Dewi Seribu Jarum

Dewi Seribu Jarum
Bab 48 - Speech Delay.


__ADS_3

Mencari selama lebih dari seminggu terus memperlebar pencarian sepanjang beberapa kilometer dari hutan, bahkan Guan Lin mencari dari atas menggunakan heli menyusuri sungai dari hulu sampai dasar hilir. Namun... tetap saja keberadaan Yu Jie tidak bisa ditemukan. Minimnya CCTV di sekitar jalan membuat pencarian semakin sulit, karena itu adalah sebuah jalur yang hanya dikelilingi oleh bukit dan hutan.


Hao Yu bahkan ikut mencari dengan usaha pencariannya sendiri karena Guan Lin dengan tegas menolak keikutsertaan Hao Yu saat ingin ikut bersama dengannya dalam pencarian.


"Tuan Muda! Kita mendapatkan sesuatu dari dashcam mobil yang baru saja berhasil diperbaiki! Seseorang tertangkap kamera dan membawa keluar Nona Zhu dari dalam mobil!"


Akhirnya titik terang akan keberadaan Yu Jie ditemukan, namun satu kesulitan lagi yaitu melacak dan mencaritahu siapa yang membawa Yu Jie.


***


Tujuh Tahun Kemudian....


KEDIAMAN WANG.


Seorang wanita yang kini sudah berusia 31 tahun yang terbangun dari komanya beberapa bulan lalu dengan ingatan yang hilang, sedang menusuk kaki lumpuh seorang pria yang duduk di kursi roda dengan jarum akupuntur. Meskipun ingatan Yu Jie hilang, namun anehnya kemampuan Yu Jie dalam akupuntur tidak begitu saja hilang bahkan dengan alami Yu Jie bisa mengenali kemampuan-kemampuannya.


"Ma-ma... Ba-ba..." seorang gadis kecil berusia enam tahun berlari seperti anak kecil berusia 3 tahun menghampiri mereka.

__ADS_1


Yu Jie tersenyum, melepaskan apa yang sedang ia kerjakan berbalik pada putrinya yang menderita kelainan dalam berbicara. Dokter mengatakan itu dinamakan kelainan speech delay, yaitu sulit merespon saat diajak berbicara dan jarang meniru perkataan orang lain. Bahkan kesulitan menyebutkan nama-nama benda di rumah serta lebih sering menunjukkan gestur tubuh daripada berbicara saat meminta sesuatu juga akan menghindari kontak mata dengan lawan bicaranya.


"Zhi Yang, sudah pulang..." bibir pria di kursi roda bernama Wang To Mu tersenyum.


"Kesayangan Mama, Yang Yang senang hari ini di sekolah?" Yu Jie yang kini bernama Nuan memeluk putri yang sudah berhenti dari larinya tepat di hadapan sang Ibu.


Zhi Yang yang dipanggil dengan nama kesayangan Yang Yang itu mengangguk tapi mata nyalangnya menatap ke arah meja makan. Yu Jie melirik apa yang dilihat sang putri dan dia mengerti.


"Yang Yang lapar?" tanya Yu Jie.


To Mu menatap putri Yu Jie dengan senyum mengembang, tujuh tahun lalu saat Dokter akan mengeluarkan janin dari perut Yu Jie entah kenapa perasaannya menjadi bimbang. Ia lalu berkonsultasi dengan Dokter kandungan paling mumpuni, Dokter kandungan mengatakan dengan perawatan yang baik janin bisa berkembang dengan baik meskipun kelahiran cacat tidak bisa dihindari dan sang Ibu meskipun dalam keadaan koma akan bisa bertahan mengandung selama 8 bulan ke depan. Dengan keputusan sulit tapi dipikirkan dengan matang, akhirnya To Mu mengambil keputusan jika anak yang dikandung wanita yang telah menyelamatkan nya dulu akan dilahirkan.


"Nuan, sepertinya putri kita sudah lapar, ayo makan." Ajak To Mu, ia mengelus pipi Yu Jie yang diklaim menjadi istrinya. Semua laporan tentang identitas Yu Jie sudah To Mu kantongi saat penyelidikan 7 tahun lalu, namun karena ingin melindungi Yu Jie dan rasa ingin memiliki membuat To Mu tidak ingin mengembalikan Yu Jie pada keluarganya juga pada pria yang berhubungan dengan Yu Jie.


Yu Jie tersenyum pada lelaki yang berstatus suaminya, menurut akta nikah yang disodorkan To Mu padanya. "Ya, suamiku. Aku dorong kursinya, apa kakimu sudah semakin lebih baik? Apa jarum-jarum ku terasa?" Yu Jie berdiri di belakang kursi roda lalu mendorong kursi roda ke arah meja makan.


Ekspresi wajah To Mu berbinar bahagia, setiap dipanggil suami oleh Yu Jie adalah kebahagian tak ternilai baginya. "Ya, istriku. Setelah pengobatan mu selama 3 bulan ini, kakiku ada peningkatan. Dokter mengatakan kelumpuhan ku tak bisa diobati, namun lihat sekarang baru saja 3 bulan kamu merawat kakiku... aku bisa menggerakkan kakiku sedikit."

__ADS_1


Itu benar, pengobatan jarum-jarum akupuntur padanya membuat kakinya yang di diagnosis Dokter tak bisa kembali berjalan kini akhirnya ada harapan. Kehadiran Yu Jie dalam hidupnya sejak lima belas tahun lalu adalah keberuntungan bagi To Mu, jadi mana mungkin pria itu rela melepaskan Yu Jie dari hidupnya.


Sampai di meja makan, Yu Jie menyiapkan piring untuk To Mu dan putrinya juga untuknya sendiri. "Yang Yang, ingin makan apa?"


Anak itu mengedarkan pandangannya, menatap lama pada Roujiamo (肉夹馍) sejenis burger yang sering dimakan bersama sup atau mie saat makan siang, burger ini berisi daging domba atau babi.


"Mama ambilkan Roujiamo nya," Yu Jie mencapit makanan itu lalu menaruh diatas piring sang putri.


"Xièxiè..." setelah mengatakan terima kasih, Zhi Yang memakan dengan sumpit tanpa menunggu yang lainnya, bahkan sisa - sisa makanan dari gigitan berserakan di sekitar piring dengan mulut Zhi Yang yang belepotan. Perilaku Zhi Yang persis seperti anak berumur tiga tahun, Yu Jie dan To Mu hanya tersenyum.


"Putri Baba makannya lahap, Baba bangga..." To Mu yang duduk di kursi utama mengelus sayang kepala Zhi Yang yang duduk di samping kirinya.


"Xixixi..." Zhi Yang hanya terkekeh senang karena mendapat pujian dari pria yang menjadi Ayahnya.


"Kamu juga sekarang makanlah," To Mu menoleh pada Yu Jie lalu melakukan hal yang sama seperti pada Zhi Yang, pria itu mengelus kepala Yu Jie dengan lembut.


Yu Jie mengangguk seraya tersenyum, setelah mengambil makanan untuk To Mu dia juga mulai memakan makan siangnya.

__ADS_1


__ADS_2