
Kediaman Timur.
Guan Lin gelisah setelah ditinggalkan pergi Yu Jie, baru pertama kali mereka bertengkar hebat seperti saat ini. Itu semua karena Fen Lian, andaikan ia bertindak sejak lama pada wanita menjijiikkan itu.
"Tuan Muda, Anda mendengar ucapan ku?" Jun mengeraskan suaranya, lelaki itu sedang menjelaskan kemungkinan titik-titik yang dilewati Xian Lun pada sang majikan.
"Aku tidak tuli, masih mendengarkan mu. Hanya saja aku kurang fokus, sepertinya aku harus menanyakan Yu Jie pada Haocun." Guan mengambil ponselnya lalu segera mencari nomer Haocun dan mengirim Chat.
Tak lama balasan datang, jantung Guan seketika berdegup kencang. Haocun mengabarkan jika Yu Jie sedang berada di kediaman Barat. "Gawat! Untuk apa Yu Jie kesana!" tanpa berpikir apapun Guan mengambil kunci mobil dari atas meja.
"Tuan Muda! Aku ikut!" Jun berlari mengejar.
"Jangan! Aku akan pergi sendiri, kamu terus cari keberadaan Xian. Telusuri rekaman CCTV yang kita temukan tadi!"
Dengan mengebut Guan membawa mobil bahkan melebihi batas kecepatan.
Kediaman Barat.
Yu Jie sudah selesai menawarkan kerjasama tentang satu formula yang baru berhasil ia kembangkan dari salah satu formula yang ia dapatkan dalam kotak rumah di Desa.
Saat keluar ruangan dengan diantar Tuan Zhuting, Fen Lian berdiri masih berpakaian sama seperti tadi terlihat sedang menunggu Yu Jie.
"Ayah sudah selesai?" tanya Fen Lian.
"Ya, kamu sedang menunggu Nona Zhu?"
"Nona Zhu... maksudku Yu Jie tadi mengatakan ingin melihat kediaman kita. Aku akan membawa Yu Jie berkeliling, ayo." Fen Lian tersenyum.
"Oke," jawab Yu Jie lalu berbalik menghadap Tuan Zhuting. "Saya akan sering mengunjungi Anda, Tuan. Semoga Anda sehat selalu dan kerjasama kita di masa yang akan datang bisa berjalan lancar." Sekali lagi Yu Jie membungkuk memberi hormat.
__ADS_1
Tuan Zhuting membalas penghormatan dengan membungkuk pada Yu Jie, pria berkepala enam itu sangat menghormati kehebatan Yu Jie bahkan setelah berbicara langsung ia mengakui kepintaran Yu Jie memang seperti desas desus yang terdengar.
Yu Jie mengikuti langkah Fen Lian, saat sosok Tuan Zhuting tak terlihat Yu Jie mencekal lengan Fen Lian dengan kuat membuat Fen Lian mengernyit merasakan kekuatan dari cekalan Yu Jie padanya.
"Kau kuat juga," Fen Lian menarik paksa tangan nya agar terlepas dari cekalan Yu Jie.
Yu Jie melangkah mendekat dengan perlahan, langkahnya baru berhenti setelah hidung nya hampir bertabrakan dengan hidung Fen Lian. "Mau bertarung denganku, Nona Jiang? Kita bisa menjejal kekuatan kita sambil membicarakan laki-laki yang membuatmu menggila. Ahhh, kau pasti penasaran ingin merasakan tubuh kekar tellanjang milik Guan berada diatas tubuhmu. Aku sudah sering merasakannya, setiap jengkal tubuhnya keras berotot. Saat di ranjang... Guan luar biasa kuat membuatku selalu berteriak kenikmattan. Dia benar-benar so boyish... so hot!"
"KAU...!!!" Fen Lian menarik blazer yang dipakai Yu Jie dengan kasar.
"Uhh! Kau ingin membunuhku? Baguslah! Jangan menjadi orang munafik berpura-pura berteman denganku, kau terkenal dengan kekejaman mu. Beginilah kedok asli wajahmu, raut wajah penuh emosi. Kau tak cocok bersandiwara dengan berwajah sok baik, seperti saat mendekatiku untuk menjadi teman ku." Yu Jie mengangkat tangan dengan tenaga kuatnya membalas Fen Lian dengan mencekal pergelangan tangan Fen Lian yang meremas blazer yang dipakainya.
Wajah Fen Lian menunjukkan raut kesakitan, cekalan tangan Yu Jie terasa seperti akan mematahkan tulang tangannya. "Ternyata benar informasi yang aku dapatkan, kau bisa bela diri. Kalau begitu, berikan kehormatan padaku untuk menjejal kemampuan mu. Aku menerima tantanganmu, Nona Zhu." Fen Lian melepaskan cekalan nya pada blazer Yu Jie dengan sentakan keras.
Yu Jie ikut melepaskan cekalan nya dari pergelangan tangan Fen Lian. "Aku senang kau menerima tantanganku!"
Salah satu pelayan perempuan tergopoh-gopoh datang, "Ya, Nona Besar?"
