Dewi Seribu Jarum

Dewi Seribu Jarum
Bab 43 - Mencintaimu Adalah Hal Terbaik.


__ADS_3

Maaf All, alur lambat ya gak sat-set seperti karya time travel-ku yang lain 🙏🫣


...............


Kediaman Timur.


Dengan telaten Guan Lin membersihkan luka-luka Yu Jie, padahal Paman Liu sudah datang membawa kotak medisnya.


"Sudah, sekarang biarkan Paman mengobati. Minggirlah, Guan." Paman Liu seorang Dokter keluarga tapi sudah kenal sejak lama dan sudah dekat dengan keluarga Kang.


"Sebentar lagi," Guan memastikan tidak ada luka yang belum dibersihkan.


"Guan..." Yu Jie mencubit lengan Guan, dia merasa kesal diperlakukan terlalu berlebihan.


"Jie Jie, aku hanya ingin kamu--"


"Aku tau, tapi sudah cukup." Yu Jie memotong.


Guan menghela nafas lalu bangkit dari tepi ranjang di kamarnya, dia sengaja membawa Yu Jie ke kediaman timur.


Tuan Wan Xue masuk ke dalam kamar, melihat wajah Yu Jie yang memar dan luka di beberapa bagian tubuh Yu Jie yang terlihat membuatnya seketika geram. "Kurang ajjar! Ayah dan anak sama saja! Untung kau tidak menerima wanita itu jadi istrimu, Guan! Sekarang lihatlah kelakuannya, wanita itu memukuli calon menantuku sampai babak belur begini!"


"Ayah salah besar, Yu Jie yang menantang Fen Lian bertarung. Yu Jie juga yang membuat Fen Lian babak belur lebih parah dari Yu Jie. Calon istriku juga sudah berhasil mengalahkan wanita itu, Fen Lian bahkan tak berkutik tak sadarkan diri. Lihatlah, Jie Jie-ku berhasil mengalahkan Fen Lian yang terkenal dengan kemampuan bertarungnya itu!" Guan membanggakan sang kekasih, menggenggam tangan Yu Jie lalu mengecup mesra membuat wajah para pelayan wanita yang berdiri di dalam kamar merona merah.

__ADS_1


"Calon istri? Aku? Mimpi saja! Kau bahkan tak pernah melamar ku, ckckk..." jahil Yu Jie membuat wajah Guan seketika tegang.


"Kamu tidak mau menjadi istriku?" Guan salah mengartikan ucapan Yu Jie.


"Bodoh! Sekarang biarkan aku diobati Paman Liu, setelah selesai aku ingin istirahat."


Guan menyabarkan diri, hari ini sudah berapa kali Yu Jie memanggilnya bodoh. "Hhh... nasibku mencintaimu, dipanggil idiot pun aku rela." Lirih Guan seraya pindah duduk tak jauh dari ranjang dimana Yu Jie berbaring.


Tuan Wan Xue menggelengkan kepalanya, putra yang selalu keras kepala dan selalu melawan padanya jika tak sesuai keinginan kini sudah berhasil dikendalikan seorang wanita. Namun sudut mulut Tuan Wan Xue tertarik naik, pria setengah baya itu tersenyum. Kini ia merasa bisa melepaskan rasa bersalahnya karena perpisahannya dengan mantan istrinya membuat Guan tumbuh dengan sifat dingin dan tidak terbuka. Bukan hanya ia yang merasa bersyukur mendapat partner bisnis seperti Yu Jie tapi putranya juga beruntung mendapatkan wanita yang bisa merubah sifat dingin putranya itu.


Setelah semua kericuhan hari itu, Yu Jie berakhir tertidur di kediaman timur. Akhirnya pagi tiba, semalaman Guan terbangun terus mengurus tubuh Yu Jie yang demam. Ia menempelkan kepalanya di tepi ranjang dengan badan yang duduk di kursi, mencoba untuk menutup mata sebentar.


Kedua mata Yu Jie terbuka, saat menggerakkan tangan itu tidak sakit untung saja semalam ia menancapkan beberapa jarum di tubuhnya.


"Umm, kenapa matamu merah? Kamu belum tidur sejak semalam?" terdengar nada tidak suka pada suara Yu Jie.


"Tubuhmu demam, aku tidak ingin orang lain yang merawat mu. Sekarang demam mu sudah turun," Guan mengelus pipi Yu Jie.


Yu Jie menangkap tangan kekasihnya, "Guan, mari bicara. Aku bisa menebak alasanmu melarang Xian berhubungan, itu pasti karena aku. Kamu mengumpulkan data bahkan menyadap kelurga Chu dan Fen Lian karena takut mereka menyakitiku. Tapi, apa kamu tau? Sebelum bertemu denganmu, aku sudah merencanakan balas dendam ku sendiri pada keluarga Chu. Aku tidak ingin membalas begitu saja, mereka harus meminta ampunan dan berlutut di hadapan Papa dan aku. Apalagi aku mendengar dalam rekaman, Ming Na yang sudah membunuh Ibuku. Aku tidak ingin kamu terlibat, lihatlah saat kamu terlibat... adikmu menjadi korbannya."


"Jie Jie... saat aku mulai tertarik padamu lalu jatuh cinta padamu, aku berjanji tak akan membiarkan siapapun menyakitimu. Aku hanya berusaha melindungimu... namun, aku gagal. Setelah kita bersama, kamu malah terluka dan itu karena aku. Maaf... aku tak berguna. Dan kamu benar, aku adalah kakak egois mengorbankan perasaan Xian hanya untuk diriku sendiri yang gagal melindungi mu." Guan mengepalkan kedua tangannya menunduk malu.


