Dewi Seribu Jarum

Dewi Seribu Jarum
Bab 46 - Kesadaran Yu Jie Sudah Hilang.


__ADS_3

Night Club.


Dalam situasi saat ini Yu Jie tidak yakin bisa terus bicara dengan baik-baik dengan Hao Yu, apalagi mendengar Hao Yu sudah hapal betul keluarga Fen Lian seolah lelaki itu memeriksa latar belakang orang - orang. Bukan seolah, tapi dia yakin Hao Yu sudah menyelidiki semuanya.


"Arghh... perutku..." Yu Jie kembali berakting, memegang perut bagian samping yang jelas-jelas tidak terasa sakit.


"Ada apa?!" Hao Yu mendekat memegang tangan Yu Jie.


"Pukulan Fen Lian masih terasa sakit, sepertinya jika minum alkohol akan sedikit reda. Aku lupa membawa jarum-jarum akupuntur ku," Yu Jie meringis.


"Kamu ingin minum apa?" Hao Yu melembutkan suaranya tak lagi sekeras tadi.


"Apa saja."


Hao Yu mendekati meja mengambil satu botol anggur merah yang sudah tersedia, sibuk menuangkan ke dalam gelas wine.


Selagi Hao Yu membelakanginya, Yu Jie menekan perekam dalam ponsel lalu membalikkan ponsel menghadap ke bawah dan menaruhnya di atas sofa di sampingnya.


"Ini." Hao Yu sudah kembali dengan dua gelas wine, menyodorkan satu gelas pada Yu Jie.


Sekali lagi tanpa sepengetahuan Hao Yu, dia mengeluarkan jarum nya. Yu Jie menunggu Hao Yu menyeruput minuman alkohol itu, dia tidak ingin menyakiti lelaki yang pernah menolongnya jadi hanya akan menunggu tubuh Hao Yu rileks oleh alkohol.


Jleb!


Yu Jie menusuk tubuh Hao Yu dari balik pakaian lelaki itu, di titik yang pernah diajarkan sang Kakek di titik hipnotisme.


Tangan Hao Yu melemas, Yu Jie dengan sigap mengambil gelas wine agar tidak terjatuh dari tangan lelaki itu. Kepala Hao Yu semakin bersandar ke sandaran sofa, mata lelaki itu dengan perlahan terpejam.

__ADS_1


"Sepertinya berhasil, hhhh... aku terpaksa melakukan ini, melihatmu keras kepala akan sulit menanyakan dimana Xian padamu dalam keadaan mu yang masih sadar."


Hanya dalam 15 menit Yu Jie berhasil mengantongi alamat Xingsheng yang menyandera Xian. Dia mengambil ponsel yang sudah merekam ucapan Hao Yu yang terhipnotis lalu mengirim rekaman itu ke Guan Lin, dia juga menulis pesan jika dia akan menelepon Feng Ying dan Guan harus mengikuti semua idenya.


[ Baik, aku mengerti. Mata-mata sudah ditemukan, tapi sesuai keinginan mu agar kamu bisa mendekati Xingsheng aku tidak akan menangkap mata-mata itu. ]


Yu Jie tersenyum, dia tak akan lama bermain-main dengan Xingsheng hanya sampai mendapatkan keinginannya.


Setelah menarik jarum, Yu Jie membangunkan Hao Yu. Lelaki itu seperti orang linglung, menatap Yu Jie dengan bingung. "Apa terjadi sesuatu? Kenapa aku merasa baru saja bangun dari tidur?"


"Benarkah? Padahal kita minum sejak tadi." Kilah Yu Jie. "Hao Yu, aku sudah merasa lebih baik. Aku akan pergi sekarang," Yu Jie beranjak bangun dari duduknya.


Hao Yu menahan tangan Yu Jie. "Kita belum selesai bicara, bukankah kamu ingin tau dimana Xian?"


"Apa kamu akan memberitahuku?" Yu Jie menatap langsung mata Hao Yu.


"Jangan bicara omong kosong, aku akan pergi sekarang... kamu juga jangan lama-lama disini dan pikirkan kembali tentang keinginanmu. Aku akan selalu menganggap mu Gege-ku meskipun kamu sudah banyak berubah, saudara lelaki yang aku hargai." Yu Jie melepas cekalan Hao Yu pada tangannya.


Diluar club, Yu Jie segera menelepon Feng Ying.


"Halo, Feng Ying. Ini aku, Yu Jie. " Lalu ia mulai menceritakan situasi yang sedang terjadi dan juga tentang alasan kenapa Guan Lin melarang hubungan Feng Ying dan Xian.


"Aku mengerti, kak Yu Jie. Padahal jika sejak awal Kak Guan mengatakan inti masalahnya, aku akan tetap bersama Xian dan lebih memilih Xian daripada kakakku Fen Lian. Bagaimanapun ke depannya, aku hanya akan memilih Xian bukan keluargaku." Jawab Feng Ying dengan penuh keyakinan dalam sambungan.


"Aku akan percaya padamu, Feng Ying. Tapi, jika kamu menyakiti Xian di masa depan... kamu berurusan denganku bukan hanya dengan Guan. Mengerti?"


"Aku mengerti, jadi apa rencana kita sekarang? Aku takut terjadi apa-apa pada Xian." Ujar feng Ying penuh kecemasan.

__ADS_1


"Kamu adalah anak dari perserikatan barat, Xingsheng pasti tidak akan melukaimu. Aku serahkan penyelamatan Xian padamu, jemput dia di alamat yang akan kuberikan padamu." Jawab Yu Jie.


"Bagaimana kak Guan?"


"Aku sudah melarangnya, disini kamu harus memperkuat posisimu menjadi calon menantu Tuan Wan Xue. Calon mertuamu itu akan senang saat kamu membawa Xian pulang dengan selamat. Bawa beberapa orang bersamamu, aku kirim alamatnya sekarang. Hubungi aku jika ada masalah, aku akan menyusul mu."


"Baik, terima kasih kak Yu Jie."


"Aku tutup."


Sambungan terputus, dari dalam mobil Yu Jie melihat Hao Yu keluar dari dalam club naik ke dalam mobil entah mau kemana. Dia lalu mengirim alamat penyekapan Xian pada Feng Ying.


"Haocun, bawa aku ke Perusahaan."


Di perjalanan perasaan Yu Jie tak enak, tiba-tiba dia ingin menelepon Guan. Dia mengambil ponsel lalu menekan nomer Guan, panggilan Yu Jie langsung diangkat.


"Halo, kamu sudah pulang dari sana?" Guan tetap bertanya padahal Haocun pasti sudah memberi laporan.


"Ya. Aku..."


BRAKKK! BRUKKKK!


"Argghhhtt!!!"


"Jie Jie...!! Halo! Yu Jie..."


Ponsel Yu Jie tergeletak di samping wanita itu, mobil yang ditumpanginya terbalik. Sebuah truk besar menabrak dari arah samping, mobil yang ditumpangi Yu Jie terguling ke jurang dengan kedalaman 20 meter. Kepala Yu Jie penuh dengan darah, matanya terpejam kesadaran Yu Jie sudah hilang.

__ADS_1


__ADS_2