
Setelah kesepakatan selesai, ketiga orang itu keluar ruangan. To Mu enggan melihat lebih lama kemesraan antara Yu Jie dan Guan Lin jadi lebih dulu keluar.
"Yu Jie, kamu boleh memperlihatkan rumah ini padanya. Setelah itu, antarkan tamu kita... maksudku antarkan Tuan Guan ke ruang kerjaku ada yang ingin aku berikan padanya." To Mu berlalu dari sana, membawa kursi rodanya menuju ruang kerja.
Guan menelisik seisi ruangan, bisa dikatakan setiap benda di kediaman To Mu adalah barang-barang mewah. Jika kediamannya bernuansa klasik dan kuno, sedangkan To Mu lebih ke modern dan mewah.
"Kamu senang selama hidup disini, sayang?" tanya Guan mengeratkan pelukannya pada pinggang Yu Jie.
"Hm, tidak terlalu. Menurutmu, aku akan bahagia disaat begitu merindukan mu?" jawab jujur Yu Jie. "Hanya kehadiran Zhi Yang yang bisa mengobati rasa rinduku padamu. Meskipun To Mu luar biasa baik, tapi tetap saja dia tidak bisa menggantikan mu disini." Yu Jie menarik tangan Guan dan menempatkannya tepat di dada dimana hatinya berada.
Senyuman Guan semakin lebar, "Aku tidak akan cemburu lagi saat kamu terus menyebut kebaikan dan betapa hebatnya perlakuan To Mu padamu, aku sadar diri dia lah yang selama tujuh tahun ini menjagamu dan putri kita. Tapi, jangan terlalu berlebihan memujinya... aku bukan lelaki hebat yang bisa terus menahan kecemburuan."
Cup!
Yu Jie mengecup bibir pria nya, "Setelah pulang, mari menikah."
Mata Guan membelalak.
"Kenapa? Kamu tak mau menikah?" Yu Jie keheranan.
__ADS_1
"Bu-bukan begitu! Ayo menikah!" jawab Guan cepat.
"Lalu? Kenapa resposnmu seperti itu?" kesal Yu Jie.
"Kau yang salah, Jie Jie. Harusnya aku yang melamarmu dan mengajakmu menikah. Aku hanya terkejut sekaligus malu karena didahului kamu." Wajah Guan memerah lebih kepada malu.
"Haha, ya ampun Guan. Sebelum kecelakaan itu terjadi, kamu sudah melamarku dan aku pun sudah menerimanya." Yu Jie masih terkekeh menggeleng-gelengkan kepala. "Sekarang... kamu atau aku, sama saja. Itu adalah keinginan kita berdua, bukan?"
"Ya, ayo menikah. Jadilah istri dan Ibu dari anak-anakku, sayang." Guan menunduk lalu menyatukan bibir mereka dengan lembut mencium bibir Yu Jie bahkan mengecap ke dalam mencari lidah wanitanya.
Di dalam ruangan kerja, To Mu mengepalkan tangan melihat semuanya dan mendengar mereka ingin menikah. "Kau bodoh, To Mu! Kenapa harus mengecek Cctv dan membuatmu terluka sendiri."
Yu Jie membawa Guan ke kamar yang selama ini ia tempati bersama To Mu, Guan terus memaksa ingin tau dimana selama ini dirinya tidur.
"Kenapa ad--" ucapan Guan tak berlanjut saat ia melihat bukan hanya ada barang-barang wanita di kamar, melainkan juga barang-barang laki-laki.
"Kamu tidur sekamar dengan To Mu?" Guan mencoba memelankan suara marahnya, namun tetap saja terdengar menggeram oleh Yu Jie.
"Disaat aku mengingat semuanya, aku sudah terlanjur selalu tidur sekamar dengannya. Lagipula, meskipun kami sekamar To Mu tidak pernah melakukan apapun padaku. Jangan membayangkan yang tidak-tidak, Guan." Yu Jie memeluk tubuh Guan dari belakang, meletakkan kepalanya di punggung lebar lelaki itu.
__ADS_1
"Hhhh..." Guan menghela nafas kasar.
"Kamu juga tau keadaan To Mu," lanjut Yu Jie.
"Sudahlah! Cepat kemasi barang-barangmu yang ingin kamu bawa, aku sudah menelepon Papa mu jika aku sudah menemukan mu. Ayahmu sedang menunggu, kita harus secepatnya pergi dari sini." Guan melepaskan diri dari pelukan Yu Jie mulai berjalan keluar kamar.
"Kamu mau kemana?" cegat Yu Jie.
"Tadi To Mu bilang ingin memberikan sesuatu padaku, kamu selesaikan apa yang harus kamu bereskan. Siapkan juga kepergian Zhi Yang, saat selesai kita langsung pergi." Suara Guan sedikit dingin, dia berusaha meredam keegoisannya namun tetap bayang-bayang ketika Yu Jie tidur satu ranjang dengan lelaki lain membuat emosinya tak bisa dikendalikan.
"Guan, kamu terlalu pencemburu." Gumam Yu Jie setelah perginya Guan dari kamar dengan sikap dingin.
Kini, di ruangan kerja kedua lelaki itu sekali lagi saling bersitatap tak suka. Namun demi satu wanita yang mereka cintai, meredam semua keinginan dan keegoisan.
"Ini laporan semua orang yang terlibat atas kecelakaan Yu Jie," To Mu melempar satu map.
"Aku sudah mengetahuinya, aku tidak memerlukannya," tolak Guan.
To Mu menggeleng, "Periksa saja, kemungkinan beberapa nama orang yang tidak kamu curigai tertulis disana."
__ADS_1
Guan menghela nafas pasrah, dia memang masih mencurigai beberapa orang tapi belum mendapatkan bukti konkrit. Dengan kesal dia membuka map, membaca setiap patah kata dan nama-nama yang berkonspirasi dalam kecelakaan Yu Jie tujuh tahun silam. Seketika matanya membelalak tak percaya menemukan nama seseorang yang tidak pernah dia curigai sedikit pun, itu tidak mungkin!