"Hei! Angkat kepalamu! Aku tau kamu sangat protektif padaku, selalu mementingkan aku. Aku tau semuanya, itu demi kebaikanku. Tapi Guan, dendamku pada keluarga Chu bukan hanya dendam biasa tapi ini dendam di 2 kehidupanku. Aku sudah mati satu kali... oleh mereka. Aku diberikan satu kesempatan kembali untuk hidup, aku ingin membalas mereka... bukan malah menambah korban tak bersalah seperti kamu dan Xian dalam kehidupan baruku. Guan, aku akan menceritakan sedikit kehidupan sebelum aku mati dan hidup kembali."

__ADS_1


Yu Jie mulai menceritakan semuanya dari awal kehidupan sebelumnya, dari saat dia kecil sampai menikah dengan Ang Cheng dan mati di tangan keluarga Chu.


"Mereka kejam sekali padamu, jadi kamu mengenal Xingsheng?"


"Dia datang beberapa kali ke Lab, saat Lien Hua dan para peniliti lain sedang memeriksaku. Selama pernikahan Papa dan Ming Na, Xingsheng tidak pernah menampakkan diri. Saat aku diteliti di Lab, dia yang menjadi pemasok vaksin dan antivirus ke seluruh penjuru negeri mungkin mengembangkan nya ke luar negeri juga seperti yang aku kerjakan saat ini. Bahkan yang aku dengar, saat itu para rakyat jelata tidak mendapatkan vaksin dan antivirus atau lebih tepatnya mereka yang tidak mampu tidak bisa membeli obat dengan harga mahal yang dikeluarkan pihak Xingsheng dan jajarannya. Meskipun aku tidak pernah keluar dari Lab saat virus menyerang, tapi beberapa orang yang datang selalu bercerita keadaan diluar. Aku geram saat mendengarnya, keluarga Chu memperjual belikan dengan seenaknya bahkan tidak perduli pada orang-orang yang tidak mampu. Sampai akhir hayatku, dua yang aku sesali... menikah dengan Ang Cheng dan tidak menusuk tubuhku dengan racun saat keluarga Chu mengetahui tentang antibodi dalam darahku. Bukankah jika aku mati dengan darah yang tercemar, aku tidak ikut berdosa karena menyengsarakan orang-orang tidak mampu?"


"Jie... Jie..." Guan mengecup kening Yu Jie, "Kenapa ada manusia berhati malaikat sepertimu, kenapa di kehidupanmu sebelumnya aku tidak bersamamu. Kenapa Tuhan baru mempertemukan kita sekarang?"


"Jadi Guan, biarkan aku balas dendam dengan caraku. Jangan berniat menyakiti Fen Lian ataupun keluarga Chu, aku yang akan menghukum mereka satu - persatu."


"Tidak! Xingsheng bukan hanya musuhmu, dia juga musuhku. Sebenarnya, jaringan bisnis kami sudah lama bersaing. Aku baru tau nama asli ketua jaringan itu, ternyata dia Xingsheng. Musuhmu adalah musuhku juga, jadi mari balas dendam bersama. Jangan melarangku, aku berjanji tidak akan egois lagi."


Yu Jie mengangkat tangan nya mengelus alis tebal Guan, turun ke mata indah lelaki itu lalu ke hidung mancung dengan takaran yang pas kemudian turun ke bibir sexy Guan. "Kenapa wajahmu sempurna, aku ingin wajahmu jelek hingga semua wanita tak mempunyai keinginan memilikimu dan kamu hanya milikku."


"Kheee... khee... kalau aku jelek kamu juga akan menolak ku, Nona." Guan terkekeh geli.


Yu Jie terdiam lalu ikut tertawa, "Kau benar. Aku tak menampik dan tak mau munafik mengatakan akan menyukaimu jika kamu berwajah jelek, nyatanya ketampanan mu salah satu poin aku bisa mencintaimu... Guan."


"Kalau begitu menikah lah denganku. Yu Jie... aku sedang melamarmu," Guan mengeluarkan sebuah kotak dari dalam saku celana, sudah beberapa hari lalu ia membelinya tapi masih mencari momen yang pas untuk melamar Yu Jie. "Jià gěi wǒ hǎo ma?( Maukah kamu menikah denganku?)"


Mata Yu Jie berkaca-kaca, dulu Ang Cheng tak pernah melamarnya. Jangankan melamar, menyukainya pun tidak. Yu Jie mengigit bibirnya, menahan isak tangis bahagia. "Ya, aku menerima lamaranmu."


Guan melepaskan nafas tertahannya, jantung yang berdebar menunggu jawaban akhirnya bisa berdetak sedikit normal. "Terima kasih Jie Jie-ku... mencintaimu adalah hal terbaik yang pernah aku lakukan."

__ADS_1


Kedua insan yang sedang terlena dalam kebahagian saling menautkan tangan, Guan lebih dulu mendekat lalu menyatukan kedua bibir mereka dengan penuh kelembutan. Akan mulai menyatukan dua pribadi berbeda dan menyatukan dua kehidupan berbeda membaurkan menjadi satu dimana kesakitan dan kebahagian akan selalu mereka bagi bersama.


__ADS_2