
Di Kediaman perserikatan, Tuan Wan Xue masih memikirkan tentang keberanian Yu Jie yang menawarkan kesepakatan. Yu Jie berjanji padanya, akan mengeluarkan suatu obat untuk penyakit mematikan yang akan menyerang sekitar seminggu lagi. Wanita muda itu seperti bisa meramal masa depan, namun anehnya ia percaya begitu saja.
Wanita itu bahkan mengatakan akan membiarkan kelompok timur menjual obat itu pada para kalangan atas tanpa harus membayar pada Yu Jie, asalkan ia memberikan bantuan pengawal serta berbicara pada buyer dari Amerika jika obat yang dibeli melalui Dun Ming tak akan dikeluarkan dan dari pihak Perusahaan Yu Jie akan mengganti pembatalan kontrak pembelian. Juga wanita itu mengatakan jika penyakit mematikan itu hanya kebohongan saja, Yu Jie berjanji akan memberikan apapun keinginan Tuan Wan Xue termasuk nyawanya.
"Wanita muda menarik, usianya masih muda tapi pikiran nya luar biasa. Dia bahkan bisa membujuk ku hanya dengan kata-katanya, wanita itu tak bisa disepelekan."
Drtttt.... drtttt...
Panggilan telepon dari Jiao Long, Tuan Wan Xue segera mengangkatnya. "Ya, apa kamu sudah sampai di kediaman Zhu?"
"Sudah Tuan besar, saya tadi ingin melaporkan sesuatu tapi Anda menyuruh saya pergi bersama Nona Zhu." Ujar Jiao Long.
"Melaporkan apa?"
"Tadi saat saya datang bersama Nona Zhu, Tuan muda Jia Chan mengatakan sesuatu dan saya baru teringat jika Tuan muda Jia Chan mengatakan jika Nona dari marga Zhu yang telah menolong nya saat tertusuk. Saya pikir Nona Zhu yang dimaksud adalah Nona Yu Jie."
"Kenapa kau yakin?"
__ADS_1
"Tadi saat Tuan muda Jia Chan bertemu Nona Yu Jie, Nona Yu Jie mengatakan tidak ingin karena balas budi, Anda melunak padanya. Sepertinya dugaan saya akurat Tuan besar, dia adalah orang yang menolong Tuan muda Jia Chan."
"Hm, wanita itu semakin menarik. Kenapa dia lebih berkeras membuat kesepakatan denganku dengan saling menguntungkan, padahal tinggal meminta saja balasan dariku karena sudah menyelamatkan Jia Chan. Jiao Long... selain kamu bertugas melindunginya cari tahu juga tentang kehidupan nya sehari-hari. Aku ingin tahu perempuan seperti apa sebenarnya yang berani berbuat nekat membuat kesepakatan dengan ku."
"Baik, Tuan besar."
Tutttt...
Sedangkan di kamarnya Guan Lin tak bisa menutup matanya, ia berbaring dengan gelisah. Pikiran nya selalu terbayang wajah Yu Jie yang tertawa lepas seolah dunia tidak pernah kejam pada wanita itu, seolah semua kesakitan tak pernah hadir dalam kehidupannya.
"Wanita macam apa dia, kenapa setelah dikhianati dan dunia tidak adil padanya tapi dia masih bisa tertawa bahagia. Lalu, ada apa denganku? Kenapa jantungku terus berdetak saat memikirkan nya?"
Dengan semua pikiran tentang Yu Jie yang mencekoki Guan Lin, akhirnya lewat tengah malam pria yang belum sadar sedang jatuh cinta itu tertarik ke alam bawah sadar.
Pagi-pagi sekali Li Mei datang ke kediaman Zhu, karena sudah tak ingin berwajah baik lagi dia ingin melabrak Yu Jie agar secepatnya bercerai dari Ang Cheng karena ia tahu Ang Cheng malah terus menunda - nunda perceraian itu.
Namun saat mobilnya terparkir di depan kediaman, ia melihat beberapa pria berpakaian hitam dengan tubuh tegap berdiri di sekeliling kediaman. Li Mei membuka pintu mobil, lalu berjalan ke depan pintu rumah dengan kebingungan.
__ADS_1
"Maaf, siapa Anda?" Jiao Long menghalangi pintu dengan tubuhnya.
"Lancang! Kamu siapa berani menghalangi ku! Aku putri dari pemilik rumah ini! Minggir!" Li Mei berteriak tak terima.
Ceklek! Pintu terbuka dari dalam.
Yu Jie keluar sudah dengan pakaian lengkap ala kantor, juga Tuan Huang. Rencananya hari ini untuk mengangkat Yu Jie menjadi CEO baru secara resmi.
"Papa mau kemana? Bukankah Papa masih sakit dan masih pemulihan?" tanya Li Mei dengan suara penuh khawatir, entah tulus atau dibuat-buat bahkan Yu Jie sudah tak perduli saat mendengarnya.
"Kami akan pergi ke Perusahaan, untuk mengangkat Yu Jie jadi CEO baru. Pergilah, jangan pernah datang lagi kesini!" Tuan Huang menatap dingin putri keduanya, bahkan melewati tubuh Li Mei menuju mobil.
Li Mei mengejar Ayahnya, mencekal lengan sang Ayah. "Pah! Apa maksud Papa mengangkat kak Yu Jie menjadi CEO dan aku tak boleh datang lagi kesini?"
"Kau bodoh atau memang tuli! Itu artinya kau bukan putriku lagi dan Yu Jie satu-satunya pewaris ku! Baik itu di Perusahaan atau pun semua kekayaan ku! Ibumu sudah mengambil bagian nya dari pernikahan kami, pergilah pada Ibumu! Setelah berani mengkhianati Yu Jie, aku sudah mencoret mu dari marga Zhu...!" dengan meledak-ledak Tuan Huang berteriak pada Li Mei. "Yu Jie, ayo pergi dan suruh para pengawal jangan pernah membiarkan wanita ini untuk masuk kesini lagi. Jangan biarkan dia melewati gerbang! Dia dan Ibunya sangat kotor...!"
Setelah mengatakan semua yang ingin dikatakan, Tuan Huang masuk ke dalam mobil, di ikuti Yu Jie yang sudah memberi instruksi pada beberapa pengawal yang akan berjaga di kediaman.
__ADS_1
Dengan dua mobil pengawal menjaga di belakang, mobil yang membawa Tuan Huang dan Yu Jie melaju pergi dari depan kediaman Zhu menuju Perusahaan.