vas berisi bunga Lily dan beberapa bunga bakung yang melambangkan kemakmuran. Saat semakin masuk ke dalam beberapa senjata ada di dinding seperti dao tombak dan lainnya.
__ADS_1
Yu Jie berbelok ke arah kanan, ada sebuah kolam ikan saat ia melewati ruangan terbuka. Di dalam air hanya terlihat ikan - ikan koi yang menyimbolkan keberuntungan, kemakmuran, rezeki serta kebahagian. Yu Jie akhirnya tersenyum, ternyata Tuan Wan Xue masih sangat kental dengan budaya china asli. Namun, kenapa Tuan Wan Xue bisa bekerja sama dengan orang luar dan meloloskan obat berbahaya?
"Nona Zhu? Sedang apa kamu--" ucapan Jia Chan tertahan di tenggorakan saat melihat luka serta darah yang mengucur dari dahi. "Apa yang terjadi?!"
"Aku tidak apa-apa, jangan terlalu berlebihan." Yu Jie menepuk pundak Jia Chan seraya tersenyum ramah.
"T-tapi... apa Ayah yang melakukan ini?" mata Jia Chan kini menyorot tajam si pemimpin anak buah Tuan Wan Xue.
"Tidak! Aku tak mengerti, Ayah harus tau kalau kamu yang telah menye--"
"Jangan! Aku tidak ingin karena balas budi, Ayah mu melunak padaku. Kami hanya akan membahas tentang bisnis, mengerti?" sekali lagi Yu Jie menepuk pundak Jia Chan sampai akhirnya pemuda itu mengangguk.
__ADS_1
"Nona Zhu, mari." Pemimpin itu kembali menunjukkan jalan.
Yu Jie kembali melanjutkan langkahnya mengikuti langkah si pemimpin, sampailah Yu Jie di depan sebuah pintu besar.
Dua orang penjaga di sisi kiri dan kanan berdiri dengan tegap, si pemimpin bicara dengan salah satu penjaga itu. "Biarkan kami lewat."
Si penjaga mengangguk, si pemimpin lalu mengetuk pintu. "Tuan besar, Nona Zhu telah tiba."
"Biarkan dia masuk!"
Si pemimpin membuka pintu, setelah Yu Jie masuk dia menutup pintu dari luar dan tak ikut masuk ke dalam.
__ADS_1
Yu Jie melangkah semakin dalam, ruangan yang cukup besar. Seorang pria dengan rambut pendek berwarna hitam keperakan, wajah tegas sedikit berkeriput dengan bibir mengatup sedang duduk di balik meja menatap Yu Jie dengan pandangan penuh menelisik.