Dewi Seribu Jarum

Dewi Seribu Jarum
Bab 29 - Semuanya Adalah Milikmu.


__ADS_3

Tuan Huang mengambil dua dokumen dari dalam laci meja kerja, salah satu nya yang dibawa pengacara Ang Cheng saat tadi datang. Ia lalu memberikan dokumen dari Ang Cheng lebih dulu pada putri nya.


"Apa ini Pah?" Yu Jie membolak balik dokumen.


"Duduk dan buka lah. Dokumen itu dibawa kesini oleh Pengacara dari Ang Cheng, sepertinya surat cerai."


Yu Jie duduk lalu membuka map dokumen itu, menarik seluruh isi nya keluar. Dia membaca dengan teliti isi yang tertuang dalam syarat-syarat perceraian dan juga bagian dari kekayaan Ang Cheng sebesar lima puluh persen untuknya. Matanya membulat saat ia membaca salah satu syarat perceraian, sungguh tak masuk akal. Disana tertulis, setelah bercerai selama anak yang dikandung Li Mei belum lahir Yu Jie tidak diperbolehkan menjalin hubungan dengan laki-laki lain apalagi menikah atau Yu Jie akan dikenakan denda setara lima puluh persen kekayaan Ang Cheng yang didapat dari perceraian.


Yu Jie bergegas menelepon Ang Cheng, panggilan nya langsung diangkat seolah pria itu memang sedang menunggu panggilan darinya.


"Kamu sudah membacanya, istriku? Bagaimana dengan syarat nya? Jika kamu tak bersedia, aku tak akan pernah menandatangani surat cerai dan kita tetap menjadi suami istri."


"Tuan Lim... kamu sungguh lucu sekali. Kau pikir aku akan mengikuti permainan mu, ckck..." Yu Jie tidak takut syarat dari Ang Cheng, ia yakin tidak akan tergoda apalagi berhubungan dengan pria baru. Ia hanya kesal Ang Cheng dengan seenaknya memberi syarat padanya seolah ia yang bersalah. "Ang Cheng, disini kau yang bersalah dan mengkhianati ku! Aku memberimu kesempatan untuk mengurus perceraian kita, karena aku sibuk mengurus hal yang lebih penting daripada urusan hal sepele tentang perceraian dengan mu! Bahkan aku sudah katakan padamu jika aku tak menginginkan hartamu! Tapi... sepertinya kamu belum mengerti juga. Baiklah! Kau tak usah mengurus perceraian kita lagi, aku yang akan menggugat mu ke pengadilan. Aku akan mengumpulkan bukti-bukti perselingkuhan mu dan juga membuatmu jatuh miskin!"

__ADS_1


"Yu Jie!" teriakan Ang Cheng bahkan terdengar Tuan Huang.


"Satu lagi Tuan Lim, kau tak menginginkan ku dekat dengan pria lain setelah bercerai dengan mu. Tidak! Aku tak sudi memenuhi kemauan mu, bahkan sehari kita resmi bercerai... aku akan bersama pria lain dan menjadikan pria itu kekasihku!"


Tutttttt...


Yu Jie mematikan sambungan dengan kesal dan tak memberi kesempatan pada Ang Cheng untuk membalas perkataan nya. Selama ini dia masih ingin memberi muka dan menghargai keluarga Lim tapi sepertinya ia harus membuat kapok Ang Cheng!


"Mengancam nyawanya tak berpengaruh, aku akan mencabut sampai ke akar-akarnya! Lihat saja! Dasar Ang Cheng Brengsek...!"


"Papah minta maaf, Papa salah memilih istri. Harusnya dulu saat Ming Na meminta Papa memberikan mu pada Kakek Nenekmu, saat itu Papa harusnya tau Ming Na bukan orang baik. Bahkan dia tidak mau menerima mu sebagai putri tirinya, maafkan Papa." Tuan Huang menepuk tangan putrinya lembut.


"Sudah lah Pah, aku sudah lama memaafkan Papa. Jika aku membenci Papa, aku nggak akan perduli pada Papa. Lihat, aku masih menyayangi mu dan ada di sisimu bahkan berhasil mengusir Ibu tiriku."

__ADS_1


Tuan Huang mengangguk seraya tersenyum, dia lalu menyodorkan satu dokumen lagi ke tangan Yu Jie. "Ini adalah surat wasiat Papa. Semua sisa harta Papa dari bercerai dengan Ming Na semua untuk mu. Seperti harta tak bergerak, saham, juga rumah ini dan beberapa villa serta laboratorium sekarang semuanya adalah milikmu. Semua sudah atas nama mu."


"Lalu Li Mei? Dia putri Papa juga."


Tuan Huang menggeleng, "Dia bukan putriku lagi, saat dia mengkhianatimu sebagai saudarimu... aku sudah menganggap nya mati. Dia tak akan pernah bisa mengganggu warisan mu, lagipula ada sebagian peninggalan Ibumu seperti laboratorium. Ming Na maupun Li Mei tak bisa menggugat nya."


"Papa," Yu Jie sangat terharu.


"Besok bersiap lah, Papa akan secara resmi mengangkat mu menjadi CEO. Papa sangat percaya padamu dan mengandalkan mu mulai sekarang."


"Papa tak usah khawatir lagi, para pria diluar adalah pengawal untuk Papa dan aku. Aku memang bisa menjaga diriku tapi aku juga memerlukan pengawal karena beberapa hal yang harus aku urus mungkin membahayakan nyawaku. Papa tak keberatan kan, aku membawa pengawal-pengawal itu untuk menjaga Papa?"


Tuan Huang mengangguk, "Sekarang tidur lah, anggap hari esok adalah kehidupan baru untukmu. Papa yakin, segalanya akan baik-baik saja untuk mu di masa depan. Lupakan Ang Cheng, cari pria baik untuk menemanimu nantinya misalnya seperti Hao Yu."

__ADS_1


Yu Jie tersenyum tipis, dia masih belum memikirkan tentang pasangan baru. Namun, tiba-tiba dia mengingat perkataan nya pada Ang Cheng tentang akan mempunyai kekasih setelah resmi bercerai. Sial! Dimana mencari seseorang yang bisa ia jadikan kekasih palsu?!


__ADS_2