"Ambilkan pakaian olahraga ku untuk tamu kita, serta perlengkapan lainnya."
"Tidak perlu, aku tidak suka barang bekas mu. Langsung saja, mau bertarung dimana?"
"Cih! Ikut aku!" Fen Lian membalikkan tubuh berjalan ke arah tempat latihan, di dalamnya terdapat sebuah ring kecil seperti tempat orang bertinju.
Haocun yang sejak tadi diam maju menghalangi Yu Jie yang akan mengikuti Fen Lian masuk ke dalam tempat latihan. "Nona, jangan melawan Nona Jiang. Apa Anda tidak tau? Sejak kecil Nona Jiang adalah juara kung fu dan muay thai. Saya harap Anda jangan bertarung dengan nya, Nona." Ucapnya seraya menggeleng.
"Jangan khawatir, meskipun aku kalah tapi setidaknya aku bukan pengecut yang berlindung di belakang kekasihku."
Haocun menghela nafas pasrah, pasti ia akan dimarahi habis-habisan oleh Tuan Mudanya. Ia lalu minggir ke samping, memberi jalan pada Yu Jie.
__ADS_1
Sampai di ruangan latihan, segala macam peralatan ada disana. Seperti pedang, tombak dan lainnya.
"Aku dengar kau ahli bela diri wushu , pilihlah alat bertarung mu. Kau bisa memakai pedang, aku tak perduli! Aku hanya akan memakai tubuhku sendiri!" Fen Lian menyombongkan diri.
"Aku juga hanya memerlukan tubuhku, juga dua jarum ini. Sebaiknya jika kamu tidak ingin terkena tusukan jarum ini, jangan sampai lengah!" Yu Jie menundukkan kepala membungkukkan tubuhnya melewati penahan tali panggung ring lalu menginjakkan kakinya menarik seluruh tubuhnya ke atas ring.
Fen Lian sudah berdiri di tempat berlawanan, masih memakai sport bra dan celana pendek memperlihatkan perut berkotak serta lengan dan kaki berotot.
Yu Jie melepas blazer yang menutupi kemeja kerja berbahan katun putih, melempar ke arah Haocun dan ditangkap oleh Haocun. Lalu Yu Jie membuka satu-persatu kancing kemeja putihnya setelah semua kancing terlepas sekali lagi ia melempar pada Haocun. Kini hanya tinggal tank top berwarna hitam menutupi area pribadi bagian atasnya dengan dipadukan celana katun linen panjang berwarna hitam.
Rambut hitam sepinggang masih terurai membingkai wajah menawan Yu Jie, ia tadi sempat mengambil saputangan miliknya dari blazer lalu mulai merapikan rambut panjang menyatukan setiap helaian rambutnya di belakang kepala kemudian mengikatnya membentuk ekor kuda.
"Oke, kita mulai!" Yu Jie menyatukan kedua tangannya, mengerakkan sedikit otot-otot lengan agar tidak kaku. Ia mendalami wushu dengan mengandalkan kelenturan tubuh, otot bettis, ping ggull, dada, bahu serta otot tubuh lainnya. "Aku masih akan menggunakan tangan kosong, saat kau ingin menggunakan alat untuk bertarung baru aku akan memakai jarum ku." ujar Yu Jie.
"Huh! Aku bahkan tidak membutuhkan bantuan alat hanya untuk mengalahkan mu! Jangan banyak omong! Mari mulai!"
Fen Lian maju menyerang, memutar tubuh mengangkat kaki tinggi untuk menendang tubuh Yu Jie, hanya udara kosong yang terkena tendangannya sedangkan yang menjadi sasaran sudah meloncat ke samping saat Fen Lian tersadar Yu Jie sudah menyerang, tangan Yu Jie mengarah ke arah lengan untuk memelintir namun Fen Lian berhasil berkelit menjauh sebelum tangan Yu Jie mengenainya.
Yu Jie tak berhenti terus menyerang setengah berlari menendang tinggi seraya meloncat mengincar kepala Fen Lian tapi sekali lagi Fen Lian berhasil menghindar.
Kini Fen Lian yang maju bergerak kembali, menggunakan teknik kick boxing andalan muay thai nya dipadukan kepalan tinju tradisional dengan kecepatan tinggi.
Bukkk!!
Tubuh Yu Jie terkena tendangan dan pukulan, tubuhnya melayang ke belakang sampai terduduk dengan bagian punggung tertahan tali panggung ring. Darah merah menyembur dari mulut Yu Jie, wajah yang terkena pukulan seketika biru lebam. Pinggang samping Yu Jie yang terkena tendangan terasa nyeri, nafasnya mulai cepat tak beraturan.
"Jie Jie!" teriakan Guan terdengar dari samping ring, pria itu baru saja masuk beberapa detik lalu bertepatan saat Yu Jie terkena serangan.
Tanpa menoleh pada sang kekasih, sebelah tangan Yu Jie terangkat. "Jangan ikut campur! Ini urusan ku dengannya...!!!" Yu Jie mengusap darah yang mengotori mulutnya kini tatapannya berubah dingin.
__ADS_1