
___Karena alasan satu dan dua hal, UPDATE karya ini nggak menentu ya All 🙏😍🫰 Terima kasih yang masih selalu support dengan like dan komen juga gift serta vote ❤️
.
.
.
Di ruangan, orang yang terlebih dahulu tersadar dari rasa terkejut adalah To Mu. Pria di kursi roda itu tidak mengantisipasi situasi yang ternyata akan membuatnya gugup, seketika dia ketakutan akan segera kehilangan Yu Jie.
"Nuan..." lirih To Mu.
Yu Jie mendengar To Mu memanggil nya, dia sudah memikirkan dengan matang apa yang akan di lakukan saat situasi seperti saat ini. Ketika setuju ikut bersama To Mu ke pesta, dia tau jika pertemuan dengan orang-orang yang mengenalnya kemungkinan akan terjadi.
"Ya, suamiku." Dengan wajah dan suara tenang, Yu Jie mendekati To Mu dan orang-orang yang dikenalnya yang hanya berjarak lima langkah.
"Kemarilah, bawa putri kita... biar aku yang meminta maaf dan bicara pada mereka. Pergilah bersama Tao ke ruangan Tuan Lauw, kita mendapatkan undangan khusus jadi bisa masuk kesana." Ujar To Mu penuh ketegasan, bahkan mata tajam nya menatap sang rival cinta Guan Lin yang sedang menatap Yu Jie tak berkedip. Ia menduga kemungkinan Guan syok jika melihat dari wajah pucat pria itu.
"Ya." Yu Jie maju tanpa menatap mata Guan Lin yang sedang memangku sang putri, ia begitu saja mengambil tubuh Zhi Yang dari Guan Lin. "Terima kasih atas bantuannya, Tuan." Yu Jie menunduk sekilas lantas berbalik untuk segera pergi dari sana, namun pundak Yu Jie ditahan Guan Lin yang akhirnya tersadar dari rasa shock nya.
__ADS_1
"Jie... Jie... ini aku..." lirih Guan dengan suara gemetar, hatinya sesak merasakan sikap dingin Yu Jie padanya seolah dia bukan siapa-siapa di mata Yu Jie.
"Tolong sopan pada istri saya, lepaskan tangan Anda dari tubuh nya." To Mu menekan tombol roda bergegas mendekat, meskipun berada di kursi roda dia berhasil mencekal tangan Guan.
"I-istri?" tanya Guan tak percaya, tapi dia melepaskan tangannya dari pundak Yu Jie.
"Ya, istri saya." To Mu membelokkan kursi rodanya menghadap Yu Jie. "Sayang, pergilah."
Yu Jie mengangguk, dengan cepat dia melangkah pergi menjauh dari sana dengan dikawal beberapa pria berjas hitam sang ketua pengawal berjalan lebih dulu di depan Yu Jie untuk mencari ruangan Tuan rumah yang mengadakan pesta.
"Yu Jie...!" teriak Guan ingin menyusul, namun ditahan kembali oleh To Mu. Jun maju ingin membela sang Tuan, hanya dia yang ikut masuk ke ruangan. Pengawal To Mu ikut bergerak maju saat melihat Jun mendekat ke arah Tuan mereka.
"Jun, jangan!" sergah Guan pada tangan kanannya itu. "Mundur!"
Kini mata kedua pria yang mencintai Yu Jie saling bersitatap dengan tajam, To Mu mengeraskan rahangnya begitu pun Guan yang mengeluarkan aura dingin begitu terasa pekat oleh To Mu.
"Halo, nama saya Wang To Mu. Apa ini pertama kali kita berjumpa Tuan--?" To Mu berpura-pura tidak mengenali Guan Lin.
Guan Lin menipiskan bibirnya, ia seratus persen yakin. Tidak! Dengan nyawanya dia sangat yakin, jika pria yang terduduk di kursi roda yang sedang berkenalan dengannya adalah pria yang membawa Yu Jie 7 tahun silam. Apa pria ini sedang bersandiwara? Guan akhirnya tersenyum tipis, ia sudah diajari cara bersandiwara oleh Yu Jie saat terakhir kali mereka bersama. Jadi apa susahnya mengikuti sandiwara To Mu!
__ADS_1
"Mm, namaku Kang Guan Lin dari perserikatan timur. Senang bertemu dengan Anda, Tuan To Mu. Kalau tidak salah, Anda adalah pebisnis berlian." Jawab Guan Lin masih tersenyum tipis memperlihatkan ketenangan diri, meskipun ia ingin berlari menyusul Yu Jie lalu memeluk kekasihnya.
"Anda benar, saya juga senang bertemu dengan Anda." Timpal To Mu.
"Li Mei, kamu ada disini rupanya." Seorang pria yang tak lain adalah suami Li Mei bernama Gouw Quon, seorang putra dari Menteri menjeda perkenalan Guan dan To Mu.
"A-a... ya sayang. Ling Ling menyukai balon, tadi dia berlari kesini. Ayo pergi..." Li Mei ingin secepatnya pergi dari sana sebelum Guan Lin berbicara pada suaminya.
"Papa, gendong." Ling Ling menarik tangan sang Ayah.
"Oke, baby imut-ku." Quon memangku putri kecilnya.
"Ayo pergi," Li Mei terus mendesak menarik lengan sang suami.
"Tuan Gouw," namun keinginan Li Mei sirna, To Mu dengan sengaja menyapa suami wanita itu yang bermarga Gouw.
Gouw Quon menoleh ke arah suara dari bawah, seketika dia mengenali pria yang menyapanya. "Tuan Wang, halo. Anda sudah datang." Dengan mata berbinar Quon menatap To Mu, karena To Mu adalah investor utama dalam bisnisnya apalagi saat Ayah Quon akan menjadi Menteri, bantuan aliran dana berasal dari To Mu yang otomatis segala tentang Quon dan Ayahnya berada di bawah kendali To Mu.
"Ya, baru saja datang. Apa ini istri dan putrimu?" tanya To Mu, kembali berpura-pura.
__ADS_1
Saat To Mu dan Quon berbincang, Guan Lin memundurkan tubuhnya sedikit menjauh guna menelisik raut wajah To Mu ketika berbicara. Guan berusaha mengamati wajah palsu atau asli yang sedang ditampilkan To Mu pada semua orang.
"Jun..." bisik Guan. "Segera cari informasi tentang To Mu, lalu telepon Haocun dan Jiao Long untuk bergegas datang kesini. Beritahu mereka agar berbuat kekacauan di pesta, aku akan menculik kekasihku," Guan tersenyum dingin, dia bukan tipe pria yang akan menunggu tapi dia seseorang yang akan beraksi lebih dulu.