Dewi Seribu Jarum

Dewi Seribu Jarum
Bab 44 - Pertunjukan Dengan Sedikit Darah.


__ADS_3

Di sebuah tempat Xian Lun terbaring lemas, dia disuntik terus menerus dan hanya bisa memejamkan mata di setiap waktunya.


Di tempat yang sama dua lelaki sedang meminum kopi seraya bermain go di papan strategi abstrak dengan batu go berwarna hitam dan putih menyebar di atas papan.


"Langkah mu mendekatiku dan meminta kerjasama membuatku tertarik, bahkan kamu mengetahui aku adalah saingan Guan Lin dalam bisnis masih membuatku merinding. Jaringan ku sangat banyak dan aku selalu memakai nama samaran. Namun, kau berhasil menyelidiki ku dan mengontakku. Hanya karena seorang wanita, ckkk..." Xingsheng menaruh satu batu go berwarna putih.


Bibir Hao Yu menipis, "Kamu salah Tuan Xingsheng, Yu Jie bukan 'hanya wanita'. Dia adalah wanita luar biasa, apa kamu belum mendengar kehebatan nya dalam berbisnis dengan Tuan Wan Xue dari timur dan memberikan obat gratis ke rumah-rumah sakit. Bahkan dia berhasil menguasai sistem Perusahaan tidak sampai seminggu, aku saksi atas semua kehebatannya."


"Hm," Xingsheng mengangguk. "Mantan sepupuku itu terdengar hebat, padahal dulu Li Mei dan Bibi Ming Na selalu menyebutnya anak desa yang bodoh. Aku penasaran, apa yang membuatnya bisa berubah banyak? Bahkan Dun Ming yang terlahir menjadi manusia tak tau diri, bisa diusir keluar dari Perusahaan Paman Huang padahal dia dan Bibi Ming Na sudah lama mengincar laboratorium."


"Dun Ming? Sepupumu itu akan mati di tangan ku kalau dia masih mengusik Yu Jie, dan Bibimu serta Li Mei juga tak segan-segan akan aku siksa jika mereka berusaha menyakiti wanita-ku lagi. Aku bukan orang baik, Tuan Xingsheng. Aku seperti manusia lainnya, mempunyai hati iri dengki dan dendam. Aku menjanjikan 15 persen saham ku untukmu, itu setara 5jt yuan. Kita sedang berbisnis Tuan, aku harap kamu tidak mencampuradukkan dengan keluarga. Kita berdua sudah sepakat, yang aku inginkan hanya wanitaku berpisah dari Guan Lin bagaimana pun caranya." Hao Yu menegaskan kata-katanya lagi.


"Woow! Tenang Tuan Lee, aku sudah bersepakat denganmu. Mari telepon Guan, lalu meminta transaksi. Kamu akan meneleponnya sendiri?" tawar Xingsheng.


"Em, apa sudah waktunya?"


"Tuan!" salah satu bawahan Xingsheng setengah berlari masuk.


"Ada apa? Kau tidak lihat aku bersama tamuku!" bentak Xingsheng.

__ADS_1


"Saya baru saja mendapat laporan dari mata-mata kita," orang itu menyodorkan iPad ke tangan sang Bos. "Ini perbuatan Nona Jiang dari perserikatan barat."


Xingsheng mengambilnya, men-scroll beberapa foto di dalam sana terdapat wajah berdarah Yu Jie dengan tubuh penuh luka. Dia mengangkat kepalanya, menatap rekan barunya. "Sepertinya kamu harus lihat ini, Tuan Lee." Dia menaruh iPad diatas papan go.


Tanpa berpikir Hao Yu mengambil iPad di atas papan, matanya membulat sempurna keduanya tangannya mencengkram erat pinggir iPad yang sedang ia pegang. Ia men-scroll ke foto-foto lain, seketika ia melempar iPad ke atas papan go dengan keras.


BRAAKKK!!!


"Guan brengsekkk! Aku sudah menebak dia tidak bisa melindungi Yu Jie! Wanita yang mengejar-ngejarnya berakhir melukai wanitaku, ini menambah alasanku ingin Guan menjauhi Yu Jie!"


Jari jemari Xingsheng menari diatas pegangan kursi, lelaki licik itu tersenyum tipis. Sekali melempar kail, dua ikan besar yang ia dapatkan. Hao Yu memang tidak memintanya untuk membunuh Guan, tetapi jika Guan mati dia akan diuntungkan bahkan mendapat bayaran berupa saham.


Apa ada yang lebih baik dari ini? Hahaha! Xingsheng tertawa puas dalam hati.


Dalam deringan keempat, telepon diangkat.


"Halo."


"Ini aku, Hao Yu."

__ADS_1


"Ada apa? Ini pertama kalinya kau meneleponku?"


"Aku dengar Yu Jie terluka, apa kau bukan seorang pria tidak bisa melindunginya?!" Hao Yu menggeram.


"Kalau kau menelepon hanya untuk mengumpat ku, aku tutup!"


"Tunggu! Apa kau sedang mencari keberadaan adik perempuan mu?"


"Darimana kau tau?" suara Guan terdengar kaget.


"Hm, entahlah. Aku akan memberitahumu, jika kau tidak mengatakan apapun tentangku pada Yu Jie. Ini akan menjadi rahasia kita, bagaimana?"


Lama tak ada jawaban dari Guan Lin.


"Baik. Mari bertemu."


"Aku akan mengirimkan alamatnya." Jawab Hao Yu.


Tutttt...

__ADS_1


Hao Yu mengirim tempat pertemuan, tapi bukan tempat dia sedang berada sekarang.


Xingsheng ingin bertepuk tangan dengan kencang, pertunjukan dengan sedikit darah sepertinya akan segera dimulai.


__ADS_2